Malam ini saya ingin berbicara mengenai darah Yesus. Di dalam hidup kekristenan kita, hampir-hampir kita tidak mengerti apa yang dikerjakan oleh darah Yesus. Tetapi darah Yesus adalah makna dari Injil. Kalau kata darah dibuang dari Alkitab maka tidak ada agama kristen. Itu sebabnya kata darah Yesus adalah kata yang sangat mulia di dalam Alkitab. Kita membaca Efesus
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
Di dalam surat Efesus ini, Paulus menekankan pentingnya darah Kristus. Darah Yesus adalah tanda dari agama kristen. Semua agama yang tanpa darah penumpahan darah tentu akan ditolak oleh Tuhan. Maka satu-satunya di dunia agama yang percaya kepada penumpahan darah Kristus adalah agama kristen. Itu sebabnya lambang orang kristen adalah salib. Sebab di saliblah saudaraku, kita semua mendapat penebusan dosa oleh karena darah-Nya.
Menurut saudara, salib itu adalah lambang kekalahan atau kemenangan? Saudara berkata lambang kemenangan karena saudara belum mengerti apa artinya salib. Salib buat saya adalah lambang kekalahan. Yesus itu disendirikan di atas salib, ini bayangan kekalahan. Yang merasa menang itu orang Yahudi. Yesus sudah disalib, Yesus sudah dibunuh, Yesus sudah mati. Dan salib menjadi lambang kekalahan. Kalah di atas segala kekalahan adalah salib.
Nah, kalau saudara belum mengerti salib, saudara belum mengerti apa artinya kristen. Saudara musti mengerti salib apa artinya salib. Salib itu adalah lambang kekalahan. Kalau saya berdiri di atas, saya masih bisa turun, saya masih bisa diturunkan. Tetapi kalau saya sudah di bawah, siapa bisa menurunkan saya lagi, karena saya sudah di bawah. Ketika kita di dalam Kristus, menerima Kristus dalam salib, kita kalah. Salib itu kalah. Karena dia adalah kalah maka dia tidak bisa dikalahkan lagi; karena dia sendiri sudah kalah. Bagaimana dia bisa menjadi pemenang kalau dia tidak mengerti kekalahan.
Yesus yang tidak ada dosa dijadikan dosa karena kita. Yesus tidak kenal dosa tapi Dia dijadikan dosa karena kita. Dan pada waktu Yesus lahir Dia bukan anak Yusuf karena belum menikah dengan Yusuf, Maria sudah hamil dari Roh Kudus. Kalau Yesus anak Yusuf maka darah-Nya – darah Yesus, sama dengan darah kita, tidak ada kuasa apa-apa. Tapi karena darah Yesus bukan darah Yusuf, darah-Nya disebut di dalam I Petrus, darah yang mahal.
Saudara ditebus bukan oleh darah, bukan oleh emas, bukan oleh perak, bukan oleh darah binatang tapi oleh darah yang mahal, darah yang berharga dari Yesus Kristus.
Kalau Dia anak Yusuf, maka waktu Dia disalib keluar darah, darah-Nya tidak berharga … sama seperti darah kita, tidak bisa mengampuni dosa. Tapi Alkitab katakan, darah Yesus adalah the precious blood, darah yang mahal, darah Anak Domba Allah. Kalau kita baca Ibrani
9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, – artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -
9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.
Di perjanjian lama, kalau orang-orang berdosa, kalau orang kaya dia bawa lembu, kalau orang yang menengah dia bawa domba, orang yang susah miskin dia bawa burung merpati … dia harus menyembelih korban ini. Dan binatang ini tidak bersalah, binatang itu tidak ada salah. Tapi dia harus disembelih karena dosa orang Israel. Orang Israel baru diampuni dosa kalau darah binatang itu disembelih. Itu perjanjian lama.
Bayangkan saudaraku kalau darah binatang itu dari abad ke abad, dari tahun ke tahun orang Israel harus menyembelih darah anak domba, darah anak lembu mengalir begitu banyak, mengalir mengalir terus.
