Sunday May 20th 2012

Yerusalem Baru

Author : | This author have 22 posts

Alkitab mencatat bahwa Sorga merupakan suatu Negara (Luk.19:26, Heb.11:14-16), dan juga Kota. Heb.12:22, 13:14, Rev.21:2). Wahyu 21 dan 22 menjelaskan tempat dimana Allah dan manusia akan tinggal bersama, disebut kota. Pengulangan dari pemakaian kata tersebut, penjelasan secara detail tentang arsitektur, tembok, pintu, jalan, dan komponen lainnya tentang sebuah kota membawa kita pada pengertian bahwa penggunaan kata “Kota” yang dimaksud disini merupakan sebuah kota secara fisik, bukan pengertian secara rohaniah saja. Jadi merupakan arti harafiah tentang letak geografis dari suatu lokasi.

Seperti halnya Tabernakel Musa yang merupakan gambaran dari keadaan yang sebenarnya di Surga, Tuhan berusaha mengkomunikasikan banyak hal tersembunyi di Surga, dan masa kekekalan mendatang kepada umatNya melalui kehidupan sehari-hari yang sederhana dan mudah kita mengerti. Lagi pula.., tempat seperti apa yang bisa kita bayangkan sebagai tempat tinggal untuk tubuh fisik kebangkitan kita pada kekekalan, kalau bukan di lingkungan fisik juga? Tubuh kita kelak adalah Tubuh Kebangkitan yang sama seperti Yesus (bukan hanya roh), yang bisa dijamah, kelihatan, masih bisa makan, banyak berbeda dengan yang sekarang, dan tidak akan mati lagi.

Sebuah Kota terdiri dari gedung-gedung, ada jalan, dan didiami oleh orang-orang yang berada dibawah suatu sistem pemerintahan tertentu. Kota memiliki penduduk tetap, ada pengunjung, ada kesibukan, pertunjukkan budaya, musik, seni, pendidikan, atau olah raga. Akankah ibu kota dari bumi yang baru memiliki semua karakteristik sebuah kota seperti yang telah disebutkan..? Walaupun pada abad pertama di jaman Yohanes menulis kitab Wahyu ini, kota Yerusalem telah memiliki definisi tersebut meskipun tidak semodern seperti kota dijaman kita.
Kita yang kelak akan tinggal di Yerusalem Baru, saya percaya tidak akan lupa tentang apa yang bisa kita kerjakan sewaktu hidup di bumi, bahkan kita bisa lebih banyak belajar tetang hal-hal yang baru dan mengembangkannya disana.

Tuhan pada mulanya menciptakan Adam setelah semua fasilitas di bumi lengkap… memberikan dunia binatang, bahkan sampai pada seorang penolong istimewa yaitu Hawa…! sadarkah kita betapa sangat berharganya manusia bagi Tuhan..? bahkan manusia diberi kebebasan.., dan pengampunan atas pelanggaran..! Hal seperti ini tidak berlaku pada malaikat, hanya untuk manusia. Tuhan ingin memberikan apa yang disukai manusia, tapi dalam ketaatan. Dia tahu apa yang disukai manusia karena manusia diciptakan menurut pola-Nya. Kegagalan Adam sudah dibayar lunas oleh Yesus, dan Dia akan mengembalikan kita manusia kepada rencana semula dan tinggal di bumi yang baru.

Kota yang akan berada di pusat dari bumi yang baru ini merupakan sebuah kota yang dikelilingi oleh tembok yang terukur secara cermat. Kota ini ada diatas bukit Sion. Heb.12:22-23. Tuhan sendiri yang merencanakan dan membangunnya. Sebuah kota hasil karya-Nya yang teristimewa karena kota ini akan menjadi tempat kediamanNya, pusat pemerintahanNya, tempat dari tahtaNya. Inilah kota yang dicari oleh Abraham. Kota yang fondasinya tidak dapat rapuh. Heb.11:10.
Kota ini dilihat oleh Yohanes di Pulau Patmos, turun dari Sorga. Di sinilah Tuhan akan tinggal bersama umatNya di Bumi Yang Baru setelah pemerintahan seribu tahun damai.

