Sunday May 20th 2012

Berjuanglah Sampai Akhir

Author : | This author have 7 posts

2 Timotius 4 : 7. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.


 


Hidup kekristenan seperti halnya lomba lari dimana kita harus memelihara iman sampai akhir. Hidup ini penuh perjuangan, banyak hal yang diperhadapkan kepada kita baik tantangan, hambatan, godaan, tawaran dunia yang semu yang pada akhirnya semua itu sama sekali tidak dapat memberikan jaminan yang kekal. Jaminan hidup kekal ada di dalam iman pada Yesus Kristus.


 


“Berjuang sampai akhir”, apakah arti yang terkandung dalam kalimat ini?


 


1. Berjuang sampai akhir adalah berjuang untuk sebuah keberhasilan.


Keberhasilan yang dimaksud di sini tidak ditentukan hanya dari sebuah prestasi, hadiah, kekayaan, menjadi juara, atau menjadi yang nomor satu. Keberhasilan yang dimaksud adalah suatu keberhasilan yang disertai dengan “perjuangan” (sekalipun dalam kelemahan/kekurangan/keterbatasan) untuk mencapai tujuan akhir. Tidak ada kata menyerah.


 


“Ada seorang wanita berusia 59 tahun yang setiap tahun mengikuti lomba lari maraton. Ia selalu menjadi peserta terakhir yang tiba di finish karena dia lumpuh sejak 30 tahun lalu dan hanya bisa berjalan tertatih-tatih dengan dua tongkat penyangganya. Dia mengikuti lomba lari tersebut bukan untuk menjadi juara, dia hanya ingin membuktikan bahwa kelumpuhan (kelemahan/kekurangan/keterbatasan diri) tidak membuatnya berhenti berjuang mencapai garis/tujuan akhir yaitu garis finish.”


 


1 Korintus 9 : 24 – 27,  Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!. Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang  fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.


 


2. Berjuang sampai akhir adalah berjuang untuk mempertahankan iman. 


Ada sebuah cerita yang pernah saya baca dimana sebuah gereja yang sedang mengadakan ibadah secara tiba-tiba didatangi oleh dua orang berpakaian serba hitam, mukanya ditutupi topeng, dan membawa senjata. Mereka mengancam semua orang di dalam gereja itu untuk menyangkal Yesus. Barangsiapa yang tidak mau menyangkali Yesus, diancam akan dibunuh saat itu juga. Dan bagi siapa yang mau menyangkali Yesus, dipersilahkan keluar dari gereja dan pulang ke rumah mereka masing-masing. Pada akhirnya banyak yang memutuskan untuk menyangkali Yesus demi keselamatan diri saat itu dan keluar dari gereja, sedangkan hanya ada sedikit yang mau mempertahankan iman mereka dan tetap tinggal dalam gereja. Kemudian kedua orang bertopeng & bersenjata itu membuka topeng mereka dan meletakkan senjata mereka di lantai serta berkata : “Lihatlah mereka yang keluar dari gereja ini adalah orang-orang yang munafik, banyak dari mereka mungkin aktifis, majelis & pengurus gereja, pelayan-pelayan Tuhan, atau jemaat yang rutin rajin datang dalam setiap ibadah. Tetapi pada akhirnya mereka tidak mau mempertahankan iman mereka saat maut mengancam di depan mereka”.


 


Bagaimanakah dengan kita? maukah kita tetap mempertahankan iman kepada Kristus saat ujian, tantangan, cobaan, bahkan maut sekalipun diperhadapkan pada kita? mari terus bertumbuh dalam iman, pengharapan, dan kasih kita kepada Kristus setiap saat.


 


3. Berjuang sampai akhir adalah berjuang untuk menghindari, melawan, bangkit & menang dari dosa/kegagalan. 


Saya mengkutip dari suatu artikel yang berkata seperti ini : “Hidup kita sama seperti seorang pelari, dapat menjadi lambat karena berat badan yang berlebih. Dosa yang tidak diakui akan mebuat hubungan kita dengan Tuhan maju dengan lambat. Jika tidak segera diatasi, maka beban kita akan menjadi lebih berat, dan saat kita mau mengatasinya dengan cara mengakuinya kita akan menjadi lebih bebas bergerak. Seperti juga seorang pelari yang harus selalu mengarahkan pandangannya ke arah depan, kita pun harus memfokuskan pandangan kita pada Tuhan Yesus. Pada titik tertentu ada kegagalan, jika pelari tersebut tidak fokus bisa saja terjatuh. Jika kita gagal/jatuh, bangkit kembali, akui dosa, & kembali ke perlombaan.”


 


4. Berjuang sampai akhir adalah berjuang di dalam penderitaan. 


2 Timotius 2 : 3 – 4. Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.


 


Kita bisa belajar dari teladan Paulus yang tetap berjuang, bertahan dalam iman dan pelayanannya kepada Kristus yang seringkali dipenjara, didera di luar batas, dilempar batu, tidak tidur, lapar & dahaga, bahkan sering dalam bahaya maut. (2 Korintus 11 : 23 – 27)


 


5. Berjuang sampai akhir adalah berjuang untuk selalui memperbarui kekuatan. 


Ketika rajawali berumur 60 tahun, ia memasuki periode pembaharuan. Seekor rajawali akan mencari tempat tinggi dan tersembunyi di puncak gunung. Ia berdiam disitu, membiarkan bulu-bulunya rontok satu demi satu. Rajawali ini mengalami keadaan yang menyakitkan dan sangat mengenaskan selama kira-kira 1 tahun. Ia menunggu dengan sabar selama proses ini berlangsung, dan setiap hari ia membiarkan sinar matahari menyinari tubuhnya untuk mempercepat proses penyembuhannya. Melalui proses ini, bulu-bulu baru pun tumbuh, dan rajawali menerima kekuatan yang baru sehingga ia mampu untuk bertahan hidup hingga umur 120 tahun, seperti normalnya rajawali hidup.


 


Seperti halnya rajawali, orang kristen perlu memiliki waktu-waktu khusus untuk berdoa, saat teduh pribadi untuk proses pembaharuan dalam hidup ini. Membiarkan hal-hal lama yang tidak berguna lagi ‘rontok’ dan menanti-nantikan dengan sabar pemulihan dari Tuhan. Pembaharuan adalah prinsip Ilahi, dimana Allah memotong segala sesuatu yang tidak menghasilkan buah dalam hidup kita ini agar kita mampu berbuah lebat. Selama kita menantikan Dia, relakan proses pembaharuan itu berlangsung.


 


Yesaya 40 : 29 – 31. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.


 


Mari kita bersama-sama terus berjuang sampai akhir untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi – keselamatan – hidup yang kekal. Tuhan Yesus memberkati. Amin.


 


By : Sentiche Meiske Wenur

Previous Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives