Sunday May 20th 2012

2 Pengadilan, 5 Mahkota

Author : | This author have 22 posts

2 Pengadilan

Setelah mati, kita menantikan satu pengadilan, Rom.14:10-12. Ada 2 pengadilan yang tersedia bagi semua manusia. Pengadilan Tahta Kristus (The Judgment Seat of Christ), dan Pengadilan Tahta Putih Yang Besar (The Great White Throne Judgment).
Manusia akan berdiri pada salah satu dari 2 pengadilan ini. Kalau kita ada pada pengadilan yang pertama….aman..! Memang yang akan masuk di pengadilan Tahta Kristus hanyalah orang-orang yang percaya dan sudah menerima Yesus. Mereka yang tidak percaya, tidak akan berada disini. Mereka akan menghadap ke Pengadilan Tahta Putih Yang Besar, pada kebangkitan orang mati yang kedua, yaitu kebangkitan semua orang yang tidak percaya Yesus, setelah 1000 tahun damai. Kita ada di Pengadilan Tahta Kristus karena apa yang telah dikerjakan Yesus di kalvari. Keselamatan kitalah yang membawa kita pada pengadilan ini.

Di Judgment Seat kita diadili bukan untuk hal salah atau benar, 1 Cor.3:12-15, tapi untuk menentukan upah hasil kerja, dan menerima mahkota sesuai dengan apa yang telah dikerjakan untuk Tuhan selama kita hidup, 2 Cor.5:10. Waktu pengadilan ini terjadi ketika semua orang percaya telah dibangkitkan pada kebangkitan pertama, ketika pengangkatan (rapture) orang percaya yang masih hidup sudah terjadi, pada pertemuan diudara bersama Yesus, sebelum turun memasuki 1000 tahun damai untuk memerintah bersama Yesus di bumi.

Disini semua pekerjaan yang kita kerjakan untuk Tuhan akan diuji oleh api, yaitu kebenaran, atau firmanNya. Hanya Dia yang bisa membedakan mana asli dan palsu dari bahan bangunan yang kita pakai untuk membangun. Mana yang bisa diterima, mana yang tidak, yang tulus, benar, dan yang tidak berkenan. Bahan yang tidak tahan api akan hangus terbakar, 1 Cor.3:13, 2 Cor.5:10. Fondasi dari bangunan kita adalah Yesus Kristus dan pekerjaanNya di Kalvari, 1 Cor.3:11. Jika pekerjaan kita tahan uji maka kita akan mendapatkan upah. Tapi jika pekerjaan kita hangus terbakar tidak tahan api yang menguji maka kita akan menderita kerugian, tapi keselamatan kita tidak hilang. 1 Cor.3:14-15. Tuhan yang adil dan benar tidak akan memberi upah bagi pekerjaan yang tidak layak, dan tidak bisa diterima sesuai standardNya. Jika tidak, maka Hal ini akan bertentangan dengan sifatNya, Gen.18:25, Rom.2:1-6. Ada kerugian jika pekerjaan kita tidak berkenan, dan ada rasa malu karena hal itu. Tapi penyesalan dan malu ini tidak terus terbawa sampai pada kekekalan. Rev.7:17, 21:4. Isa.61:7. Mungkin disinilah air mata dan tangisan terakhir bagi orang-orang percaya sebelum memasuki 1000 tahun damai yang tanpa tangisan bersama Yesus. Tangisan dari mereka yang malu dan gagal, sementara orang lain bersorak-sorai menyaksikan hasil kerja mereka yang penuh duka dan derita, yang menabur dengan tetesan air mata, ternyata mendapat upah yang luarbiasa.

Kita pelajari di alkitab ada 2 hal yang bisa membuat upah kita hilang. Kita bisa kehilangan upah karena kelalaian atau kealpaan kita seperti halnya Israel bangsa pilihan Tuhan yang telah dipercayakan Firman, Rom.3:2; janji berkat, Gen.12:2; pengetahuan tentang keselamatan, Luk 1:76-77. Tapi karena keras kepala dan menolak Yesus, Mat.21:42 maka non Yahudi menerima injil keselamatan. Non Yahudi tidak mencuri atau merebut hal tersebut dari bangsa Israel, tapi hal ini terjadi karena kelalaian dan penolakan yang bersangkutan. Upah kita juga bisa hilang karena materi yang kita pakai untuk membangun dalam pekerjaan Tuhan tidak tahan api. Kita membangun dengan bahan yang tidak layak atau tidak memenuhi persyaratan. Ada perbedaan kemuliaan bagi setiap orang didalam kehidupan surgawi nanti.

