Ayat Pokok: Ester 7:3-4 Ester mengadakan pesta perjamuan khusus bagi raja Ahasyweros dan Haman. Ini dilakukan dalam rangka penyelamatan bangsanya. Pada hari kedua perjamuan barulah Ester mengungkapkan permintaan dan keinginannya kepada raja. Permintaannya adalah karuniakan nyawanya; artinya selamatkan hidupnya. Sedangkan keinginannya adalah keselamatan bangsanya. Tindakan Ester adalah gambaran tindakan seorang pendoa syafaat, seorang yang berdiri antara Allah dan manusia untuk memohonkan keselamatan bagi manusia lainnya.
Berdosa karena tidak melakukan doa syafaat. Pendoa syafaat terbesar adalah Yesus. Dia menjadi pengantara antara manusia dan Allah (1 Tim. 2:5-6). Bukan itu saja, Dia bahkan menyerahkan seluruh hidupnya bagi penebusan manusia. Kendati sama sekali tidak didapati kesalahan apapun padaNya, namun Ia dihukum mati karena fitnahan bangsanNya sendiri. Tapi Dia rela melakukannya demi keselamatan manusia. Seorang pendoa syafaat tidak mementingkan dirinya sendiri melainkan selalu memikirkan dan berjuang demi keselamatan orang lain. Nabi Samuel mengatakan bahwa Ia berdosa jika berhenti mendoakan bangsa Israel (1 Sam 12:23). Jadi, orang percaya yang tidak berdoa bagi orang lain: orang tua yang tidak mendoakan anaknya, anak yang tidak mendoakan orangtuanya, suami dan istri yang tidak mendoakan pasangannya masing-masing dan tidak mendoakan keluarga, rakyat yang tidak mendoakan bangsanya, dapat dikategorikan melakukan dosa. Tuhan memerlukan pendoa syafaat. Penghukuman akan datang. Karena itu sebelum penghukuman dilakukan Tuhan memerlukan orang-orang yang mau membela mereka yang masih belum diselamatkan (Yeh. 22:30). Tuhan memerlukan orang-orang yang mau bangkit dan menyerukan namaNya demi keselamatan orang lain (Yeh. 64:6-7). Keselamatan yang sudah kita terima pun harus kita jaga dengan cara mendoakan orang lain. Allah membukakan yang tersembunyi. Ester mengatakan kepada raja bahwa bila dia dan bangsanya binasa maka malapetaka akan menimpa raja. Dan pada saat itulah dia membuka kedok Haman kepada raja. Raja menjadi sangat marah setelah mengetahui apa yang telah dirancangkan Haman. Akan halnya Haman dia merasa sangat ketakutan ketika niat jahat hati akhirnya terbuka di depan raja sebab dia melihat amarah raja sangat meluap dan itu artinya kebinasaan bagi dirinya. Meskipun kedoknya sudah terbuka Haman masih mencoba membela diri dengan menghampiri tempat ratu Ester berbaring dengan maksud minta pengampunan. Tapi demikian cara Allah mempermalukan orang yang sudah bersalah tapi masih mencoba membela diri. Di mata raja yang sedang meluap-luap dalam amarah yang sangat posisi Haman dinilai sebagai upaya menista ratu Ester sehingga raja bertambah lagi marahnya. Maka orang datang menutupi wajah Haman dan membawanya keluar dari hadapan raja. Kemudian raja memerintahkan orang untuk menggantung Haman di tiang gantungan yang sebenarnya disediakan Haman untuk Mordhekai. Ketenangan dan kedamaian setelah kejahatan dikalahkan. Firman Allah mengatakan bahwa pencuri datang hanya untuk mencuri dan membinasakan tapi Yesus datang untuk memberi kehidupan (Yoh. 10:10). Ester adalah gambaran dari Yesus yang menginginkan kehidupan bagi manusia. Raja Ahasyweros adalah gambaran dari Allah Bapa yang berkuassa atas kehidupan manusia. Sedangkan Haman adalah gambaran iblis yang selalu mau membinasakan. Jika kita menyadari bahwa kita memerlukan keselamatan dari Allah, datanglah pada Yesus maka Ia akan mengaruniakan keselamatan itu kepada kita. Amarah raja berangsur-angsur turun setelah Haman dibawa keluar dari hadapannya dan dihukum. Setelah itu ketenangan dan kedamaian pun datang. Pada suatu waktu kelak, iblis akan dikalahkan dan dibinasakan. Setelah itu datanglah suatu masa yang penuh ketenangan dan kedamaian sampai selama-lamanya. (WJ GPdI Kramat, No. 1325, Thn. XXV, 25112007).