Warning: include(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include_once(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php) [function.include-once]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70
Doktrin Tentang Yesus Kristus – Christology (2) | GPdIWorld
Thursday October 23rd 2014

Doktrin Tentang Yesus Kristus – Christology (2)

Author : | This author have 260 posts

VI. KE-ALLAHAN KRISTUS. 

Sebagaimana yang dicatat sebelumnya, bidat-bidat mengenai ke-Allahan dan kemanusiaan Kristus muncul pada abad-abad permulaan dalam sejarah Gereja Bandul bergoyang balik dan kembali dalam keestrimannya.  Tetapi, lebih banyak penolakan ke-AllahanNya dari pada atas kemanusiaanNya, ke-Allahan dan kemanusiaan Kristus perlu dipertahankan dalam keseimbangan yang sebaik-baiknya, sebagaimana yang disaksikan oleh para penulis Perjanjian Baru, utnuk menghindari bidat.

Yang berikut adalah ayat-ayat Kitab Suci yang mengukuhkan ke-Allahan Kristus bukti yang terkuat bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yaitu atribut-atribut Ilahi, nama-nama Ilahi, karya-karya Ilahi, penyembahan Ilahi, hak-hak Ilahi dan hubungan Ilahi yang dianggap berasal dari Dia. 

A. Atribut-atribut Ilahi yang dianggap dari Dia. 

1. Atribut-atribut Esensial.

a. Kekekalan wujud. Keputraan Kristus adalah keputraan yang kekal dalam ke-Allahan yang kekal.  NamaNya Aku ADA dan mengungkapkan kekekalan wujud.  Yesus tahu bahwa Ia ada sebelumnya bersama Bapa dan Ia datang dari Sorga (Yohanes 1:1-3, Amsal 30:4, Roma 1:20, Yohanes 17:3-5, Matius 3:11, 16:16, Ibrani 7:1-4, Yesaya 7:14, 9:6-9, Amsal 8:23-31, Wahyu 1:8,11, Yohanes 6:33,41,50,51,62, 8:56-58, Keluaran 3:14, Mikha 5:2). 

b. Pra-eksistensi dari wujud. Yesus sendiri menyaksikan untuk pra-eksistensiNya.  Ia tahu bahwa Ia ada dipangkuan Bapa, kekekalan wujud meliputi pra-eksistensi wujud. Yesus telah ada sebelum Ia lahir dari perawan Maria (Yohanes 1:1-3, 27, 30, 16:26-28, 17:1-5, Lukas 12:49-51, Matius 10:40, Amsal 8:13-36, Yohanes 6:38-57, 8:28, 38, 58, Markus 1:38, Mikha 5:2). 

c. Self-eksistensi. Anak ada bersama Bapa dan Roh Kudus, Anak adalah sumber kehidupan dan mempunyai kuasa untuk memberikan kehidupan kekal kepada semua yang akan percaya. Ia hidup dalam kuasa dari kehidupan tanpa akhir, bahasa sedemikian hanya dapat diaplikasikan  kepada ke-Allahan, kepada Allah yang self-eksten (berada sendiri) (Yohanes 1:4, 5:21-26, 14:16, Ibrani 7:16, 1 Yohanes 5:11-12). 

d. Ke-Allahan. Kesaksian Alkitab menyaksikan ke-Allahan Kristus.

(1) Ia ada pada permulaan sebagai Firman, sebagai Allah (Yohanes 1:1, Filipi 2:6, Wahyu 19:13).
(2) Ia bersama Allah, Bapa (Yohanes 1:1).
(3) Ialah Allah, Anak (Yohanes 1:1, Roma 9:5, Ibrani 1:8,10, 1 Yohanes 5:20, Titus 2:13).
(4) Ia adalah Allah yang dimanifestasikan di dalam daging (Yohanes 20:28, 1 Timotius 3:16, Kolose 2:9, 1:19, Kisah 20:28, Ibrani 1:8).
(5) Ialah Allah yang berkuasa (Yesaya 9:6, Mazmur 45:6).
(6) Ialah Imanuel, Allah beserta kita (Yesaya 7:14, Matius 1:23).
(7) Ialah Firman yang menjadi daging (Yohanes 1:14-18).
(8) Ialah Allah yang benar (1 Yohanes 5:20, Titus 2:13, Roma 9:5).
(9) Ialah Allah yang besar (Titus 2:13).
(10) Ialah Allah dan Juru Selamat kita (2 Petrus 1:1).
(11) Ia ada dalam rupa Allah sebelum inkarnasiNya dan sama dengan Allah Bapa (Filipi 2:5-7).
(12) Ialah satu-satunya Allah yang bijaksana (Yudas 25). 

e. Kemaha-kuasaan. Anak adalah Maha Kuasa, Ia adalah pencipta dan memelihara alam semesta (Kolose 1:17; Efesus 3:9; Ibrani 1:10; Wahyu 3:14; Yohanes 1:3, 10; 1 Korintus 8:6). 

(1) Ia mempunyai kuasa di Sorga (Matius 28:18).
(2) Ia mempunyai semua kekuasaan di bumi (Yohanes 17:2).
(3) Ia mempunyai kuasa atas semua alam (Matius 8:23-27).
(4) Ia mempunyai kuasa atas semua pasukan iblis (Lukas 4:35-41).
(5) Ia mempunyai kuasa atas semua rombongan malaikat (1 Petrus 3:22; Efesus 1:20-22).
(6) Ia mempunyai kuasa atas segala sesuatu (Ibrani 1:3). 

f. Kemaha-tahuan. Anak serba mengetahui karena ke-AllahanNya, tak ada yang tersembunyi dari pemandanganNya (Yohanes 16:30; 2:24-25; Kolose 2:3; Yohanes 14:16-19; 21:17; Ibrani 4:12-13; Wahyu 2:23). 

g. Kemaha-hadiran. Anak itu hadir dimana saja pada setiap waktu.  Karena atribut ini Ia sanggup berhimpun dengan umatNya dimana saja mereka berhimpun dalam namaNya (Matius 18:20; Yohanes 3:13; Efesus 1:23; 1 Korintus  1:2; 54).  Karena alasan ini Ia dapat berkata bahwa Ia ada di Sorga dan juga di bumi. 

h. Tak berubah. Anak itu tak dapat berubah dan sama kemarin, hari ini dan selama-lamanya dalam hal watakNya dan atributNya (Ibrani 1:12; 13:8; Mazmur 102:26-32; Maleakhi 3:6). 

i. Tak dapat salah. Anak itu tak dapat salah, yaitu tidak dapat keliru atau berbuat salah, hanya ke-Allahan yang tak dapat salah.  Semua manusia dapat berbuat salah.  Ia tak pernah mengatakan yang salah atau keliru, karena perkataanNya adalah perkataan Bapa (Yohanes 12:44-50; 14:6).  Ialah kebenaran. 

j. Kedaulatan. Setiap lutut akan bertelut pada Anak Allah dan mengakui ke-TuhananNya, yaitu mengakui ke-AllahanNya (Filipi 2:8-11, Yesaya 9:6; Wahyu 19:16; Matius 25:31-46).  Ialah Raja segala raja dan Tuhan semua tuhan. 

2. Atribut Moral.

a. Kekudusan yang sempurna. Anak Allah adalah kekudusan yang dipersonifikasikan Ialah satu-satunya oknum yang kudus yang pernah berjalan di bumi ini (Lukas 4:34; Kisah 4:27-30; 1 Petrus 2:22).  (Ini ditangani secara lebih penuh di ketidak-berdosaan Kristus). 

b. Kebenaran yang sempurna. Anak Allah adalah Tuhan kebenaran kita Yehoyah Tsidkenu.  Ini hanya dapat diterapkan kepada ke-Allahan (Yeremia 23:5-6; 1 Korintus 1:30; Ibrani 1:9; 1 Petrus 2:22). 

c. Kasih yang sempurna. Anak Allah adalah kasih yang sempurna.  Inilah kodrat dan watak yang sesungguhnya dari ke-Allahan.  Manusia dapat mempunyai kasih, tetapi  Allah adalah kasih (Yohanes 15:9-10, 1 Yohanes 3:16, 4:7-8, 15-16).  Ini meliputi kualitas belas kasihan, kasih karunia, rasa kasihan dan kebaikan. 

d. Kesetiaan yang sempurna. Anak Allah setia secara sempurna (Wahyu 1:5). 

B. Nama-nama Ilahi yang diterapkan kepadaNya. 

1. Ialah Bapa yang kekal atau Bapa kekekalan (Yesaya 9:6).
2. Ia dinamakan Tuhan (Yoel 2:32; Kisah 2:21; Roma 10:13; Kisah 9:17).

Adalah suatu penghujatan bila menyebut manusia “Tuhan” menurut pemikiran Yunani, karena ini adalah nama ke Allahan.

a. Ialah Tuhan semesta alam (Yesaya 8:13-14; 1 Petrus 5:15, 1:7-8).
b. Ialah Tuhan kebenaran kita (Yeremia 23:5-6).
c. Ialah Tuhan (Matius 22:43-45; Mazmur 110:1; Lukas 2:11).
d. Ialah Tuhan Yesus Kristus (Kisah 2:34-37; Lukas 2:11).

3. Ia dinamakan Yehovah (Kejadian 19:24; Hosea 1:7; Zakharia 12:10; Mazmur 83:18; Yesaya 12:2).
4. Ialah Alfa dan Omega (Wahyu 1:7,8,11; 22:13, 16).
5. Ialah yang Awal dan yang Akhir (Yesaya 44:6; 41:4; 48:12; Wahyu 1:17-18).
6. Ialah Firman yang kekal (Yohanes 1:1,4; Wahyu 19:13; Ibrani 1:1-2).
7. Ialah AKU ADA (Keluaran 3:14-15; Yohanes 8:56-58; Imamat 24:12-16).  (Perhatikanlah semua AKU ADA dari Yesus di Injil Yohanes).

Adalah suatu penghujatan menggunakan nama ke Allahan ini kecuali bila Yesus adalah Allah.

8. Ialah akar dan keturunan Daud. Ialah anak Daud dan Tuhannya Daud, karena pra-eksistensi, ke Allahan dan inkarnasi.  Ialah akar dan Tuhan karena ke AllahanNya.  Ialah keturunan dan Anak, karena kemanusianNya (Wahyu 22:16; Matius 9:27; 22:41-46).

9. Ialah Malaikat Yehovah (menunjuk kepada Teofani Perjanjian Lama atau Kristofani).  (Kejadian 16:7-14; 22:11-18; 31:11-13; Keluaran 3:1-5; 14:19; Hakim 6:11-23; 13:2-25; 1 Tawarikh 21:1-27; Bilangan 22:22-35; 1 Raja-raja 19:5-7; 2 Raja-raja 19:35; Zakharia 1:11; 6:12-15).  Orang Ibrani mengenai manifestasi ini sebagai manifestasi dari ke Allahan.

10. Ialah Anak Allah, keputraan ini adalah keputraan yang kekal, dan diakui oleh semua kalangan.

a. Oleh Allah Bapa (Kisah 13:33, Ibrani 1:5; Matius 17:5).
b. Oleh roh-roh iblis (Matius 8:29).
c. Oleh malaikat Gabriel (Lukas 1:35).
d. Oleh rasul-rasul (Matius 16:16-17, Roma 1:1-3).
e. Oleh Tuhan sendiri (Markus 1:61-62, 17; Lukas 22:70; Yohanes 5:25; 11;4; Mazmur 2:7; Amsal 30:4; Yesaya 7:14; 9:6-9).

11. Ialah yang Kudus Allah (Markus 1:24).
12. Ialah kebenaran (Yohanes 14:6).  Ia berbicara kebenaran, Ia adalah kebenaran (lampau dan kini).  Ialah kebenaran yang dipersonifikasikan. 

C. Karya-karya Ilahi yang dipertalikan kepadaNya. 

Karya-karya Ilahi yang dilakukan oleh Anak Allah (Yohanes 14:11; 10:37; 5:36).

1. Ialah pencipta alam semesta (Ibrani 1:3; Kejadian 1:1-5; Yohanes 1:1-4,10; Ibrani 1:10; Kolose 1:16-17).

2. Ialah pencipta malaikat dan manusia (Kejadian 1:26; Amsal 8:30; Kolose 1:16-17).

3. Ia mengampuni dosa (Kisah 5:31; Lukas 5:21-24; Matius 9:6; Markus 2:5-7;  Kolose 3:13).  Adalah hak prerogatif Allah, pengampunan dosa, karena semua dosa, terutama melawan Allah sendiri (Mazmur 51:4).

4. Ia membangkitkan orang mati dan akan mengubah tubuh yang buruk orang percaya waktu kedatanganNya karena siapa Ia (Yohanes 5:28-29; 11:25; Filipi 3:21; 2 Timotius 4:1).

5. Ia akan menghakimi seluruh dunia di dalam kebenaran.  Semua penghakiman telah diberikan kepadaNya oleh Bapa.  Ia hanya dapat menghakimi keseluruh  dunia dalam keadilan yang sempurna karena atribut Ilahi (Yohanes 5:22-29; Kisah 17:31; 2 Korintus 5:10; 2 Timotius 4:1; Matius 25:31-46).

6. Ia menegakkan dan memelihara alam semesta oleh FirmanNya yang berkuasa (Ibrani 1:3; Kolose 1:17).

7. Ialah pemberi kehidupan kekal kepada semua yang percaya kepada Bapa melalui Dia Sendiri (Yohanes 10:28; 17:2).

8. Ia akan mengadakan pembaharuan langit dan bumi (Ibrani 1:10-12; Wahyu 21:5; Matius 19:28). 

D. Penyembahan Ilahi Yang Diberikan KepadaNya. 

Penyembahan Ilahi diberikan kepada dan diterima oleh Yesus tidak pernah menolak penyembahan sedemikian.  Ini sangat bertentangan dengan manusia Allah lainnya yang secara mutlak menolak penyembahan dari manusia lainnya, seperti yang dilakukan pada malaikat terpilih.  Hanya manusia penyembah diri yang menerima penyembahan  orang lain seperti terlihat pada kaisar-kaisar Roma (Kisah 10:26, 14:15; Wahyu 22:9).  Menyembah Yesus sebagai Allah akan merupakan penghujatan dan penyembahan berhala jika Ia bukan Allah, dengan demikian bila Yesus menerima penyembahan yang hanya menjadi milik Allah BapaNya maka itu akan merupakan perampokan, penghujatan dan penyembahan berhala.

1. Ia disembah malaikat (Ibrani 1:6; Yesaya 6:1-5; Wahyu 5:12-14).

2. Ia disembah manusia (Matius 8:2, 15:25-28, 28:17; Lukas 24:51-52; Kisah 1:24, 7:59-60; 1 Tesalonika 3:11; Yohanes 9:38; Filipi 2:9-11; Mazmur 45:11; 1 Korintus 1:2).

3. Ia disembah oleh semua mahluk (Wahyu 5:13).

4. Ia menerima doa sebagaimana berdoa kepada Allah (Kisah 1:24, 7:59-60).

5. Ia dihormati secara sama dengan Allah Bapa (Yohanes 5:23; Wahyu 1:5-6; Ibrani 1:6-8).

E. Klaim Ilahi Yang Dibuat OlehNya. 

Yesus membuat klaim (tuntutan) yang seharusnya hanya dibuat oleh Allah.  Sekiranya klaim ini sebenarnya tidak demikian, maka Yesus menipu diri atau sebagai pembohong dan penipu yang lihai.

1. Ia mengklaim bahwa Ia satu dengan Allah (Yohanes 10:30, 38; 5:23; 14:10).

2. Ia mengklaim Allah sebagai BapaNya (Lukas 2:41-52; Matius 12:48; Markus 3:33-34).  Ia tidak pernah mengakui Yusuf sebagai bapaNya.

3. Ia mengklaim Ia mengasihi sebagaimana Bapa mengasihi (Matius 10:37-38;  Lukas 14:26).

4. Ia mengklaim sebagai AKU ADA, yang menunjukkan eksistensi yang kekal (Yohanes 8:56-58; 18:1-5 dengan Keluaran 3:14-15).

5. Ia mengklaim Keputeraan Ilahi, menjadikan Dia sendiri Allah (Yohanes 5:25; 11:4; Markus 12:6; Amsal 30:4). 

F. Hubungan Ilahi Yang Dikatakan OlehNya.

Anak dihubungkan dengan Bapa dan Roh Kudus dalam hubungan perjanjian di kekalan dan di dalam waktu, hal ini tidak dapat terjadi kecuali bila Anak adalah Ilahi, bersama-sama dalam ke-Allahan.

1. Baptisan dilaksanakan di dalam nama Tritunggal Allah, dimana Anak dilibatkan di pusat.  (Matius 28:18-20; Kisah 2:34-36).

2. Berkat Apostolik meliputi ke-Allahan kekal, dimana Anak merupakan wahyu dari kasih karunia Allah (2 Korintus 13:13).

3. Baca juga Yohanes 14:1,6; 10:28-30; 17:5,17,18; Matius 11:27; Kolose 1:19; 2:9; 1 Korintus 8:6; Efesus 4:8-10; 1 Timotius 1:15-16; Yohanes 14:1,6; 10:28-30; 17:21; 5:17-18; Matius 11:27; Kolose 1:19; 2:9; 1 Korintus 8:6; Efesus 4:8-10; 1 Timotius 1:15-16; Yohanes 14:9; Kolose 1:15; 1 Yohanes 2:23; 1 Tesalonika 3:11; 1 Korintus 12:4-6; Lukas 22:29; Mazmur 2:7; 45:6-7; 110:1-4; Yesaya 53:10-11).

Tidaklah mungkin untuk menyangkal atau menolak kebenaran tentang ke-Allahan Anak Allah dalam terang ayat-ayat Kitab Suci ini bagi Yesus, menerima klaim-klaim, penyembahan, nama-nama dan karya seperti yang dianggap berasal dari Dia atau yang dipertalikan kepadaNya, sekiranya Ia yang pernah membuat klaim sedemikian atau yang menerima penyembahan yang berdosa secara lancang dan layak untuk mati, tetapi Yesus menerima dan mendemonstrasikan klaim ke-Allahan.  Yesus Anak Allah sesungguhnya Allah, Allah yang memanifestasi didalam daging orang percaya yang benar hanya dapat berucap bersama Thomas “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yohanes 20:28 dengan Yesaya 25:9). 

VII. KEMANUSIAAN KRISTUS.

Kitab Suci menyajikan Kristus yang berinkarnasi sebagai mempunyai dua kodrat Ia adalah Allah dan manusia namun satu oknum. Besarkan rahasia ke Allahan ini, Allah dimanifestasikan di dalam daging (1 Timotius 3:16; Kolose 2:2-3).  Dalam bagian ini kita akan mempertimbangkan bukti dari kemanusiaan Kristus yang sempurna dan tanpa dosa, dan teladan Nya yang agung kepada semua orang percaya. 

A. Kemanusiaan Kristus.

1. Ia punya kelahiran manusia.

a. Dalam hal kemanusiaanNya, ia lahir dari perempuan (Matius 1:18-23, 2:11; Lukas 1:30-33; Galatia 4:4).  Perawan Maria adalah yang terpilih untuk menjadi ibu kemanusiaan Kristus.

b. Ia dikatakan sebagai benih Daud secara manusia (Roma 1:3; Matius 1:1).
c. Ialah Benih Perempuan yang dijanjikan (Kejadian 3:15; Matius 1:23; Yesaya 7:14).

d. Ia datang dari bangsa Israel secara manusia (Roma 9:5).

e. Ia dikenal sebagai Anak Daud (Matius 15:22; Kisah 13:22-23; Ibrani 7:14).  SilsilahNya dapat ditelusuri melalui IbuNya kembali pada Daud Raja Israel.

f. Ia dalah Firman yang dibuat dan dimanifestasikan secara manusia (Yohanes 1:14; Roma 1:3; 1 Timotius 3:16). 

2.  Ia mempunyai nenek moyang manusia.

Silsilah Kristus secara daging ditelusuri kembali pada Daud dan Adam di Injil Lukas melalui IbuNya Maria, dan kembali pada Daud dan Abraham di Injil Matius melalui yang dianggap BapaNya Yusuf (Lukas 3:23-38; Matius1:1-17).

Tetapi walaupun orang lain mengatakan BapaNya secara manusia, Ia sungguh mengklaim bahwa Allah adalah BapaNya, dan mengakui Maria sebagai IbuNya (Lukas 3:23, 4:22; Matius 13:55-56; Yohanes 1:45, 6:42).  Sejauh dalam hal orang Yahudi dimana Yesus yang dimaksudkan.  Ia sesungguhnya adalah manusia, yang dari daging dan darah seperti manusia lainnya.  Ia bukan momok atau hantu tetapi manusia yang sebenarnya. 

3. Ia Mempunyai nama-nama Manusia dan Gelar-gelar yang diberikan kepadaNya.

a. Ia dinamakan manusia sebelum kelahiranNya oleh malaikat Gabriel, kepada Maria dan juga Yusuf (Matius 1:21-23).

b. Ia disebut Anak Daud (Matius 1:1, 9:27, 20:30-33).
c. Ia disebut Anak Abraham (Matius 1:1).

d. Ia disebut Anak Manusia lebih dari 80 kali dalam Perjanjian Baru (Matius 16:28, 26:64-65; Kisah 7:56; Wahyu 1:13, 14:4).

e. Ia dinamakan Mediator, manusia Kristus Yesus (1 Timotius 2:5).
f. Ia digelar orang Yahudi menurut kebangsaanNya (Yohanes 4:9, 8:57).
g. Ia digelar Adam yang terakhir (1 Korintus 15:45-47).
h. Ia  digelarkan  Manusia  (Yohanes 8:40, 1:30; Kisah 2:22; Filipi 2:8; 1 Korintus 15:21, 47).

i. Ia masih sebagai manusia di Sorga walaupun kini telah dimuliakan (Yakobus 20:15; 1 Timotius 2:5; Kisah 17:31).

j. Ia akan datang sebagai Anak Manusia pada kedua kalinya untuk menghakimi dunia (Matius 16:27-28, 25:31, 26:64-65). 

4. Ia Mempunyai Kodrat Manusia Yang Lengkap.

Anak Allah mempunyai semua yang essensial dari kodrat manusia sebagaimana yang diciptakan Allah pada permulaannya.  Yesus adalah manusia yang lengkap yang mempunyai roh, jiwa dan tubuh (1 Tesalonika 5:23; Ibrani 4:12).  Kebenaran ini membuktikan kesalahan bidat Apollinarianisme yang menolak kemanusiaan Kristus (1 Yohanes 4:3).

a. Yesus mempunyai roh manusia (Lukas 23:46; Markus 2:8, 8:12; Yohanes 13:21).

b. Yesus mempunyai jiwa (Matius 26:38; Lukas 23:43; Yohanes 12:27; Kisah 2:27; Yesaya 53:10; Markus 14:34).  Ini meliputi pikiran, kehendak dan emosi (1 Yohanes 1:1-2).

c. Yesus mempunyai tubuh manusia dari daging, tulang dan darah (Ibrani 2:14; Yohanes 1:14; Matius 26:12; Lukas 22:19; Yohanes 2:21; Lukas 23:52-56; Ibrani 10:5,10).  Sesudah kebangkitanNya, Ia mempunyai tubuh daging dan tulang (Lukas 24:39).  Dalam tubuh manusiaNya Ia  terbatas secara lokal dan geografis, dan terbatas oleh kelemahan tanpa dosa. 

5. Ia Mengalami Perkembangan Secara Manusia.

Dalam hal kemanusiaanNya, Yesus bertumbuh dan berkembang secara normal dan alamiah seperti manusia lainnya.  Ini terlihat dalam referensi dan komentar berikut.

a. Ia bertumbuh sebagai seorang anak (Lukas 2:40).
b. Ia bertumbuh dalam hikmat dan semakin besar (Lukas 2:52).
c. Ia belajar kepada Tuhan dari hal-hal yang Ia deritakan (Ibrani 5:8).
d. Ia bekerja keras sebagai manusia mengikuti pekerjaan Yusuf sebagai tukang kayu (Markus 6:3; Lukas 3:23).
e. Ia menderitakan keterbatasan manusia (Ibrani 2:10).
f. Ia mengalami pencobaan manusia (Matius 4:1-11; Ibrani 2:18; Markus 1:55; Lukas 22:28; Ibrani 4:15).

g. Ia belajar untuk hidup tergantung pada Bapa dengan terus berdoa (Matius 14:23; Ibrani 5:7; Lukas 6:12, 22:39-46).  Ada sekitar 25 referensi Yesus berdoa di Perjanjian Baru.

h. Ia belajar bergantung pada Bapa dan kuasa Roh Kudus terus menerus, Ia tidak dapat mengatakan atau melakukan sesuatu dari DiriNya tetapi hanya apa yang diberikan kepadaNya (Mazmur 1:35; Yohanes 6:1; Kisah 1:2; Ibrani 9:14; Kisah 10:38; Ibrani 5:7).

i. Ia adalah manusia yang diperkenalkan Allah (Kisah 2:22).
j. Ia terbatas dalam pengetahuan manusia (Matius 24:36; Markus 13:32; Lukas 7:9).
k. Ia menginginkan simpati manusia di Taman (Matius 26:36-40).

6. Ia Mempunyai Kelemahan Yang Tak Berdosa Karena Kodrat Manusia.

Sebagai Kristus menderitakn keterbatasan dan kelemahan kodrat manusia yang tidak berdosa di dalamnya, namun bagian dari nasib manusia sejak kejatuhan.  Tuhan manusia yang dimuliakan nanti tidak akan mempunyai kelemahan tanpa dosa ini (Filipi 3:20-21).

a. Yesus menjadi letih (Yohanes 4:6).
b. Yesus mempunyai nafsu makan yang normal dan lapar (Matius 4:2, 21:18).
c. Yesus juga haus (Yohanes 4:7, 19:28).
d. Ia juga menikmati tidur secara alamiah (Matius 8:24).
e. Ia terbatas dalam pengetahuan manusia (Markus 11:13; 13:32; 5:32; 5:30-34; Yohanes 11:34).
f.  Ia masygul hatiNya (Yohanes 11:33).
g. Ia menangisi umat (Yohanes 11:35; Matius 23:37; 26:38).
h. Ia perlu dikuatkan karena penderitaan disalib oleh malaikat (Lukas 22:43). 

7. Ia Menderita Kemanusiaan Manusia. Kematian telah menjadi milik manusia sejak kejatuhan di Eden.  Waktu Yesus  menderitakan dosa kita kepada diriNya pada tubuhNya sendiri di kayu itu, Ia menderitakan upah dosa, yaitu maut (1 Petrus 2:24; Kejadian 2:17; Ibrani 9:17; Ibrani 9:17; Lukas 23:33; Ibrani 2:29).  KematianNya adalah maksud yang tertinggi dan inkarnasi yang akan diikuti kebangkitanNya. 

8. Ia Mengalami Kebangkitan Manusia. Ia dibangkitkan dari orang mati dan masih memiliki tubuh yang lahir dari perawan, disalibkan, dikuburkan, dibangkitkan dan kini telah dimuliakan.  Tubuh Yesus adalah tanpa dosa, kekal dan tak dapat rusak.  Ia mengorbankan  kehidupanNya, seperti yang diperintahkan Bapa kepadaNya (Lukas 23:39; Yohanes 20:27; Kisah 7:55-56).  KebangkitanNya sebagai manusia adalah sebagai contoh dari semua kebangkitan lainnya.  Dalam kenaikanNya, Ia telah membawa kemanusiaan di dalam ke-AllahanNya.  Ia tetap manusia Yesus Kristus dalam kedudukanNya yang dimuliakan di tahta di ketinggian (1 Timotius 2:5; Ibrani 8:1-5).

Kemanusiaan Kristus adalah fakta yang tak dapat dibantah.  Yesus, Anak Allah yang kekal menjadi Anak Manusia.  Ia adalah ke-Allahan dan kemanusiaan yang dipersatukan dalam satu oknum.  KelahiranNya sebagai manusia, silsilah, nama-nama gelar, keterbatasan, penderitaan, kematian dan kebangkitanNya semua membuktikan realitas kemanusianNya secara penuh dan lengkap.  Manusia yang sama ini yang sekarang telah dimuliakan dan bila Ia datang kembali nanti pada kali yang kedua adalah “Yesus yang sama” yang akan datang dalam cara yang sama seperti waktu Ia pergi ke Sorga (Kisah 1:11). 

B. Ketidak-berdosaan Kristus. 

Bahwa Kristus mempunyai kemanusiaan yang tanpa dosa secara sempurna dan tak dapat rusak merupakan kesaksian Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.   Adalah penting bahwa Kritus itu tanpa dosa yaitu supaya menjadi Juruselamat dunia.  Sekiranya Ia bukan tanpa dosa, Ia harus mati untuk dosaNya sendiri dan harus memerlukan penebusan untuk DiriNya, Kristus tidak akan menjadi wahyu Allah yang sempurna, penuh dan final kepada manusia bila sekiranya Ia orang berdosa.  Tanpa ketidak -berdosaan Kristus maka rencana penebusan gagal, karena Penebus dosa tidak mungkin terjadi bahwa Ia sendiri seorang berdosa. 

Ketidak-berdosaan adalah kesesuaian yang lengkap dengan kehendak Allah di dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.  Keberdosaan adalah kekurangan kesesuaian pada kehendak Allah di dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.  Jadi Kristus, sebagai manusia yang sempurna, mengenai secara sempurna kehendak Allah, Ia tak pernah terlibat dalam dosa dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.  KesempurnaanNya adalah kesempurnaan tanpa dosa. 

1. Teori-teori Mengenai Ketidak-berdosaan Kristus. 

a. Teori Daging Berdosa. Teori ini berpegang bahwa Kristus mempunyai “daging berdosa” dan bahwa Ia harus memenangkan dosa dengan kuasa Roh Kudus, sebagaimana yang dialami orang percaya.  Ini didasarkan pada kesalah-pahaman atas Roma 8:3 dimana Paulus menyatakan bahwa Kristus “serupa dengan daging yag dikuasai dosa” 

b. Teori Berpotensi Berdosa. Teori ini berpegang bahwa Kristus, walaupun sebagai Allah yang berinkarnasi, dapat saja berdosa tetapi tidak akan berdosa.  Ia mampu mengatasi dosa.  Teori ini menyatkaan fakta bahwa Kristus dicobai membuktikan bahwa Ia dapat saja berdosa.  Argumentasi diberikan bahwa supaya suatu pencobaan sah harus terpenuhi syarat bahwa orang yang dicobai itu dapat berdosa.  Teori ini juga mengajarkan bahwa Kristus tidak akan dapat menjadi Imam Besar yang penuh belas kasihan dan bersimpati kepada kita dalam pencobaan kita, kecuali bila Ia dapat berdosa. 

c. Teori Kesempurnaan Tanpa Dosa. Aliran pemikiran ini berpegang bahwa Kristus tidak dapat berdosa karena siapa Ia sebenarnya.  Pandangan ini yang dipegang oleh buku ini.  Sebelum mempertimbangkan alasan-alasan bagi pandangan ini, kita harus mencatat dasar umum dari iman yang dipegang oleh kebanyakan orang percaya Injil, dalam pernyataan-pernyataan berikut : 

-  Anak Allah memiliki kodrat manusia yag sempurna dan kodrat Ilahi.

-  Anak Allah menderitakan pencobaan dalam semua hal, seperti kita juga dan ini merupakan pencobaan yang sah.

-  Anak Allah tidak berdosa, tidak dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

-  Anak Allah dapat bersimpati dan menolong mereka yang menderitakan pencobaan yang sama (1 Yohanes 3:5, 1 Petrus 2:22, 2 Korintus 5:21,  Ibrani 4:15; 7:26; 2:18).

Ketidak-samaan diantara teori-teori ini adalah didalam pernyataan-pernyataan berikut :

Kristus dapat saja berdosa tetapi tidak akan dan tidak berdosa.

Pernyataan yang muncul, “Mungkinkah bagi Kristus untuk tidak berdosa atau mungkinkah bagi Kristus untuk berdosa?”

Pertanyaan-pertanyaan ini telah merangsang pikiran orang Kristen berabad-abad.  Tetapi harus diingat baik-baik bahwa apakah Kristus dapat atau tidak berdosa, faktanya adalah Ia tidak berdosa.  Jadi Ia sendiri saja yang dapat menjadi Juruselamat orang-orang berdosa. 

2. Kesempurnaan Tanpa Dosa Dari Kristus. 

a. Pertanyaan dan Keberatan Utama Dipertimbangkan.

(1) Bila tak mungkin bagi Kristus untuk berdosa, maka apakah maksudnya Ia dicobai?  Tidakkah ini menjadikan pencobaanNya tidak riil dan oleh sebab itu tidak sah?  Mengapa mencoba mahluk yang tidak berdosa?  Malaikat berdosa waktu dicobai.  Adam berdosa waktu dicobai.  Mengapa Kristus tidak dapat berdosa waktu dicobai?  Apakah tidak harus ada keinginan didalam yang menarik pencobaan itu? 

(2) Bila tidak mungkin bagi Kristus untuk berdosa, maka ini berarti bahwa Ia tidak mempunyai kuasa untuk memilih, kemauan untuk memilih diantara yang baik dan yang jahat.  Tidakkah mungkin bahwa Ia telah melakukan kehendaknya sendiri dan bukan kehendak BapaNya. Seperti yang rupanya diindikasikan pencobaan di Getsemani? (Matius 26:39).

(3) Bila tidak mungkin bagi Kristus untuk berdosa, maka Ia sebenarnya tidak beridentifikasi secara benar dengan ras manusia.  Dan tidak dapat memahami secara penuh kemanusiaan dan kodrat kita yang berdosa.  Tidakkah ini secara otomatis menempatkan kesenjangan diantara Juruselamat dan orang berdosa yang tak dapat dijembatani? 

(4) Bila tidak mungkin bagi Kristus untuk berdosa, lalu bagaimana pencobaan dapat menjadi penyebab penderitaan kepadaNya dan bagaimana Ia dapat bersimpati dengan kita dalam pencobaan kita? 

(5) Bila tidak mungkin bagi Kristus untuk berdosa, lalu tidakkah pencobaanNya berbeda dengan pencobaan pada kita orang berdosa alami? 

Kita akan maju untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan keberatan-keberatan ini dengan beberapa argumentasi mengenai pencobaan Adam, Yesus dan semua manusia, sifat dan arti pencobaan, dan akhirnya kesaksian dari ketidak berdosaan Kristus.

b. Percobaan pada Adam, Yesus dan Semua Manusia. 

Hanya ada dua manusia dalam Kitab Suci yang pencobaannya unik, Adam dan Yesus.  Keduanya adalah Anak Allah dalam arti yang unik, Adam sebagai anak yang diciptakan Allah, dan Yesus Anak Allah yang diperanakkan (Lukas 3:38; Yohanes 3:16).  Keduanya mempunyai kodrat manusia tanpa dosa, yang tidak memiliki prinsip dosa di dalam keberadaan mereka.  Mereka dicobai dari luar oleh iblis.  Adam memberi respons kepada pencobaan, sementara Kristus tidak.  Adam dan Yesus merupakan kepala perwakilan atau manusia yang mewakili ras ciptaan lama dan ras ciptaan baru.  Allah melihat semua manusia di dalam Adam atau di dalam Kristus (1 Korintus 15:46-47).  Semua fakta ini menempatkan pencobaan Adam atau Yesus dalam perbedaan langsung dari pencobaan semua manusia yang lahir dari Adam sesudah kejatuhan.  Semua manusia lainnya yang lahir dari ras Adam dicobai sebagai orang berdosa yang  lahir dalam dosa.  Tak seorangpun dari mereka yang mengalami pencobaan dalam keadaan tanpa dosa.  Pencobaan Adam dan Yesus unik dalam hal keduanya bukan dicobai dari dalam, tetapi dari luar.  Semua orang berdosa dicobai dari luar dan dari dalam.  Semua manusia dicobai bila ditarik oleh hawa nafsu mereka dan tertarik.  Kemudian bila hawa nafsu dibuahi menghasilkan dosa, dan dosa bila telah selesai menghasilkan maut (Yakobus 1:13-14).

Dosa adalah gangguan ke dalam manusia Adam.  Hanya Adam dan Yesus yang mempunyai kodrat manusia yang tanpa dosa, jadi pencobaan mereka khusus.  Tetapi ada juga perbedaan besar diantara Adam dan Yesus, Adam hanya manusia tetapi Yesus sebagai Allah dan manusia.  Walaupun Adam dan Yesus tanpa dosa, Adam adalah mahluk ciptaan sedang Yesus bukan, Adam hanya mempunyai satu kodrat manusia, sementara Yesus mempunyai dua kodrat, manusia dan yang Ilahi. 

Pernyataan di Roma 8:3 bahwa Kristus “serupa dengan daging yang dikuasai dosa”, tidak boleh disalahpahami.  Ayat ini tidak mengatakan bahwa Yesus mempunyai “daging berdosa” tetapi Ia adalah kelemahan tanpa dosa dari kodrat manusia.  Kristus sesungguhnya mempunyai daging yang sebenarnya, namun daging yang tanpa dosa.  Tidak ada dosa asal atau prinsip dosa di dalam Dia sebagai Anak Allah yang kekal dan diperanakkan Dosa bukan essensial kepada kodrat manusia tetapi gangguan.  Kristus mempunyai kodrat manusia tanpa dosa seperti Adam sebelumnya kejatuhan.  Tetapi, Ia juga mempunyai “kesamaan”dengan daging Adam sesudah kejatuhan, yaitu kodrat manusia dengan kelemahan tanpa dosa.  Walaupun ajaran Gnostik tertentu mengajarkan bahwa daging inheren dengan keberdosaan, tetapi hal ini bertentangan dengan  Firman Allah.  Kristus mempunyai daging yang bebas dari hukum dosa, namun itu adalah “serupa dengan (dan hanya serupa) daging yang dikuasai dosa.  Perbandingan dan perbedaan pencobaan Adam dan Yesus, orang tak percaya dan orang percaya, akan menolong membawakan fakta-fakta kedalam fokus lebih tajam.

ADAM     
Adam yang pertama 
Manusia pertama, dari bumi 
Tak ada kecenderungan jahat, asalnya
Kecenderungan pada dosa      
Satu kodrat, kodrat manusia
Dicobai dari luar pada roh, jiwa dan tubuh
Memberi respons pada dosa  
Kodrat manusia yang jatuh  
Ciptaan Allah  
Anak Allah yang diciptakan  
Mahluk manusia  

YESUS
Adam yang terakhir Manusia kedua, Tuhan dari Sorga
Tak ada kecenderungan jahat di dalamnya
Tak ada kecenderungan pada dosa
Dua kodrat, Ilahi dan manusia
Dicobai dari luar pada roh, jiwa dan tubuh
Tak memberi respons pada dosa
Kodrat manusia yang tak jatuh
Inkarnasi dari Allah
Anak yang diperanakkan Allah
Mahluk manusia Ilahi

ORANG YANG TAK PERCAYA
\Di dalam Adam” – anak manusia
Kodrat manusia yang jatuh
Kecenderungan berdosa
Prinsip dosa menguasai di dalam
Dicobai dari dalam dan luar, secara tubuh, jiwa dan roh
Dilahirkan di dalam dosa  
Tak ada yang baik dalam daging    
Ciptaan lama, dari orang tua
Mahluk manusia yang berdosa
Dosa akan menghancurkan sampai kematian   

ORANG PERCAYA
\”Di dalam Kristus\” – Anak Allah
Kodrat manusia yang jatuh pengambil bagian kodrat Ilahi
Kecenderungan berdosa mengatasi
Prinsip dosa dihapuskan pada waktunya
Dicobai dari luar dan dalam secara tubuh, jiwa dan roh, namun dikuatkan untuk mengatasi oleh Roh Kudus
Dilahirkan di dalam dosa, namun dilahirkan kembali
Kristus di dalam anda, harapkan kemuliaan
Ciptaan baru dalam ciptaan lama
Mahluk manusia yang ditebus
Dosa dikuasai menuju hidup                                                                                                                         

c. Arti dan Sifat dari Pencobaan. 

Perjanjian Baru menggunakan dua kata khusus Grika yang mempunyai arti “percobaan” di dalamnya, karena pencobaan ada hubungan dengan pengujian baik oleh Allah maupun oleh setan atau yang lain.[BERSAMBUNG].”

Be Sociable, Share!

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Love (111-125 – Selesai)
Love (111-125 – Selesai)

ALLAH ADALAH KASIH. #111 Besarnya ukuran satu kata sederhana BEGITU tidak dapat, ataupun tidak pernah akan terukur, [Read More]

Insider

Archives