Sunday May 20th 2012

Apakah Kita Sudah Menyembah Tuhan?

Author : Connecticut - USA | This author have 8 posts

2 Tim 3:1-5 — Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar……. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Yoh 4:23 — Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Pertama-tama harus saya tandaskan di sini bahwa fokus pembahasan dalam tulisan ini bukanlah tentang Obyek Penyembahan yakni Tuhan atau illah lain, melainkan mengenai kata MENYEMBAH itu sendiri. Mengapa? Karena pertama, hal penyembahan adalah hal yang sangat serius, dan bersifat mutlak dalam pengiringan kita kepada Tuhan. Kedua, berdasarkan observasi, masih banyak orang percaya yang belum betul-betul memahami tentang hal penyembahan ini.

2 Kelompok Manusia di Akhir Zaman.

Firman Tuhan berkata, bahwa di akhir saman yaitu di zaman kita hidup sekarang ini, akan ada dua kelompok manusia. Yang pertama, yaitu seperti tertulis di kitab 2 Timotius, adalah orang yang DITOLAK oleh Tuhan. Sementara kelompok kedua adalah orang yang DIKEHENDAKI oleh Tuhan (Yoh 4:23) Yang menarik dari kedua kelompok ini adalah bahwa mereka adalah sama-sama orang yang aktif dalam IBADAH kepada Tuhan! Kitab 2 Timotius mengatakan bahwa mereka adalah kelompok orang yang dalam bahasa Inggris (KJV) disebut sebagai “having a form of Godliness”. Kata “Godliness” ini diterjemahkan dari kata Yunani eusebeia yang artinya: ketaatan dalam beragama (Worship), atau kesalehan. Sementara kitab Injil Yohanes menulis tentang kelompok orang yang disebut penyembah atau dalam bahasa Yunani, proskunetes. Di sini kita lihat bahwa tidak semua orang yang menyembah Tuhan akan menjadi orang yang BERKENAN atau DIKEHENDAKI oleh TUHAN. Dari sinilah juga dapat kita simpulkan bahwa penyembahan dengan benar itu sangat crucial sifatnya. Kesalahan dalam menyembah adalah bersifat fatal. Inilah sebabnya dikatakan dalam Firman Tuhan bahwa tidak semua orang yang berseru Tuhan, Tuhan akan masuk dalam kerajaan Allah. Apa yang menyebabkan kelompok penyembah di kitab Timotius ditolak olah Allah? Karena mereka beribadah dengan menolak KUASA Ibadah itu sendiri! Kuasa dari Ibadah dan penyembahan  tidak lain Hadirat Tuhan sendiri….. Kelompok orang ini beribadah tapi memungkiri Kuasanya! Ini berarti mereka menyembah, tapi MENOLAK HADIRAT TUHAN!! Atau TANPA ADANYA HADIRAT TUHAN!!! Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Mereka “salah dalam menyembah Tuhan!!!!”

Penyembahan Yang Dikehendaki Tuhan

Dalam kitab Perjanjian Baru kata PENYEMBAHAN (WORSHIP) kebanyakan (sebagian besar) diterjemahkan dari 2 kata bahasa Yunani, yaitu:

1. Sebo, Sebomai, Eusebia. Kata-kata ini diterjemahkan sebagai menyembah atau tepatnya “saya menyembah”. Berasal dari inti kata “Seb”, menyembah di sini berarti menghormati, mengagumi, dan sebagai mana telah disinggung di paragraf sebelumnya, ini juga berarti mengikuti dengan taat.
2. Proskuneo. Sebagian besar kata worhsip atau penyebahan di Perjanjian Baru diterjemahkan dari kata ini. Secara literal, proskuneo diterjemahkan sebagai membungkukkan badan/tersungkur dan mencium. Pengertian kata ini juga sering diumpamakan dengan seekor anjing yang mencium/menjilat kaki tuannya. Jadi disini digambarkan gerakan fisik dari penyembahan. Secara sederhana kata proskuneo ini dapat diartikan sebagai  “merendahkan diri dihadapan DIA yang lebih besar atau tinggi derajadnya”.

Ada beberapa kata lain yang juga diterjemahkan sebagai penyembahan, misalnya, Doxa, latreia, therapeuo, dll. Namun kata-kata ini hanya sesekali saja munculnya, dan pada umumnya merujuk kepada kasus-kasus khusus atau hanya mengungkap sebagian dari pengertian kata penyembahan.

Kalau kita mendalami lebih jauh 2 kata utama Penyembahan tersebut, maka kita akan menemukan Unsur-unsur Penyembahan yaitu:

1. Mengakui akan adanya Dia yang lebih besar/tinggi.
2. Selanjutnya Pengakuan ini dalam praktek diwujudkan dalam bentuk rasa hormat, kekaguman, dan juga pujian!
3. Mencari/mengikut Tuhan atau taat beribadah

Ketiga unsur ini kita dapati dalam kata Sebo, atau Proskuneo. Ketiga unsur ini adalah unsur dasar penyembahan, yang bersifat sangat umum. Kebanyakan orang Kristen memahami penyembahan hanya sampai disini! Disini pulalah banyak terdapat kesalah kaprahan umum dari para Worship Leader yang mengajak jemaat “mari kita masuk penyembahan!!!” Mereka hanya berhenti sampai pada mengakui kebesaran Tuhan dan memuji namaNya dsb. Penyembahan yang demikian tidak akan mendatangkan hadirat Allah dan kuasaNya! Penyembah dalam kitab 2 Timotius melakukan penyembahan demikian, dan lihatlah kehidupan mereka! Penuh dengan dosa! Di sini dapat kita simpulkan bahwa Pengakuan, Kekaguman, dan Pujian, walaupun semuanya baik, tapi TIDAK MENCUKUPI ! Semua orang bisa mengagumi Tuhan, mengakui kebesaranNya, bahkan Iblis dalam diri Legion pun juga melakukannya. Lebih jauh Firman Allah berkata: Tidak semua orang yang berseru Tuhan! Tuhan akan masuk dalam kerajaan Allah!

Penyembahan yang demikian saja tidak dikehendaki oleh Tuhan! Sebagai orang Kristen janganlah merasa puas kalau kita sudah rajin kegereja, memuji Tuhan, bermazmur, dsb mungkin bahkan dengan musik, tata lampu, dan berbagai peranan multi media dsb, yang indah dan spektakuler! ITU SEMUA BELUM CUKUP!!!! Kalau kita hanya berhenti sampai di situ, maka penyembahan kita tidaklah lebih dari penyembahan dalam kitab 2 Timotius 3:5!!! Atau dengan kata lain SIA-SIA belaka. Tidak akan ada Kuasa Allah di sana, dan malah lebih buruk lagi, itu semua akan menjadi sekedar KONSER MUSIK RELIGIUS BELAKA.

Kalau demikian, lalu apa yang kurang??? Penyembahan yang diterjemahkan dari kata Sebo berfokus hanya pada obyek penyembahannya, dalam hal ini Tuhan. Dalam pengertian worship tidak disertakan peranan subyek yaitu para penyembah itu sendiri, yaitu kita semua. Hal lain lagi kata Sebo lebih mengarah pada suatu ritual atau liturgi. Di kitab Yohanes 4 Yesus melambangkannya dengan gunung yang berbicara soal tempat, dan adat istiadat, yang lebih jauh mencakup pengertian tradisi dan ritual. Sementara sebagaimana disebut terdahulu, kata proskuneo lebih menunjukkan proses worship itu sendiri. Mari kita lihat lebih lanjut unsur worship yang hanya ada pada kata Proskuneo:

4. Selain tiga unsur terdahulu, worship mengandung unsur Merendahkan Diri. Apa yang kita lijhat di sini adalah adanya suatu PENERIMAAN. Si penyembah tidak saja mengakui kebesaran Tuhan, tapi MENERIMA kebesaran itu dengan mengakui KERENDAHAN-nya. Sangatlah berbeda antara mengakui kebesaran seseorang dengan mengakui kerendahan kita terhadap kebesaran orang tersebut.
5. Unsur lain lagi adalah Penyerahan Diri. Proskuneo berarti tersungkur/membungk ukkan badan, atau berarti “menyerahkan kepala” !!! Kepala adalah pusat pemerintahan kehidupan kita, lambang kehormatan kita ! Dengan membungkukkan badan kita menyerahkan pemerintahan hidup kita kepada Tuhan, menyerahkan kehormatan kita pada Tuhan. Itulah sebabnya Paulus bisa berkata bahwa hidupku bukannya aku lagi….. (Gal 2 :20). Kalau dilihat dalam kerangka psikoanalisa, maka ego kita tunduk pada dan diperintah oleh Superego yaitu Tuhan! Roma 12 :1 mengatakan bahwa ibadah yang sejati itu adalah mengorbankan tubuh sebagai persembahan yang hidup…. Inilah salah satu pengertian dari ayat tersebut.
6. Unsur terakhir yang dimuat dalam kata proskuneo adalah Kasih. Sebagaimana seekor anjing yang menjilat tangan tuannya atau juga dilambangkan dengan ciuman. Ciuman adalah tanda kasih dan ini menandakan adanya hubungan pribadi yang intim.

Dari tiga unsur tambahan ini dapat disimpulkan bahwa menyembah Tuhan bukan sekedar meninggikan NamaNya dan mencari hadiratNya dengan rasa hormat dan kekaguman belaka!! Menyembah berarti merendahkan diri dan ke akuan kita dan menyediakan diri untuk diperintah olehNya, Namun tidak secara terpaksa, melainkan berdasarkan KASIH! Tepat seperti seorang pemudi yang mengasihi seorang pemuda yang lebih dulu mengasihinya, dan kemudian menundukkan diri di bawah kebesaran si pemuda dan menyediakan diri untuk mengiring dia dan akhirnya diperintah olehnya….. … yang nantinya menjadi kepala keluarga. Bukankah gereja juga di gambarkan sebagai calon mempelai dari Kristus???? Inilah penyembahan yang sesungguhnya. Dan ditambahkan oleh kitab Yohanes, ini semua harus DI DALAM ROH!!! Jadi bukan merupakan perkara daging! Dan di dalam Yesus sang Jalan, KEBENARAN, dan Kehidupan. Artinya Penyembahan kita harus khusus bagi Yesus. Sebagai mana calon mempelai harus hidup dalam kekudusan, demikan pula kita menyembah Allah dengan berhiaskan Kekudusan artinya hanya big Dia dan Dia saja……. Penyembahan yang demikian akan mendatangkan Hadirat Allah, dan diamana ada hadiratNya disitu ada KuasaNYA!… Tidaklah heran kalau berbagai mujizat akan terjadi dalam penyembahan demikian…. .

Nah diakhir tulisan ini, sekarang kembali kepada pertanyaan diatas, Apakah kita sudah MENYEMBAH Tuhan???? Dalam pengertian penyembah yang DIKEHENDAKI oleh Tuhan? Atau kita masih berhenti pada penyembahan sebagaimana kitab 2 Timotius?? Kiranya ini menjadi bahan perenungan kita bersama. Amin.

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives