Sehubungan dengan semakin maraknya diskusi dan meningkatnya keingintahuan kita akan hubungan antara GPdI kita yang tercinta dengan sang mitra The Foursquare Church atau resminya ICFG akhir-akhir ini, beberapa waktu saya sempat tergelitik untuk mengetahui apakah ada perbedaan mendasar antara gereja kita dengan gereja aliran Pantekosta di Amerika, khususnya the Assembly of God dan Foursquare. Perlu saya garis bawahi di sini bahwa studi ini bukan dimaksudkan untuk mencari titik perbedaan atau pemisahan dari gereja-gereja tersebut, namun sebagaimana pepatah lama mengatakan „Tak kenal maka tak sayang“, hal ini di tujukan untuk menjadi ajang untuk saling mengenali kesamaan dan perbedaan yang ada dan kemudian diharapkan untuk dapat membina pengertian antar sesama anak Tuhan.
Dari sisi sejarah, ketiga gereja ini bermula langsung atau paling tidak merupakan buah dari pergerakan Pantekosta di 312 Azusa Street, Los Angeles, California tahun 1906 yang lalu. The Assemblies of God adalah salah satu gereja aliran Pantekosta pertama yang dibentuk oleh sekumpulan peserta dari KKR di Azusa tsb, kemudian salah satu hadirin di KKR tersebut membawa berita Pantekosta ke daerah Chicago, dimana disana Seorang wanita Kanada, bernama Aimee Semple, (yaitu janda penginjil Pantekosta dari Irlandia, Robert Semple, yang meninggal sebagai missionary di China), dijamah Tuhan dengan kesembuhan Illahi. Aimee menikah dengan pengusaha Harold Mac Pherson, menjadi seorang penginjil wanita kenamaan, dan mendirikan Foursquare Church. Sementara GpdI sejarahnya berasal dari Bethel Temple atau Bethel Fellowship International di Seattle yang didirikan oleh William Henry Offiler yang dijamah api Pantekosta yang melanda daerah Seattle ditahun 1910-1920.
Sekarang mari kita simak perbandingan Pengakuan Iman atau Doktrin Dasar dari ke tiga gereja ini:
| Gereja Pantekosta di Indonesia | The Assemblies of God | The International Church of Foursquare Gospel |
| 1. Kami percaya Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan oleh Roh Kudus terdiri dari 66 buku “Kejadian sampai dengan Wahyu” | 1. WE BELIEVE…The Scriptures are Inspired by God and declare His design and plan for mankind. | 1. We believe that the Bible is the inspired Word of God: true, immutable, steadfast, and unchangeable |
| 2. Kami percaya Allah Yang Maha Esa dan kekal dalam wujud Trinitas : “BAPA dan PUTERA dan ROH KUDUS”, Keesaan namaNya yaitu : “ TUHAN YESUS KRISTUS“. | 2. WE BELIEVE…There is only One True God–revealed in three persons…Father, Son, and Holy Spirit (commonly known as the Trinity). | 2. We believe that God is triune: Father, Son and Holy Spirit; the Three are coexistent, coeternal, and equal in divine perfection |
| 3. Kami percaya Allah pencipta alam semesta dan manusia, seperti tertulis dalam Kitab Kejadian | ||
| 4. Kami percaya Tuhan Yesus Kristus , Anak Allah yang telah menjadi manusia, dilahirkan Perawan Maria yang mengandung oleh Roh Kudus, mati disalib, menanggung dosa manusia, dikuburkan, bangkit, naik ke surga dan akan datang kembali. | 3. WE BELIEVE…In the Deity of the Lord Jesus Christ. As God’s son Jesus was both human and divine. | 4. We believe that while we were yet sinners Christ died for us, took our place, and with His life’s blood purchased the pardon for all who believe in Him |
| 4. WE BELIEVE…though originally good, Man Willingly Fell to Sin–ushering evil and death, both physical and spiritual, into the world. | 3. We believe that man, created in the image of God, by voluntary disobedience fell into the depths of sin and iniquity, bequeathing sin’s nature and consequences to all mankind, with their accompanying loss of intended meaning and purpose | |
| 5. Kami percaya Roh Kudus adalah Pribadi Allah yang memiliki sifat: Kekal, Mahahadir, Mahakuasa, Mahatahu, Mahakudus, Mahakasih dan baptisan Roh Kudus yaitu kepenuhan Roh Kudus dengan tanda berkata-kata dalam berbagai bahasa sebagaimana diilhamkan oleh Roh Kudus diterima oleh orang percaya, bertobat dan lahir baru | 7. WE BELIEVE…the Baptism in the Holy Spirit is a Special Experience Following Salvation that empowers believers for witnessing and effective service, just as it did in New Testament times
8. WE BELIEVE… The Initial Physical Evidence of the Baptism in the Holy Spirit is ‘Speaking in Tongues,’ as experienced on the Day of Pentecost and referenced throughout Acts and the Epistles. |
10. We believe that the baptism in the Holy Spirit empowers believers to exalt Jesus, to live lives of holiness, and to be witnesses of God’s saving grace; we expect the Spirit’s incoming to be after the same manner as that in which He came upon believers in the days of the Early Church |
| 6. Kami percaya baptisan air, yaitu diselamkan dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus wajib dilakukan bagi mereka yang diselamatkan yaitu percaya, bertobat dan lahir baru, untuk menggenapkan kebenaran Allah. | 6A. WE BELIEVE…and practice two ordinances—(1) Water Baptism by Immersion after repenting of one’s sins and receiving Christ’s gift of salvation | 9A. We believe that being baptized in the name of the Father, Son, and Holy Spirit is an essential response to Jesus’ command, testifying to His lordship as Christ and King
6. We believe that, upon sincere repentance and a whole-hearted acceptance of Christ, we are justified before God through Jesus’ sacrificial death 7. We believe that the change that takes place in people at conversion is a very real one; that having received righteousness in Christ and having received of His Spirit, people will have new desires, interests, and pursuits in life. 8. We believe that it is the will of God that those who have been born again grow in sanctification, become partakers of His holiness, and daily grow stronger in the faith, power, prayer, love, and service 11. We believe that it is the will of God that believers walk in the Spirit moment by moment, serving the Lord and living lives of patience, love, truth, sincerity, and prayer |
| 7. Kami percaya keselamatan orang berdosa, roh, jiwa dan tubuh, oleh anugerah dan iman kepada Tuhan Yesus Kristus, dan semua orang percaya harus mempertahankan keselamatan, kekudusan, kesetiaan dan apabila tidak memeliharanya, keselamatan itu dapat hilang | 5. WE BELIEVE…Every Person Can Have Restored Fellowship with God Through ‘Salvation’ (accepting Christ’s offer of forgiveness for sin).
9. WE BELIEVE…Sanctification Initially Occurs at Salvation and is not only a declaration that a believer is holy, but also a progressive lifelong process of separating from evil as believers continually draw closer to God and become more Christlike. |
5. We believe that salvation is wholly through grace; that no human righteousness or merit can contribute to our receiving God’s love and favor |
| 8. Kami percaya peranan karunia–karunia Roh Kudus dalam Jemaat. | 7. WE BELIEVE…the Baptism in the Holy Spirit is a Special Experience Following Salvation that empowers believers for witnessing and effective service, just as it did in New Testament times | 12. We believe that the Holy Spirit bestows enabling ministry gifts upon believers, and that these gifts will build up the Body of Christ through edification and evangelism; as evidence of a Spirit-filled life, believers should show spiritual “fruit”: love, joy, peace, long-suffering, gentleness, goodness, faith, meekness, temperance |
| 9. Kami percaya Perjamuan Tuhan yang lazim disebut Perjamuan Kudus harus diterima oleh mereka yang percaya | 6B. and (2) Holy Communion (the Lord’s Supper) as a symbolic remembrance of Christ’s suffering and death for our salvation. | 9B. We believe in observing the Lord’s Supper, receiving the broken bread and the fruit of the vine with joy and faith as we partake anew of the life and triumph of Christ’s Cross |
| 10. WE BELIEVE…The Church has a Mission to seek and save all who are lost in sin. We believe ‘the Church’ is the Body of Christ and consists of the people who, throughout time, have accepted God’s offer of redemption (regardless of religious denomination) through the sacrificial death of His son Jesus Christ. | 21. We believe that soul winning is the “one big business” of the Church on earth, and that every hindrance to worldwide evangelism should be removed | |
| 11. WE BELIEVE…A Divinely Called and Scripturally Ordained Leadership Ministry Serves the Church. The Bible teaches that each of us under leadership must commit ourselves to reach others for Christ, to worship Him with other believers, and to build up or edify the body of believers–the Church. | ||
| 13. We believe a Christians’ moderation should be obvious to others and that relationship with Jesus should never lead people into extremes of fanaticism; their lives should model that of Christ in uprightness, balance, humility, and self-sacrifice | ||
| 10. Kami percaya kesembuhan Allahi atas segala penyakit oleh bilur–bilur Yesus dalam kuasa nama-Nya. | 12. WE BELIEVE…Divine Healing of the Sick is a Privilege for Christians Today and is provided for in Christ’s atonement (His sacrificial death on the cross for our sins). | 14. We believe that divine healing is the power of Jesus Christ to heal the sick in answer to the prayer of faith; He, who does not change, is still willing and able to heal the body, as well as the soul and spirit in answer to faith |
| 11. Kami percaya penyerahan anak-anak adalah kehendak Tuhan. | ||
| 12. Kami percaya Gereja Tuhan yang esa, persekutuan orang-orang percaya, kudus dan sempurna sebagai Mempelai Perempuan, disingkirkan selama masa tiga setengah tahun tribulasi, diubahkan dan diangkat pada kedatangan kembali Tuhan Yesus. | 13. WE BELIEVE…in The Blessed Hope—When Jesus Raptures His Church Prior to His Return to Earth (the second coming). At this future moment in time all believers who have died will rise from their graves and will meet the Lord in the air, and Christians who are alive will be caught up with them, to be with the Lord forever. | |
| 13. Kami percaya Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Laki–laki, Raja atas segala raja dan Tuan atas segala tuan, yang akan datang untuk menghukum isi dunia dengan adil, dan akan memerintah dalam Kerajaan Seribu Tahun Damai bersama Mempelai Perempuan yaitu Gereja-Nya | 14. WE BELIEVE…in The Millennial Reign of Christ when Jesus returns with His saints at His second coming and begins His benevolent rule over earth for 1,000 years. This millennial reign will bring the salvation of national Israel and the establishment of universal peace. | 15. We believe that the second coming of Christ is personal and imminent; the certainty of His coming and the fact that no man knows the hour of His coming prompt our evangelistic efforts; that the Lord Himself will descend from Heaven, the dead in Christ shall rise, and the redeemed will be caught up to meet the Lord in the air |
| 14. Kami percaya kebangkitan orang–orang kudus sebelum Kerajaan Seribu Tahun Damai dan kebangkitan orang–orang berdosa sesudah Kerajaan itu; orang kudus akan menerima hidup kekal, orang berdosa akan menghadap tahta Allah untuk menerima pehukuman kekal dalam lautan api. | 15. WE BELIEVE…A Final Judgment Will Take Place for those who have rejected Christ. They will be judged for their sin and consigned to eternal punishment in a punishing lake of fire. | 18. We believe that all shall stand before the judgment seat of Christ: the redeemed to be delivered unto everlasting life, and the unrepentant unto everlasting punishment |
| 15. Kami percaya langit dan bumi baru yang berisi Kebenaran, tempat kediaman kekal umat tebusan darah Kristus. | 16. WE BELIEVE…and look forward to the perfect New Heavens and a New Earth that Christ is preparing for all people, of all time, who have accepted Him. We will live and dwell with Him there forever following His millennial reign on Earth. ‘And so shall we forever be with the Lord!’ | 19. We believe that heaven is the glorious habitation of the living God and the eternal home of born-again believers |
| 20. We believe that hell is a place of darkness, deepest sorrow, and unquenchable fire, which was not prepared for man but for the devil and his angels; yet it will become the place of eternal separation from God for all who reject Christ as Savior | ||
| 16. Kami percaya pertemuan–pertemuan ibadah, wajib dilaksanakan secara tetap dengan khidmad dan sukacita. | 16. We believe that it is our sacred duty to identify ourselves with a congregation of believers with whom we can worship God, observe the ordinances of Christ, exhort and support one another, labor for the salvation of others, and work together to advance the Lord’s Kingdom | |
| 17. Kami percaya setiap pemerintah adalah hamba Allah yang ditetapkan Allah. | 17. We believe that civil government is by divine appointment and that civil laws should be upheld at all times except in things opposed to the will of God | |
| 22. We believe that tithing and offerings are ordained of God to sustain His ministry, spread the Gospel, and release personal blessing | ||
Tabulasi ini disusun berdasar point dari GPdI, lalu point dari AG dan FS ditempatkan di tempat yang se tema, sehingga untuk AG dan FS Pengakuan iman ini tidak sesuai dengan urutan aslinya. Dari daftar ini maka dapat kita simpulkan secara sekilas bahwa sebenarnya pada dasarnya ketiga gereja ini serupa. Apa yang merupakan perbedaan tidak lain hanyalah detail-detail pengajaran yang bukan termasuk prinsip dasar pengajaran (walaupun tetap penting dan mendasar), Seperti apa yang tidak ada di GPdI namun ada di AG atau FS hanyalah seperti point mengenai kejatuhan manusia, Penginjilan, sikap moral gereja, Pengertian Neraka dan Persepuluhan. Sedang hal-hal yang ada di GPdI dan tidak di kedua gereja lain adalah, masalah Penciptaan Alam semesta dan Penyerahan Anak. Sebagai contoh lain, Secara umum tampak bahwa AG lebih cenderung menekankan masalah penginjilan, kepemimpinan gereja, bahasa Lidah sebagai tanda baptisan Roh dan Rapture, atau penyingkiran orang percaya pada masa aniaya sebelum kedatangan Tuhan kedua kalinya, sedang FS lebih memberi tekanan pada keselamatan dan kualitas keteladanan hidup sebagai anak Tuhan. Absensi dari point-point ini tidak berarti sesuatu yang tidak dipercayai, tapi lebih merupakan pengajaran yang di ajarkan secara terpisah dan tidak di anggap sebagai prinsip dasar. Atau dengan kata lain dapatlah disimpulkan bahwa adanya perbedaan ini umumnya hanya masalah perbedaan prioritas belaka.
Walaupun pada dasarnya sama, namun prioritas yang berbeda ini juga membuahkan hasil dan kinerja yag berbeda pula. Gereja yang memprioritaskan penginjilan, akan berkinerja agresif, kreatif, dan memiliki banyak aktifitas “diluar”, atau di dunia sekuler. Hal ini dapat dilihat di gereja AG yang program penginjilannya sangat agresif dan kreatif, mulai dari penginjilan bagi anak SMA, mahasiswa, sampai penginjilan rahasia di pedalaman Cina, India, Musik, dsb. Aktivitas “luar”nya seperti Perguruan tinggi sekuler, dan berbagai lembaga seperti Palang Merah, Percetakan, toko buku, dsb. Karena program-program penginjilan inilah The World Assebly of God Fellowship menjadi organisasi Pantekosta terbesar di dunia, yang anggotanya antara lain Yoido Full Gospel Church Pdt. Yonggi Cho, di Korsel, lalu Hillsong Church di Australia, dsb. Sedang FS sesuai dengan prioritasnya tidak menjadi gereja yang seagresif itu, namun tekanan yang kuat pada pengajaran hidup suci atau hidup kekristenan menjadikan FS suatu gereja yang diakui dan jadi panutan dalam kualitas kerohaniannya. Juga prinsip moderasi yang dianut menjadikan FS sebagai suatu gereja yang lebih bersifat konservatif.
Bagaimana dengan GPdI?
GPdI saya rasa berada ditengah-tengah, yaitu cukup agresif, namun juga sangat kuat dalam dasar pengajaran. Inilah sebabnya GPdI menjadi Denominiasi terbesar di Indonesia, dan berkemampuan untuk bertahan hidup dalam situasi apapun. Hanya saja GPdI kurang didukung dengan faktor-faktor penting seperti profesionalisme manajemen, yang antara lain merupakan produk dari tingkat pendidikan yang tinggi, juga GPdI kurang didukung dengan sarana dan prasarana seperti yang dimiliki oleh AG atau FS. Seandainya GPdI ada dalam situasi yang sama dengan FS atau AG, tidaklah heran GPdI akan menjadi salah satu gereja aliran pantekosta yang terkemuka di dunia.
Kembali ke masalah kemitraan dengan Foursquare, penjalinan kerjasama atau kemitraan ini adalah suatu langkah yang sangat positif. Karena dengan adanya jalinan kerjasama ini setidaknya GPdI akan mendapatkan dukungan dalam bidang-bidang penting yang masih sangat diperlukan tersebut. Atau dengan kata lain Kerjasama ini diharapkan dapat menutup lobang kelemahan yang ada saat ini. Dan ini akan berarti kemajuan yang pesat di kemudian hari. Bagaimana dengan pengajaran? Secara umum bisa dikatakan bahwa antara GPdI dan FS tidak ada perbedaan yang mendasar. Jika ada itu kebanyakan hanya masalah prioritas atau dalam beberapa hal mungkin masalah penafsiran (misalnya mengenai akhir zaman), walau hal ini pun masih harus ditelaah lebih lanjut. Atas dasar kenyataan-kenyataan ini, maka sebenarnya sejauh apa bentuk kemitraan dengan FS ini, apakah hanya kerjasama antara dua organisasi independen ataukah bergabung secara terbatas, atau bergabung seluruhnya alias melebur ke FS, tidak perlu dipersoalkan, karena hal ini tidak akan merubah banyak secara pengajaran. Apa yang akan berubah adalah meningkatnya profesionalisme organisasi dan berlimpahnya dukungan sarana dan pra sarana untuk mendukung kelancaran pekerjaan Tuhan, yang kesemuanya ini adalah hal-hal yang kita perlukan dan tidak atau kurang kita miliki sebelumnya. AMIN.” 15 Oktober 2008
