Tujuan dan tantangan orang percaya adalah hidup seturut kehendak Tuhan, tetap berada dalam rencanaNya yang sempurna, dan berjalan senantiasa didalam kebenaran Firman. Di sisi lain, dunia sudah semakin jahat. Banyak yang sudah terbalik disekitar kita. Masih bisakah kita berjalan dalam kebenaran Tuhan dan tetap berdiri sebagai pemenang seperti yang Tuhan telah janjikan bagi kehidupan kita..? Jawabnya tergantung kita sendiri. Apakah kita mau tetap percaya Tuhan dan berserah pada pimpinanNya, tidak menyimpang dari jalanNya, lewati ujian, dan tetap tinggal sebagai pemenang.
Tuhan tidak pernah mencobai seseorang supaya kedapatan berdosa, atau jatuh dalam dosa. Tapi Tuhan menguji seseorang supaya orang tersebut naik ketingkat yang lebih tinggi pada sasaran kesempurnaan yang telah disediakan. James.1:13-15. Pencobaan datang dari diri kita sendiri yang memiliki keinginan. Kalau keinginan itu terus dituruti maka ia akan melahirkan dosa dan membuahkan maut. Kalau ujian yang Tuhan berikan bagi kita gagal, kita akan kehilangan berkat yang tersedia, dan tingkat pengenalan akan Tuhan tidak berkembang. Jika kita lulus maka iman kita akan meningkat, dan pengenalan kita akan Tuhan bertambah sempurna. Saat ini Tuhan sedang mempersiapkan mempelaiNya. Mereka adalah orang-orang yang sehati sepikir dan berada pada tingkat pengenalan yang sama tentang Yesus sebagai Mempelai Pria yang dinantikan. Jika jumlah orang-orang seperti ini sudah genap maka Mempelai Pria akan menyempurnakan yang kurang, dan mereka akan bertemu dalam pesta perjamuan nikah yang telah direncanakan sejak semula.
Pada tulisan yang lalu kita membicarakan keledai muda di Betfage yang Yesus pinjam sebagai penggenapan nubuat Zec.9:9. Juga ayat di Mark.14:12-16 tentang persiapan perjamuan malam di kamar loteng. Tuhan sudah mempersiapkan segala sesuatu serta orang yang akan terlibat untuk menggenapi rencanaNya. Orang yang terlibat itu tidak dipaksa seperti kerbau yang dicocok hidungnya supaya menurut dibawa kemana saja. Tapi mereka adalah orang-orang yang sudah dipersiapkan dan mau taat. Orang-orang yang telah mendengar firman, memiliki iman, dan mau melakukan kehendak Tuhan. Mereka memiliki kehendak bebas dan bisa menolak. Dijaman mereka ada banyak orang percaya yang sudah mendengar firman dan memiliki fasilitas yang sama, tapi toh hanya orang tertentu yang bisa bekerjasama secara khusus dalam pekerjaan yang Tuhan sedang kerjakan.
Sama halnya dengan kita sekarang. Setiap individu yang telah percaya Yesus memiliki kesempatan dan tujuan hidup yang telah Tuhan sediakan. Rancangan Tuhan bagi setiap kita adalah damai sejahtera, bukan kecelakaan. Tuhan sudah sediakan hari depan yang penuh harapan.Jer.29:11. Jadi kalau saat ini keadaan kita jauh dari apa yang Tuhan janjikan, kembalilah ke jalan Tuhan, tinggalah didalam seluruh kebenaranNya. Kita tidak bisa berada di jalan yang benar dengan mempraktekkan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran. Hal ini tidak bisa ditolerir. Pada kisah perkawinan diatas, ada 10 dara yang telah bersiap. Tapi hanya 5 yang benar-benar siap dan menjadi mempelai wanita. 5 dara yang tidak siap harus masuk dalam kesusahan besar.
Di tulisan ini kita akan melihat jalan Tuhan yang sempurna bagi kehidupan seseorang dimana Tuhan sudah persiapkan suatu rencana yang besar untuk memakai kehidupan orang tersebut sebagai berkat bagi dunia. Tuhan sudah sediakan apa yang diperlukan bagi missiNya, tapi yang bersangkutan harus tahu jalan menuju ketempat tersebut yang sepenuhnya hanya bergantung pada iman yang teguh dan kepercayaan pada Tuhan, tidak bisa dicampuri dengan pertimbangan dan pikiran manusiawi. Jika hal ini coba dilakukan maka missinya akan gagal.
Tuhan menguji Abraham, bapa orang percaya. Ia akan menunjukkan rencanaNya bagi dunia tentang pengorbanan Yesus yang akan terjadi 2000 tahun kemudian di Kalvari. Tuhan minta Abraham mempersembahkan Ishak, anak tunggal yang dikasihinya untuk korban bakaran di tanah Moria, di suatu gunung yang akan ditunjukkan. Arti Moria adalah God’s Provider, Allah akan menyediakan. Lokasi Tanah /gunung Moria ada dimana kota Yerusalem terletak sekarang. Paling tidak ada 7 gunung/bukit disekitar lokasi ini. Ada tiga gunung yang saling berhubungan yaitu Moria, Sion, dan Ofel. Gunung Sion adalah kota Daud, tempat Daud mendirikan Tabernakel 1 Chro.15:1. Bukit Zaitun dan Golgotha juga ada disekitar sini. Disalah satu bukit/gunung itu, di gunung Moria(atau tanah Moria Gen.22:2), Tuhan sudah mempersiapkan domba jantan yang tanduknya tersangkut di semak sebagai korban. Yang menarik disini adalah ketepatan Abraham sehingga ia sampai pada tempat korban yang Tuhan kehendaki. jika Abraham nyasar ketempat yang lain, ia tidak akan melihat dan menemukan domba jantan yang Tuhan sudah sediakan sebagai korban ganti Ishak.
Setelah 3 hari perjalanan, Abraham meilihat tempat ini. Perjalanan dari Bersyeba ke Moria cukup sulit. Abraham mengikut sertakan 2 orang bujangnya kesana. Akhirnya Abraham sampai ditempat itu. Tempat ini adalah tempat dimana Bait Salomo didirikan sekitar 1040 tahun kemudian 2 Chro.3:1, yaitu tempat pengirikan yang dibeli Daud dari Arauna untuk mendirikan mezbah supaya tulah penyakit sampar yang membunuh 70 ribu orang Israel berhenti. 2 Sam.24:18. Abaraham mendirikan mezbah disini. Mezbah ini diyakini sebagai lokasi dari Tempat Maha Kudus dari bait yang dibangun Salomo, yaitu tempat Tabut Allah berada.
Ada satu jenis tumbuhan yang tumbuh di gunung-gunung Yerusalem. Bentuknya seperti Menorah (kaki dian/candlestick). Kalau tumbuhan ini dihancurkan akan mengeluarkan bau harum yang semerbak. Namanya adalah Tanaman Moria yang dipercaya berasal dari gunung Moria. Gunung ini sampai sekarang diyakini sebagai gunung Allah secara literal di bumi.Isa.2:3.
Mempersembahkan manusia sebagai korban bakaran sangat mengerikan dan bukan jalan atau sifat dari Tuhan kita. Abraham mungkin bingung tapi ia harus membuktikan bahwa suara yang didengar adalah suara Tuhan. Tuhan sedang memberi pelajaran bahwa cara inilah yang akan dilakukan Tuhan bagi manusia untuk menebus dosanya. Mengorbankan Putra Tunggalnya yaitu Yesus sebagai korban yang berkenan, bukan korban binatang yang diperintahkan kepada Israel menunggu sampai pada korban sempurna di Kalvari. Abraham harus taat, percaya dan bertindak. Ishak menggambarkan Yesus yang 2000 tahun kemudian akan mati di salah satu bukit, yaitu Golgotha. Ishak memikul kayu bakar yang dipersiapkan untuk membakar dirinya, Yesus memikul salibnya sendiri. Gen.22:4 menggambarkan iman Abraham. Dia belum tahu apa yang akan Tuhan kerjakan, yang ia tahu bahwa mereka akan tetap kembali sebagai orang yang masih hidup. Abraham ingat janji Tuhan bagi keturunannya. Ia yakin Ishak akan tetap hidup, tidak perduli apapun yang akan terjadi di bukit itu.
Memang benar. Akhir cerita Ishak hidup..! Betapa bersuka mereka berdua. Kesedihan..beban beberapa hari perjalanan Abraham dengan pikiran untuk mengorbankan Ishak tentu sangat berat. Saat itulah mungkin mereka berteriak dengan mengangkat tangan ke sorga..JEHOVAH JIREH…! Tuhan menyediakan…! Saat itu mereka mengetahui salah satu dari nama Tuhan..JEHOVAH JIREH. Tuhan menyatakan salah satu sifat dari namaNya. Dia yang akan menyediakan domba sempurna tak bercacat cela bagi semua manusia untuk korban sesuai ketentuan hukum torat, bahkan setiap kebutuhan apapun yang diperlukan orang percaya. Allah akan menyediakan..!
Tuhan mendapati iman, ketaatan, serta takut akan Tuhan yang mutlak dari Abraham. Gen. 22:13 dalam terjemahan bahasa Inggris mencatat bahwa Abraham mengangkat matanya keatas, melihat.., dibelakangnya ada domba jantan yang tanduknya tersangkut belukar. Tuhan menyediakan korban yang lain sebagai ganti Ishak. Inilah gambaran dari Yesus yang bermahkota duri mati sebagai ganti kita yang seharusnya mati oleh dosa. Waktu Abraham mengangkat matanya keatas, ahli alkitab mengartikan bahwa ia melihat ke bukit Golgotha, ke tempat Yesus disalibkan sebagai korban sempurna yang berkenan bagi Bapa. Memang dari lokasi ini orang bisa melihat bukit Golgotha yang letaknya tidak begitu jauh. Yesus juga mengatakan hal ini di John 8:56: “Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”
Melalui peristiwa ini kita mendapat pelajaran yang sangat berharga dan lebih jelas tentang pengorbanan Yesus di Kalvari yang telah direncanakan sejak semula, sejak korban Paskah pertama di Eden Gen.3:21. Abraham pun lebih mengenal Tuhan yang memanggilnya keluar dari tempat para penyembah berhala di Ur Kasdim, Irak, untuk masuk ke tanah perjanjian, Kanaan yang belimpah susu dan madu. Iman Abraham saat itu telah menurun pada Ishak, hingga kini iman itupun bertumbuh ke setiap orang percaya dimanapun mereka berada.
Sekarang Mesjid Omar berdiri tepat dilokasi bersejarah dimana Abraham akan mengorbankan Ishak sebagai korban bakaran. Dibawah kubah mesjid ini terdapat Batu Abraham dengan lobang besar sebagai dasarnya. Tradisi mencatat bahwa Raja Salomo mempersembahkan korban binatang disini dan membiarkan darah korban itu mengalir kedalam lobang besar yang ada dibawahnya.
Disini juga diyakini tempat Pohon Kehidupan pernah berada yaitu dilokasi pusat dari Taman Eden. Lokasi dimana Tuhan masuk ke taman pada suatu hari yang sejuk di Gen3:8. Tempat Adam dan hawa diciptakan yang letaknya tidak jauh dari Pohon Korma tempat persembunyian mereka setelah makan buah terlarang.Gen.3:7.
Berdasarkan batas dari empat sungai yang mengalir dari Eden, didapati batas taman seluas 1500 mile persegi Gen.2:10-14,dan Yerusalem ada ditengah dari taman ini. Dipercaya ada hubungan antara Taman Eden dengan Yerusalem yang adalah kota Allah. Kontrol atas kota ini masih jadi rebutan sampai sekarang dan akan berakhir pada perang Harmagedon. Disinilah orang percaya yang dibangkitkan kelak akan tinggal selama 1000 tahun damai.
Jika kita mempercayakan hidup sepenuhnya pada Tuhan, kita adalah tentara Allah. Sadar atau tidak, Tuhan sudah sediakan segala keperluan tentaraNya untuk menang dalam peperangan. Malam terakhir sebelum kematianNya, Yesus ingatkan murid-muridnya ketika Ia mengutus mereka tanpa pundi-pundi, bekal dan kasut, mereka tidak pernah kekurangan. Luk.22:35. Tuhan akan berikan semua yang kita perlu, apapun juga termasuk kesehatan dan kemampuan untuk menceritakan Yesus kepada orang yang belum diselamatkan.2 Cor.9:8-10.
Janji Tuhan untuk kebutuhan kita sangat jelas di Ps.37:25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti.
Yes. 46:4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
Sebagaimana ketaatan dan kepekaan Abraham telah membawanya pada pengenalan akan salah satu dari nama Allah, kitapun bisa mengalami hal yang sama. Percaya saja…jangan takut dan kuatir..Dia JEHOVAH JIREH..! Dia yang membuat perbedaan antara orang yang percaya dengan orang yang tidak percaya, buktikanlah dan alami sendiri. (nyc052110).