Kota ini, Pintu-Pintu Gerbang, dan juga Temboknya diukur. Tidak ada satu bagian pun dari kota ini yang tidak diukur, dan tidak memenuhi standar ukuran yang telah ditetapkan. Tongkat pengukur yang digunakan terbuat dari emas murni. Tidak ada ukuran yang lebih tinggi dari Tuhan Yesus. Dialah satu-satunya yang akan mengukur umatNya. Rev. 21:15.

Temboknya kokoh dan luarbiasa, sangat menakjubkan. Ada dua belas gerbang, setiap gerbang dijaga oleh seorang Malaikat/utusan atau seorang hamba Tuhan. Kata Angello (Yunani) artinya tidak dibatasi hanya malaikat saja tapi bisa mencakup seorang pesuruh dalam posisi dan jabatan apapun di gereja.
Yesus adalah Pintu (John 10:9), orang-orang yang diurapi oleh kuasa Roh Kudus, yakni para pembawa kabar baik, adalah para penjaga pintunya, bukan malaikat. Sangatlah menarik untuk dicatat bahwa di tiap sisi terdapat tiga pintu yang merupakan lambang dari Trinitas. Rev. 21:12-13.
Di sini kita bisa melihat bahwa keduapuluh empat tua-tua yang berada di sekeliling tahta Allah (Rev.4:4) tidak lain adalah jumlah fondasi, dan penjaga pintu (duabelas Rasul akhir zaman) yang dinyatakan sebagai dua belas bintang kepemimpinan gereja, oleh dua belas bintang yang ada di mahkota pada kepala dari Mempelai Wanita Kristus. Rev. 12:1.

Tebal tembok kota tersebut adalah seratus empat puluh empat hasta = 65 meter. Rev. 21:17. 1 hasta = 0.45 m. 144 adalah angka terakhir Tuhan didalam penciptaan. Rev.21:17, 7:1-6, 14:1-3,1 Chro.25:7.
12 pintu gerbang yang diatasnya tertulis nama ke 12 suku Israel dan dijaga oleh 12 malaikat, dijelaskan sbb:
Di Utara ada 3 pintu yang luasnya 4500 hasta = 2025 m, yaitu pintu Ruben, Yehuda, Lewi.
Di Timur adalah pintu gerbang Yusuf, Benyamin, Dan. Luasnya juga 4500 hasta.
Di Selatan dengan luas yang sama ada pintu gerbang Simeon, Isakhar, Zebulon.
DI Barat dengan ukuran yang sama ada pintu Gad, Asyer dan Naftali. Eze.48:30-35.

Setiap pintu terbuat dari satu mutiara besar dan pintu ini tidak pernah tertutup karena bangsa-bangsa dari luar kota akan datang secara rutin membawa kekayaan dan hormat mereka. Semua penghuni bumi yang baru bebas berkunjung ke kota ini yang merupakan pusat/ ibu kota. Dan mereka memiliki akses langsung ke Tahta Allah yang ada di kota ini.

Warna tembok Yerusalem Baru adalah kuning ke merah-merahan karena terbuat dari Permata Yaspis (Rev.4:3, Eze.1:27). Dalam buku Wahyu om Mandey, dan dari beberapa komentar alkitab ada yang mencatat Yaspis berwarna hijau, hal ini disebabkan karena permata Yaspis adalah permata kristal tembus pandang yang memilki beberapa warna (Eze.28:13).
Tembok ini memiliki dua belas fondasi /batu dasar. Gereja dibangun di atas dasar pengajaran dan doktrin dari para rasul dari Anak Domba. Dengan kata lain, dua belas orang pertama yang dipilih Tuhan. Rev. 21:14. Fondasi yang terdiri dari 12 tingkat ini dihiasi dengan berbagai permata. Fondasi pertama berhiaskan warna kuning ke merah-merahan, atau hijau (Yaspis). Diatasnya berhias warna biru langit bercampur kuning emas (Nilam/Saphir), lapis ketiga hijau bercampur tembaga (Mirah), keempat hijau tua (Zamrud), kelima putih bergaris-garis merah dan coklat (Unam/Onyx), keenam merah darah (Sardis), ketujuh berwarna emas kekuning-kuningan (Ratna Cempaka), delapan berwarna antara biru laut dan hijau laut (Beril), sembilan warna hijau (Krisolit), sepuluh, warna hijau cemerang dengan bintik emas (Krisopras), sebelas ungu kebiru-biruan (Lazuardi), 12 ungu kebiru-biruan tetapi lebih indah dari Lazurdi (Kecubung).

Yaspis, Sardis, dan Zamrud adalah jenis permata yang menggambarkan keadaan Allah Bapa yang dilihat Yohanes Rev.4:3.
3 permata ini juga disebutkan sebagai penutup/covering Lucifer di Eden Eze.28:13.
Permata ini juga ada pada jajaran dari susunan permata sebagai tutup dada pakaian kudus imam besar Ex.28:17-20.

Jalan-jalan di kota ini terbuat dari Emas murni bening seperti kaca. Dikota ini sangat terang sehinga tidak memerlukan matahari dan bulan, disini tidak ada malam. Komentar lain menjelaskan bahwa waktu masih terjadi diluar Yerusalem Baru. Di bumi yang baru siang dan malam masih berlaku seperti yang Tuhan tentukan semula.

Yerusalem Baru berbentuk bujur sangkar. Ukuran setiap sisinya 12.000 stadia = 1500 miles (2.400 km). Rev.21:15-16. 1 stadia = 0.125 mile= 0.2 km. Panjang, Lebar, dan Tingginya sama. Luas dari kota itu (area of the base) adalah 12.000×12.000 = 144.000.000 stadia persegi (square). Sampai disini nampaknya terkandung pengertian simbolik selain pengertian literal luas dari sebuah kota. Bentuk bujursangkar dari kota ini mengingatkan kita pada bentuk Ruang Maha Kudus dalam Bait Allah. 1 King 6:20.

Ada ahli alkitab yang mengkonversikan luas ini untuk memudahkan kita membayangkannya sesuai dengan ukuran yang berlaku di jaman kita. Kalau ukuran itu dibandingkan dengan peta USA maka kota itu akan menutup keseluruhan luas dari negara tsb. Kota ini akan membentang dari Kanada sampai Mexico, Dan dari pegunungan Appalachian sampai ke perbatasan California. Lantai dasar kota ini mendekati 6 juta km2, sekitar 4 kali lebih besar dari Inggris, 15.000 kali London, 10 kali Perancis atau Jerman, dan jauh lebih besar dari India. Ini baru ground levelnya saja. Tinggi kota ini juga 2400 km. Mereka mengusulkan bahwa tinggi ini adalah salah satu dari bangunan yang tertinggi di Yerusalem Baru. Berdasarkan ukuran ini jika kota itu dibuat bertingkat dengan tinggi sekitar 4 meter per tingkat maka bisa dihasilkan sekitar 600.000 tingkat. Milyaran orang bisa tinggal di kota ini dengan ruang gerak yang leluasa dan menyenangkan.

Kota Itu diukur. Tidak akan ada kesalahan dan kekeliruan yang dapat ditemukan di kota itu. Secara absolut tidak satupun bagian dari kota itu yang keluar dari jalur, salah ukuran, atau meleset dari ketentuan. Kota itu termasuk tembok dan pintu-pintu gerbangnya akan diukur dengan menggunakan tongkat emas. Rev. 21:15. Dalam ayat ini kata Yunani yang dipakai adalah ‘kalamos’, diterjemahkan dengan ‘sebuah pena’. Hal ini menunjukkan bahwa tongkat pengukur yang digunakan adalah Firman Allah.

