Ayat Pokok: Ester 6:11
Firman Tuhan mengatakan saat kesombongan datang, maka tibalah juga hal yang memalukan (Amos 11:2). Dunia membawa manusia menyombongkan diri sendiri dan meremehkan Kristus. Tapi bagi orang-orang yang dipanggil oleh Kristus, maka Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah; sebab yang bodoh dan lemah bagi dunia justru dipakai Allah untuk memalukan apa yang kuat dan yang berarti dari dunia (1 Kor. 1 :18-29). Mengapa Allah melakukan hal seperti ini? Supaya tidak ada satu manusiapun yang memegahkan diri dihadapan Allah.
Mengetahui bahwa raja hendak memberikan penghormatan pada seseorang – dan mengira pasti dirinya yang akan menerima penghormatan itu – maka segeralah Haman meluncurkan ide-ide kemegahan yang luar biasa. Tapi keadaan menjadi terbalik. Mordekhai menjadi orang yang dihormati dan dia sendiri menjadi orang yang memberitahukan khalayak ramai tentang kehormatan yang diterima oleh Mordekhai. Ironis sekali bahwa sebenarnya Haman datang ke istana raja justru memberitahukan rencana pembunuhan atas Mordekhai.
Dosa kesombongan di taman Eden
Dosa kesombongan yang membawa hal yang memalukan bermula di taman Eden. Iblis menyesatkan pikiran Hawa dengan mengatakan bahwa jika Hawa memakan buah dari pohon yang dilarang Allah untuk dimakan, maka Hawa akan jadi seperti Allah: mengetahui mana yang baik dan mana yang jahat (Kej. 3:17). Pernyataan “akan menjadi seperti Allah’ menimbulkan kesombongan dalam hati Hawa yang kemudian diwujudkan dalam sikap melanggar perintah Allah. Setelah Adam dan Hawa memakan buah itu, maka mereka jadi tahu bahwa mereka telanjang dan mereka menjadi malu karenanya. Padahal sebelumnya mereka tidak pernah merasa seperti itu sebab ketelanjangan mereka ditutupi oleh kemuliaan Allah. Jadi sejak awal sudah terlihat ketika kesombongan timbul, maka hilanglah kemuliaan Allah, dan itu menimbulkan rasa malu dalam diri manusia.
Menjadi malu menyembunyikan diri dari Allah
Apa yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah? Dosa kita (Yes. 59:2). Setelah menyadari ketelanjangan mereka, Adam dan Hawa membungkus diri dengan cawat dari daun. Ketika Allah memanggil mereka, ketakutanlah mereka dan menyembunyikan mereka dari hadapanNya (Kej. 3:7-10). Dosa membuat manusia menjadi takut menghampiri Allah. Tidak tahukah Allah apa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa? Allah sangat tahu apa yang telah terjadi, tapi panggilanNya adalah untuk mendapatkan kejujuran jawaban dari ciptaanNya sendiri.
Yesus disalibkan tanpa jubahnya
Setelah dihadapkan kepada Pilatus, Yesus dibawa ke gedung pengadilan (Mat. 27:27-35). Disana para prajurit menanggalkan jubah Yesus dan menggantinya dengan jubah ungu. Mereka mengolok-olok Dia dengan begitu hina sembari mengenakan mahkota duri di kepalaNya. Sesudah itu mereka menanggalkan jubah ungu tadi dan kembali memakaikan jubah Yesus sendiri untuk membawa Dia keluar untuk disalibkan. Tapi ketika Yesus disalibkan, para prajurit itu menanggalkan jubah Yesus. Artinya Yesus disalibkan dalam keadaan telanjang, tanpa jubah, tanpa pakaian.
Dipermalukan untuk mengangkat yang memalukan
Saat disalib Yesus berada dalam keadaan yang sangat memalukan. Orang memalingkan muka dariNya karena merasa malu melihat kehinaan seperti itu (Yes.53:3). Mengapa Yesus rela dipermalukan seperti itu? Karena Ia mau mengangkat hal yang telah membuat manusia malu yaitu dosa. Rasa malu akibat dosa itu membuat manusia lari dari Allah. Tapi Yesus mau turun dan masuk dalam kehinaan dosa itu untuk memikulnya bagi manusia.
Dia yang telah naik ke tempat yang paling tinggi adalah Dia yang telah turun ke tempat yang paling dalam dan rendah yaitu hal yang paling memalukan manusia (Ef. 4:8-9). Tapi Yesus mengabaikan segala kehinaan itu supaya kita yang dianggap hina oleh dunia diangkat dalam keselamatanNya (Ibr. 12:2). Bersyukurlah kepadaNya untuk kerelaan hatiNya dipermalukan sedemikian rupa demi keselamatan kita. Karena itu baiklah kita bersungguh-sungguh dalam menjalani kehidupan dalam Kristus.
(Pdt. AH Mandey, Jakarta. WJ GPdI Kramat, No.1316 Thn. XXV, 23 September 2007)
Sunday May 20th 2012
