Pembacaan Firman Allah: Yohanes 9:1-5.
Kejadian 27:1-4
Dikatakan bahwa Ishak mempunyai kerinduan sebelum meninggal, yaitu masih mau bekerja, dimana Ishak ingin memberkati anak sulungnya Esau..
Mengapa? Karena Ishak tahu kalau sudah mati, ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
Pengkhotbah 9:10: Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk di kerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, kemana engkau akan pergi.
Demikianlah juga seharusnya dengan kita semua orang percaya, selagi ada kesempatan untuk kita berbuat atau mengerjakan sesuatu, selagi kita masih hidup marilah kita bekerja giat/sungguh- sungguh.
Dalam Matius 25:14-30, Tuhan memberikan talenta-talenta kepada kita semua, tanpa terkecuali, ada yang lima, ada yang dua dan ada yang satu talenta, itu bukan untuk di biarkan atau di diam kan, tapi supaya kita kerjakan. Jadi dengan adanya talenta itu, tujuannya adalah Tuhan inginkan agar hidup kita tak mubasir, tapi produktif dan dapat memberikan buah untuk kemuliaan Tuhan.
Mengapa? Sebab dalam Matius 21:18-19 Tuhan Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah/yang tidak produktif sampai kering/tidak berguna.
Matius 3:10: Kapak sudah tersedia pada akar pohon, dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik/tidak produktif, pasti di tebang dan di buang ke dalam api.
Matius 25:28-30, dikatakan: Ambilah talenta itu daripadanya dan campakkanlah/ lemparkanlah hamba yang tidak berguna itu /yang tidak produktif, kedalam kegelapan yang paling gelap.
Disanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.
Ishak selagi ia masih hidup (sebelum malam tiba), Ishak masih mau bekerja untuk memberkati Esau. Ishak ingin makan daging buruan, itulah sebabnya ia menyuruh Esau pergi berburu dan mengolahnya bagi dia masakan enak seperti yang dia sukai. Sesudah itu bawah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau sebelum akau mati.
Kejadian 25:23: Firman Tuhan kepada Ribkah, (dan sebagai suami ini Ishak tahu). Dikatakan, dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencaran dari dalam rahimmu. Suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada yang muda.
Saudara, Allah telah menubuatkan, dan hal ini Ishak tahu bahwa anak yang tua (Esau) akan menjadi hamba kepada yang muda (Yakub). Dan dengan demikian Ishak tidak boleh memberkati Esau dengan berkat hak kesulungan sebab hak kesulungan itu sudah berpindah kepada yang muda, Yakub. Tapi dalam Kejadian 27:4: Ishak tetap berkeinginan untuk memberkati Esau. Timbul pertanyaan: Mengapa Ishak begitu bersemangat mau memberkati Esau. Jawabannya: Karena soal keingninan mau makan daging binatang buruan, atau makan enak untuk memuaskan keinginan perut. Jadi saudara, soal keinginan perut, yaitu:-Makan enak, dan juga -Bicara soal sex.
Kedua hal inilah yang banyakkali membuat manusia lupa akan Allah dan firman Nya, dan dua hal ini juga telah mendorong manusia mengambil keputusan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fiman Allah.
Demikian juga dalam II Samuel 11, dicatat, Daud untuk memenuhi nafsu sexnya telah memerintahkan kepada panglimanya Yoab untuk menempatkan Uria orang Het itu di barisan pasukan yang paling depan dalam peperangan yang hebat, tujuannya supaya Uria mari terbunuh.
Saudara, Daud tahu firman Allah, yaitu untuk mengawini istri/suami orang lain, harus sudah janda/duda cerai mati, itulah sebabnya lewat panglima Yoab, Daud berusaha mewujudkan keinginannya dengan membunuh Uria orang Het itu, lewat penempatan pasukan dalam medan perang, yang penting si Uria orang Het itu ter bunuh mati di medan perang.
II Semuel 11:27: Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu (janda Uria) ke rumahnya. Perempuan itu menjadi istri nya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya.
Saudara, rakyat bangsa Israel tidak menyalahkan Daud, karena Daud mengawini janda cerai mati, tapi di hadapan Allah, itu lain persoalannya. Alkitab mencatat: tapi hal yang telah dilakukan Daud itu, adalah jahat di mata Tuhan.Ingat saudara, talenta dan kuasa yang disalah gunakan adalah jahat dimata Tuhan. Saudara, kejahatan Ishak dan raja Daud, kepada perkara perut yang telah membuat mereka melakukan keputusan yang bertentangan/ melawan firman Allah dan perbuatan ini adalah jahat di mata Tuhan.
Untuk itu saudara, supaya kita dapat menguasai keinginan perut, yaitu mengejar: makan enak dan memuaskan sex yang tak terkendalikan, maka: Roma 12:1: Berkata: Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan itu dengan kebaikan.
Timbul pertanyaan: Bagaimana caranya:
Roma 12:2: Ditegaskan: Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurnah.
Oleh karena itu saudara, marilah kita melayani Tuhan, dengan bekerja giat selagi hari masih siang/sebelum datang malam, dengan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan talenta kita yang Tuhan percayakan kepada kita, dengan demikian jerih payahmu tidak sia-sia. Haleluya, puji Tuhan.
