Thursday April 24th 2014

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (2)

Author : | This author have 260 posts

8. Nama-nama Malaikat.

Nampaknya setiap malaikat mempunyai nama sendiri-sendiri. Tetapi karena mereka begitu banyak jumlahnya, sehingga hanya pemimpin-pemimpin mereka saja yang disebutkan namanya. Perlu diketahui, nama malaikat terang itu berubah ketika ia jatuh, misalnya, Lucifer yang menjadi setan, atau Abadon si penghulu malaikat jurang maut. Nama bagi malaikat yang jatuh sesuai dengan sifat jahat mereka. Kecuali Lucifer, malaikat lain yang telah jatuh tidak akan dibicarakan disini. Selain yang tertulis dalam Alkitab, terdapat pula nama-nama lain seperti Rafael dan Uriel, tapi nama-nama malaikat ini hanya muncul pada kitab-kitab Apokrifa Perjanjian Lama, yakni Hanokh dan Tobit. Ada juga nama-nama malaikat lain yang diungkapkan dalam pengalaman rohani hamba-hamba Tuhan dewasa ini. Walaupun demikian, hanya nama-nama malaikat dalam Alkitab saja yang akan dibicarakan.

8.1 Lucifer. Sebenarnya istilah “Lucifer” ini hanya ada pada Alkitab bahasa Inggris terjemahan King James Version dan tidak ada pada terjemahan-terjemahan lain di dunia ini. Walau istilah Lucifer sangat terkenal, banyak pemakainya tidak mengetahui dari mana sumbernya. Istilah “Lucifer” ini hanya tertulis satu kali dalam Yesaya 14:12 KJV. Istilah lainnya adalah “Bintang Timur”. Istilah Lucifer atau Bintang Timur ini datang dari kata Ibrani “heilel” yang berarti “bercahaya-cahaya”.

Bila diparalelkan dengan Yehezkiel 28 dan ayat-ayat lain, maka tidak pelak lagi Lucifer adalah “penghulu malaikat” yang tertinggi kedudukannya di Surga. Sehingga justru karena keadaannya itu maka ia memberontak terhadap Allah dan kemudian ia dibuang ke bumi, Yesaya 14:12-15; Yehezkiel 28:12-19. Alkitab tidak mencatat dengan tegas kepan terjadinya pemberontakan Lucifer, tapi para ahli menafsirkan hal tersebut terjadi sebelum manusia diciptakan. Sesudah ia dijatuhkan dari langit, Lukas 10:18, namanya berubah. Beberapa istilah terkenal seperti : “ular”, “setan”, “iblis”, menjadi nama kejatuhannya.

Penampilan pertamanya pada zaman manusia adalah dalam bentuk “ular” pada Kejadian 3 (bandingkan dengan Bilangan 21:9 dan Yohanes 3:14). Penampilan berikutnya adalah ketika muncul di Surga, dalam sebutan “setan”, untuk menuduh Ayub, Ayub 1,2. Dalam perjanjian baru ia lebih sering disebut iblis atau si jahat, yang dalam bahasa Grika disebut “diabolos”. Dalam kitab Wahyu, ia disebut dengan nama “naga”, Wahyu 12 atau “si ular tua”, Wahyu 20:2.
Kitab dalam berbagai gaya bahasa, menggambarkan kehebatan Lucifer. Ia mampu mengubah dirinya menjadi ular yang dapat bicara, Kejadian 3. Ia mampu mengubah dirinya menjadi malaikat terang, II Korintus 11:14. Ia mampu naik turun ke Surga, Ayub 1,2. Ia mampu menahan Gabriel dalam perjalanan membawa pesan Allah kepada Daniel, Daniel 10:13cf. Michael, penghulu malaikatpun takut kepadaNya, Yudas 1:9. Masih banyak lagi keistimewaannya, tetapi tetap saja ia hanya makhluk ciptaan dan ia menjadi pecundang oleh darah anak domba dan oleh kesaksian orang-orang percaya, Wahyu 12:11; Wahyu 19:10; Efesus 6:17.

8.2 Michael (Mikhael). Michael artinya, “siapakah yang seperti Allah?” – who is like God ?. Inilah malaikat yang kepadanya dengan tegas diberi gelar “penghulu malaikat”, Yudas 1:9; dan gelar “salah satu pemimpin terkemuka – one of the chief princes”, Daniel 10:13. Hanya di Wahyu 12:7 gelarnya tidak disebutkan. Dalam literatur-literatur yang ditulis diantara kitab perjanjian lama dan kitab perjanjian baru (intertestament literature), Michael ini digambarkan sebagai malaikat pemimpin bangsa Israel dan pembela orang-orang benar. Walaupun demikian, informasi dari literatur non Biblika itu hanya merupakan bahan perbandingan yang tidak bisa menjadi pertimbangan untuk penafsiran. Walaupun dalam Alkitab tiga kali Michael disebutkan, tetapi ketiganya tidak dalam penampilan langsung dengan manusia yang hidup.

Penampilan Michael yang pertama adalah yang tercatat dalam Yudas 1:9, yaitu pada saat ia berhadapan dengan iblis dalam memperebutkan mayat Musa. Sang penghulu malaikat itu mempunyai tugas khusus sebagai “pemimpin orang Israel”, Daniel 10:21; 12:1, yang dibandingkan dengan setan yang secara alegoris disebut sebagai pemimpin orang Persia, Daniel 10:13. Bila sebagai pemimpin malaikat, maka tepatkah ucapan Yosua dan Kaleb dalam Bilangan 14:6-9, “…sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka ..”. Malaikat-malaikat kegelapan pemimpin bangsa kafir (principalities pemerintah-pemerintah, Efesus 6:12) sudah tercerai berai oleh Tuhan.

Dapatlah kita menggambarkan apa yang ditulis dalam Bilangan 10:35; “Apabila tabut itu berangkat, berkatalah Musa: “Bangkitlah Tuhan supaya musuhMu berserak dan orang-orang yang membenci Engkau melarikan diri …”. Penampilan Michael yang pertama erat kaitannya dengan kejadian besar dalam sejarah Alkitab, yakni proses masuknya orang Israel ke tanah Kanaan. Segera sesudah Michael mengambil tubuh Musa, orang Israelpun mulai memasuki tanah Kanaan, dengan melewati sungai Yordan. Diseberang Yordan itulah, setelah selesai sunat masal, datanglah kepada Yosua sang panglima balatentara Tuhan, Yosua 5:13-15. Nampaknya, sang panglima itu bukanlah malaikat biasa melainkan Christophany.

Ternyata, walaupun hanya merupakan “pesuruh Allah”, tetapi Michael dicatat oleh Alkitab, muncul pada saat menentukan bagi bangsa Israel. Saat ketika Allah menepati sumpahnya kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikan tanah Kanaan kepada keturunan mereka, Michael juga mendapat bagian tugas dari Allah, walaupun Michael tidak dicatat oleh Alkitab melakukan penampakkan fisik diantara orang Israel pada waktu itu tidak diketahui apa saja tugasnya selain yang tercatat dalam Yudas 1:9.

Penampilan Michael yang kedua dicatat dalam Daniel pasal 10 sampai 12. Dalam bagian ini, Michael muncul untuk membantu tugas Gabriel menyampaikan pesan Allah kepada Daniel. Dalam kitab Daniel pasal-pasal akhir diungkap kepada Daniel penglihatan tentang zaman-zaman selanjutnya, termasuk nubuat tentang 70 Sabat. Pada waktu nubuat 70 Sabat itu mulai diungkapkan kepada Daniel, perlu diketahui bahwa nubuat 70 Sabat itu erat kaitannya dengan kembalinya bangsa Yahudi ke Palestina, setan mencoba menggagalkan rencana Allah itu. Sebagaimana waktu Israel hendak memasuki Kanaan, dan setan mau merusak rencana Allah, dengan menguasai mayat Musa, kali ini setan menahan Gabriel selama 21 hari sehingga pesan yang dibawa untuk Daniel juga tertunda, Daniel 10:12-13. Disinilah Michael mengulangi perannya menentang setan, yang dialegorikan sebagai “pemimpin kerajaan Persia”. Dalam Daniel 12:1 Michael dikukuhkan sebagai malaikat yang mendapat tugas khusus dari Allah untuk membela kepentingan-kepentingan orang Israel.

Penampilan Michael yang ketiga adalah dalam Wahyu 12:7, menarik untuk diperhatikan karena dalam kitab Yudas dan Daniel selalu disebut predikat atau gelarnya. Tetapi dalam kitab Wahyu hanya namanya saja yang disebutkan. Walaupun banyak tafsiran, namun jelas betapa Michael adalah agennya Allah yang penting di Surga diantara para malaikat. Sebagaimana waktu Israel memasuki Kanaan, mereka menang karena kuasa Allah, Bilangan 10:35, demikian juga di Surga, Michael dan malaikat-malaikatnya menang oleh “darah Anak Domba” dan “kesaksian”, Wahyu 12:11, Wahyu 19:10.

Penampilan Michael yang keempat adalah waktu kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua kali dalam 1 Tesalonika 4:16, hal ini masih merupakan tafsiran eskatologi. Seandainya istilah “penghulu malaikat” itu hanya untuk Michael, maka pasti malaikat dalam 1 Tesalonika 4:16 itu adalah Michael. Tetapi bila saja masih ada penghulu malaikat yang lain, maka malaikat dalam 1 Tesalonika 4:16 itu mungkin saja bukan Michael.

8.3 Gabriel. Gabriel itu berarti “Pahlawan Allah” – man of God atau “Allah itu Perkasa” – “God is mighty”. Walaupun tidak pernah diberi predikat “penghulu malaikat”, banyak orang yakin bahwa Gabriel adalah salah satu “penghulu malaikat” di Surga. Hal itu disebabkan oleh informasi dari literatur non Biblika orang Yahudi sebelum kitab perjanjian baru, seperti kitab Tobit dan Henokh. Tetapi informasi itu bukanlah dasar pertimbangan, melainkan Daniel 10:13 secara implisit mengungkapkan bahwa disamping Michael, Gabriel juga adalah “pemimpin terkemuka” diantara para malaikat. Kitab perjanjian lama tidak mengenal istilah “penghulu malaikat” melainkan “pemimpin terkemuka” atau “pemimpin besar”. Daniel 10:13, 21; 12:1). Jadi Alkitab sendiri yang memberi kemungkinan orang menafsir bahwa Gabriel itupun adalah seorang penghulu malaikat di Surga.

Disamping itu, penampilan Gabriel itu amat istimewa. Tiga kali penampilannya dalam Alkitab, ia berpenampilan sebagai manusia dan menemui orang-orang tertentu sambil membawa pesan khusus dari Allah. Bukan hanya sekedar menyampaikan pesan Allah, melainkan dalam tugas penampilannya itu, ia berdialog dengan orang-orang yang ditemuinya, memberi penjelasan, mengajari penerima pesan supaya mereka mengerti akan perintah Allah itu.

Penampilan pertama Gabriel yaitu ketika menemui Daniel, penampilan diri Gabriel kepada Daniel itu setidaknya terjadi tiga kali dengan selang waktu yang cukup lama, yakni pada waktu pemerintahan raja Belsyasar, Darius, dan Koresy, Daniel 8,9,10. Gabriel datang berdialog dengan Daniel dan memberi penjelasan tentang arti penglihatan tentang nubuat 70 Sabat, bahkan mengungkapkan beberapa hal penting yang akan terjadi pada akhir zaman. Juga dari pengungkapan Gabriel inilah kita menemukan penjelasan awal tentang Michael, juga sekilas gambaran tentang dunia roh atau dunia malaikat.

Penampilan Gabriel yang kedua adalah penampakannya kepada Zakharia, untuk memberitahukan tentang kelahiran Yohanes pembabtis. Suatu hal yang sangat menarik yakni dalam dialog antara Gabriel dan Zakharia, Gabriel dengan wibawa ilahi memberi sanksi kepada Zakharia sampai kebenaran berita yang dibawanya dari Allah menjadi kenyataan. Sanksi itu yakni Zakharia menjadi bisu, Lukas 1:20. Dari dialog inilah kita tahu apa posisi Gabriel itu, Lukas 1:19.

Penampilan Gabriel yang ketiga adalah untuk memberitahukan kelahiran Yesus Kristus kepada Maria. Kemungkinan besar malaikat yang menemui Yusuf beberapa kali itu adalah Gabriel, mengingat betapa penting berita itu. Dalam pertemuan dengan Maria terjadi dialog yang penting, Gabriel memberi gambaran tentang Yesus dan kuasa ilahi yang akan menjadikan semua pesan itu terlaksana. Jelas sekali bahwa Gabriel ini bukanlah utusan biasa, lihat 1 Petrus 1:12.

9. Malaikat-malaikat yang memberontak. Alkitab tidak memberi gambaran terinci tentang pemberontakan malaikat, sebab hal itu terjadi di dunia rohani dimana manusia asing untuk hal itu. Tetapi pasti bahwa substansi penyebab kejatuhan malaikat adalah pelanggaran mereka terhadap hukum Allah. Hanya saja karena para malaikat itu ada dalam berbagai strata kedudukan, sehingga menariklah untuk disimak nuansa kejatuhan mereka.

Kejatuhan Lucifer. Yesaya 14:11-15 dan Yehezkiel 28:11-19 dengan gamblang menggambarkan sebab kejatuhan si malaikat termulia di Surga itu. Dalam Yesaya diungkapkan lima keinginannya yang bermuara untuk menyamai Yang Maha Tinggi. Dalam Yehezkiel diungkapkan tentang kesombongannya.

Kejatuhan malaikat-malaikat lain. II Petrus 2:4 dan Yudas 1:6 mencatat bahwa malaikat-malaikat yang berdosa itu ialah mereka yang melangkahi batas-batas kekuasaan yang telah ditetapkan Allah. Sebagaimana Adam diberi begitu banyak kekuasaan dan keistimewaan, sekaligus ada batasan, demikian juga setiap makhluk berakal budi dan berkehendak bebas itu mendapatkannya. Tinggal terserah pilihan mereka sendiri, mau setia pada Firman Allah atau mau berjalan menurut kemauannya sendiri. Allah akan meminta pertanggung-jawaban kelak.

BAB II: RIBADI, STATUS DAN TUGAS MALAIKAT.

Penjelasan dalam bab ini agak berimpit dengan bab yang terdahulu, tetapi mempunyai nuansa yang perlu diperhatikan. Uraian tentang keberadaan eksistensi malaikat bersifat umum; uraian tentang pribadi dan status malaikat bersifat lebih formal atau khusus dan ada hal-hal yang diuraikan lebih terinci lagi.

1. Malaikat adalah pribadi. Pribadi artinya keadaan seseorang sebagai perseorangan. Dalam pribadi itu terdapat keseluruhan sifat-sifat yang merupakan watak orang tersebut, sehingga orang tersebut dapat dibedakan dengan orang lain. Inilah yang disebut kepribadian. Malaikat adalah pribadi atau oknum, karena masing-masing mempunyai sifat sendiri-sendiri, yang membedakannya dengan malaikat yang lain, atau pribadi-pribadi lainnya, seperti manusia. Walaupun tidak terlalu jalan, Alkitab cukup memberi isyarat untuk itu. Dalam berpribadi itulah letak kesamaan substansial antara malaikat dan manusia.

Dalam uraian tentang pribadi ini banyak kali dikaitkan dengan manusia sebagai pribadi untuk perbandingan. Dengan demikian kita dapat lebih mengenal dan mengagumi Allah yang Maha Pribadi itu.
Unsur-unsur yang membentuk suatu pribadi pada malaikat. Unsur penting bagi pembentukan suatu pribadi adalah adanya pikiran, perasaan dan keinginan yang independen, yang dengannya membentuk suatu pola tingkah laku. Jelas malaikat mempunyainya, yakni: pikiran, Yesaya 14:13a; perasaan, Lukas 15:10; keinginan, 1 Petrus 1:12.

Unsur penting lainnya bagi pembentukan suatu pribadi adalah adanya tubuh rohani atau tubuh surgawi. Alkitab dengan tegas mencatat bahwa kemuliaan tubuh surgawi lain dengan kemuliaan tubuh duniawi, 1 Korintus 15:40. Sudah jelas bahwa tubuh duniawi atau tubuh alami itu dibentuk dari tanah liat. Dalam tubuh duniawinya itu, manusia makhluk alami dan makhluk biologis.

Sebagai makhluk alami kelangsungan kehidupan di dalam tubuhnya amat dipengaruhi oleh unsur-unsur alam yang menopang kehidupan. Sebagai makhluk biologis Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan dengan segala konsekuensinya. Sudah pasti tubuh surgawi pada malaikat tidak sama dengan tubuh duniawi manusia. Tubuh surgawi bukanlah tubuh alami atau biologis. Hidup malaikat tidak tergantung pada unsur-unsur alami, dan karena malaikat bukanlah makhluk biologis maka malaikat tidak kawin seperti manusia atau hewan. Faktor tubuh amat mempengaruhi kepribadian seseorang, tentulah dengan tubuh surgawinya malaikat itu mempunyai pribadi yang mulia, lebih mulia daripada pribadi Adam ketika ia belum jatuh ke dalam dosa.

Malaikat tidak dapat mengingkari hakekat penciptaannya. Hakekat tubuh surgawi tidak sama dengan tubuh duniawi. Malaikat tidak dapat mengubah hakekat tubuh surgawinya menjadi tubuh duniawi, itu ada takdir oleh ke-Maha Kuasa-an Allah. Oleh penentuan Tuhan Allah, kelak manusia akan menjadi seperti malaikat, memiliki tubuh surgawi dan hidup seperti malaikat di Surga, Matius 22:29-31; Markus 12:24-25; Lukas 20:34-36.

Sebagai pribadi malaikat mempunyai sifat-sifat. Sebagai pribadi, Gabriel menunjukkan sikap tegas kepada Zakharia yang tidak percaya pada kata-katanya sebagai utusan Allah. Gabriel memberi sanksi kepada Zakharia – menjadi bisu sampai semua ucapannya terlaksana, Lukas 1:19-20. Sebagai pribadi, dengan tegas malaikat yang tidak disebut namanya menolak disembah oleh Yohanes ketika malaikat itu memberi keterangan-keterangan tentang penglihatan-penglihatan Agung itu kepada Yohanes, Wahyu 19:10; 22:8-9. Sikap itu datang dari sifat rendah hati malaikat pilihan itu. Cukup banyak informasi Alkitab yang menjelaskan sifat-sifat malaikat itu. Juga arti nama-nama malaikat itu, seperti : Gabriel dan Mikhael, menunjukkan sifat kerelaan mereka untuk tetap setia kepada Allah.
Sedangkan sifat-sifat dari para malaikat yang sudah jatuh sangat jelas dalam nama atau julukan mereka. Setan itu berarti musuh atau penuduh. Iblis berarti si jahat. Appolion atau Abaddon berarti perusak. Dalam Alkitab juga ditemukan istilah-istilah seperti : roh najis, roh jahat, atau roh jahat yang najis. Semuanya menunjuk pada sifat masing-masing pribadi itu.

Beberapa sifat malaikat yang dapat direkam dari Alkitab, antara lain:

a. Setia. Sifat setia ini ditujukan dalam hubungan dengan pihak lain, apakah itu kepada pihak yang sederajat atau kepada pihak yang lebih tinggi. Setia kepada pihak yang sederajat adalah sikap tetap dan teguh dalam pendirian dengan prinsip yang baik dan benar dalam hubungan dengan orang lain. Setia kepada pihak yang lebih tinggi derajatnya adalah sikap patuh terus menerus dengan prinsip yang benar. Tidak mungkin ada kesetiaan kepada pihak yang sederajat bila tidak ada kesetiaan kepada pihak yang lebih tinggi. Malaikat memiliki sifat setia ini, jelas sekali malaikat pilihan itu. I Timotius 5:21, mempunyai kepatuhan yang tidak diragukan lagi. Mazmur 103:20-21; I Petrus 3:22; Matius 26:53.

b. Rendah hati. Salah satu tugas malaikat di Surga adalah memuji dan menyembah Allah, Mazmur 103:20; Lukas 2:13, Wahyu 4:8; 5:11; Nehemia 9:6: Mazmur 29:1,2; Ibrani 1:6. Malaikat-malaikat yang terpilih itu bukan hanya mengungkapkan kerendahan hati mereka dengan memuji dan menyembah Allah, melainkan kemurnian hati mereka nampak dengan menolak penyembahan terhadap mereka, Wahyu 15:10; 22:8-9. Malaikat yang setia mengarahkan penyembahan kepada Allah.

c. Kudus. Salah satu sifat utama dari malaikat adalah kudus. Jelas bahwa Allah itu maha kudus dan malaikat ciptaanNya itu kudus, Markus 8:38; Wahyu 14:10. Malaikat-malaikat pilihan yang tetap setia itu tetap tinggal dalam keadaannya yang semula yakni kudus. Pengungkapan sifat kudus itu nampak pada penampilan mereka dihadapan manusia. Menurut pandangan mata manusia, malaikat itu berpakaian putih, bahkan pakaian itu digambarkan dengan ungkapan berkilau-kilauan, Matius 28:3; Markus 16:5; Lukas 24:4; Kisah 1:10; Wahyu 15:6cf. Semua itu adalah gambaran kemuliaan mereka.

d. Taat. Walaupun malaikat itu agung, lebih mulia daripada Adam pertama, tapi mereka nampaknya mempunyai tanda ketaatan kepada Allah, I Korintus 11:10. Ketaatan itu menggambarkan kesederhanaan mereka dalam menerima aturan Allah.

e. Lembah lembut. Sebenarnya, malaikat itu jauh lebih kuat, lebih hebat daripada manusia. Tetapi sepanjang Alkitab disaksikan kelemah-lembutan malaikat dalam berkomunikasi dengan manusia. Contoh nyata, yakni di tengah kegarangan singa liar yang lapar, Daniel dilemparkan. Tetapi malaikat dari Allah datang hanya untuk menutup mulut singa-singa itu, Daniel 6:23cf. Malaikat itu tidak mengusir atau menghajar singa-singa itu.

f. Ketegasan mereka pada keyakinan terhadap Firman Allah. Lemah-lembut bukan berarti tidak tegas. Ketika Zakharia meragukan perkataan Gabriel, sebagai utusan Allah, dengan tegas ia memberi sanksi kepada Zakharia dengan membuatnya menjadi bisu, Lukas 1:20cf. Ketika Yohanes menyembah malaikat yang memberi keterangan kepadanya, dengan tegas malaikat itu menolak penyembahan, dan mengarahkan penyembahan itu kepada Allah, Wahyu 19:10; 22:8-9.

g. Berhikmat. Malaikat pasti berhikmat. Kepada Lot, kedua malaikat mengabulkan permintaannya dengan pertimbangan yang baik, Kejadian 19:17-25. Kepada Maria, malaikat datang dengan penampilan penuh, tetapi kepada Yusuf malaikat hanya menemuinya lewat mimpi. Tidak ada lagi selain karena malaikat tahu akan sifat keduanya dan dengan hikmat datang menemui keduanya dalam kondisi yang pas.

h. Berpengetahuan. Malaikat pasti mempunyai pengetahuan. Sebagai contoh, malaikat yang jatuh tahu bahwa akan ada waktunya mereka dihakimi, Matius 8:29, Lukas 8:31. Sepanjang Alkitab diceritakan, bahwa selain menemui orang-orang Ibrani, malaikat juga pernah datang menemui orang-orang dari berbagai bangsa dan berdialog dalam bahasa mereka masing-masing.

i. Mempunyai kekuatan yang hebat. Beberapa contoh kecil yakni : malaikat dapat menutup mulut singa-singa, Daniel 6:23. Kalaupun itu dipandang sebagai wibawa rohani, malaikat dapat menggulingkan batu besar penutup kubur Yesus. Batu itu sebenarnya hanya dapat digerakkan oleh beberapa laki-laki dewasa yang kuat, Matius 28:2; Markus 16:1-4; Lukas 24:1-2. Contoh lain, seorang malaikat dapat membunuh seratus delapan puluh lima ribu tentara musuh, II Raja-raja 19:35; II Tawarikh 32:21; Yesaya 38:36. Tidak salah bila mereka diberi gelar orang-orang perkasa, Mazmur 29:1; Yesaya 13:3.

j. Mempunyai kemampuan. Malaikat mempunyai kemampuan-kemampuan istimewa. Salah satu kemampuan istimewa itu ialah mereka mampu menembus batas alam rohani dan alam jasmani.

k. Mempunyai perasaan. Alkitab mencatat bahwa para malaikat itu bersukacita bila tahu ada orang bertobat. Malaikat-malaikat yang telah jatuhpun takut dan gentar pada Allah, Markus 5;6; Yakobus 2:19.

l. Mempunyai keinginan. Mereka mempunyai keinginan. Salah satu keinginan mereka adalah ingin mengetahui rahasia keselamatan manusia, I Petrus 1:12.
Sebagai pribadi, malaikat mempunyai kehendak bebas. Meskipun banyak perdebatan tentang arti kehendak bebas, tapi Alkitab mencatat bahwa malaikat-malaikat itu mempunyai kehendak bebas – free will. Kehendak bebas dapat dikatakan sebabai kebebasan untuk mengambil keputusan memilih sesuai dengan kemauan sendiri. Kehendak bebas inipun ada pada manusia.

Sesuatu dapat dikatakan kehendak bebas bila dalam pengekspresian kebebasan itu terdapat pilihan lain atau alternatif. Bagi malaikat-malaikat terdapat dua pilihan yakni : patuh dengan sepenuh hati terhadap perintah dan hukum Allah atau mengikuti kehendak sendiri. Yang maksudnya adalah menjadikan Allah sebagai Raja atau menjadikan diri sendiri sebagai raja.

Yehezkiel 28:12-19 dengan jelas menggambarkan betapa Lucifer memilih untuk menjadikan dirinya sendiri raja. Dalam Yesaya 14:12-14 sebanyak lima kali kali ia menyatakan kehendak pribadinya sendiri. II Petrus 1:4; Yudas 1:6, dengan tegas mencatat bahwa malaikat-malaikat yang berdosa itu, dengan penuh kesadaran memilih melanggar batas-batas kekuasaan mereka daripada taat pada aturan atau hukum Allah.

Bila dibandingkan dengan kebebasan memilih yang diberikan kepada Adam, maka akan nampak seperti ini. Kepada Adam diberi keleluasaan yang begitu besar untuk menikmati fasilitas yang Allah ciptakan baginya. Hanya ada satu pembatasan kecil, yakni jangan makan buah pengetahuan baik dan jahat itu, Kejadian 2. Nampaknya hal itu juga yang terjadi dalam dunia malaikat. Keleluasaan yang begitu besar dalam menikmati fasilitas yang diberikan Allah, Yehezkiel 28:12-15a, nampaknya dirasakan kurang cukup, sehingga akhirnya aturan atau hukum Allah yang nampaknya kecil itu dilawan, Yudas 1:6. Tindakan malaikat-malaikat melawan hukum Allah datang dari keputusan pribadi-pribadi yang memiliki kehendak bebas – free will.

Sebagai pribadi yang dianugerahi kehendak bebas, masing-masing malaikat harus bertanggung-jawab kepada Allah. Konsekuensi dari kebebasan untuk memilih sesuai dengan kemauan sendiri, adalah pertanggung-jawaban dari si pemilik kehendak bebas itu. Pertanggung-jawaban adalah suatu kondisi atau hasil akhir dari suatu proses tindakan yang dibawa ke hadapan sidang penuntutan. Untuk manusia, kehendak bebas dan pertanggung-jawaban itu erat kaitannya dengan kedewasaan, Ulangan 1:39cf. Bagi malaikat, istilah kedewasaan tidak dibutuhkan, karena roh-roh ciptaan itu telah diciptakan dalam keadaan sempurna. Bandingkan dengan penciptaan Adam. Dengan tegas II Petrus 2:4 dan Yudas 1:6 menulis bahwa para malaikat yang berdosa itu “. . . disimpan sampai pada hari penghakiman . . .” Ketika Yesus bertemu dengan dua orang yang dirasuki roh-roh jahat, terjadilah dialog antara Yesus dan roh-roh jahat itu. Inilah ucapan roh-roh jahat itu : “Apa urusanMu dengan kami hai Anak Allah? Adakah Engkau menyiksa kami sebelum waktunya?”, Matius 8:29. Jadi para malaikat yang telah jatuh itu tahu bahwa mereka harus mempertanggung-jawabkan perbuatan mereka, yang melanggar hukum Tuhan itu, berdasarkan kehendak bebas mereka pada hari penghakiman, Matius 5:7; Lukas 8:28, 31; II Petrus 2:4; Wahyu 12:12. Disanalah mereka harus bertanggung-jawab kepada Allah yang menganugerahi mereka kehendak bebas itu. Rupanya dalam konteks inilah kelak orang percaya akan turut menghakimi malaikat-malaikat itu, I Korintus 6:3.

2. Status Malaikat. Status artinya suatu keadaan kedudukan dari suatu pribadi. Jelas malaikat mempunyai status atau posisi di Surga. Walaupun tidak secara eksklusif, tetapi Alkitab mengisyaratkan adanya strata dalam dunia malaikat itu, Kolose 1:16; Roma 8:38. Tetapi yang dimaksud dengan status itu bukanlah strata dalam dunia malaikat, melainkan kedudukan atau posisi mereka sebagai makhluk ciptaan dihadapan Allah.

Malaikat adalah roh ciptaan yang pertama-tama menghuni Surga. Allahlah yang menciptakan Surga, Kejadian 1:1; Yohanes 1:1-3. Ia pulalah yang menciptakan makhluk-makhluk penghuni Surga. Makhluk-makhuk itu adalah para malaikat yang tidak terbilang jumlahnya, Ayub 38:7; Wahyu 5:11. Merekalah penghuni Surga yang pertama-tama. Kelak orang percaya akan turut menjadi pewaris Surga sesudah para malaikat.

Status malaikat itu tetap, tidak pernah berubah. Walaupun malaikat diberi gelar anak-anak Allah dalam Ayub 1:6; 38:7, akan tetapi gelar itu harus dilihat dalam konteks kata Bapa untuk Allah. Bukan hanya para malaikat yang disebut anak-anak Allah. Adampun disebut juga anak Allah. Status mereka yang sebenarnya adalah roh-roh yang melayani, Mazmur 103:21; Ibrani 1:13-14. Status itu tidak berubah sepanjang masa.

Berbeda dengan orang percaya. Dari makhluk ciptaan yang lebih rendah dari malaikat, orang percaya kelak mempunyai status yang lebih tinggi daripada malaikat. Allah sendiri yang mengirim Anak TunggalNya untuk menebus manusia berdosa menjadi anak-anak Allah lewat kelahiran baru dan kemudian mewarisi Surga. Kepada malaikat tidak pernah diberi gelar pengantin Kristus, juga tidak pernah disebutkan memakai mahkota, hanya kepada orang-orang percaya yang menang.

3. Tugas Malaikat. Sebenarnya bagian ini akan dibicarakan lebih lengkap dalam bab tentang Pelayanan Malaikat. Kalau pelayanan malaikat itu lebih banyak mengungkap tentang isi pelayanan, tugas malaikat dikaitkan dengan Sang Pemberi tugas, yakni Allah. Bila Allah itu pencipta, Ia Maha Kuasa, Ia Maha Ada, Ia mengatur segala sesuatu dengan kuasaNya, Ia tidak kekurangan suatu apapun, untuk apa ada malaikat? Tetapi jika kita mengingat bahwa tujuan penciptaan dan rencana penyelamatanNya adalah untuk manusia yang terbatas dalam suatu jangka waktu maka nyatalah kemuliaan dan keagungan Allah. Dari tugas dan uraian tentang betapa hebat dan ajaib rencanaNya.

Tugas di Surga. Tugas para malaikat yang pertama dan utama adalah di Surga, melayani Allah. Allah menciptakan Surga terlebih dahulu. Para penafsir berpendapat bahwa malaikat sudah diciptakan sebelum bumi diciptakan. Kitab Perjanjian Lama hanya memberi informasi singkat bahwa malaikat itu bertugas memuji, menyembah Allah, Ayub 38:7; Mazmur 103:20-22; Nehemiah 9:6. Kitab Wahyulah yang memberi gambaran indah tentang tugas para malaikat, adalah memuji dan menyembah Allah.

Tugas di Dunia (alam jasmani). Kemudian Allah menciptakan alam yang kelihatan atau alam jasmani ini. Ditambah dengan menciptakan manusia. Manusia jatuh ke dalam dosa dan menjadi bangsa-bangsa. Rencana penyelamatan Allah bagi umat manusia dalam kaitan dengan perkembangan zaman dan jumlah serta berbagai aspek yang saling terkait dan saling melengkapi. Sehingga kini pertanyaan *untuk apa ada malaikat ?* tidak perlu lagi dipersoalkan. Justru kini nampak nyata betapa sempurnanya karya Allah itu.

Secara garis besar, karena Alkitab tidak mendeskripsikannya dengan jelas, tugas malaikat bagi manusia sesuai dengan tingkatannya dalam dunia malaikat itu. Kira-kira gambarannya adalah seperti berikut ini:

Malaikat Pribadi. Matius 18:10 memberi isyarat adanya seorang malaikat yang menjadi penjaga bagi setiap anak kecil. Jangan lupa, kanak-kanak seperti itu adalah pewaris Kerajaan Surga. Bila kanak-kanak itu dapat dianalogikan dengan seorang anak Tuhan, maka setiap orang percaya dijaga oleh seorang malaikat. Malaikat-malaikat pribadi ini kemungkinan besar berasal dari strata rendah dalam dunia malaikat.

Malaikat bangsa-bangsa. Dalam Bilangan 14:9 terlihat bagian dari ucapan Yosua dan Kaleb kepada bangsa Israel :” . . . yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang Tuhan menyertai kita, . . .” Siapa yang menyertai bangsa-bangsa kafir itu? Mereka adalah malaikat dari strata tinggi yang melawan Allah. Ingat akan istilah “pemimpin Persia”, raja-raja orang Persia, pemimpin orang Yunani, Daniel 10:13, 20. Bukanlah penghulu malaikat Mikhael disebut pemimpin Israel, Daniel 10:21; 12:1.

Malaikat-malaikat pembawa pesan Allah. Dalam kitab Perjanjian Lama maupun kitab Perjanjian Baru tercatat beberapa kali pemunculan malaikat yang membawa pesan Allah kepada manusia. Tetapi dari sekian banyak pemunculan pembawa pesan Allah itu, hanya seorang malaikat saja yang disebut-sebut namanya, yakni Gabriel. Tidak diketahui dengan pasti apakah hanya Gabriel saja malaikat yang khusus membawa pesan-pesan Allah, ataukah ada lagi malaikat-malaikat lain. Seandainya ada banyak malaikat yang sering disuruh Allah membawa pesan kepada manusia, maka khusus kepada Gabriel Allah menugaskannya membawa pesan-pesan agung yang bersifat soterologis dan eskhatologis. Melihat penampilan malaikat-malaikat pembawa berita, kemungkinan besar ada banyak malaikat yang bertugas datang menemui manusia dan menyampaikan berita. Sebagai contoh, seraphim yang datang menemui Yesaya dapat dipastikan bukanlah Gabriel, Yesaya 6:6cf.
Malaikat-malaikat pelaksana keputusan Allah. Dalam Alkitab ada ayat-ayat yang menegaskan pekerjaan yang dilakukan oleh malaikat-malaikat , misalnya dalam Daniel 6:23; Matius 13:41; atau Lukas 16:22; lebih jelas lagi bila dilihat dalam kitab Wahyu. Semuanya itu dalam rangka melaksanakan keputusan Allah. Tetapi ada juga peristiwa-peristiwa yang tidak secara langsung ditulis sebagai pekerjaan malaikat, tetapi ditafsirkan sebagai pekerjaan malaikat bagi pelaksanaan keputusan Allah, misalnya dalam Yosua 6:20; 10:11; Hakim-hakim 5:20.

BAB III. PELAYANAN MALAIKAT.

Penjelasan dalam bab inipun merupakan kelanjutan dari bab sebelumnya, khususnya tentang tugas malaikat, walaupun memang ada beda penguraiannya. Bila tugas malaikat diuraikan secara umum maka pelayanan malaikat diuraikan secara mendetil.

1. Malaikat adalah roh yang melayani. Malaikat adalah roh ciptaan, penghuni Surga yang bertugas melaksanakan kehendak Allah. Dengan kata lain: melayani Allah. Itulah status malaikat yang bersifat kekal. Justru karena Allah itu Maha Kuasa, Maha Ada dan Maha Tahu, maka penciptaan malaikat itu menunjuk pada ke-Maha BesaranNya. Walaupun tidak ditulis secara eksplisit, tetapi malaikat itu menjadi pelaksanaan begitu banyak tugas yang diperintahkan Allah kepada mereka, Maz 103:19-22.

1.1 Malaikat melayani Allah. Yang dimaksud dengan tugas pelayanan kepada Allah yakni kepada Trinitas Allah: Bapa, Putra dan Roh Kudus.

a. Malaikat yang melayani Allah Bapa. Alkitab mencatat bahwa malaikat-malaikat melaksanakan perintah Allah Bapa dan melayaniNya, Matius 18:10; 26:53. Nampaknya para Kherubium dalam Yehezkiel 1 dan 10 adalah para malaikat yang melayani Bapa.

b. Malaikat melayani Allah Anak. Para malaikat itupun melayani Allah Anak, Matius 4:11; Markus 1:13. Bukankah Ia itu Firman yang menciptakan segala sesuatu? Dalam hal ini nyatalah ke-Maha BesaranNya. Nampaknya, para Seraphim dalam Yesaya 6 adalah para malaikat yang melayani Allah Anak.

c. Malaikat melayani Roh Kudus. Alkitab tidak pernah secara eksplisit menulis tentang kepelayanan malaikat kepada Roh Kudus. Ada yang tidak mau melanjutkan kerangka berpikir logis. Tetapi ada juga yang mau melanjutkan penafsirannya bahwa ada juga malaikat yang melayani Roh Kudus. Tetapi ada hamba-hamba Tuhan yang oleh *visi rohani* yang diberikan Allah kepadanya menyatakan bahwa ada malaikat yang melayani atau melaksanakan perintah Roh Kudus.

1.2 Malaikat melayani manusia. Sebenarnya bila dipikirkan, hal ini nampak bertentangan, sebab malaikat lebih dari manusia. Tetapi, karena mereka adalah pesuruh Allah, maka Alkitab menulis bahwa atas perntah Allah, para malaikat itu datang melayani orang-orang percaya yang menjadi pewaris keselamatan, Ibrani 1:14. Beberapa ayat mencatat bagaimana para malaikat itu melindungi dan menolong orang-orang percaya atas perintah Allah, Mazmur 34:7-8; Daniel 6:22-23; Daniel 10:11-12; Matius 2:13; 24:31; Lukas 16:22; Kisah Para Rasul 5:19-20; 12:7-11; 27:23. Kepada orang yang melawan Allah, malaikat dapat melakukan hal yang sebaliknya atas perintah Allah, Kisah Para Rasul 12:23.
Menjadi pertanyaan: bila malaikat dari Allah melayani orang-orang percaya atas perintah Allah:

a. Sampai seberapa jauh tugas itu ? b. Apakah bedanya dengan pekerjaan Roh Kudus dalam hidup manusia ?
Secara ringkas, kedua pertanyaan itu memang harus dijawab untuk dapat membedakannya dengan tugas Roh Kudus bagi orang percaya.

Pertama: Dari ayat-ayat Alkitab, jelas terbaca bahwa malaikat menjaga manusia dari bahaya-bahaya yang datang dari luar. Bahkan malaikat dapat membawa pesan Allah kepada orang percaya melalui alam mimpi atau lewat penglihatan.

Kedua: Perbedaannya banyak, tetapi yang paling penting yakni, bila malaikat disuruh Allah melayani manusia itu hanya bersifat eksternal saja. Roh Kudus bekerja dalam roh manusia yang bersifat internal, antara lain : pembaharuan dalam roh manusia, karunia-karunia Roh dan buah-buah Roh.

2. Penampakan-penampakan malaikat dalam tugas pelayanannya.
Dalam melaksanakan perintah Allah melayani manusia, malaikat dapat datang dengan berbagai penampilan.

2.1 Berpenampilan dalam bentuk rohani yang tidak kasat mata. Yudas 1:9 mencatat bagaimana Mikhael penghulu malaikat berselisih pendapat dan bertengkar dengan iblis tentang mayat Musa. Dalam Lukas 16:22 dicatat bagaimana para malaikat membawa jiwa Lazarus ke pangkuan Abraham. Dalam Mazmur 34:7-8 dicatat, bagaimana malaikat-malaikat utusan Allah berkemah atau tinggal disekitar orang percaya. Tidak perlu dijelaskan apa makna pelayanan mereka, tapi jelas para malaikat itu datang melaksanakan perintah Allah dalam bentuk rohani mereka yang tidak kasat mata jasmani. Setan si penguasa udara bersama para roh jahat pesuruhnya juga bekerja melawan rencana Allah, malaikat-malaikat bekerja melaksanakan perintah Allah untuk suksesnya rencana Allah itu.

2.2 Penampilan dalam bentuk rohani lainnya. Penampilan malaikat kali ini dalam bentuk rohani tetapi dapat dipantau oleh indra manusia. II Raja-raja 2:11-12 menggambarkan penampilan malaikat dalam bentuk kereta dan kuda berapi. Hal yang sama terjadi dalam II Raja-raja 6:17. Dalam Daniel 5:5, 24 itu adalah penampakan malaikat yang hanya dalam bentuk tangan atau jari-jari manusia yang menulis kata-kata “mene, mene, tekel, ufarsin”. Dalam Daniel 6:23, 28 nampak hasil perbuatan malaikat, tetapi wujud malaikat itu sendiri tidak kelihatan.

2.3 Penampilan dalam bentuk manusia. Penampilan inilah yang paling banyak ditulis dalam Alkitab, baik dalam Kitab Perjanjian Lama maupun Kitab Perjanjian Baru. Kejadian 19; 32:24cf; Matius 28:2cf; Markus 16:5-6; Lukas 24:4cf; Ibrani 13:2 dengan jelas menggambarkan penampilan malaikat yang persis seperti manusia. Gambaran para artis tentang suatu makhluk manusia yang ganteng dan mempunyai sepasang saya agak kurang tepat. Rupanya gambaran tentang malaikat yang ada selama ini dipengaruhi oleh gambaran Kherubium yang menjadi ornamen dalam Tabernakel Musa dan Kaabah Salomo. Padahal, penampakan malaikat secara fisikal kepada manusia adalah seperti manusia, penambahan sepasang sayap besar mungkin hanya untuk menambahkan kesan agung dan visualisasi kesanggupan mereka untuk terbang.

Dalam penampakan secara fisikal malaikat dapat makan minum seperti manusia, Ibrani 13 :2. Hal itu tidak mengherankan sebab dalam tubuh rohani, Yesuspun dapat makan minum seperti manusia jasmani lainnya, Lukas 24:41-42; Yahanes 21:15.
3. Malaikat utusan Allah tidak mau disembah.

Salah satu ciri utama kepelayanan malaikat adalah ia tidak mau disembah oleh manusia. Dengan tegas malaikat menolak ketika ia disembah oleh Yohanes, Wahyu 19:10; 22:9. Kelihatannya sederhana saja, tetapi dalam dua ayat ini terungkap prinsip-prinsip kehidupan malaikat. Pertama : ternyata malaikat mempunyai pengetahuan yang akurat tentang kebenaran. Malaikat tahu persis bahwa mereka juga hamba dan dengan tegas menyuruh Yohanes menyembah Allah. Malaikat tahu persis bahwa hanya Allah saja yang layak disembah. Keluaran 20:4-5, merekalah penyembah Allah di Surga, Wahyu 5:11cf. Mereka tahu persis sumber kejatuhan Lucifer yakni ingin disembah dan ingin menjadi seperti Allah. Kedua : ternyata malaikat mempunyai kerendahan hati yang prima. Bayangkan, orang seperti Yohanes itu saja dapat salah menyembah kepada malaikat. Memang makhluk Surga itu amat mulia dalam kekudusan surgawi. Walaupun demikian, bagi malaikat pilihan, I Timotius 5:21, hal itu merupakan ujian dan tidak menggoyahkan kerendahan hati mereka untuk menerima penyembahan dari manusia. Ketiga : ternyata malaikat pilihan mempunyai ketaatan yang sempurna kepada Allah. Ketaatan artinya melakukan apa yang diperintahkan Allah dan tidak melakukan apa yang tidak boleh dilakukan. Ketaatan malaikat pilihan itu sempurna dengan tidak melakukan apa yang tidak boleh ia lakukan. Sebagai hamba, maka ia hanya melakukan perintah majikannya, Lukas 17:10, semua penghormatan karena pekerjaannya sebagai hamba harus diteruskan kepada majikannya, yakni Allah; Yohanes 3:30. Malaikat itu ternyata lulus dari ujian karena memiliki ketaatan yang sempurna kepada Allah.
Jelas Allah melarang penyembahan kepada malaikat atau apapun selain Dia, Keluaran 20:4-5; Ulangan 4:19cf. Justru malaikat yang jatuh itu mau disembah oleh manusia, Kolose 2:18-19.

4. Malaikat utusan Allah tidak pernah merasuki manusia.
Dengan latihan dan tambahan bantuan kekuatan alam roh, manusia dapat menghipnotis sesamanya. Roh-roh jahat dapat merasuki manusia, kita tahu bahwa roh-roh jahat itu adalah malaikat-malaikat yang jatuh dari Surga. Dengan dua perbandingan ini nampak bahwa sebenarnya para malaikat mampu merasuki manusia : ya, sebagai makhluk roh, malaikat dapat merasuki roh manusia. Tapi sepanjang Alkitab, malaikat tidak pernah melakukan hal itu. Walaupun tidak secara mendalam, perlulah hal itu dibahas.

4.1 Arti kerasukan. Dari informasi Alkitab, I Raja-raja 18:29cf; 22:21cf; Matius 8:28-34; 9:32-34; Markus 1:23-26; 5:1-10; Lukas 8:26-31, dapat disimpulkan yakni : kerasukan adalah didominasinya roh seseorang oleh roh atau kekuatan alam roh yang melebihinya, sehingga orang itu diperbudak untuk melakukan kehendak roh perusak itu. Jadi kerasukan merupakan wahana penjajahan terhadap seseorang atau sekelompok individu untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya dalam keadaan normal tidak diingini orang itu. Hal ini merupakan manifestasi penjajahan dosa terhadap manusia. Tercatat dalam kitab Perjanjian Lama, pelacur bakti dan sundal/semburit bakti serta pengorbanan kanak-kanak maupun ritual sex di bukit-bukit pengorbanan kepada para dewa merupakan manifestasi kerasukan itu.
Kerasukan berawal dari dosa roh penyembahan berhala ataupun dari ketidak pahaman akan ajaran kebenaran Alkitab tentang dunia roh. Nampaknya, kerasukan ada tingkatannya. Mulai dari dirasuk secara pasif, mencari kerasukan, bahkan sampai pada tingkat medium kerasukan.

4.2 Allah menghargai kehendak bebas manusia. Walaupun Allah adalah pencipta dan pemilik seluruh sekalian alam, termasuk manusia, tetapi Allah tetap menghargai kehendak bebas manusia. Rencana Allah terhadap alam dan manusia tetap harus jalan terus. Tetapi walaupun Ia Maha Kuasa, Allah itu tidak diktator, melainkan Maha Adil. Kepada manusia diberinya hukum, perjanjian, janji, anugerah, tetapi tetap saja manusia diberi pilihan, percaya dan terima atau tidak percaya dan menolak.

Amat mengherankan bahwa setiap kepenuhan Roh Kudus pun tetap memberi peran penting pada kehendak bebas manusia, I Korintus 14:32; Galatia 6:8. Manusia atau orang percaya tetap diberi kebebasan untuk menerima atau menolak kepenuhan Roh Kudus, I Tesalonika 5:19. Berbeda dengan kerasukan, sekali orang itu dirasuki, seterusnya ia menjadi budak roh yang merasukinya.

4.3 Malaikat dari Allah menjadi pelaksana perintah dan sifat Allah kepada Manusia. Mungkin saja orang akan berkata, mengapa malaikat memaksa Bileam mengucapkan sesuatu diluar kehendak pribadinya? Jangan lupa, malaikat menyetujuinya, Bilangan 22:38; 23:26. Ternyata setelah tugas yang disanggupinya itu dilaksanakan, malaikat tidak lagi memaksakan kehendaknya untuk mengatur ucapannya bagi bangsa Israel. Ternyata Bileam memberi nasehat yang bertujuan untuk menghancurkan orang Israel, Bilangan 31:16. Ingat juga istri Lot.
Jadi malaikat sebagai utusan Allah tetap melakukan tugasnya dengan mengacu pada sifat-sifat majikan tugasnya dengan mengacu pada sifat-sifat majikan agungnya yakni Allah. Bila malaikat merasuki manusia itu berarti ia mau menjadi tuan. Sedangkan malaikat tahu persis bahwa iapun hanyalah hamba. Sebagai hamba, ia harus menghormati Allah dan melaksanakan titahNya sesuai kehendakNya.

5. Peranan Malaikat dalam rencana Allah bagi keselamatan manusia.
Banyak catatan Alkitab tentang tugas pelayanan malaikat bagi orang percaya. Tetapi dari catatan Alkitab yang ada, ternyata malaikat bukanlah subyek keselamatan, karena sasaran keselamatan dari Allah itu adalah manusia.

5.1 Pelayanan malaikat kepada orang percaya dalam kitab Perjanjian Lama.
Kitab Perjanjian Lama diwarnai oleh hal ini. Kevin J. Conner mencatat sedikitnya 20 kali pelayanan malaikat ini.

* Kejadian 16:10; 21:17, seorang malaikat melayani Hagar.

* Kejadian 18:2, tiga malaikat mengunjungi Abraham dan Sara.

* Kejadian 19:1-24, dua malaikat menyelamatkan Lot sekeluarga keluar dari Sodom.

* Kejadian 22:11-15, Malaikat dari Tuhan berseru kepada Abraham untuk melepaskan Ishak anak tunggalnya, dan mempersembahkan seekor domba jantan menggantikannya.

* Kejadian 25:12; 31:11; 32:1; 48:16, Yakub mengalami pelayanan malaikat-malaikat sepanjang hidupnya.

* Kejadian 32:24-32; Hosea 12:4,5, Malaikat perjanjian bergulat dengan Yakub dan mengubah namanya menjadi Israel.

* Keluaran 3:2, Musa menerima penyataan nama Allah dari malaikat Tuhan di dalam semak yang bernyala.

* Ulangan 33:2; Mazmur 68:8; Kisah Para Rasul 7:35,38,53; Galatia 3:19; Ibrani 2:2, malaikat-malaikat terlibat dalam pemberian Taurat kepada Musa di gunung Sinai.

* Keluaran 14:19-24; Bilangan 20:6; Keluaran 23:20; 32:34; 33:2, malaikat hadiratNya berjalan di depan Israel untuk memimpin dan membimbing mereka dalam tiang awan dan tiang api.

* Bilangan 22:30-35, Allah mengirim seorang malaikat untuk memperingatkan Bileam dari ketidak-taatannya.

* Hakim-hakim 2:1-4, seorang malaikat mencela orang Israel karena kompromi dan penyembahan berhala mereka diantara orang Kanaan.

* Hakim-hakim 5:23, seorang malaikat mengucapkan kutuk kepada mereka yang tidak membantu Tuhan dalam peperangan melawan musuh-musuh Israel.

* Mazmur 34:7; 35:5-6, malaikat Tuhan berkemah di sekeliling mereka yang takut kepadaNya.

* II Samuel 24:16-17; II Tawarikh 21:12-30, seorang malaikat membunuh 70.000 orang Israel ketika Daud berdosa menghitung rakyat tanpa uang penebusan.

* I Raja-raja 19:35; Yesaya 37:36, Allah mengizinkan seorang malaikat untuk membunuh 185.000 tentara Assyria dalam satu malam penghukuman.

* Daniel 3:20-28, tiga orang pemuda Ibrani telah dilindungi dalam dapur api oleh seorang malaikat.

* Daniel 6:22, Daniel dilindungi oleh seorang malaikat di dalam gua singa.

* Zakharia 1:9, 11, 19; 2:3; 3:1-6; 4:1-5; 5:5, 10:6; 4-5; Ayub 33:23, malaikat Tuhan membawa tafsiran penglihatan-penglihatan dan wahyu kepada nabi muda, Zakharia.

* Pengkhotbah 5:4-5, malaikat-malaikat mendengar janji yang dibuat umat Allah di dalam rumah Tuhan.

* Hakim-hakim 6:11-12, malaikat dari Tuhan menampakan diri kepada Gideon.

* Hakim-hakim 13:1-21, kepada Manoakh; I Raja-raja 19:5-7, kepada Elia dan juga kepada yang lain.

* Daniel 10:13, 20-21; 12:1; II Samuel 24:16-17, Efesus 2:2; 6:12; Yohanes 14:30, malaikat pemimpin atas berbagai bangsa.

* Keluaran 12:18-30, malaikat-malaikat juga dipakai dalam penghukuman dan berkat. Malaikat yang sama yang melintasi rumah orang Israel yang diperciki darah, pada pintunya, malaikat itu jugalah yang membunuh semua anak sulung di Mesir.

* Mazmur 103:20-21, malaikat-malaikat sebagai pesuruh Allah melaksanakan perintah Allah di dunia, demikian juga di Surga.

5.2 Pelayanan malaikat kepada orang percaya dalam kitab Perjanjian Baru. Kitab Perjanjian Baru ini istimewa. Waktu penulisannya sekitar lima puluh tahun dan mencatat kejadian-kejadian dan situasi orang percaya selama lebih kurang tujuh puluh tahun. Berbeda dengan kitab Perjanjian Lama yang mencatat kejadian-kejadian dan situasi orang percaya sepanjang ribuan tahun. Tetapi ada satu kitab dalam kitab Perjanjian Baru yang sifatnya amat istimewa yakni kitab Wahyu. Antara kondisi akhir penulisan kitab Perjanjian Baru, yakni kondisi Gereja mula-mula, dengan inti kitab Wahyu sudah berjarak sembilan belas abad. Menurut kesaksian Alkitab, Ibrani 13:2, dan kesaksian banyak orang kudus akhir zaman, pasti begitu banyak penampilan dan pelayanan malaikat kepada orang percaya selama ini. Itulah sebabnya penampilan malaikat dalam kitab Wahyu mempunyai makna khudus.
Satu hal yang amat penting untuk diingat yakni, bila Allah menampakkan diri dalam kitab Perjanjian Lama itu bersifat Theophany atau Christophany. Sedangkan dalam kitab Perjanjian Baru, Allah menyatakan diri lewat Putra TunggalNya, dalam bentuk inkarnasi. Ternyata inkarnasi itu dalam bentuk manusia.
Itulah sebabnya penampilan malaikat dalam kitab Perjanjian Baru dibagi dalam tiga bagian.

Pertama : Dalam pelayanan kepada Tuhan Yesus.
* Matius 1:21-23; Lukas 1:26-38; malaikat berbicara kepada Maria tentang berita kelahiran Yesus.

* Matius 1:20-21; 2:13, 19, malaikat menyampaikan pesan kepada Yusuf.

* Lukas 2:10-15, malaikat-malaikat berbicara tentang kelahiran Yesus di Bethlehem.

* Matius 2:2, kemungkinan malaikatlah yang memperingatkan para Majus, lewat mimpi untuk tidak kembali kepada Herodes.

* Matius 4:11; Lukas 4:10; Markus 1:13, malaikat-malaikat melayani Tuhan Yesus sesudah masa pencobaan berakhir.

* Yohanes 1:51, malaikat-malaikat turun naik keatas Anak Manusia dalam pelayananNya, ingat mimpi Yakub.

* Lukas 22:43; Matius 26:53; seorang malaikat menguatkan dan menghibur Yesus di Getsemani ketika Ia masuk masa sengsaraNya. Dua belas legion malaikat dalam keadaan siaga bila Ia membutuhkan pertolongan dalam keadaanNya sebagai manusia.

* Matius 28;2-7; Lukas 24:23; Yohanes 20:12, seorang malaikat turun ke kubur Yesus, membuat para tentara yang menjaga kubur Yesus melarikan diri ketakutan, malaikat itu kemudian menggulingkan batu penutup kubur supaya para murid wanita dapat masuk kedalam kubur. Kemudian nampak dua malaikat dalam kubur itu.

* Kisah Para Rasul 1:10-11; Lukas 24:50-51; dua orang dalam pakaian yang bercahaya berbicara kepada murid-murid tentang kenaikan dan kedatanganNya kembali. Tidak diragukan lagi bahwa ada pasukan malaikat yang menyertai Yesus kembali ke Surga.

* Matius 16:27; 25:31; 13:41-43; I Tesalonika 4:16; II Tesalonika 1:7-9; Matius 24:36, malaikat-malaikat akan menyertai Tuhan Yesus dalam kedatanganNya yang kedua kali. Para malaikat akan mengumpulkan orang-orang pilihan dan memisahkan mereka dari orang fasik.

Kedua : Dalam Gereja mula-mula.

* Kisah Para Rasul 5:19, seorang malaikat membuka pintu-pintu penjara dan melepaskan rasul-rasul itu supaya mereka bersaksi.

* Kisah Para Rasul 8:26, seorang malaikat Tuhan menyuruh Filipus ke jalan yang menuju Gaza untuk bersaksi kepada seorang sida-sida Ethiopia yang rindu mencari keselamatan.

* Kisah Para Rasul 10:3; 30:32, seorang malaikat menyuruh Cornelius untuk menjemput Petrus yang akan memberikan Injil keselamatan kepadanya.

* Kisah Para Rasul 12:5-11, seorang malaikat melepaskan Petrus dari penjara menjelang ia akan dibunuh, karena belum saatnya Petrus mati.

* Kisah Para Rasul 12:23, seorang malaikat menampar Herodes karena kesombongannya.

* Kisah Para Rasul 27:23, seorang malaikat hadir menemui Paulus dalam suasana badai, waktu perjalanannya ke Roma.

* I Korintus 6:3, orang-orang percaya akan mengadili malaikat-malaikat.

* Kolose 2:18; Wahyu 19:10; 22:8-9; Ibrani 1:5; 2:6-7, orang-orang percaya dilarang untuk menyembahkan malaikat. Semua malaikat telah diciptakan untuk menyembah Allah. Hanya malaikat-malaikat yang telah jatuh yang mencari penyembahan untuk dirinya sendiri yang sebenarnya adalah untuk Allah.

* Ibrani 12:22-24; I Korintus 4:9; 11:10; Efesus 3:10; I Timotius 5:21, malaikat-malaikat ada disekitar Gereja sebagai perkumpulan orang percaya.

* Lukas 16:22; Mazmur 91:11-12; Ibrani 1:13-14; Mazmur 34:7; Lukas 24:50-51; malaikat-malaikat juga mengawal roh-roh orang percaya yang dibawa ke Firdaus, sampai tiba saatnya kedatangan Yesus yang kedua kali. II Raja-raja 2:1-11; Yudas 1:9. Bandingkan dengan pengangkatan Henokh, Musa dan Ela secara fisikal. Kereta-kereta berapi adalah simbol transportasi Illahi dan kemalaikatan dari orang-orang percaya untuk masuk ke alam rohani.

* Matius 18:10; Kisah Para Rasul 12:5-16, Kitab Suci menyatakan secara tidak langsung bahwa semua orang mempunyai seorang malaikat pelindung.
Ketiga : Malaikat dalam kitab Wahyu. Kitab Wahyu menubuatkan tugas-tugas yang banyak dan rumit dari malaikat dalam penggenapan rencana dan karya keselamatan Allah kepada manusia.

* Wahyu 5:11, malaikat-malaikat yang tidak terhitung jumlahnya itu menyembah Anak domba.

* Wahyu 7:1, empat malaikat menahan angin-angin penghukuman yang bertiup di atas muka bumi sampai pemeteraian hamba-hamba Tuhan.

* Wahyu 12:7-10, Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang denga setan dan malaikat-malaikatnya dan melemparkan mereka keluar dari Surga.

* Wahyu 14:6, 8, 9, 15, 17-19, pelayanan malaikat adalah bukti dalam penghukuman atas dunia.

* Wahyu 14:8, seorang malaikat memberitahukan kejatuhan Babylon.

* Wahyu 14:6, 9, seorang malaikat membertahu penghukuman Injil yang kekal dan memperingatkan penduduk dunia untuk tidak memakai tanda dari binatang itu.

* Wahyu 14:10, orang-orang fasik disiksa di hadapan hadirat Anak Domba dan malaikat-malaikat kudus itu, mereka itulah yang menolak dengan congkak kemurahan dan pelayanan.

* Wahyu 14:17-19; Matius 13:24-30, 36-43; 13:49-50, malaikat-malaikat dipakai sebagai penuai-penuai pada akhir zaman untuk orang baik maupun jahat. Tuaian-tuaian ini dilambangkan dengan gandum dan lalang, ikan yang baik dan yang jahat, panen gandum dan anggur.

* Wahyu 15-16, malaikat-malaikat mencurahkan tujuh piala penghakiman keatas orang yang tidak mau bertobat.

* Wahyu 17:17; 21:9, seorang malaikat Tuhan menunjukan kepada Yohanes pelacur dan pengantin wanita itu.

* Wahyu 19:17, Yohanes melihat seorang malaikat berdiri diatas matahari, berseru kepada burung-burung dan binatang-binatang liar untuk datang makan malam dengan hidangan tubuh para orang fasik itu.

* Wahyu 20:1-4, seorang malaikat yang kuat dan besar menangkap setan, merantainya dan memasukannya kedalam lubang yang tidak terduga dalamnya (abyss) selama 1000 tahun.

* Wahyu 21:9; 22:1, 9, salah seorang malaikat yang memegang tujuh piala penghukuman itu membawa Yohanes dalam roh ntuk melihat kemuliaan Allah dan kota kudusNya serta hal-hal penting lainnya.

5.3 Malaikat-malaikat tidak diizinkan memberitakan injil keselamatan. Walaupun malaikat dilibatkan Allah dalam rencanaNya menyelamatkan manusia, tetapi peran malaikat itu hanyalah sebagai pelengkap rencana. Allah sajalah satu-satunya yang melaksanakan keselamatan bagi manusia. Malaikat-malaikat tidak diperkenankan memberitakan Injil, karena; pertama, mereka tidak pernah mengalami penebusan dosa. Kedua, Allah mau manusia mengasihiNya dengan standar Alkitab dan menerima keselamatan denan berdasarkan kehendak bebasnya sendiri. Bila malaikat yang memberitakan Injil, manusia dapat mengasihi Allah dan menerima keselamatan karena paksaan.

Nampaknya, meskipun para malaikat amat dekat dengan Injil, tetapi ternyata mereka tidak mengerti apa arti Injil itu sampai hal itu diungkapkan oleh Allah sendiri. Petrus menulis bahwa para malaikat ingin melihat kedalam rahasia agung keselamatan yang sudah mulai diberitakan sejak dari kitab Perjanjian Lama, I Petrus 1:9-12. Nampaknya, bila para malaikat mengerti rahasia Injil keselamatan, setan akan berjuang supaya Yesus tidak mati di salib. Justru sebaliknya, setanlah yang berusaha membunuh Yesus lewat tangan orang Yahudi yang tidak percaya kepada Yesus itu, Yohanes 14:30; 13:2, 27; Lukas 22:3-6; Yohanes 18:2-3.

Rahasia Injil sebenarnya ada dalam kematian Yesus Kristus di kayu salib, I Korintus 15:1- 4. Tetapi ternyata bahwa kebanaran Injil itu telah dirahasiakan berabad-abad (ribuan tahun) oleh Allah, Roma 16:25-26. Justru beban pemberitaan Injil itu ada di pundak orang percaya, Matius 28:19-20; Markus 16:15-16. Lihatlah gambaran itu didalam Alkitab.

* Lukas 1:5-25, malaikat Gabriel memberitahukan kedatangan penghulu Mesias kepada Zakharia.

* Lukas 26-35, malaikat Gabriel juga memberitahu kepada perawan Maria bahwa kelahiran Juruselamat melalui kandungannya dan menyuruh Maria menamakanNya Yesus. Selanjutnya malaikat itu memberi bimbingan kepada Yusuf untuk menyelamatkan bayi Yesus dari kekejaman Herodes Agung, sebab waktunya belum tiba.

* Matius 2:2, 12, kemungkinan besar, malaikat jugalah yang membimbing para Majus mencari *Raja Orang Yahudi*.

* Lukas 2:10-11, malaikat memberitahu para gembala di padang Efrata bahwa Mesias sudah lahir di Bethlehem.

* Kisah Para Rasul 8:26, malaikat menyuruh Filipus untuk membawa berita Injil kepada oknum orang Ethiopia itu. Para malaikat sudah tahu rahasia Injil .

* Kisah Para Rasul 10:1-8, 22, 44-46; 11:13-14, malaikat yang memberitakan Injil.

* Kisah Para Rasul 27:23-24, seorang malaikat memberitahu bahwa Paulus akan selamat dari bahaya angin topan yang sedang melanda mereka, karena harus terus ke Roma untuk memberitakan Injil kepada kaisar. Manusialah yang mempunyai tugas memberitakan Injil, bukan malaikat.

Bersambung…

Be Sociable, Share!

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Love (111-125 – Selesai)
Love (111-125 – Selesai)

ALLAH ADALAH KASIH. #111 Besarnya ukuran satu kata sederhana BEGITU tidak dapat, ataupun tidak pernah akan terukur, [Read More]

Insider

Archives