Dalam kitab Roma 9 : 1-8, Rasul Paulus menyatakan bahwa Firman Allah tidak mungkin gagal (ayat 6), arti dari kata mungkin di sini tidak bersifat subjektif, artinya yang dapat menyebabkan Firman Tuhan gagal adalah karena manusia itu sendiri, bukan Allah.
Paulus mengetahui bahwa keadaan bangsa Israel adalah gagal di hadapan Allah pada waktu itu karena penolakan mereka akan Yesus. Oleh karena itu Paulus sangat terbeban akan keselamatan bangsa Israel.
Roma 9 : 6
“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel.”
Dalam ayat ini yang dimaksudkan dengan “tidak semua orang” itu adalah bukan keturunan Abraham – Ishak secara jasmani, melainkan keturunan yang benar (anak-anak perjanjian) – ayat 8.
Kejadian 17 : 15-22 menjelaskan bahwa Ishak adalah anak perjanjian. Dalam mendapatkan jawaban dari janji Allah kepada Abraham, Abraham melewati proses dari Allah. Abraham harus menunggu selama 25 tahun dan janji Allah itu digenapi dalam kemustahilan di mata manusia. Dalam penantiannya akan janji Tuhan, iman Abraham tidak pernah goyah. Begitu juga kita sebagai orang-orang percaya, harapan kita boleh menjadi goyah, tetapi jangan biarkan iman kita menjadi lemah dalam menantikan janji Tuhan.
Yesaya 55 : 10-11
10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya tumbuh subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, 11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepdanya.
Firman Tuhan tidak akan gagal & tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi Firman Tuhan itu akan pergi & berhasil sesuai dengan perintah Allah.
Allah memberkati Abraham lewat keturunannya (Galatia 3 : 26-29) :
• Ismael, mendapatkan janji berkat jasmani
• Ishak, mendapatkan janji keselamatan
Jadi setiap orang yang berada di dalam Yesus terhitung keturunan yang benar, anak-anak perjanjian yang berhak mewarisi janji Allah kepada Abraham.
2 Petrus 1 : 3-9 – Oleh karena kuasa ilahi-Nya kita dipanggil Allah untuk mengenal pribadi-Nya. Kita yang mengenal Allah memperoleh janji-Nya dan untuk janji Allah itulah kita harus dengan sungguh-sungguh berusaha menambah iman kita dengan :
1. Kebajikan, karena iman tanpa perbuatan adalah sia-sia
2. Pengetahuan, agar kita tidak mudah disesatkan
3. Penguasaan diri, agar kita tidak menjadi sombong
4. Ketekunan, agar dapat mempertahakan iman itu secara konsisten
5. Kesalehan, agar dapat tunduk pada pimpinan Tuhan
6. Kasih kepada saudara seiman
7. Kasih kepada semua orang
Apabila semuanya itu ada pada kita dengan berlimpah-limpah, maka kita akan dibuat-Nya berhasil dalam pengenalan kita akan Dia untuk menerima janji-janji Allah itu.
Amin. Tuhan Yesus memberkati.(13 Juli 2008).