Di dalam bahasa perjanjian lama, kenapa darah harus disembelih, untuk menutupi dosa umat Israel. Kalau saya umpamakan ada sebuah meja di sini lalu di tengah marmer meja itu ada flek ada stain ada yang kotor sedikit. Lalu saudara kedatangan tamu, saudara malu melihat meja itu ada flek, saudara ambil taplak meja, tutupi meja itu sehingga fleknya tidak terlihat. Saya mau tanya, flek itu terlihat apa tidak? Tidak … karena sudah ditutupi.
Nah perjanjian lama harus memotong domba, darah domba, domba biasa karena darah itu akan menutupi, meng-cover dosa orang Israel. Saya tanya sekarang, apa flek stain tadi hilang? Tidak! Ini bedanya dengan darah Yesus. Itu sebabnya surat Ibrani berkata, zaman dulu orang harus memotong domba memotong lembu memotong merpati dan ada sungai darah hanya untuk meng-cover menutupi dosa. Tetapi dalam perjanjian baru Yohanes Pembaptis dia berkata dan menunjuk kepada Yesus dan dia berkata: Tengoklah, lihatlah Anak Domba Allah yang mengangkat mengangkut membuang dosa seisi dunia ini.
Darahnya dari binatang hanya meng-cover … flek itu tetap ada tapi darah Anak domba yang kekal, darah Yesus Kristus dia masuk ke dalam cover itu dan dia bersihkan itu meja dari segala cacat cela, itu hebatnya darah Yesus. Sungguh heran darahnya Yesus .. Sungguh heran darahnya Isa .. Kuasa Iblis dihancurkan oleh-Nya .. Sungguh heran darahnya Isa. Heran darah Yesus. Dosa dapat dihapus .. Hanya oleh darah Yesus .. Dosa dapat ditebus .. Hanya oleh darah Yesus .. Oh, darah yang kudus .. darahnya Penebus .. Dosaku ditebus .. Hanya oleh darah Yesus.
Kita punya darah anak domba. Waktu Yesus mati, Dia mengalirkan darah dan setetes darah Yesus bisa menyucikan mengampuni seluruh antero seluruh dunia ini; dosa-dosanya manusia diampuni oleh Tuhan Yesus. Dihilangkan itu. Sekarang terserah saudara. Banyak orang kristen hidupnya di perjanjian lama, hanya ditutupi saja, dosanya ditutupi. Tapi masih ada itu akarnya itu masih ada, masih ingat-ingat yang dulu-dulu masih ada. Tapi kalau Yesus hidup kita dalam perjanjian baru, kita punya darah Anak Domba, darah Yesus.
Saudara, orang nggak bisa disucikan dosanya oleh hal-hal yang lain, hanya oleh darah Yesus. Itu sebabnya hargai darah Yesus ini. Mari kita lihat Wahyu
12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
Maka itu saudara ada satu suku dari Israel namanya suku Dan, dia berjalan ke Timur. Nah, satu pendeta Tionghoa dari Australia dari Sydney, dia bilang begini. Ini pendeta Tionghoa saya lupa namanya tapi ceritanya tidak bisa lupa: Ada ahli-ahli Alkitab dia tracing mengikuti tapaknya ini suku Dan ini ke mana. Dan itu artinya ular, saudara. Ternyata mereka temukan di daratan Tiongkok ada persamaan antara Dan orang Israel dengan orang Tionghoa.
Kita lihat yang pertama. Dan punya lambang adalah ular. Tiongkok punya lambang adalah naga, ular juga. Suku Dan tahu mengerti mengenai darah yang ditaruh di atas pintu rumah untuk perlindungan. Pintu rumah, jenang rumah dan ambang pintu, itu suku Israel dari Dan. Orang Tionghoa suka pakai surat hu.
Dan biasa membuat roti tidak beragi jadi rotinya keras. Orang Tionghao bikin pao, ada bapao, ada kungpao.
Dan paling pintar cari uang. Orang Tionghoa sipit itu, kenapa sipit? Karena dia kurang tidur terlalu banyak cari uang.
Jadi kemungkinan besar orang Tionghoa ada aliran darah dari orang Yahudi sebab orang Yahudi pintar cari uang, orang Tionghoa pintar cari duit.
Tetapi yang menarik buat saya, itu adalah darah di pintu. Orang Israel biasa waktu zaman Keluaran dia ambil domba disembelih darahnya ditaruh di atas pintu, taruh di kedua ambang pintu dan malaikat kematian tidak masuk, selamat rumah mereka. Nah, orang Tionghoa suka percaya di atas itu harus pakai surat hu. Warnanya merah. Jadi saya pikir, wah benar ini pendeta yang di Sydney bilang. Dia orang Tionghoa.
Dan tahukah saudara ada satu bagian orang Tionghoa yang mirip-mirip dengan orang Manado. Manado itu nggak ada sebetulnya nama Manado, yang dipakai nama Minahasa. Orang Minahasa sebetulnya. Tapi kenapa ada Manado? Karena itu Laksamana Cheng Ho – bukan yang di film, ini yang benar-benar Laksamana Cheng Ho – dengan 300 kapal perang mereka dapat kesulitan di satu pulau di Sulawesi utara. Mereka dapat kesulitan terdampar di sana. Maka mereka menulis di Pinabetengan huruf Tionghoa, saya sudah lihat: Ming Nan To … dinasti Ming dapat Nan … dapat kesulitan, To di satu pulau. Ming Nan To … Manado, Ming Nan To … Manado.
Orang Manado – maaf ya – makan anjing, orang Tiongkok makan sama juga … khew nyuk. Orang Manado makan tikus, yang ngajarin itu Cheng Ho punya keturunan. Saudara kalau lihat orang Manado di pedalaman sipit-sipit saudara. Ada yang bilang mereka orang Mongolia. Tapi sebetulnya ada kesamaannya. Ada persamaan dari hal apa saudara? Darah.
Saudara dan saya beda. Bakatnya beda, rezekinya beda, tapi ada satu hal yang sama … darah Yesus. Kita semua sudah ditebus oleh darah Yesus. Makanya siapapun yang saya hadapi, ini adikku atau kakakku, ini saudaraku. Karena dia sudah ditebus oleh darah Yesus. Aduh pak, keluarga saya mah anti Tuhan, pak. Paling nggak bisa. Nggak ada yang anti kalau sudah dijamah oleh darah Yesus, disentuh oleh darah Yesus, orang yang nggak percaya bisa percaya.
Ini mustinya dikembalikan lagi seperti zaman dulu. Gereja kita zaman dulu itu paling gampang ngomong darah Yesus. Coba ikuti saya: Darah Yesus. Kalau kita mengalami, mau masuk mobil, mau berangkat: Darah Yesus lindungi mobil saya. Berangkat. Kebiasaan darah Yesus ini sudah mengakar daging sampai jemaatpun sudah biasa dengan darah Yesus. Kaget sedikit, darah Yesus. Semua darah Yesus, haleluyah. Sekarang ini banyak kita lupa. Banyak anak muda sekarang sudah tidak ngomong lagi darah Yesus. Yang diomongin darah tinggi, darah rendah. Itu saja.
Mari kita berkata, membiasakan diri tiap hari: Darah Yesus. Ketika saudara sekolah, saudara bilang: Darah Yesus melindungi saya. Sepanjang jalan saudara dilindungi oleh darah Yesus. Saya berkali-kali dibonceng orang naik sepeda motor. Jatuh. Orang yang memboncengnya parah, dibawa ke rumah sakit, saya yang bawa. Saya nggak apa-apa. Berkali-kali. Kenapa? Karena dia tidak dilindungi darah. Saya dilindungi oleh darah Yesus. Kalau saudara percaya sama Yesus dan minta perlindungan darah Yesus, toko saudara dijaga, dilindungi oleh darah Yesus.
Rumah saya sudah tiga kali mau dimasukin garong tapi gagal terus. Karena Yesus berkuasa. Ada hati saudara susah, darah Yesus menghibur saudara. Ada dosa yang tersembunyi, tertutup taplak, nggak ada yang lihat, darah Yesus sanggup menyucikannya itu. Sehingga walaupun taplak dibuka, sudah tidak ada lagi bekasnya. Karena darah Yesus sudah menyucikan kita dari segala dosa. Efesus
1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
Bukan saya yang ngomong saudara sudah diampuni dosa, Alkitab firman Allah berkata: Oleh darah Yesus, kita mendapat penebusan, yaitu pengampunan dosa.
Ryan yang membunuh dua belas orang, dipotong-potong mayatnya. Sudah dihukum mati tapi belum dieksekusi. Saya mau tanya sama saudara: Kalau Ryan tiba-tiba percaya kepada Yesus, dosanya diampuni tidak? Diampuni. Walaupun dia harus mati tapi dosanya sudah diampuni.
Seperti pembunuh keluarga marinir di Surabaya. Begitu dia ditahan sampai dua puluh lima tahun, dia terima Yesus di penjara. Ketika dia menghadapi regu tembak, dia bilang, saya sudah yakin, saya sudah tunggu-tunggu karena saya mau ketemu dengan Yesus. Luar biasa. Saudara sudah beroleh penebusan di dalam darah Kristus. Tidak ada lagi hal yang harus saudara takutkan lagi. Karena darah-Nya menyucikan kita dari segala dosa. Haleluyah. Yesaya
1:15 Apabila kamu menadahkan tanganmu untuk berdoa, Aku akan memalingkan muka-Ku, bahkan sekalipun kamu berkali-kali berdoa, Aku tidak akan mendengarkannya, sebab tanganmu penuh dengan darah.
1:16. Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,
1:17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
1:18 Marilah, baiklah kita berperkara! – firman TUHAN – Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
1:19 Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.
1:20 Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang.” Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.
Dosa apapun juga, masalah apapun juga, kejahatan apapun juga, ayo kita berperkara, kata Tuhan. Walaupun dosamu merah kirmizi sekalipun, Aku sanggup memutihkan seperti salju. Aku sanggup memutihkan seperti bulu kambing domba. Adakah di antara saudara masih ada persoalan dengan dosa? Mungkin saudara masih dalam perjanjian lama, tercover, nggak kelihatan orang tapi dosa masih ada. Dosa yang kita lakukan bertahun-tahun yang lalu, dusta yang kita lakukan bertahun-tahun yang lalu, kita simpan tidak ada orang tahu. Tercover. Baru perjanjian lama.
Kalau saudara percaya kepada Yesus, darah Yesus akan masuk ke dalam cover ini dan menyucikan apa yang cacat cela. Disucikan, dibersihkan. Dan saudaraku, II Korintus 5:17 mulai berlaku: Siapa di dalam Kristus adalah ciptaan yang baru, yang lama sudah berlalu. Perjanjian lama yang lama, darah binatang sudah berlalu. Yang baru sudah timbul, yaitu perjanjian baru. Darah-Nya Yesus mengampuni kita dari segala dosa.
Saya ingin kalau saudara sebentar pulang ke rumah masing-masing, pulang jangan saudara tunduk seperti tidak diampuni dosa. Pulang dengan dada tegak.
Coba sekarang ngomong sama kiri kanan: Anda adalah orang yang paling berbahagia di dunia. Langsung saudara tersenyum, langsung saudara merekah. Kalau tadi saudara masih hidup di perjanjian lama, Dia akan bikin saudara tersenyum. Darah Yesus. Siapa yang bikin kita diampuni? Darah Yesus. Siapa yang menebus dosa kita? Darah Yesus. Siapa yang menyucikan kesalahan kita? Darah Yesus. Itu sebabnya saudara musti mengasihi darah Yesus.
Mama saya sudah meninggal tahun 98, tapi ajaran lagunya sama saya yang dari kecil sejak saya 6 tahun, saya tidak bisa lupa. Waktu saya sakit, hujan deras turun, mama saya datang ke kamar saya. Saya enam tahun. Coba nyanyi Tuhan Yesus tolong .. Darah-Nya cuci putih bersih .. Tuhan Yesus tolong .. Darah-Nya cuci putih bersih. Kalau kamu nyanyi itu, nanti hujan berhenti. Saya nyanyi, karena masih enam tahun. Nggak lama hujan berhenti. Tuh lihat, karena kamu nyanyi, hujan berhenti. Iman itu dimasukkan seperti ini.
Yang saya nggak bisa lupa, Darah-Nya cuci putih bersih. Sama dengan Yesaya tadi. Kamu salah apa? Persoalanmu apa? Dosamu apa? Datang ke sini, Aku cuci putih bersih. Aku akan bersihkan seperti bulu domba. (Pdt.J.E.Awondatu, 041009).