Kemudian kota itu memiliki tinggi dan lebar dan panjang yang sama. Temboknya sedemikian juga memiliki tanda yang berhubungan dengan 144 (seratus empat puluh empat). Materai kelompok 144.000 adalah tanda dari kota itu yang tidak dapat dihapuskan.

Satuan ukuran yang dipakai adalah sama seperti ukuran manusia. Manusia siapa lagi selain Manusia Kristus Yesus. Semua perkara rohani dan Alkitabiah harus memenuhi standar-standar keIllahianNya. Ia datang sebagai manusia, terkena semua pencobaan sebagai layaknya seorang manusia, untuk menjadi contoh bagi semua manusia. Dalam Dia, kita bisa hidup berkemenangan. Paulus mengeluarkan suatu tantangan ketika dia berkata, “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,” (Eph 4:13).

Tidak ada bangunan di Yerusalem Baru yang akan dibangun untuk dijadikan Bait Allah atau bangunan yang dipakai untuk menyembah. Keseluruhan kota itu adalah tempat kediaman Allah. Kota itu adalah rumah Allah dan tempat tinggal hadiratNya. Allah Bapa, Anak Domba dan Roh Kudus adalah tempat penyembahan di kota itu. Tidak diperlukan tempat lain lagi. Keindahan, keagungan dan kemuliaan kota itu adalah Tuhan yang mulia. Rev. 21:22.

Cahaya-cahaya tidak diperlukan lagi karena Dia, Yang adalah ‘terang’, sekarang berdiam di kota itu beserta segala keindahan dan kemuliaanNya. Tidak cukup kata-kata untuk dapat menyatakan keajaiban yang luar biasa dari kota yang mulia ini. Bandingkan dengan terangnya matahari, kota yang dipenuhi sinar kemuliaanNya ini akan jauh lebih terang dari matahari. Disinilah kalimat dari Rasul Paulus mungkin dapat diterapkan, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak dapat didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1 Cor 2:9). Yohanes melihat kota ini turun dari Surga di Bumi Yang Baru setelah pemerintahan 1000 tahun damai.

Ada banyak sekali bangunan fisik yang oleh manusia di sebut sebagai Rumah Tuhan. Namun Dia masih merasa perlu untuk mempertanyakannya untuk memberikan ketegasan dan pengertian yang benar kepada manusia.
Isa 66:1 Beginilah firman Tuhan: Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?

Ia mencari tempat yang bersifat kekal, suatu tempat kediaman dimana ia bisa berhenti dari pekerjaan-Nya dan beristirahat, (Bahasa Ibrani, Menuwkhah, suatu tempat perhentian, tempat yang damai atau bisa juga bermakna pernikahan). Gen.2:2-3 setelah menciptakan manusia, Allah berhenti dari segala pekerjaanNya. Sesungguhnya hingga saat ini apa yang memuaskan hatinya belum dibangun. Saat ini hal itu masih dalam proses penciptaan. Ia tidak mencari bahan bangunan duniawi namun bahan yang rohani dan bersifat kekal. Ia secara jelas menyatakan pilihan-Nya adalah Sion. Yang merupakan hasrat dan kerinduan hatiNya untuk tempat tinggal yang kekal.
Psalm 132:13 Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya.
Psalm 132:14 “Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.

Allah tidak tinggal di tempat buatan manusia. Meskipun manusia sanggup membangun tempat tinggal yang indah dan megah, bahkan dengan material yang berharga seperti emas atau logam mulia; hal tersebut tidak dapat mendorong Tuhan untuk menjadikannya tempat kediaman-Nya. Karena sifat-Nya yang Maha ada tak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Act. 7:48 a Tetapi Yang Mahatinggi tidak diam di dalam apa yang dibuat oleh tangan manusia. Ia tinggal didalam orang percaya 1 Cor 6:19.