Pengadilan Tahta Putih Yang Besar diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak percaya dan menolak Yesus. Disini ada buku-buku yang dibuka. Salah satu buku yang disebutkan namanya adalah Buku Kehidupan. Mereka yang berdiri di pengadilan ini namanya tidak ditemui dalam buku kehidupan. Mereka akan diadili sesuai apa yang dikerjakan selama hidup, dan didapati mereka semua akan dilempar ke lautan api. Pengadilan ini akan terjadi setelah masa 1000 tahun damai pemerintahan Yesus di bumi. Setelah langit dan bumi lenyap, dan perang terakhir Gog dan Magog. Tidak ada seorangpun yang berada di pengadilan ini akan selamat. Inilah waktunya kebangkitan kedua yaitu kebangkitan semua orang tidak percaya yang sudah mati. Rev.20:11-15. Di ke dua pengadilan ini yang menjadi hakimnya adalah Yesus. Mat.28:18, Gen.18:25, 2 Tim.4:8, Act.10:42, 17:31, John 5:22.

Keselamatan dan upah

Keselamatan Tuhan sediakan untuk semua manusia secara cuma-cuma. Kita tidak perlu bayar atau bekerja untuk memperolehnya. Cukup percaya Yesus, maka kita akan terima keselamatan. Eph.2:8-9. Setelah selamat, kita harus kerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar supaya kita tidak beraib dan bernoda, serta bercahaya seperti bintang-bintang didunia yang gelap ini. Keselamatan sudah disediakan kepada semua yang mau percaya dan yang mau menerimanya.
Setelah terima Keselamatan, ada Upah yang Tuhan sediakan bagi setiap orang. Upah ini menanti kita di Tahta Pengadilan Kristus. Di dunia kalau kita bekerja ada upah atau gaji dalam bentuk uang sebagai penghargaan atau imbalan atas prestasi kita. Atau bisa juga dalam bentuk materi lainnya sesuai dengan prestasi dan imbalan yang telah dijanjikan. Jumlah penghargaan akan berbeda antara satu dengan lain orang. Ada juga yang sama, tapi setiap kita puas dengan penghargaan yang telah disepakati. 1 Cor.3:8.

Kalau dihubungkan dengan dunia kerja, keselamatan adalah saat dimana kita telah diterima sebagai karyawan, minggu depan atau bulan depan kita akan menerima gaji/upah/reward sebagai imbalan. Sebelum kita diterima sebagai karyawan (selamat), kita tidak akan pernah menerima gaji dari seseorang/boss/majikan. Demikian halnya dengan Tuhan. Kita tidak akan menerima upah sebelum kita diterima sebagai hamba Tuhan (menerima keselamatan melalui Yesus) yang kemudian bekerja bagi kerajaanNya dengan standard kerja yang telah ditentukan yaitu pekerjaan Yesus di Kalvari. Kita bekerja dan membangun atas dasar ini. Jika kita tidak bekerja dengan dasar yang telah ditetapkan maka pekerjaan kita akan hangus terbakar ketika diuji oleh api. Pekerjaan kita selama didunia menjadi sia-sia dan kita akan menderita kerugian. Kerja buat Tuhan adalah untuk semua orang yang telah diselamatkan, bukan hanya pekerjaannya Hamba Tuhan atau para pendeta saja.

Jadi keselamatan disediakan bagi orang berdosa, sedangkan upah disediakan bagi orang percaya. Keselamatan sama bagi semua orang yang menerimanya dengan iman, upah akan berbeda bagi setiap orang sesuai dengan pekerjaan masing-masing. Keselamatan melalui iman, sedangkan evaluasi terhadap pelayanan kita melalui apa yang kita kerjakan. Keselamatan untuk selamanya dan kita bisa nikmati sekarang, sedangkan upah akan kita terima ketika perlombaan sudah selesai dan dimenangkan, saat kita berada di Tahta Pengadilan Kristus.

Patutkah kita membicarakan tentang upah?, sementara keselamatan yang kita terima hanyalah anugrah Tuhan semata-mata!. Sudah selamatpun kita sangat senang dan bersyukur!. Tapi sungguh mengejutkan karena alkitab mencatat bahwa Tuhan sendirilah yang perduli dan membicarakan tentang upah yang telah disediakan bagi kita yang percaya. Perjanjian lama mencatat tentang hal ini di: Gen.15:1, Ruth.2:12, 1 Sam.24:19, Psalm 19:9-11, Psalm 58:11, Isa.62:11. Perjanjian Baru mencatat: Mat.5:12, 6:3-4, 10:41, 16:27, Mark.9:41, Luk 23:40-41, Col.3:23-24, 1 Tim.5:18, 2 John 1:8.

Upah adalah idenya Tuhan. Muncul dari hatiNya. Ia yang mengembangkan, menetapkan kriteria, dan menyatakan kemurahanNya dengan menyediakan upah bagi pelayan yang tulus dan setia. Yang menentukan upah kekal kita adalah motif, ketaatan, dan karakter, yang semuanya ini secara pasti membawa kita pada hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan. Inilah yang dikehendakinya. Oleh sebab itu Ia menyediakan upah bagi semua yang mengenalnya lebih baik, dan melayani karena mengenalNya. John 12:26,Heb.11:6.

Perlombaan Wajib

Paulus menulis kepada jemaat di Filipi: “Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.Phil.3:13-14. Kemudian di Phil.2:16: “Sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah”.

Di Gal.2:2 dan Gal 5:7, Paulus juga menulis kepada jemaat disana tentang suatu perlombaan. Juga di Ibrani 12:1, ada perlombaan yang diwajibkan bagi kita dan kita harus tekun melakukannya. Dijaman Paulus perlombaan-perlombaan duniawi sudah sering dilakukan. Pemenangnya diberikan mahkota, atau medali dalam bentuk karangan bunga yang mudah layu, bukan medali atau piala seperti sekarang. Ia menghubungkan hal ini dengan pelayanan kita untuk pekerjaan Tuhan. 1 Cor.9:24. Kita harus berlari dan berlomba sedemikian rupa untuk memperoleh kemenangan. Ayat 25: Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Ayat 27: Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. Dan akhirnya di 2 Tim.4:7-8 Paulus menulis: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Selain Paulus, Petrus juga menulis tentang upah yang kekal dan mahkota yang tidak layu yang tersedia bagi orang percaya dari Tuhan. Jadi memang ada perlombaan bagi setiap kita, ada mahkota tersedia sebagai upah karena kesetiaan dalam setiap pekerjaan yang dilakukan bagi Tuhan.

2 Kategori Mahkota.

Perhatikan 1 Cor.3:14, Mat.16:27, Rev.22:12, dan Luk.14:14. Di sorga penghargaan yang Tuhan sediakan untuk hasil kerja kita adalah Mahkota. Mungkin bagi rata-rata kita yang hidup jaman sekarang sulit membayangkan sukacitanya mendapat mahkota karena hal ini tidak umum. Kecuali para peserta kontes Ratu Kecantikan yang memang biasa mengejar mahkota kemenangan. Mungkin lebih mudah bagi kita membayangkan dapat uang, mobil, rumah, jabatan, dlsb. Tapi bagi mereka yang hidup dijaman alkitab, atau jika kita mau mengerti lebih dalam tentang sistem kerajaan dan kuasa, mahkota adalah lambang dari otoritas, jenis penghargaan yang sesuai, sangat memuaskan, dan sangat didambakan.

Catatan alkitab menyatakan bahwa mahkota kita terima melalui usaha yang sungguh-sungguh, tidak diberikan kepada mereka yang tidak memenuhi syarat atau kalah dalam pertandingan. Alkitab menggunakan 2 kata untuk mahkota. Yang satu adalah Stephanos, yaitu mahkota yang diberikan kepada para penakluk atau pemenang. Mahkota ini diterima karena sukses yang telah dicapai. Suatu penghargaan dalam bentuk lingkaran karangan bunga yang dikalungkan atau dikenakan di kepala. 1 Cor.9:25, 2 Tim.2:5.

Yang kedua adalah Diadema. Mahkota ini tidak diberikan karena sukses seseorang tapi merupakan mahkota kerajaan. Mahkota ini dikenakan karena status seseorang. Kata ini hanya dipakai sebanyak 3 kali di perjanjian baru dan semuanya di kitab Wahyu. Mahkota ini dikenakan oleh si perencana perampas kuasa dari Raja yang sebenarnya yaitu Yesus. Mereka adalah Naga Merah Rev.12:3, dan Antikris Rev.13:1. Hal ini menyingkapkan tujuan akhir mereka yaitu untuk merebut mahkota kerajaan yang sebenarnya, yang hanya patut dikenakan oleh Yesus Raja diatas segala raja yang akan memerintah selama-lamanya Rev.11:15.

Jadi kapan saja para penulis Perjanjian Baru menyebut kata mahkota, yang dimaksud adalah stephanos, mahkota yang diperoleh melalui suatu usaha. Untuk lebih jelas tentang Stephanos yaitu mahkota yang harus kita perjuangkan baca di 1 Cor.9:25, Phil.4:1, 1 Thes.2:19, 2 Tim.2:5, 4:8, James 1:12, 1 Pet.5:4, Rev.2:10.

5 Jenis Mahkota

Alkitab menyebutkan ada 5 macam Mahkota. Mahkota tersebut tidak diberikan secara spekulatif atau kepada sembarangan orang yang sudah menang. Tapi berdasarkan kritera khusus seperti situasi, pengalaman dan tantangan hidup yang dialami orang percaya. Jadi bagi mereka yag telah menang dari situasi tertentu maka tersedia jenis mahkota yang diperuntukkan bagi semua orang yang melalui hal yang sama. 5 jenis mahkota itu adalah:

Mahkota Kemenangan

Mahkota ini berhubungan dengan kehidupan kristen sehari-hari. Ia disediakan bagi semua orang yang mengerti pentingnya kehidupan kristen yang benar, dan memprioritaskan hal ini lebih dari hal lainnya. Mereka yang menghadapi banyak kesulitan dan tantangan, bekerja sungguh-sungguh, setia, tekun walau naik turun dalam perjalanan hidup dalam kebenaran Tuhan. Bagi mereka yang tidak mundur…mereka yang menang telah tersedia Crown of Victory..incorruptible crown!

Rasul Paulus menulis surat pertama kepada jemaat yang dibangun pada perjalanan missi kedua, yaitu jemaat di Korintus. Awal dari jemaat ini sangat baik. Tapi dosa yang sudah merata di kota Korintus telah menyelusup dalam kehidupan gereja. Jemaat ini menjadi duniawi dan gagal tumbuh mencapai kedewasaan rohani. Saat menulis surat pertama ke Korintus, jemaat disana telah terpecah karena perselisihan yang serius. Dosa dibiarkan bertambah buruk dalam kehidupan berjemaat. Pada pasal terakhir suratnya, Paulus menjelaskan tentang disiplin yang merupakan bagian dari setiap kehidupan kristiani yang sehat. Disiplin ini membawa kita tumbuhan dewasa didalam Tuhan. 1Cor.9:24-27, Ia memakai atlit sebagai contoh yang mendisiplinkan dirinya senantiasa supaya tetap berada pada posisi tertinggi dari setiap pertandingan.

Hidup dalam perlombaan sebagai orang percaya kita harus senantiasa memperhatikan penguasaan diri, khususnya terhadap keinginan duniawi/kedagingan, hawa nafsu, dan kecondongan untuk melakukan dosa.Rom.6:6. Hal ini tidak akan berhenti sampai kita mati, merupakan perjuangan seumur hidup. Col.3:5-11. Kita harus tetap melatih diri, sabar, mengasihi dan mengampuni. Firman Tuhan harus tinggal dalam kita secara berlimpah sehingga kita mampu melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Col.3:16.
Jika kita menang, kita akan menerima mahkota kemenangan, yang juga disebut the winner’s crown…the runner’s crown, mahkota yang tidak layu dan kekal.

Mahkota Kemegahan

Mahkota ini disediakan bagi mereka yang menginvestasikan hidupnya bagi orang lain. Mahkota ini juga disebut sebagai mahkota pemenang jiwa (soul winner), dan juga the rejoicing crown. Mereka yang akan menerimanya adalah orang yang sungguh-sungguh memberitakan injil kepada orang lain. Mereka yang pelayanannya dimotivasi oleh kasih, dan memenangkan jiwa-jiwa akan menerima mahkota ini.

Paulus mengatakan bahwa jemaat di Tessalonika hasil pelayanannya adalah mahkota kemegahannya. 1 Tes.2:19-20. Juga kepada jemaat di Filipi yang merupakan sukacita dan mahkotanya. Phil.4:1.
Eze.33:11 Tuhan tidak suka pada kebinasaan orang. Tapi ada sukacita atas pertobatan jiwa yang tersesat Luk.15:10. Psalm.126.5-6 Ada sukacita bagi penabur yang seringkali menabur dengan mencucurkan air mata. Mereka akan menerima mahkota kemegahan yang tersedia. Bagi para pemberita injil, pemenang jiwa, dan misssionary telah tersedia mahkota kemegahan yang menanti mereka.

Mahkota Kebenaran

The righteousness crown ini disediakan bagi mereka yang rindu dan mempersiapkan diri dalam menantikan kedatangan Yesus. Paulus memiliki banyak pengalaman, dan hidup yang berbuah-buah. Banyak yang bisa disaksikan, dan bisa membuatnya puas. tapi diakhir kehidupannya ia melihat kedepan, bukan kebelakang. Ia tahu bahwa ia telah melakukan perjuangan yang benar, telah menyelesaikan tugas, dan tetap mempertahankan iman, maka tersedia baginya mahkota kebenaran. 2 tim.4:4. Ia yakin bahwa mahkota kebenaran telah tersedia baginya. Ditambahkannya bahwa mahkota ini tidak hanya untuknya, tapi bagi orang-orang yang menantikan kedatangan Tuhan dengan sungguh. 2 Tim.4:8.

Orang percaya yang sadar bahwa hidupnya di bumi hanya sementara, sebagai pendatang, akan mempersiapkan diri dan memprioritaskan kehidupan mereka pada perkara kekekalan mendatang. Mereka ini yang disebutkan pada Tit.2:12-14, 1 John 3:2-3.Sebaliknya bagi yang tidak berfokus akan hal tersebut akan mengutamakan kehidupan duniawi dan tidak bersungguh-sungguh pada panantian. Mahkota yang disebut juga The Watcher’s crown adalah sebuah mahkota yang diberikan karena kita mengerjakan pekerjaan yang benar. Antisipasi dan kemurniaan akan berjalan bersamaan. Kita tidak bisa hidup menantikan Tuhan tapi melakukan hal-hal yang tidak benar dan tidak menyenangkan Tuhan.

Dalam suratnya kepada Timotius, Paulus menjelaskan bahwa ada waktunya kelak orang tidak mau mendengar pengajaran firman Tuhan, ajaran yang sehat 2 Tim 4:3, tapi sebaliknya, mereka akan mengumpulkan guru-guru bukan untuk mengajar kebenaran tapi hanya untuk menyenangkan telinga mereka dan menyetujui perbuatannya yang jahat. Paulus menguatkan Timotius untuk tetap pada pelayanan dan panggilan, serta menyelesaikan pertandingan untuk menerima mahkota kebenaran. 2 Tim.4:8.

Mahkota Kemuliaan

Mahkota ini disediakan kepada mereka yang setia, murni,asli, hamba Tuhan yang menggembalakan domba-domba. The pastor’s crown atau the crown of glory ini merupakan mahkota dari pelayanan, sering disebut juga “the sheperd’s crown”. Mahkota ini dikaitkan dengan gembala yang memperhatikan domba-dombanya. Dan ketika tuan mereka datang, mereka akan menerima mahkota kemuliaan 1 Pet. 5:4. Mereka adalah orang-orang yang memiliki hasrat murni untuk melihat orang lain bertumbuh dalam Tuhan. Mereka lakukan karena kasih kepada domba-domba. Mereka tidak lakukan pelayanan untuk kepentingan pribadi, ketenaran, atau hal materialistis lainnya. Mahkota khusus telah tersedia bagi gembala-gembala yang memiliki hati yang murni. tidak semua gembala akan menerima mahkota ini, hanya yang sesuai dengan standar yang Tuhan tentukan. Mereka yang mengorbankan uang, tenaga, waktu, bahkan terkadang kesehatan, untuk menjaga domba-dombanya tetap sehat dan bertumbuh Act.20:33-35. Jika mereka melayani dengan motivasi pribadi mereka tidak akan mendapat mahkota ini. Sebagian gembala akan ada yang didiskualifikasi karena tidak murni. Tuhan melalui Nabi Zakharia telah memperingati celaka yang akan dialami oleh para gembala yang pandir, pelahap dan tidak perduli akan domba-dombanya. Zac.11:17.

Paulus menulis larangan, peringatan, dan anjuran bagi para gembala dalam 1 Pet. 5:2-3. Juga di 1 Tim.3:1-7. Berdasarkan kualifikasi tsb, akan ada pastor-pastor yang gagal. Gembala haruslah blamless not sinless. Tubuh dan pikirannya harus terkontrol. Mereka harus memiliki karunia pengajaran, tidak hanya kemampuan dalam memimpin. Pastor bisa saja sukses luarbiasa dalam pelayananan selama di dunia tapi ketika menghadap di tahta Kristus mereka didapati gagal karena diskualifikasi. Mereka punya tanggungjawab khusus, juga upah khusus atas pekerjaannya.

Mahkota Kehidupan

Mahkota ini juga disebut “the sufferer’s crown”, “the martyr’s crown”. Ia diberikan kepada mereka yang telah menderita karena iman, bahkan mungkin sampai kehilangan nyawa karena mempertahankan imannya. James.1:12 menjanjikan suatu kebahagiaan bagi mereka yang tahan uji.

Rev.2:10. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan. Inilah janji Tuhan bagi mereka yang tidak penakut dan setia sampai mati..!

Demikian juga yang tercatat di Mat.5:11-12. “Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

Rev.4:10-11 menuliskan: “Maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

Mereka menggambarkan tentang gereja yang akan melemparkan mahkotanya ke hadapan tahta Yesus menyadari bahwa apa yang kita kerjakan semuanya hanya oleh karena Dia yang memberi kemampuan. Semuanya bisa terjadi karena pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita. Bukan oleh kuat dan gagah, tapi oleh Roh Tuhan..!

Tuhan tidak bisa bekerja dan tidak akan memaksakan kehendakNya jika kita tidak menerima, berserah, dan mau dipakai menjadi alatNya. Tuhan kita adalah Tuhan yang cemburu (murni/tanpa dosa). Ia yang terutama dan murah hati. Kita harus mengenalNya sehingga bisa menyediakan tempat khusus yang teristimewa dalam hati dan segenap hidup kita. Dengan demikian kita akan berbahagia walaupun sedang menjalani tantangan hidup yang berat didunia ini. Prioritaskanlah Tuhan dan hal kekekalan, bukan keinginan mata dan keangkuhan hidup, yaitu perkara-perkara sementara didunia ini.

Mat.6:19-21 6:19. “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada”.

Berikut ini adalah beberapa perkara yang bisa mulai diterapkan untuk menyenangkan hati Tuhan kita:

Bersaksi, Mat.5:16: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Menyembah, Mat.26:10: “Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku”.

Bermurah Hati, 1 tim 6:18-19: ” Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya.

Jangan lelah dalam berbuat baik bagi pekerjaan Tuhan. Walau terkadang dampaknya seperti tidak jelas dan bikin patah semangat, ingat bahwa ada upah yang disediakan Tuhan bagi kita. Dia tidak pernah berhutang, Dia tahu semua kejadian di bumi termasuk apa yang sedang kita kerjakan. Mat.10:42: “Barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”

Rev.3:11: “Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.
Tit.2:12-13:”Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini
dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus.
1 John 2:28: “Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.(nyc060410).

Related Tags: ,
Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives