Sunday May 20th 2012

Dilawat Atau Dilewat Tuhan

Author : | This author have 6 posts


2 Tawarikh 16:9a

“Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.”

Dalam pelayanan kerohanian di 20 Rumah Tahanan dan Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Sumatera Utara saya mengamati pertumbuhan rohani mereka. Satu kali, seorang narapidana bersaksi demikian: “Saya bersyukur masuk di dalam penjara ini,” lho kog?! Mengapa? Tanya saudara. “Ya, karena justru di tempat inilah saya mengalami pertemuan yang sungguh dengan Tuhan. Melalui ibadah-ibadah di tempat ini, saya merasakan kasih Tuhan yang besar yang telah mengampuni dosa-dosa saya. Selama di luar, saya jarang sekali beribadah. Kalau saya tidak ketangkap, barangkali saya akan lebih jauh lagi melakukan dosa.” Pengakuan saudara tersebut menunjukkan bahwa di penjara sekalipun, ia dapat merasakan lawatan Tuhan. Baginya, ini merupakan titik balik kehidupannya, ini merupakan pengalaman khusus dengan Tuhan. Pengalaman ini menuntun dia lebih dekat kepada Tuhan, kasihnya semakin bertambah kepada Tuhan dan terjadi perubahan total.

Ketika sebuah ibadah KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) diselenggarakan di satu tempat maka biasanya orang-orang akan mengalami sesuatu dari Tuhan yang mendorong pertumbuhan kerohanian orang tersebut. Tetapi, ternyata ada juga orang yang tetap biasa-biasa saja. Tidak ada perubahan yang signifikan dalam hidupnya pasca KKR tersebut. Ada atau tidak ada KKR, tidak mempengaruhi hidupnya.

Jadi ada dua sikap berbeda yang kita lihat dan ini menggambarkan dua hal yang terjadi. Bagi kelompok pertama, kita dapat katakan bahwa orang tersebut DILAWAT oleh TUHAN. Sedangkan bagi kelompok yang lain cuma DILEWAT saja oleh TUHAN.

Kata ‘dilawat’ dan ‘dilewat’ dua kosa kata yang mirip, hanya beda vocal “a” dan “e”, namun kedua kata ini mempunyai dampak yang jauh berbeda dan dampak rohani yang besar berujung pada perbedaan yang jauh dari keduanya. Tuhan melawat seseorang, tetapi melewati orang lain begitu saja. Bila hal itu terjadi dalam hidup Saudara, hal itu merupakan kondisi yang sangat menyedihkan.

Setiap kita ada di dalam salah satunya, apakah mengalami LAWATAN TUHAN atau justru hanya DILEWATI saja. Sekeliling kita sudah mengalami touch kasih Tuhan tetapi yang lain tidak mengalami pengaruh apa pun. Ini sangat memprihatinkan. Sebuah kondisi rohani yang terjadi di akhir zaman yang telah dinubuatkan oleh rasul Paulus dalam 2 Timotius 3:5 “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.”

Padahal Tuhan mencari orang-orang kepada siapa Ia akan melimpahkan kekuatan-Nya itu. Saya gambarkan begini: TUHAN sedang memegang kunci paket berkat berisi segala macam anugerah sorgawi berupa kekuatan, pertolongan, kesembuhan, sukacita, damai sejahtera mujizat, terobosan serta berbagai macam karunia-karunia sorgawi lainnya. Paket berkat ini hanya diberikan kepada mereka yang kedapatan bersungguh hati mencari Tuhan. Ingat! Tuhan bukan melihat rupa atau tampang tetapi melihat HATI. Dalam kemahakuasaan-Nya Ia mendeteksi seluruh bumi ini untuk mencari orang-orang yang bersungguh hati tersebut. Pandangan-Nya menjelajah seluruh bumi ini, di antara 7 (tujuh) milyar orang, siapa-siapa sajakah yang sungguh-sungguh hatinya mencari dan mengasihi TUHAN. Kepada merekalah TUHAN mencurahkan, melimpahkan berkat dan kekuatan-Nya.

Ketika saya mendapat berkat yang cukup melimpah maka terpikir untuk membagikan berkat itu kepada teman-teman yang lain. Tetapi kepada siapa? Maka saya akan mengingat teman-teman tersebut, ada penilaian tersendiri dari kita atau seringkali Tuhan mengingatkan kita kepada seseorang (Tuhan tahu kondisi dan keadaan setiap orang). Biasanya kita akan memberikan sesuatu ‘berkat’ itu tergantung dari doa yang bersangkutan, sama seperti yang saya sendiri alami. Ketika saya sudah punya daftar nama, maka tidak sabar rasanya untuk bersegera mendatangi mereka menyerahkan berkat tersebut. Sebuah kesukaan bagi saya apabila orang yang menerima berkat itu sangat berterima kasih kepada Tuhan. Senang rasanya apabila orang-orang kita buat senang hatinya.

Hati Tuhan tidak sabar untuk segera mendistribusikan berkat ini kepada mereka yang mencari-Nya dengan bersungguh hati dan mengasihi Dia.

Dalam penjelajahan-Nya itu maka ia akan menyinggahi beberapa orang dan akan melewatkan orang-orang yang lain. Ia akan melawati satu orang tetapi melewati yang lainnya. Tergantung bagaimana sikap hati kita. Tuhan mencari orang-orang yang mencurahkan isi hatinya seperti Hana. Saudara tau apa yang terjadi dengan Hana setelah itu? Dari seorang ibu mandul menjadi seorang yang berketurunan, mujizat.

Apakah Saudara mau DILEWAT atau DILAWAT oleh TUHAN?

Hosea 6:3 “Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”

Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Pantekosta
Pantekosta

Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 2:1-4 Setelah 10 malam mengadakan kebaktian doa, hari ini kita tiba pada puncak perayaan: [Read More]

Berkat Umum dan Berkas Khusus
Berkat Umum dan Berkas Khusus

Hari ini adalah hari gereja pantekosta. Mungkin lain tahun kita akan adakan acara khusus setiap hari pantekosta. Kita [Read More]

Natal, Orang Majus dan Kita
Natal, Orang Majus dan Kita

Matius 2:1-12 Apakah makna natal? Salah satunya dapat kita rujuk pada peristiwa orang Majus yang datang ke Betlehem dan [Read More]

Natal
Natal

Ayat Pokok : Kidung Agung Hari-hari ini kita tengah memperingati Hari Kelahiran Tuhan Yesus.  Allah Yang Maha Kuasa [Read More]

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,
Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia. Firman Tuhan, Kolose 2:6-14, Dalam Dia kamu telah [Read More]

Insider

Archives