Markus 11:25 – “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”
Ketika anaknya diculik dan belakangan dibunuh, Peter merasa dunianya runtuh. Ia sempat dianggap sebagai tersangka karena tak seorangpun kecuali dia yang mendengar percakapan singkat lewat telepon dengan para pembunuh itu. Tak seorangpun mengambil tebusannya. Polisi menduga bahwa bisa saja Peter berusaha mengeruk uang dari rekening bank-nya sendiri.
Namun orang segera mengakui sesuatu yang lain dalam diri Peter – imannya kepada Kristus serta ketabahannya karena imian tersebut ketika ia melewati proses penyidikan, penangkapan para pembunuh yang sesungguhnya, serta pengadilan. Ketika ia ditanya, apakah ia menginginkan hukuman mati bagi para pembunuh anaknya, ia berkata, “Harapan dan doa saya adalah supaya orang-orang ini dapat mengenal Yesus Kristus dan diampuni serta hidupnya berubah… siapa tahu, suatu hari nanti kita semua berada di sorga bersama-sama.”
Peter belakangan berkata, “Saya menderita kehampaan luar biasa, namun juga menjadi sadar akan kesadaran rohani yang tadinya tidak saya miliki. Kristus mengisi kekosongan dalam hati ini dengan kasihNya sebelum hati saya berisi kebencian. Itulah sebabnya mengapa saya tidak dapat tidak mengampuni para pembunuh itu dan tidak menampakkan kebencian.”
Saudara, ketika kita dipenuhi emosi manusia seperti kebencian, kita memiliki pilihan. Kita bisa menuruti kebencian itu, membiarkannya tumbuh dalam hati kita, dan mengunakannnya untuk memberikan tenaga untuk kita dapat membalas dendam, atau kita bisa memilih untuk menolak kebencian itu, mengasihi seperti Yesus mengasihi kita dan mengungkapkan kasih Tuhan kepada mereka yang telah berbuat salah kepada kita.
Peter, anaknya direnggut oleh para penjahat. Tak ada alasan baginya untuk memilih mengasihi mereka – kecuali pengetahan bahwa Tuhan Yesus mengamuni semua dosa serta mengasihi anak-anak-Nya, dan bahwa kita semua adalah pendosa. Hal ini memungkinkan dia menerima kasih dan berpaling dari kebencian.
