Sunday May 20th 2012

Dipermalukan Karena Niat Jahat

Author : | This author have 132 posts

Ayat Pokok: Ester 7:3-4 Ester mengadakan pesta perjamuan khusus bagi raja Ahasyweros dan Haman. Ini dilakukan dalam rangka penyelamatan bangsanya. Pada hari kedua perjamuan barulah Ester mengungkapkan permintaan dan keinginannya kepada raja. Permintaannya adalah karuniakan nyawanya; artinya selamatkan hidupnya. Sedangkan keinginannya adalah keselamatan bangsanya. Tindakan Ester adalah gambaran tindakan seorang pendoa syafaat, seorang yang berdiri antara Allah dan  manusia untuk memohonkan keselamatan bagi manusia lainnya.

Berdosa karena tidak melakukan doa syafaat. Pendoa syafaat terbesar adalah Yesus. Dia menjadi pengantara antara manusia dan Allah (1 Tim. 2:5-6). Bukan itu saja, Dia bahkan menyerahkan seluruh hidupnya bagi penebusan manusia. Kendati sama sekali tidak didapati kesalahan apapun padaNya, namun Ia dihukum mati karena fitnahan bangsanNya sendiri. Tapi Dia rela melakukannya demi keselamatan manusia. Seorang pendoa syafaat tidak mementingkan dirinya sendiri melainkan selalu memikirkan dan berjuang demi keselamatan orang lain. Nabi Samuel mengatakan bahwa Ia berdosa jika berhenti mendoakan bangsa Israel (1 Sam 12:23). Jadi, orang percaya yang tidak berdoa bagi orang lain: orang tua yang tidak mendoakan anaknya, anak yang tidak mendoakan orangtuanya, suami dan istri yang tidak mendoakan pasangannya masing-masing dan tidak mendoakan keluarga, rakyat yang tidak mendoakan bangsanya, dapat dikategorikan melakukan dosa. Tuhan memerlukan pendoa syafaat. Penghukuman akan datang. Karena itu sebelum penghukuman dilakukan Tuhan memerlukan orang-orang yang mau membela mereka yang masih belum diselamatkan (Yeh. 22:30). Tuhan memerlukan orang-orang yang mau bangkit dan menyerukan namaNya demi keselamatan orang lain (Yeh. 64:6-7). Keselamatan yang sudah kita terima pun harus kita jaga dengan cara mendoakan orang lain. Allah membukakan yang tersembunyi. Ester mengatakan kepada raja bahwa bila dia dan bangsanya binasa maka malapetaka akan menimpa raja. Dan pada saat itulah dia membuka kedok Haman kepada raja. Raja menjadi sangat marah setelah mengetahui apa yang telah dirancangkan Haman. Akan halnya Haman dia merasa sangat ketakutan ketika niat jahat hati akhirnya terbuka di depan raja sebab dia melihat amarah raja sangat meluap dan itu artinya kebinasaan bagi dirinya. Meskipun kedoknya sudah terbuka Haman masih mencoba membela diri dengan menghampiri tempat ratu Ester berbaring dengan maksud minta pengampunan. Tapi demikian cara Allah mempermalukan orang yang sudah bersalah tapi masih mencoba membela diri. Di mata raja yang sedang meluap-luap dalam amarah yang sangat posisi Haman dinilai sebagai upaya menista ratu Ester sehingga raja bertambah lagi marahnya. Maka orang datang menutupi wajah Haman dan membawanya keluar dari hadapan raja. Kemudian  raja memerintahkan orang untuk menggantung Haman di tiang gantungan yang sebenarnya disediakan Haman untuk Mordhekai. Ketenangan dan kedamaian setelah kejahatan dikalahkan. Firman Allah mengatakan bahwa pencuri datang hanya untuk mencuri dan membinasakan tapi Yesus datang untuk memberi kehidupan (Yoh. 10:10). Ester adalah gambaran dari Yesus yang menginginkan kehidupan bagi manusia. Raja Ahasyweros adalah gambaran dari Allah Bapa yang berkuassa atas kehidupan manusia. Sedangkan Haman adalah gambaran iblis yang selalu mau membinasakan. Jika kita menyadari bahwa kita memerlukan keselamatan dari Allah, datanglah pada Yesus maka Ia akan mengaruniakan keselamatan itu kepada kita. Amarah raja berangsur-angsur turun setelah Haman dibawa keluar dari hadapannya dan dihukum. Setelah itu ketenangan dan kedamaian pun datang. Pada suatu waktu kelak, iblis akan dikalahkan dan dibinasakan. Setelah itu datanglah suatu masa yang penuh ketenangan dan kedamaian sampai selama-lamanya. (WJ GPdI Kramat, No. 1325, Thn. XXV, 25112007).

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives