Iman yang Aplikatif
Jakobus 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Rom 1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”
Rom 5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
Adalah kebenaran Firman Tuhan untuk semua yang percaya Tuhan, memiliki atau hidup dalam Iman. Iman menjadi dasar kebenaran dan keselamatan. Artinya dengan beriman kepada Tuhan yesus Kristus maka kita akan memilki kehidupan kekal yaitu keselamatan didalam Tuhan Yesus Kristus. Pokok iman kekristenan adalah YESUS.
Ibarani 11:1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Iman kita adalah value dari hidup rohani kita. Dengan iman, maka kita akan dapat memahami dan mengalami apa yang disebut sesuatu yang tidak mungkin bagi dunia menjadi mungkin atau yang tidak ada menjadi ada. Mujisat Tuhan terjadi atas kehendak Allah, dan Iman kita adalah hal yang mengawali mujisat itu.
Sangat sering kita mendengar para pengkhotbah mengatakan bahwa ‘semua harus beriman’. Begitu sangat bersemangat para pengkhotbah memberikan penekanan untuk memiliki Iman dalam tindakan atau bertindaklah dengan Iman. Mendengar itu, maka dengan penuh semangat para pendengar menangkap spirit itu dengan keyakinan sesuatu pasti terjadi. Artinya untuk sukses atau berhasil ataupun mengalami jawaban terhadap suatu hal, maka tidak cukup hanya dengan meminta atau berdoa lalu kemudian berdiam diri dan tidak diikuti dengan usaha. Saya setuju, karena pesan itu juga mengandung kebenaran. Ini adalah bagian yang harus mendapatkan penghargaan yang penuh karena telah membangun spirit orang orang percaya, untuk bekerja keras dan berhasil dengan itu.
Tindakan Iman sebenarnya memiliki kekayaan atau rahasia rohani yang lebih besar dari apa yang selama ini kita pahami. Lebih besar dari sekedar tindakan atau usaha kerja keras yang menyertai doa-doa kita. Ingat pokok iman adalah Yesus. Yesus HARUS menjadi pesan kehidupan dalam proses pertumbuhan Iman.
Iman adalah percaya, tetapi percaya tidak sama dengan Iman.
Apakah ada orang percaya dineraka? Jawabannya adalah ‘ya’ bandingkan Matius 7:21-23 ‘tidak semua orang yang berseru Tuhan, Tuhan akan masuk dalam kerjaan Allah melainkan dia yang melakukan kehendak Allah. Pada hari terakhir akan ada orang yang berseru Tuhan, Tuhan bukankah kami bernubuat demi namaMu, Mengusir setan demi namaMu dan mengadakan mujisat demi namaMu juga ? pada waktu itu Tuhan akan berseru enyahlah dari hadapanKu . .
Iman adalah sesuatu yang hidup dan kita harus hidup didalamnya.
Dalam kitab Ibrani 11, alkitab menyebutkan tokoh-tokoh Iman. Perhatikan kehidupan rohani mereka dan tindakan Iman mereka. Bagaimanakah kehidupan rohani mereka sehingga disebut memilki Iman yang luar biasa. Atau apakah dasar sehingga Abraham disebut sebagai bapak orang beriman.
Iman atau bahasa inggris menggunakan kata Faith, dalam Alkitab bahasa Indonesia kita tidak menemukan kata Iman dalam Perjanjian lama. KJV hanya 2 ayat ( Ulangan 32:20 ; Habakuk 2:4) ASV hanya 3 ayat. Semuanya hanya memberikan arti setia atau percaya.
Iman dalam konteks Ibrani, yang tersirat dalam perjanjian lama memiliki kekayaan rohani yang diuraikan dalam 3 hal penting.
1. TEPHILAH = PRAYER = DOA
2. TESHUVAH = REPENTANCE = PERTOBATAN
3. TZIDAGAH = GENEROUSITY = ACT OF RIGHTOUGHNESS = KEMURAHAN HATI
Jadi apa yang kita kenal sebagai iman menurut perjanjian lama adalah Doa, Pertobatan, Kemurahan Hati lalu kemudian dalam perjanjian baru disebut IMAN dan kemudian di uraikan kembali sesuai ibrani 11:1 sebagai dasar dan bukti.
Kita akan mendapatkan kehidupan Iman dari para tokoh alkitab PL dalam mereka membangun mesbah. Membangun mesbah adalah sebuah Doa, untuk membangun mesbah dibutuhkan perubahan hati / pikiran yang percaya (pertobatan) kepada Tuhan sehingga memilki kerinduan untuk membangun mesbah, dan di atas mesbah ada yang harus dipersembahkan (Kemurahana Hati).
Melalui cerita Kain dan Habel kita mendapatkan cerita awal tentang konsep mesbah yang berkenan kepada Tuhan. Dan itulah yang disebut Iman.
1. TEPHILAH = PRAYER = DOA
Pray dalam simbol bahasa Ibrani artinya ‘ Turn your head and face to someone who can bear your burden’. Firman Tuhan menegaskan akan pentingnya berdoa. Saya tidak akan menguraikan lebih banyak tentang apa itu doa, bagaiamana berdoa dan kekayaan rohani lainnnya dalam doa.
Setiap abjad dalam tulisan Ibrani adalah symbol-simbol dengan arti tersendiri. Jadi orang Yahudi ketika Ia membaca kata DOA yang dia dapatkan dalam tulisan tersebut adalah ‘menolehkan kepala kepada seseorang yang dapat menanggung beban’. Doa adalah suatu pribadi yang menoleh / memandang kepada Allah. Itulah juga yang menginspirasikan dalam film atau lukisan tentang Yesus di kayu salib, diakhir hidupnya IA menoleh (memiringkan kepala) kepada Bapa disurga.
Banyak sekali buku-buku Kristen yang mengulas secara detail tentang doa. Benar bahwa doa adalah kehidupan bagi orang percaya.
Doa adalah tindakan Iman.
2. TESHUVAH = REPENTANCE = PERTOBATAN
Repentance berarti ‘Change your understanding’ ( Perubahan pikiran). Kekristenan tanpa pertobatan adalah sia-sia. Pesan penting dalam Iman adalah pertobatan, Iman akan berarti hidup ketika kita memilki pertobatan. Hanya orang yang bertobat sungguh-sungguh yang dapat mengakui Yesus sebagai juruselamat.
Pertobatan adalah tindakan Iman.
3. TZIDAGAH = GENEROUSITY = ACT OF RIGHTOUGHNESS = KEMURAHAN HATI
Jika kita ke timur tengah, kita akan mendapati orang-orang yang meminta-minta dan berkata sedekah. . sedekah . . (di Indonesia pun kita sering mendengar istilah ini).
Jadi dengan jelas dapat dikatakan bahwa bukti dari perbuatan Iman adalah hidup dalam doa, bertobat, dan bermurah hati.
Perkenankan saya memberikan konsentrasi tulisan ini pada bagian yang ketika ‘Tzidaqah’
Righteousness = Tzidaqah = Generousity = Murah hati, dermawan.
Dalam konteks ini kita akan mendapatkan substansi dari memberi persembahan, korban sulung, korban ucapan syukur, dan yang paling sensitive adalah persepuluhan. (semua ini memiliki pendalam tersendiri / pelajaran tersendiri)
Korban-korban itu adalah tindakan Iman (Perbuatan Iman) yang sebenarnya.
Buah sulung – langsung kepada Imam. Orang Israel tidak akan diijinkan makan hasil mereka sebelum mereka memisahkan buah sulung. Ketika dikuduskan kepada Tuhan, maka yang lainnya akan dikuduskan. Roma 11:16 ;Amsal 3:9-10. Dalam Jews Culture, orang yang paling berhak untuk makan buah sulung adalah Imam dan keluarganya. Anda memberikan kepada Tuhan dan Tuhan memberikan kepada Imam.
Perpuluhan, argumentasi yang berfokus pada suku lewi tidak cukup untuk memberikan pengertian dasar dari perpuluhan itu sendiri. Perpuluhan adalah tindakan Iman.
Setiap kali tokoh-tokoh alkitab dalam perjanjian lama membangun mesbah, selalu ada korban yang dipersembahkan diatas mesbah dan itu bukan hati tapi korban binatang, hasil dari (sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas pekerjaan kita). Hati ada pada konteks ‘Tezhuvah = pertobatan’. Tzidaqah adalah bukti dari pemberian hati. Perpuluhan adalah perintah Tuhan, bukan semata-mata pada kehidupan Imam, tetapi soal Iman kita, Tzidaqah= kemurahan hati.
Perhatikan cerita Kain dan habel (Kej, 4:3-5), Alkitab mencatat kain mempersembahkan sebagian dari hasil pertaniannya diatas mesbah, tetapi Habel disebut mempersembahkan korban dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya. Maka Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya.
Kemurahan hati yang aktif bukan dalam artian yang abstrak.
Beberapa contoh dalam Alkitab yang menguatkan hal ini a.l :
• Maria menuangkan Minyak Narwastu yang mahal
Mar 14:3 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. Mar 14:6 Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.
Perhatikan hal ini Yesus tidak melihat pada minyak yang mahal itu, tetapi pada perbuatan wanita itu. Berapapun pemberian kita kepada Tuhan tidak akan mengubah status Tuhan untuk semakin kaya. Sebab Allah berdaulat atas segala sesuatu didunia ini. Perbuatan wanita itu adalah tindakan Iman yang luar biasa.
• Pertobatan Zakheus
Luk 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Luk 19:9 Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.
Yesus melihat pada tindakan Iman dari Zakheus. Anak Abraham, Abraham disebut sebagai bapa orang beriman. Layak disebut anak Abraham karena tindakan imannya (kemurahan hatinya)
• Orang muda yang kaya
Mat 19:20 Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Mat 19:21 Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Mat 19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
Semua ia telah lakukan masalahnya cuman satu ia pelit. Tuhan sangat menentang orang yang kikir (pelit). 1 ko 6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Orang Kristen yang kikir akan selalu berargumentasi untuk tidak mau memberi dalam pelayanan (Korban korban, termasuk mengembalikan perpuluhan). Alasan argumentasi, dasarnya adalah berat hati untuk memberi, hatinya melekat pada harta. Tidak ada kemurahan hati, imannya redup.
Hemat dan pelit memiliki terminology yang berbeda.
• Janda di sarfat.
1 Raja 17:13-17 Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.” Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.
Point dari Tzidaqah bukan pada materinya, tapi pada hatinya. Yesus selalu minta apa yang paling kita sayangi untuk melihat kemurnian hati kita.
Kita enggan memberikan sesuatu untuk pekerjaan Tuhan karena kita selalu beargumentasi bahwa ‘kan sudah memberikan hati. Bukti dari pemberian hati adalah justru apa yang paling kita sukai.
Allah menguji Abraham dengan apa yang paling dicintainya. Orang muda tadi hatinya melekat kepada hartanya.
Gereja adalah ladang rohani kita. Disini kita bertumbuh dalam kerohanian, kita makan makanan rohani, kita didoakan. Aktifitas saudara mendapatkan supor rohani dari ladang rohani kita (gereja). Alkitab mengatakan tentang hukum tabur tuai. Kita harus menabur ditanah yang baik, menunjuk pada ladang kepunyaan kita. jika kita menabur diladang orang maka kita tidak akan menuai kita hanya akan menerima pemberian karena jasa kita. Ladang saudara akan kelihatan lebat dan hijau serta berbuah kerena kita menabur didalamnnya.
Ketika orang israel keluar dari dari mesir, maka Allah membuat orang mesir memberikan harta (emas. perak dll) kepada Orang Israel. Keluaran 3:21 Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa, Keluaran 3:22 tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu.”
Ketika kita lahir baru, Tuhan bergitu sangat memperhatikan kita dalam kemanjaan. Orang yang lahir baru banyak mengalami pengalaman kemanjaan dari Tuhan. Sama seperti seorang anak bayi yang setiap kali meminta akan diberi oleh orang tuanya. Apapun yang Tuhan berikan sejak kita terima Yesus, bertujuan untuk kemuliaan Allah.
Harta yang mereka peroleh dari Mesir bertujuan untuk membangun tabernakel musa. tetapi kenyataannya ada yang menggunakanNya untuk membuat lembu emas.
Pilihan ada ditangan kita, harta kita untuk membangun kerajaan Allah atau untuk membangun lembu emas.
Begitu banyak kekristenan yang begitu berat untuk menabur dan memperhatikan kehidupan para Imam, dan menuntut banyak hal. Nanti setelah sakit (harus kerumah sakit) baru mau membayar berapapun juga untuk harga dari kesembuhan.
Bagaimana dengan tindakan iman saudara ? . . Orang benar hidup oleh Imannya. Iman adalah dasar pembenaran Allah. Iman tanpa perbuatan adalah Mati.
Orang yang dewasa rohani layak untuk makanan rohani segar, pantas, untuk pertumbuhan Iman.
Bertumbuhlah dalam Iman dan milikilah Iman yang Aplikatif . !!!
Ps. Jerry Elrika Sanger, SH
• GPdI Brisbane
• Gereja Indonesia Gold Coast
Australia
