Sunday May 20th 2012

Menyebrang Ke Sisi Yang Lain

Author : | This author have 258 posts

Markus 4:35. Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”
4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”
4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”
4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, …

Dalam salinan lain, malam datang. Pada waktu sudah dekat malam. Kita mau membaca Roma

13:11 Hal ini harus kamu lakukan, karena kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya.
13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!

Jadi kata petang kata malam, kembali kepada Markus, di dalam Alkitab selalu bercerita tentang keadaan dunia ini, keadaan zaman ini. Keadaan zaman ini sekarang malam sudah dekat, kegelapan sudah dekat.

Di Medan ada satu ibu punya 5 anak perempuan. Ini lima-limanya dibantai, saudara. Dari 5 anak ini cuma satu yang selamat luka-luka, empat yang lain meninggal. Kalau saudara ikuti suasana dari Babeh itu yang membunuh anak-anak 10 tahun. Mula-mula diakui enam, terus delapan, akhirnya sekarang sudah diakui 14 anak laki-laki umur 10 tahun 9 tahun disembelih.

Coba saudara bayangkan, hal ini kita tidak pernah dengar 40 tahun lalu. Tapi sekarang satu bapa mukanya itu nggak seram, mukanya itu menarik manis sopan tapi tega membunuh anak, potong satu-satu, masukin di karung, kepala ditaruh di mana. Betul bahwa hari-hari ini adalah hari yang sudah gelap, hari yang sedang bertambah gelap. I Timotius

4:1 Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

Jadi kalau saudara baca ayat 1, orang senang kepada setan di akhir zaman. Kita buka sekarang II Timotius

3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Bayangkan ini surat bukan untuk orang yang belum kenal Tuhan; ini surat untuk orang kristen. Banyak orang kristen lebih senang hawa nafsu dari pada menurut Tuhan. Di akhir zaman, akan ada masa yang sangat sukar. Itu arti dari malam tadi. Markus

4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang.”

Bahasa lain, to the other side, mari kita menyeberang ke sisi yang lain. Saudara, hidup kita bukan di dunia ini. Hidup kita ada di sisi yang lain, ada haleluyah? Tadi saya lihat di televisi di Tiongkok, shinshe umur 92 tahun sedang mengobati orang tua umur 92 tahun. Jadi dia punya pasien umurnya di atas 90. Pakai tusuk jarum. Ada di sini yang mau umur 120 tahun? Saya rasa orang kalau dikasih umur 120 tahun kayanya dia minta mati.

Hidup kita bukan di sini maka kalau cari uang jangan terlalu toh-tohan. Duit, duit, duit. Kita sudah kaya kita mati, yang nikmati kekayaan orang lain. Hidup kita ada di sisi sebelah. Mari kita menyeberang ke seberang. Tidak dilarang kaya. Di dalam Tuhan juga ada kekayaan ada kelimpahan tapi pikiran kita nggak di sini, pikiran kita musti di seberang. Anak saya umur 15 bulan sudah di seberang. Papa mama saya sudah di seberang. Tinggal saya nih, ke bawah anak papa mama kan sudah di seberang tinggal saya yang belum. Jadi pikiran saya sudah di seberang.

Kalau hati saudara sudah di seberang, ini yang di sini sudah nggak menarik lagi karena kita sudah mempunyai sesuatu yang ada di seberang. Nah, Yesus mengajak ini contohnya, mari kita menyeberang ke seberang.

4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.

Dalam bahasa Indonesia lama, murid-murid-Nya membawa Yesus di perahu seadanya. Jadi asal. Bawa Yesus seadanya. Nah, banyak orang kristen begini. Pikiran sudah ada di seberang sudah di sorga tapi waktu hidup di dunia Yesus dibawa seadanya. Nyanyi asal nyanyi, doa asal doa. Dengar khotbah asal dengar. Seadanya. Jangan membawa Yesus seadanya. Bawa Yesus dengan penuh hormat.

Ketika Yesus dibawa, Yesus ditaruh di belakang. Ada nyanyian: Dia harus makin bertambah .. Ku harus makin berkurang .. Nama Yesus saja disembah .. Ku di tempat paling belakang. Kita yang musti di belakang, Yesus di depan. Kalau ini terbalik, Yesus ditaruh di belakang. Jadi bukan cuma satu perahu, perahu lain juga ikut jalan menyeberang. Ayat 37,

4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Dalam dua ratus tahun terakhir itu gempa paling akhir di Haiti. Setelah dua ratus tahun Haiti tidak pernah gempa lagi, baru kemarin awal tahun 2010. Gempa di Haiti memakan korban dua ratus ribu orang. Memang keajaiban-keajaiban terjadi. Ada anak perempuan lima belas hari tertimpa hotel tapi dia tidak tergencet. Tertimpa, tapi dia tidak bisa keluar. Dengan peralatan canggih orang bisa tahu masih ada yang hidup. Laki-laki nggak bisa masuk gede-gede jadi perempuan yang tolong masuk di bawah. Orang Amerika ada anak yang kecil-kecil 3-4 tahun, papa mamanya meninggal langsung anak itu di bawa ke Amerika diadopsi.

Percobaan angin ribut datangnya tiba-tiba. Percobaan nggak pernah kirim sms: Besok saya mau datang, tertanda percobaan. Percobaan tidak pernah kirim telegram. Percobaan tidak pernah telepon dulu maka kita harus waspada terus itu di situ. Topan dan ombak. Topan itu angin, ombak itu air. Kalau kita lagi di darat tidak masalah, ini lagi di laut.

Tadi saya dengar seorang ahli orang barat bilang begini: Sejak tahun 2005, RRC kekayaannya sudah dua kali Amerika. Pada tahun 2050, RRC nomor satu di dunia. Amerika sekarang datang sama RRC minta supaya bisa kerja sama. Tapi tahukah saudara bahwa RRC itu negara yang paling hampir tiap bulan kena angin ribut. Itu ada jalur Laut Cina Selatan itu pilot-pilot musti hati-hati sebab asal kita lewat situ kena goncangan-goncangan angin ribut hampir tiap bulan. Tapi mereka menjadi negara bangsa yang besar melalui angin ribut.

Kalau saudara mau jadi jemaat yang kuat jemaat yang mantap, jemaat yang maju, jemaat yang mempunyai kekuatan jangan takut lewat angin ribut. Dulu kita suka nyanyi Ya Tuhan ku percaya … Aku percaya .. Lewati lembah air mata …

Nggak mau saya nyanyi itu, air mata terus. Eh, cuma lewat. Ini namanya lembah air mata. Kita lewat bukan kita nangis. Saudara mau lewat? Itu Dia sudah jamin, ayo kita menyeberang ke sisi yang sebelah sana. Dia sudah jamin. Pasti lewat. Memang pertama-tama kagok ada topan ada ombak menyembur sampai-sampai

4:37 … perahu itu mulai penuh dengan air.

Jadi dari ujung utara sampai ke Afrika bawah itu ada satu jalur angin yang kalau sudah bertiup itu tiba-tiba datang tiba-tiba hilang. Kemungkinan ini angin yang sama dia tiup air sampai masuk ke perahu. Jadi apa yang terjadi saudara?

4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

Kata apa yang menarik hati saudara dalam ayat 38? Buat saya yang menarik itu kata membangunkan. Jadi selama ini Yesus dipersilahkan non aktif, tidur. Perahu saya punya urusan. Yesus tidak usah takut, tidur saja di belakang. Saya ini Petrus ahli angkatan laut soal ini sudah tenang nggak usah takut. Apa yang terjadi? Malahan murid-murid-Nya takut, Yesusnya tidur lalu dibangunkan.

4:38 …: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

Sebagai anak Tuhan, sebagai orang kristen, sebagai umat Tuhan, kita suka ngomong begini sama Tuhan padahal Yesus sudah jamin: Mari kita menyeberang ke sisi yang lain. Sampai Yesuspun tidur, Dia yakin kok sampai. Tapi murid-murid-Nya perhatikan ayat 38: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

Memang ngomongnya Guru, tapi nggak ngegugu nggak niru sama Tuhan. Kalau di cerita-cerita silat suhu. Kita suka ngomong begitu sama Tuhan tapi nggak dilaksanakan. Suhunya disuruh tidur. Ayo, bagaimana hidup kita? Yesusnya disuruh tidur disuruh non aktif, Semuanya yang aktif kita. Kita kerja sana, kita kerja sini, semua non aktif, kita yang aktif. Sampai kita dapat gelar aktifis, unjuk rasa. Dia aktif di gereja. Yesusnya disuruh duduk. Nah, kalau orang kristen seperti itu, biasanya dia akan kalah oleh angin dan ombak. Ada persoalan sedikit keok, ada persoalan sedikit mundur. Ada sedikit saja.

Kalau saudara sehat ada di Pelabuhan Ratu, angin keras nggak pakai jaket saudara, sehat kok. Memang dingin tapi saudara sehat. Waktu saya di Beji tahun 68, saya lihat anak 3 bulan dimandikan di pancuran jam 6 pagi. Kita semua mandi di pancuran. 3 bulan di pancuran mandi. Coba kita 3 bulan, minyak kayu putih, jendela ditutup nggak boleh ada angin masuk takut ada angin jahat.

Jadi apa yang terjadi? Kita menonaktifkan Tuhan. Sudahlah Tuhan jangan kerja, saya yang kerja semua. Dagang kita semua nggak nanya. Tuhan, saya mau dagang ini boleh apa tidak, Tuhan saya mau ke sana bisa apa tidak. Tuhan rencana saya begini-begini, diizinkan apa tidak, nah itu Dia jadi Boss. Ini mah Dia jadi babu, diam aja di belakang. Nanti kalau perlu, aku bangunkan. Tuhan kaya ban serep dipakai kalau ban kita kempes, kalau nggak kempes mah boro-boro diturunin ban serep. Antepin aja. Ada di dalam mobil ban serep, dibawa kemana-mana tapi nggak dipakai. Nanti kalau kempes baru ban serep dipasang.

Nah, Yesus itu seperti itu oleh kebanyakan orang kristen. Dipakai kalau kita macet. Dipakai kalau kita mentok. Dipakai, dipanggil kalau kita sudah bohwat. Jangan dong. Guru tapi nggak digugu, nggak ditiru.

Yang kedua, Engkau tidak peduli? Nuduh sama Tuhan. Tuhan yang baik disebut nggak peduli. Engkau tidak peduli. I Petrus

5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

Bahasa Inggris bukan memelihara, mempedulikan kamu.

Jadi Tuhan itu perduli kepada saudara. Kita yang nggak mempedulikan Dia, kita suruh Dia tidur. Tapi Tuhan itu peduli bagi kita. Jangan nuduh Dia nggak peduli. Dia tidak pernah membiarkan kita; Dia peduli. Dia mempedulikan kita. Haleluyah. Tapi kita suka nuduh begitu sama murid-Nya. Engkau tidak peduli.

Lalu yang ketiga, binasa. Bahasanya bahasa binasa. Kristen pantekosta tapi ngomong negatif, binasa. Ini Yesus satu perahu loh, masih ngomong negatif. Tidak perduli kami binasa? Tahun 2010 jangan ada kata binasa keluar dari mulut kita. Kita harus mengeluarkan perkataan yang positif, hal yang baik. Kalau orang nanya toko, bagaimana toko? Diberkati Tuhan, puji Tuhan, haleluyah. Bagaimana bisnis? Haleluyah, syukur Tuhan pedulikan. Bagaimana kesehatan? Sehat, puji nama Yesus, haleluyah.

Kita harus positif. Ikuti kata-kata saya: Saya adalah apa yang Alkitab katakan. Saya diberkati, saya ditolong, keluarga saya diberkati, tubuh saya diberi kesehatan. Saya pasti, saya pasti setiap hari diberkati Tuhan sesuai dengan firman Tuhan, saya tolak hal yang negatif, saya tolak penyakit, saya tolak kemiskinan, saya tolak kesukaran, saya tolak kesusahan, saya menerima pertolongan Tuhan. Mulai hari ini sampai selama-lamanya.

4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Yang pertama saya ingin saudara perhatikan, Yesuspun bangun. Lalu menghardik angin itu. Sebetulnya saya pengen Dia itu marahi dulu murid-Nya. Kurang ajar itu murid, ngomong sama Yesus nggak peduli binasa, ngomongnya itu negatif. Tapi Yesus tahu itu kengerian datang dari angin percobaan. Jadi Dia ngomong kepada angin. Bahasa Indonesia memakai kata hardik. Hardik itu tengking. Itu kata yang paling kasar yang Tuhan biasa pakai untuk setan. Sama dengan orang Sunda itu banyak macam bahasanya.

Jadi Tuhan pakai bahasa yang paling keras untuk angin itu. Kalau sama domba-domba jemaat, Tuhan pakai bahasa yang paling halus: Mari kepada-Ku hai kamu yang bertanggungan berat. Kaya orang pacaran Tuhan itu. Pernah saudara dengar ada orang pacaran di lapangan sepakbola? Nggak. Dengan lembut. Tapi kalau menengking, Dia bicara kepada angin itu dan berkata kepada danau. Satu menengking berkata dengan keras kepada angin. Yang kedua Dia bicara aja kepada danau. Sebab danau jadi keluar ombak karena ada angin besar. Dia bilang: Diam. Tenanglah. Bahasa Inggris: Peace, be still. Peace itu damai. Yang bisa bawa damai hanya Yesus. Dia bilang sama angin yang ribut itu peace, damai.

Jadi kalau saudara ingin damai di rumah tangga, ingin damai di keluarga, pokoknya ingin damai ingin tenteram, musti datang sama Yesus sebab Yesus disebut Raja Damai. Damai damai .. Ya Yesuslah Raja Damai. Saudara sudah siap Tahun Baru Imlek? Sebab pada tahun baru Imlek, itu hari perdamaian. Tahun Imlek saja nggak boleh ribut. Harus damai. Kalau ada yang salah paham mohon maaf. Tuh kalau tahun baru Imlek. Apalagi di dalam Tuhan, damai yang sesungguhnya itu hanya di dalam Yesus. Waktu natal kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai di antara orang yang berkenan kepada-Nya. Rencana Tuhan itu selalu damai. Yakobus

3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.
3:18 Dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai.

Lihat, saudara dikelilingi damai. Maka yang mulut keluar dari Yesus peace, be still. Memang Dia tegur itu angin tapi bahasanya peace. Be still. Damai, tenanglah.

Mari pada tahun 2010 kita mau berteduh pada pohon damai sejahtera itu, yaitu Tuhan Yesus. Tidak ada damai di tempat lain hanya ada di dalam Yesus, Ingat hari ini tahun 2010 sudah satu bulan kita lewati. Kita sudah tabur 21 hari puasa, kita sudah tabur dalam perdamaian, kita sudah tabur dalam kebaikan, kita yakin Tuhan akan memberikan tuaian yang besar di bulan-bulan berikutnya. Salah satunya adalah tuaian di dalam damai.

Kalau kita berdosa, kita tidak akan ada damai. Bohonglah, nggak akan ada damai. Satu-satunya supaya kita bisa damai kembali, kita datang kepada Tuhan Yesus, mohon ampun dosa. Kalau minta ampun dosa jangan sama orang, jangan sama manusia, jangan sama pendeta. Langsung sama Tuhan sebab Dia sanggup mengampuni dosa kita. Dan ketika dosa kita diampuni saudara akan rasa damai dalam hati.

4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Salinan lain, mengapa kamu begitu ketakutan? Mengapa kamu tidak punya iman? Kita lihat dua hal sekarang saudara: Takut dan tidak ada iman. Memang kalau tidak ada iman, kita akan takut. Tapi kalau kita punya iman, kita tidak akan takut. Tahu saudara bahwa berkat saudara dirampok dijabel dicopet sama ketakutan itu. Ketakutan merampas saudara dari keberhasilan saudara. Ketakutan merampas saudara dari kemenangan saudara, ketakutan merampas saudara dari kesuksesan saudara. Ketakutan merampas saudara dari kekayaan saudara. Karena takut.

Bayangkan ini Yesus ada di perahu yang sama, toh murid-Nya takut. Apalagi cuma ke gereja asal-asal. Dibawa seadanya saja. Takut. Mau melangkah takut, mau bertindak takut, mau mulai takut. Maka dikatakan oleh Tuhan Yesus, mengapa kamu begitu penuh ketakutan? Berarti ketakutan bukan kehendak Tuhan. Saya ulangi ya: Ketakutan merampas hak berkat saudara. Ketakutan merampas hak hidup diberkati dari saudara. Bukan Tuhan yang rampas, ketakutan itu tapi karena saudara takut.

Ini takut, di belakang saya iman. Jadi kalau saudara takut, iman itu dibelakangi sama kita. Tapi kalau kita berputar, kita beriman … takut dibelakangi. Jadi ketakutan itu bertolak belakang dengan iman. Ketika saudara punya iman, tidak ada ketakutan bagi saudara sebab Tuhan sudah jamin: Mari kita pergi ke seberang. Kalau Tuhan yang bilang pasti jadi dong. Tapi karena ketakutan angin ribut bikin omongan jadi negatif. Ngomong sih Guru tapi engkau tidak peduli kami bisa. Karena takutnya. Maka ketika semua sudah reda, semua sudah damai, semua sudah tenang, Yesus tegur sama murid-Nya: Mengapa kamu begitu takut? Kan ada Aku, mengapa kamu begitu takut?

Ada yang nanya sama saya begini: Om bagaimana, Yesus kan lagi tidur di tempat tidur lalu nggak keburu dibangunin keburu kelelep itu perahu, gimana? Saya bilang, kamu pernah baca Yesus jalan di atas air? Iya, pernah. Kalau Yesus bisa jalan di atas air pasti Dia bisa tidur di atas air. Tapi karena takut, ketakutan itu merampas.

Kita ini sudah punya Yesus, sudah ada di dalam hati, bawalah Yesus jangan seada-adanya. Bawalah Yesus dengan sungguh-sungguh. Minta Yesus jalan di depan, saya ikut Yesus. Salib di depan dunia di belakang. Iman di depan takut di belakang. Berkat di depan, bangkrut di belakang. Berlawanan itu. Firman Allah katakan, pilihlah berkat, pilihlah hidup. Jangan memilih maut, jangan memilih kutuk.

Tadi dikatakan jangan takut. Mengapa kamu begitu ketakutan, kata Tuhan. Peace. Malah jadi ketakutan.

4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

Waktu itu murid-murid-Nya rambutnya berdiri juga saudara karena sangat ketakutan. Mereka ngomong sama-sama murid: “Siapa gerangan Orang ini? Berarti mereka belum kenal Tuhan. Satu perahu tapi belum kenal Yesus secara pribadi. Ngobrol sama Yesus tapi belum kenal Yesus secara pribadi.

4:41 …: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?”

Kalau kita orang kristen kalau kita anak Tuhan tapi hidup kita tidak taat sama Yesus, tidak menurut sama Tuhan, baca Alkitab tapi nggak nurut, khotbah tapi nggak menurut, dengar tapi tidak menurut, kita kalah sama angin dan laut. Angin dan laut tidak punya kuping tapi menurut. Peace. Tenang, teduh. Dan ini terjadi pada waktu malam mendekat.

Waspada bulan dua dan bulan tiga, itu akan ada banyak perusahaan di Indonesia mem-PHK-kan karyawannya. Sebab sekarang batik buatan Cungkuo sudah ada di Solo. Murahnya luar biasa. Semua negara Asia khususnya Asia Tenggara minta-minta ampun sama Cungkuo sekarang karena dia drop semua, karena apa? Tadi yang saya cerita tadi. Mereka itu bangsa besar karena melewati banyak angin ribut. Banjir, longsor. Tapi mereka survive.

Nah, saya ingin saudara di atas angin. Tahun 2010 tolak segala kegagalan, tolak segala hal yang tidak menjadi berkat. Terima berkat dari Tuhan, terima kekuatan dari Tuhan. Yakin, punya iman, tidak usah takut pasti Tuhan akan membawa kita ke sisi sebelah sana dengan aman dan tidak kurang suatu apa.

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Pantekosta
Pantekosta

Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 2:1-4 Setelah 10 malam mengadakan kebaktian doa, hari ini kita tiba pada puncak perayaan: [Read More]

Berkat Umum dan Berkas Khusus
Berkat Umum dan Berkas Khusus

Hari ini adalah hari gereja pantekosta. Mungkin lain tahun kita akan adakan acara khusus setiap hari pantekosta. Kita [Read More]

Natal, Orang Majus dan Kita
Natal, Orang Majus dan Kita

Matius 2:1-12 Apakah makna natal? Salah satunya dapat kita rujuk pada peristiwa orang Majus yang datang ke Betlehem dan [Read More]

Natal
Natal

Ayat Pokok : Kidung Agung Hari-hari ini kita tengah memperingati Hari Kelahiran Tuhan Yesus.  Allah Yang Maha Kuasa [Read More]

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,
Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia. Firman Tuhan, Kolose 2:6-14, Dalam Dia kamu telah [Read More]

Insider

Archives