Yang sedang dibangunNya adalah yang kekal. Suatu kota tanpa bait Allah, karena keseluruhan kota tersebut adalah Bait Tuhan Allah Yang Maha Kuasa dan Anak Domba. HadiratNya yang ada diseluruh penjuru kota itu memenuhi Kota Allah, Mempelai Kristus. Suatu kota yang paling unik. Kota itu mempunyai batu-batu dasar. Batu-batunya adalah umat tebusan. Umat tebusan akan tinggal di dalamnya. Mereka adalah batu-batu kehidupan yang hidup. Mereka juga adalah imamat yang kudus dan benar, yang mempersembahkan korban-korban rohani yang layak dan tepat kepada Tuhan. “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah” (1 Pet 2:5).
Seluruh kenikmatan dunia jikapun dapat dikumpulkan di suatu tempat dan waktu, takkan mampu menandingi berkat, sukacita dan kegembiraan yang secara tetap akan menjadi bagian dari mereka yang bisa menerima Yerusalem Baru. Rev. 21:22 Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.

Manusia-manusia yang disempurnakan membawa kekudusan dari Tuhan. Mereka juga disebut kota yang besar, keseluruhan dari indentitas Allah. Mereka juga disebut sebagai Yerusalem yang suci. Kota Allah yang terbentuk dari orang-orang kudus yang telah disempurnakan. Tuhan tidak menetapkan standar yang terlalu sulit untuk dicapai. Benar, standar tersebut sukar dan mustahil dicapai secara lahiriah, manusia daging, namun bagi manusia rohani semuanya mungkin. Karunia pelayanan telah diberikan kepada gereja untuk mengkonsolidasikan, mengumpulkan dan menyatukan tubuh Kristus.

Ujian yang sesungguhnya dari gerakan Roh adalah kesatuan. Kesatuan iman, (kepercayaan, doktrin, dan persuasi). Semua Pemahaman dan pengetahuan mereka akan Anak Allah akan sama. Tidak hanya tembok, tetapi keseluruhan kota akan terdiri dari orang-orang yang telah mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus Yesus. Di Yerusalem Baru tidak akan ada orang yang belum memenuhi panggilan tinggi dari Tuhan dalam Kristus Yesus. “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus” (Eph 4:12-13).

Mereka semua adalah umat Tuhan yang adil dan benar di hadapanNya. Mereka telah melalui proses penyucian dan pembersihan. Mereka adalah umat yang sudah disucikan, dibersihkan oleh roh keadilan, oleh Firman yang sifatnya anti dosa, dan oleh api Roh Kudus. Isa 4:4.
Penduduk Yerusalem adalah mereka yang namanya telah dicatat untuk berada diantara orang-orang yang hidup. Kota itu dibangun oleh mereka yang masih hidup, yang merupakan penghuni-penghuninya, yang dapat dijamin bahwa nama mereka tercatat dalam buku kehidupan Anak Domba. Isa 4:3. Wahyu 21:27.

Yerusalem Baru adalah mempelai wanita Kristus. Orang percaya yang masih hidup saat kedatangan Tuhan kedua kali yang telah disingkirkan di padang belantara saat pemerintahan antikris selama 3.5 tahun. Saat itu sudah terjadi pernikahan gereja dengan Mempelai Pria, dan telah melahirkan seorang anak yang langsung dibawa Tuhan ke Surga. Diakhir masa pemerintahan antikris mereka akan mengalami pengangkatan. Keindahannya sangat luar biasa, sempurna dan sungguh nyata. Kemegahan dan keelokannya setara dengan Tuhan. Ia sempurna sepenuhnya. “Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya” (Rev. 21:2).

Tidak ada kompromi yang bisa didapati dalam Mempelai wanita ini. Ia sepenuhnya mengabdikan diri kepada Tuhan dan melakukan kehendakNya yang sempurna. Kerinduan Tuhan adalah kerinduan dari mempelai wanita juga. Ia akan berserah dan menurut sepenuhnya terhadap setiap anjuran untuk hidup suci yang akan diberikan Mempelai Pria kepadanya. Proses penyucian bukanlah kata-kata asing baginya. Ia berserah sepenuh kepada Firman Tuhan dan inilah elemen yang dipakai untuk menyucikannya. Penyucian dirinya adalah mutlak sifatnya. Penundukkan diri sepenuh-penuhnya. Penyucian dirinya adalah sempurna sampai tidak didapati adanya kecemaran dalam dirinya. Ia adalah lambang dari semua yang mulia. Kemuliaannya adalah kemuliaan Tuhan. Suatu hadiah yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya. “Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman” (Efesus 5:25-26).

Sion dipilih oleh Tuhan. Tempat yang khusus ini pulalah yang telah dipilih oleh Nya untuk menjadi tempat kediaman-Nya selama-lamanya. Di sinilah tempat untuk perhentian dan berdiam diri bagi-Nya. Inilah tempat yang menjadi kesukaan hatiINya. Inilah tempat dari tahtaNya. Sebab TUHAN telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya: “Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya” (Mazmur 132 :13-14). Inilah kota miliNya.

Di sini kita menemukan Kota Suci yang sesungguhnya. Tahta-Nya, tempat kediaman-Nya. Mempelai Perempuan-Nya yang beranggotakan kelompok seratus empat puluh empat ribu ini. Ini adalah kota Yerusalem yang sesungguhnya yang bersifat surgawi, dan bukan sekedar bayangannya saja, melainkan berbentuk kota yang sesungguhnya. Nilai dan kepentingan kota ini tak terukur dan tak terkatakan. Tidak pernah dan tidak akan pernah ada kota lain yang sebanding dengan kota ini. Kota inilah yang di cari oleh Abraham pada awal pengembaraannya. Inilah kota dimana terdapat kehidupan dan kehidupan itu diwariskan kepada semua orang yang tinggal di sana. “Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah” (Ibrani 12:22)

Lokasi mereka adalah tinggi diatas bukit Sion. Sebagaimana cahaya yang terpancar dari gunung berapi, atau api di puncak gunung, mereka bersinar-sinar dan dapat terlihat dari kejauhan. Sangat menonjol, dan terlihat nyata. Mereka sangat penting artinya bagi Anak Domba. Ini adalah kota yang didirikan diatas gunung Tuhan. “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi” (Matius 5:14) Anak Domba itu dikelilingi oleh kelompok yang sangat istimewa ini. Kita tahu arti penting dari Bukit Sion bagi gereja Perjanjian Baru. Gereja ini berfondasikan Yesus sang Batu Zaman. “seperti ada tertulis: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” (Roma 9:33)
Ia akan tinggal bersama umatNya disana. Kota itu dikenal atau dilihat juga sebagai Mempelai Wanita, Mempelai dari Anak Domba. Rev.21:9.

Inilah jemaat anak sulung. Inilah kota abadi dari Allah yang hidup. “Tetapi kamu sudah
datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel (Ibrani 12:22-24) Inilah Yerusalem Baru. Inilah mempelai perempuan yang sudah mepersiapkan dirinya. Ia telah mempercantik dirinya dan telah dipermuliakan oleh Tuhan. “Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya” (Wahyu 21:2). Inilah kota yang paling hebat dari yang pernah ada dan yang akan ada. Ia adalah suci dan datang dari Allah. Tuhanlah arsitek dan pembangunnya. Secara rohani, kota itu adalah “wanita” yang memiliki dan memancarkan kemuliaan Allah yang sangat dahsyat, mempelai Kristus. Wanita yang sama yang terlihat di kitab Wahyu pasal 12. Seratus empat puluh empat ribu orang itu adalah suatu bagian dari mempelai perempuan dan kota itu. Apapun latar belakang rasial mereka, mereka adalah milik dari Mempelai Perempuan Anak Domba, bagian dari Yerusalem Baru dan Gereja Perjanjian baru.

Yerusalem sekarang adalah Kota Tua, sejarah kelahiran anak-anak Abraham dijadikan suatu kiasan oleh Paulus. Dalam kiasan tersebut Paulus membalikkan status kerohanian dari kedua perjanjian, kedua wanita dan kedua anak. Yaitu, kota yang ada sekarang adalah apa yang alamiah dan duniawi, atau kota perjanjian lama. Kota ini di gambarkan sebagai Ismael dan Hagar. Menurut Paulus, kota duniawi yang mereka wakili tersebut adalah contoh dari perbudakan. Hagar adalah seorang budak wanita. Anaknya lahir atas dorongan kehendak daging, alamiah, kedagingan. Perjanjian yang diberikan dari gunung Sinai berbicara soal perbudakan dan dinyatakan sebagai Hagar atau Yerusalem yang sekarang ada dan dalam perbudakan bersama anak anaknya.

Gal 4:22-25. Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka? Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji. Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar– Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab–dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.

Yerusalem yang sesungguhnya, mempelai Kristus dan apa yang akan dialaminya di hari-hari terakhir sudah di nubuatkan. Perhatian kita pertama-tama terpusat pada Tunas, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Pertumbuhan dari kerajaanNya, puncak tertinggi dan pengenalan akan produk jadi akan dilaksanakan. Orang ini, yang disebut sebagai Tunas, yang akan membangun bait Tuhan.

Sarah menjadi wanita yang menggambarkan Yerusalem Baru yang adalah kota Surgawi dan ibu dari kita semua. Orang-orang tebusan dalam Kristus terbilang sebagai anak-anak perjanjian, atau anak-anak Perjanjian Baru yang dimeteraikan oleh darah Yesus. Inilah satu-satunya perjanjian yang dikenal dan diakui oleh Tuhan. Gal 4:28,31.

Bait yang menjadi perhatian Tuhan adalah, yang sedang diselesaikanNya. Kita bisa yakini bahwa inilah satu-satunya Bait Allah yang dapat dan akan diakui oleh Tuhan. Ini adalah hasil perbuatan tanganNya dan bukan sesuatu yang dibawa oleh manusia. Anak Manusia ini, yaitu Tunas, akan duduk dan memerintah di tahtaNya, sambil pada waktu yang sama berperan sebagai satu-satunya Imam Besar atas tahtaNya. Kepadanya ada dua jabatan, yang manciptakan suatu suasana keharmonisan yang absolut. Zakh 6:12-13. “katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan semesta alam: Inilah orang yang bernama Tunas. Ia akan bertunas dari tempatnya dan ia akan mendirikan bait Tuhan. Dialah yang akan mendirikan bait Tuhan, dan dialah yang akan mendapat keagungan dan akan duduk memerintah di atas takhtanya. Di sebelah kanannya akan ada seorang imam dan permufakatan tentang damai akan ada di antara mereka berdua.

Jadi Yerusalem Baru adalah Mempelai Kristus yang merupakan sebuah kota diatas Bukit Sion. Kota berbentuk Bujursangkar yang terukur secara tepat seperti Ruang Maha Kudus di Tabernakel Musa dan Bait Allah.
Di sinilah Pohon Kehidupan itu muncul kembali. Kali ini dalam kemegahan dan keindahannya. Rev. 22:2.
Pohon berikut buahnya sudah disediakan sejak semula karena pohon ini ditanam di Taman Eden dan bukan merupakan pohon terlarang. Tuhan tidak pernah menahan kepenuhan dari berkatNya bagi orang-orang yang mencarinya. Karena dosa di taman, pohon itu dijaga sampai tunas itu datang. Yesuslah Tunas itu. Ia adalah akar yang menumbuhkan pohon kehidupan yang salah satu bagiannya adalah Tubuh Kristus, Mempelai-Nya yang juga merupakan pengambil bagian dari segala aktivitas yang ada akibat pertumbuhan dari pohon tersebut. Mempelai tersebut mempunyai bagian dalam pohon kehidupan.[033010].

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives