Anjing binatang yang pintar dan menyenangkan, sehingga banyak orang senang memeliharanya. Hampir semua anak menyukai anjing, apalagi kalau anjing itu tidak terlalu besar dan lucu.
Anjing dianggap mempunyai kecerdasan yang cukup tinggi. Tingkat kecerdasan anjing bergantung pada ras dan masing-masing anjing. Ada anjing yang dapat mematuhi dan menjalankan berbagai macam perintah. Anjing ras lain mungkin tidak tertarik untuk menuruti perintah manusia, tapi lebih suka menunjukkan kepintaran dalam hal-hal lain seperti menggembalakan hewan ternak. Ada pula anjing yang senang dengan bola.
Anjing mempunyai naluri untuk patuh. Anjing yang sudah dilatih sebagai anjing penuntun bagi tuna netra (orang buta) dapat mengenali berbagai macam keadaan bahaya dan cara menghindar dari keadaan tersebut
Anjing merupakan hewan sosial sama seperti halnya manusia. Kedekatan pola perilaku anjing dengan manusia menjadikan anjing bisa dilatih, diajak bermain, tinggal bersama manusia, dan diajak bersosialiasi dengan manusia dan anjing yang lain.
Anjing dikenal sebagai binatang yang setia dan binatang yang mengabdi kepada tuannya.Pemilik anjing sangat menghargai kesetiaan dan pengabdian anjing dan menganggapnya sebagai anggota keluarga sendiri. Anjing kesayangan bahkan sering sampai diberi nama keluarga yang sama seperti nama pemiliknya.
Lucunya, kalau seseorang marah, sering mengatai orang dengan sebuan “anjing”. Kata “anjing” di dalam alkitab berbahasa Indonesia terjemahan baru ditemukan dalam 46 ayat. Dalam beberapa ayat, kata “anjing” dipakai untuk menggambarkan suatu keadaan yang rendah, contoh: Ayub 30:1, Amsal 26:11, Matius 7:6, Matius 15:26, Markus 7:27
Didalam kitab Matius 15:26 Yesus berkata: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
Yesus menganggap wanita Kanaan dianggap sama dengan seekor anjing. Namun wanita itu tidak marah, wanita itu tetap berharap kepada Yesus agar anaknya sembuh.
Nah …. Sekarang kalau ada teman kamu berkata: “Kamu seperti anjing!”, lalu kamu marah, itu bukan pikiran yang cerdas. Bandingkan dengan ejekan yang diterima oleh wanita Kanaan, bandingkan juga dengan ejekan dan hinaan yang diterima Yesus, contoh:
1. Barabas (orang hukuman) dibebaskan, tetapi Yesus ditangkap untuk disalib.
2. Yesus diberi mahkota duri dan di ejek.
3. Yesus diludahi oleh orang orang, kepala Yesus dipukul dan seterusnya.
Sikap Yesus ketika diejek adalah diam, tidak marah. Nah sudah sewajarlah kalau kalian berbuat serupa Yesus bukan? Jadi kalau temanmu mengejek kamu, menyakiti kamu, menghina kamu, meninggalkan kamu…Ingat penderitaan Yesus ya.. Kamu pasti bisa dengan pertolongan Roh Kudus! (S)
