Pada kitab Galatia 4 : 21-28, dalam ayatnya yang ke-22 menceriterakan bahwa Abraham mempunyai 2 anak, yang satu dilahirkan dari perempuan perhambaan (Ismail) dan yang satu dilahirkan dari perempuan yang merdeka (Ishak). Anak yang berasal dari perempuan hamba diperanakkan menurut daging, ia dan semua keturunannya bagaikan Gunung Sinai di tanah Arab, atau dapat digambarkan sebagai Yerusalem yang ada di dunia ini.
Sedangkan anak yang berasal dari perempuan merdeka diperanakkan oleh karena janji, ia dan keturunannya bagaikan Gunung Sion, atau dapat digambarkan sebagai Yerusalem surgawi (surga kekal).
Dalam ayat 28 dikatakan bahwa kita adalah seperti Ishak, yaitu anak-anak janji. Kita adalah orang kafir yang percaya kepada Tuhan & berhak mewarisi kerajaan Sorga. Ibrani 12 : 22 juga menegaskan bahwa kita sudah datang ke bukit Sion, kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi itu.
Peristiwa penyaliban Yesus menggeser janji Allah kepada bangsa Israel. Anak perjanjian yang dimaksudkan seharusnya adalah orang-orang Israel, tetapi karena mereka menolak Firman Allah seperti yang ditulis dalam Yohanes 1 : 11, maka dalam ayat 12 pintu kemurahan itu terbuka dan semua orang diberi oleh-Nya hak untuk menjadi anak-anakNya. Begitu juga dengan kita (orang kafir), kita diberi hak untuk menjadi milik kepunyaan-Nya, yang mewarisi janji-janjiNya.
Roma 9 : 5
Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!
Markus 8 : 29
Ia bertanya kepada mereka : “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Petrus : “Engkau adalah Mesias!”
Kedua ayat di atas menegaskan bahwa Mesias berasal dari keturunan Israel & Yesus adalah Mesias.
Galatia 3 : 26
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
Galatia 4 : 7
Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
Kita bukan lagi sebagai hamba, melainkan anak-anak Allah dalam iman kepada Yesus Kristus, maka kita berhak untuk mewarisi janji-janji Allah.
1 Yohanes 3 : 2
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
Sekarang ini kita adalah anak angkat Allah dengan prosedur kita percaya kepada Yesus Kristus dan memberi diri kita untuk dibaptis. Meskipun demikian, kita tidak tahu apakan besok atau nanti kiya akan tetap menjadi anak Allah atau tidak, oleh karena itu saat-saat ini kita harus menjaga hidup kita agar kita tetap berhak mempunyai status sebagai anak Allah sampai Tuhan datang, menyatakan kemuliaan dan menyempurnakan kita.
Amin. Tuhan Yesus memberkati. (20 Juli 2008).
