Nats Alkitab: Keluaran 13:17-22
Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah TIDAK MENUNTUN mereka melalui jalan YANG PALING DEKAT….
Perjalanan bangsa Israel yang seharusnya dapat ditempuh dengan waktu yang singkat akhirnya harus ditempuh dalam kurun waktu yang panjang, yakni empat puluh tahun. Ini bukan karena mereka sengaja, tetapi inilah jalan Tuhan yang harus mereka ikuti dan taati. Allah tidak menuntun mereka melalui jalan yang paling dekat.
Biasanya manusia akan mencari jalan pintas untuk mencapai tujuan (LEBIH CEPAT LEBIH BAIK)* Tetapi dalam kasus ini Tuhan beracara lain. Bukankah kita juga sering mengharapkan jawaban yang cepat atas doa-doa kita? Tetapi Tuhan seringkali berkehendak lain, yang pada akhirnya membuat kita bingung. Bahkan tidak sedikit dari orang Kristen yang akhirnya berhenti berdoa, berhenti percaya kepada Tuhan, dan ada juga yang meninggalkan Tuhan selamanya.
Apakah memang maksud Tuhan adalah untuk membuat kita putus asa? Mengapa Jalan Tuhan membuat kita bingung?
1. Tuhan Mengetahui Kemampuan Kita
..sebab Firman Allah: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir.”
Tuhan tahu kemampuan Bangsa Israel untuk berperang, dan Tuhan tidak mau oleh karena peperangan itu mereka akan kembali ke Mesir.
Tuhan juga tahu kemampuan kita untuk menghadapi pencobaan (1 Korintus 10:13), dan Tuhan tidak mau kita kembali ke Mesir (hidup lama kita).
Jadi : Jawaban doa yang tertunda bukan supaya kita berhenti berdoa, tetapi mungkin saja kita belum siap menerima jawaban doa itu.
Ingat bahwa hanya Tuhan yang paling mengetahui kemampuan kita yang sesungguhnya karena Dialah yang membentuk kita (Mazmur 139:1-4;13-16)
2. Tuhan Mau Mendewasakan Kita
Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di “PADANG GURUN” menuju …
Matius 4:1 “Lalu Yesus dibawa oleh Roh ke “PADANG GURUN” untuk dicobai Iblis.”
Padang Gurun adalah tempat pendewasaan iman, Tuhan tidak mau memberikan berkat kepada orang yang belum dewasa rohaninya. Bangsa Israel harus didewasakan di padang gurun sebelum mereka menikmati berkat di tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madu.
Ada bahaya yang besar apabila orang yang masih bayi rohaninya mendapat berkat yang besar, mereka bisa saja menjadi sombong atau berkat itu bisa menjauhkan mereka dari Tuhan. Itulah sebabnya Yesus berkata dalam Matius 7:6 “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”
Orang yang belum dewasa rohaninya seringkali seperti anjing yang makan muntahnya sendiri (Amsal 26:11), dan seperti babi yang suka mandi kembali kekubangan yang sama (2Petrus 2:22). Dan tidak mungkin Tuhan memberkati orang yang sepert ini.
Namun seberapa Jauhpun Bangsa Israel di bawa berputar oleh Tuhan, Tuhan tetap menyertai mereka. Penyertaan Tuhan mendatangkan:
1. Perlindungan
“Tuhan berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan….pada waktu malam dalam tiang api..”(ayat 21)
Padang gurun yang sangat panas mustahil untuk dilalui pada siang hari, namun Tuhan melindungi bangsa ini untuk terus dapat berjalan siang dan malam.
2. Kekuatan
Tiang awan dan tiang api bukan saja memberikan perlindungan, namun sekaligus kekuatan yang baru kepada bangsa Israel (Yesaya 40:31).
3. Tujuan Yang Jelas
Tuhan berjalan di depan Bangsa Israel, ini membuat tujuan
bangsa ini menjadi jelas (Yeremia 29:11)
Kesimpulan:
Jadi seberapapun anda merasa bahwa jalan Tuhan yang anda taati saat ini membingungkan, sama seperti ketika Nuh membangun bahtera di atas bukit. jangan anda kecewa dan menolak Yesus (Matius 11:6).
Karena seberapa sulitnyapun jalan Tuhan untuk dilalui, Tuhan memberikan jaminan (Garansi) yakni: Perlindungan, Kekuatan dan tujuan yang jelas.
Tuhan Yesus Memberkati…Haleluya.. Amin.
