Keluaran 12:37b
Puji Tuhan, kita kembali lagi, masih dalam ayat 37 karena ada hal yang indah yang bisa kita pelajari dalam ayat tersebut. Minggu lalu kita ketahui bahwa bangsa Israel sesudah dipersiapkan oleh Tuhan dengan adanya hari raya Paskah, mereka makan anak domba yang telah disembelih; darahnya digosokkan pada dua tiang dan ambang pintu, makan roti yang tidak beragi – lalu mereka keluar, mereka berangkat dari Ramses (= a place of tents = tempat kemah-kemah ). Dari sanalah mereka berangkat.
Yes 54 : 2 : Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu !” – jadi kalau orang mau menetap, maka mereka membangun kemah, dan orang tersebut harus mematok patok-patok mereka dengan kokoh supaya tenda tidak roboh. Tetapi kalau tenda sudah berdiri lalu orang mau berpindah keluar, maka tentu tenda ini harus dibongkar dan potoknya harus dicabut. Kata “berangkat”, dalam bahasa Iberani berarti: “menarik keluar” ( to pull-up ), apa yang ditarik keluar ?? Patok-patok yang sudah dipancang kedalam, itulah yang ditarik keluar supaya tali-talinya bisa lepas dari patok itu dan akhirnya seluruh tenda dapat dibongkar. Dan kalau mereka pergi dengan meninggalkan tenda yang masih berdiri, artinya kepergian mereka hanya sementara, Tapi, kalau mereka pergi dan sudah mencabut/menarik keluar semua patok-patok dari tenda tersebut, artinya mereka pergi dan tidak kembali lagi. Mereka telah mencapai “the point of no return” – tidak dapat kembali lagi. Ini menggambarkan tentang kehidupan kita , kalau tadi kita hidup dibawah kekuasaan dosa di Mesir dengan penderitaan, kita dianiaya oleh dosa, kita lakukan apa yang kita tidak mau lakukan. Akhirnya kita akan mati, tapi PUJI TUHAN, Tuhan lepaskan kita melalui Paskah yang Tuhan sediakan sehingga kita bisa “berangkat” keluar, yang lalu kita tinggalkan dan berjalan memandang ke depan; yang lalu kita tinggalkan yang baru telah terbit. Halleluyah. KITA TIDAK MAU KEMBALI LAGI !
KUAT yang disertai dengan KEBERANIAN. “Kemudian berangkatlah orang Israel dari Raamses ke Sukot, kira-kira enam ratus ribu orang laki-laki berjalan kaki, tidak termasuk anak-anak”. Saudara-saudara, “Orang laki-laki” dalam bahasa Iberani artinya “orang-orang yang kuat”; mengapa demikian ? Sebab perjalanan untuk menuju ke tempat yang Tuhan janjikan bukanlah perjalanan yang singkat dan bebas hambatan; namun perjalanan yang banyak mengalami kesulitan, tantangan bahkan ancaman. Kita bisa ketahui perjalanan bangsa Israel nanti dalam pasal-pasal selanjutnya, yaitu : pertama-tama mereka hadapi Laut Merah yang harus diseberangi, belum lagi tidak ada roti, tidak ada air dan juga musuh yang harus dikalahkan dsb.
Demikian juga perjalanan kita sebagai orang kristen, bukanlah perjalanan yang mudah, banyak tantangan, ancaman yang merupakan peperangan Tuhan yang harus kita hadapi. Apakah itu kurang roti, apakah itu kurang air, atau mengalami dan menghadapi alam yang kurang bersahabat dengan kita, atau menghadapi musuh-musuh yang harus kita hadapi. Tetapi, percaya kepada Tuhan, selalu membawa keselamatan bagi kita. Inilah yang Tuhan ajarkan kepada kita, digambarkan seperti keluarnya orang Israel.
Enam ratus ribu orang laki-laki, “laki-laki” disini, dalam bahasa Iberani artinya “be strong” = hendaklah kamu kuat. Kekuatan yang disertai dengan keberanian tentunya. Kuat tetapi penakut = tidak ada artinya. Yang dimaksud disini adalah kuat yang disertai dengan keberanian. Tuhan berkata kepada Timotius dalam 2 Tim 1 : 7 “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Nomor satu Tuhan berikan “keberanian” ; Tuhan mau supaya kalau kita keluar dari kehidupan kita yang berdosa, Tuhan berikan kepada kita kekuatan. Mengingat perjalanan kita yang masih jauh dan banyak ujian, pencobaan; maka Tuhan siapkan lebih dulu, yaitu dengan memberikan kekuatan supaya kita bisa bertahan dan menang, halleluyah !!
D A U D. 1 Taw 11:15-19. Kalau kita melihat orang yang kuat dan berani, maka ada contoh dalam alkitab, dan peristiwa itu memang pernah terjadi sekian banyak tahun yang lalu, satu gambaran tentang seorang laki-laki yang kuat dan mempunyai keberanian, tidak mempunyai ketakutan – DAUD, namanya. Tuhan katakan bahwa Daud akan menjadi raja, tetapi pada waktu itu raja Saul pun masih hidup, sehingga raja Saul melawan terhadap Daud. Tuhan telah berikan kemenangan kepada Daud sehingga dia yakin bahwa dia mempunyai kekuatan yang luarbiasa. Tetapi dia dikejar-kejar terus oleh raja Saul, sehingga dia harus sembunyi dalam sebuah gua, yaitu gua ADULAM. Daud bersembunyi dan kalau pun Daud lari, masih ada 30 ( tiga puluh ) orang teman yang tetap setia menyertai Daud; dan diantara tiga puluh itu ada tiga orang yang standby di gua Adulam. Pada saat itu kubu Daud masih ada di gunung, dan lawannya, kubu Filistin ada di Betlehem. Dua kubu ini ( Daud >< Filistin ) merupakan musuh bebuyutan sampai saat ini.
Tiba-tiba timbullah keinginan Daud untuk minum air dari perigi di Bethlehem yang notabene adalah daerah musuh, Filistin. Dan ke tiga orang yang standby di dekat gua Adulam itu, dengan berani mereka menerobos perkemahan, pertahanan dan penjagaan daripada orang Filistin hanya untuk mendapatkan air yang dirindukan oleh Daud. Saudara bisa bayangkan nyali yang dimiliki oleh ke tiga orang tersebut. Lalu, air itu diberikan kepada Daud, tetapi Daud tidak mau menerimanya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada Tuhan. Aneh…..bukan ? Seolah-olah pengorbanan mereka tidak dihargai ! Bahkan Daud berkata : “jauhlah daripada ku, ya Allah, untuk berbuat demikian! Patutkah aku meminum darah taruhan nyawa orang-orang ini ?; sedangkan yang dibawa kepadanya adalah air ( bukan darah ), tetapi Daud melihat bahwa untuk mendapatkan air tersebut ada orang-orang yang telah mempertaruhkan darah mereka, yang telah mempertaruhkan nyawa mereka, yang mempertaruhkan kehidupan mereka hanya untuk menyenangkan Daud, pemimpin mereka. Mereka bagaikan prajurit yang tidak mempunyai rasa takut, yang tak mau mundur setapak jua – apapun yang ada dihadapan mereka; mereka terobos semua hanya untuk menyenangkan hati pemimpin mereka, Daud !.
Itulah sebabnya Daud tak sampai hati untuk minum air itu, mengingat cara mendapatkan air itu disertai dengan mempertaruhkan nyawa mereka. Sudah menerobos, sekarang pulang bawa air lagi, tambah beban !!; tetapi mereka berani lakukan itu hanya untuk Daud. Itu sebabnya Daud tak mau meminumnya. Itulah yang dilakukan ke tiga pahlawan itu. Orang-orang semacam itu, berani mempertaruhan nyawanya, tidak mempunyai rasa takut menghadapi musuh yang bagaimanapun juga; disebut dalam alkitab sebagai “pahlawan-pahlawan”. Jangan ketinggalan jadi pahlawan, sebab Tuhan memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan. Dalam kekuatan ada keberanian !! Mereka dianggap sebagai tentara yang berani menerobos pertahanan musuh.
KEBERANIAN MENGABARKAN INJIL DISELURUH DUNIA. 2 Tim 2:1-3 –> Timutius, jadilah engkau kuat !!; engkau anak rohani ku, aku telah mengajar kamu rahasia-rahasia Tuhan, Firman Allah sudah kuberikan, jangan kau simpan itu hanya untuk dirimu sendiri, tapi teruskan, berikan juga kepada orang lain yang dapat dipercayai supaya mereka juga akan mengajar lagi kepada orang lain. Saudara-saudara, ini pelajaran bagi kita supaya Firman Allah jangan hanya disimpan di lemari, jangan kita simpan dalam hati kita sendiri ; melainkan terima dan teruskan kepada orang lain , nanti orang lain teruskan lagi, teruskan lagi……dan teruskan lagi, sampai Firman Allah akan diberitakan ke seluruh dunia dan di seluruh dunia - Mat 24:14. Kalau hanya ke seluruh dunia , pakai satelit/tehnologi sudah sampai ke seluruh dunia; tapi Firman Allah katakan di seluruh dunia = semua tempat ada pemberitaan Injil; di seluruh dunia akan ada orang-orang yang memberitakan Injil, yang bersaksi dari hal Injil Kristus. Dimanapun juga ! Tidak ada batas-batas, tembok-tembok besi ( komunisme ) – runtuh ! ; tembok bambu ( China ) – roboh ! Dan percayalah, kemanapun juga Injil akan diberitakan ; dan t i d a k ada satupun kekuatan yang sanggup menghalangi / menahan pemberitaan Injil. Karena apa, saudara ?? TUHAN MEMBERIKAN ROH KEBERANIAN.
“Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus” -Timotius disebut sebagai prajurit, maka kitapun seyogyanya juga harus menjadi prajurit dari Kristus Yesus. Mempunyai keberanian untuk memberitakan, meneruskan Injil Kristus. Kalau toh ada orang yang tidak mau menerima Injil, terserahlah….Tugas kita hanya menabur !! Soal tumbuh atau tidaknya benih Firman Tuhan itu adalah urusan dia dengan Tuhan. Bukan urusan kita ! Kita hanya cerita, kalau tangan bisa diborgol, kaki bisa dipasung, tapi mulutku akan selalu berbicara tentang Yesus – Halleluyah……Itulah orang yang berani !
…………berkenan kepada komandannya. Tanda-tanda kehormatan, Tuhan berikan, bintang-bintang jasa Tuhan berikan – tetapi harus berkenan dulu dalam perjuangan ! Kalau kita berjuang, Tuhan kasih tanda jasa ! Tuhan jadikan kita sebagai “pahlawan” yang dengan berani menerobos ke daerah pertahanan musuh dan kembali lagi dengan berhasil membawa air. Karena keberanian mereka mempertaruhkan nyawa mereka, sehingga Daud merasa tidak layak baginya untuk minum – karena ingat akan perjuangn mereka itu. Dia korbankan itu kepada Tuhan – Tuhan lah yang layak menerima air itu, Daud tidak layak.
Saudara-saudara, kalau kita pun berjuang, apa yang kita perjuangkan ? Bekerja itu bukan untuk pendeta, bukan pula untuk organisai gereja. Kalau saudara berani dan saudara bersaksi, itu bukan karena pendeta suruh saudara bersaksi, lalu pendeta yang dimuliakan. Dijauhkan kiranya hal itu !! Hanya Tuhan yang patut di Muliakan dan diBesarkan ! Dalam apapun yang kita buat dalam perjuangan hidup ini, jadilah prajurit-prajurit yang berani dengan kekuatan daripada Tuhan. Karena banyak musuh yang selalu mengintai dalam perjalanan ini.
Untuk itu, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa Nya – Ep. 6:10. Bahasa Inggris : “be Strong !!” Jangan menjadi kuat, tapi kamu sudah kuat. Tuhan memberikan kekuatan kepada kita, dan biarlah kita tetap kuat. Kekuatan itu harus tetap kita miliki. Sebagai prajurit harus di uji lebih dahulu, kuat apa tidak. Bukan setelah jadi prajurit, baru diuji. Bukan ..!! Dari awal nya sudah harus diketahui, bahwa prajurit itu sudah kuat apa belum !? Itulah keadaan dari seorang prajurit !KUAT DARI AWALNYA !! ; inilah yang Tuhan mau, supaya kita sebagai orang-orang percaya, begitu kita percaya kepada Tuhan kita sudah menerima satu kekuatan dalam kita. Kekuatan kita itu adalah Kekuatan IMAN ! Tetapi dengan berjalannya waktu, dengan berlatih terus menerus maka kita bertumbuh menjadi kuat. Artinya, modal awal harus ada yaitu kuat !
Modal Iman yang kuat – keluar mengadakan perjalanan yang panjang menghadapi segala macam tantangan. Itulah gambaran daripada orang yang bertobat daripada kehidupan yang berdosa. Mulai berjalan dengan Tuhan, menuju Tanah Perjanjian. Halleluyah …Mulai dengan kekuatan, jangan mulai dengan lemah ! Mulai sudah dengan kekuatan, dan kekuatan itu terus …..terus…dan terus bertambah – Kol 1:10-11.
Dan dikuatkan dengaan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar. Inilah yang Tuhan inginkan dari kita. Kita mulai sudah dengan kekuatan – tetapi kekuatan itu terus bertambah sehingga kita akan kuat dan dapat menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar. Banyak tantangan, banyak yang harus kita hadapi sebagai orang yang percaya kepada Tuhan. Tidak sedikit ujian dan percobaan; Tuhan ijinkan pencobaan datang, Tuhan ijinkan ujian-ujian datang dalam hidup kita. Tapi Tuhan hanya berkata : Pencobaan-pencobaan yang kamu alami sekarang ini, hanya pencobaan yang lazim 1 Kor 10:13
Tuhan tidak pernah menguji orang dengan cobaan yang melebihi daripada kekuatan kita, dengan lain kata kita akan sanggup menanggung segala ujian-pencobaan yang datang dalam hidup ini. Kesulitan-kesulitan, peperangan rohani apapun juga saudara-saudara, kita akan sanggup menanggungnya dengan tekun dan sabar.
Berbicara tentang tekun dan sabar, ini artinya bahwa percobaan itu berlangsung lama – bukan seperti mie instan. Hari ini sakit, besok sudah sembuh. Hari ini ada masalah, besok sudah beres. Tidak saudara !. Dengan tekun dan sabar kita hadapi segala pencobaan dalam hidup ini. Kita harus menjadi orang yang kuat. Mereka yang keluar dari Mesir itu adalah orang-orang yang kuat. Mereka yang “exodus” = keluar ; sebab itu kitab ini bicara tentang keluarnya bangsa Israel dari Mesir. Sama halnya dengan kita yang keluar dari genggaman dosa berjalan dengan Tuhan menuju ke tempat yang Tuhan sediakan buat kita semua.
Waktu bangsa Israel keluar, alkitab ceritakan bahwa mereka adalah orang-orang yang kuat. Kuat berjalan – Maz 105:37; Dituntunnya mereka ( bangsa Israel ) keluar ( dari Mesir ) membawa perak dan emas, ( mereka adalah budak-budak yang menjalankan kerja paksa, kerja “rodi” dan harus bayar pajak ) ; mereka menderita, sengsara dan miskin ! Tapi pada saat mereka keluar, mereka keluar dengan membawa kekayaan, membawa perak dan emas – Halleluyah.. – Jadi percayalah, kekayaan dari Tuhan akan datang dan dilimpahkan pada umatNya. Bukan berarti kalau jadi anak Tuhan lalu harus jadi milyarder, bukan kekayaan jasmani yang diutamakan, melainkan kekayaan secara rohani.. dan diantara suku-suku mereka ( ada dua belas suku bangsa diantara mereka ) tidak ada yang tergelincir ( Bhs Inggris : “feeble” = lemah ) tidak ada yang ( feeble ) lemah, jangankan sakit, lemah pun tidak !!. Kuat mereka, sebab seluruhnya itu digambarkan seperti enam ratus ribu orang laki-laki yang kuat, yang berani, yang tahan melawan segala sesuatu. Yang mempunyai kekuatan dan keberanian.
KEBERANIAN YANG MEMPUNYAI KUAT KUASA ( sebagai SAKSI ). Itulah gambar dari orang Israel yang terjadi 3500 tahun yang lalu dan sejarah itu berulang b u k a n secara jasmani untuk saat ini, melainkan secara rohani – Perjalanan kita pun harus menjadi prajurit-prajurit ( rohani ) yang kuat, berani dan yang mempunyai kuasa – Kis 1:8 ; sehingga kita bisa menjadi saksi-saksinya Tuhan kita Yesus Kristus. Saudara tahu apa artinya “saksi”?
S a k s i = “MARTURION” ; dari kata marturion tsb. ada kata martir = mati sahid = mati karena iman = mati karena pelayanan bagi Kristus ; itulah yang Tuhan ajarkan. Dan di akhir zaman ini akan terjadi banyak orang mati sahid. Mati karena iman mereka – Wahyu 6, pada waktu dibukanya meterai ke lima – maka kelihatan dibawa mezbah itu darah dari orang-orang yang mati sahid, mati karena Firman Allah, mati karena iman mereka kepada Tuhan. Nampaknya mereka dibunuh, dan mati , tetapi Tuhan hormati mereka, Tuhan hargai mereka !.
Mereka inilah yang dikatakan sebagai “pahlawan-pahlawan” yang telah mempertahankan Nama Kristus, Nah……begitulah bangsa israel ini, tidak ada satu pun yang lemah. Ini “e x o d u s” yang pertama terjadi pada 3500 tahun yang lalu ; tetapi nanti akan datang “e x o d u s” yang ke dua ( Why 12 ), yaitu mereka yang keluar dari dunia yang penuh dengan kesulitan ini, diterbangkan dengan kekuatan sayap Burung Nasar, diterbangkan dengan kekuatan ROH KUDUS dan di bawa ke tempat di Padang Belantara, dimana Tuhan akan pelihara mereka selama 1260 hari atau 3,5 tahun. P a s t i dan pasti Tuhan pelihara dan jaga kita! Tetapi, mereka ini haruslah orang-orang yang kuat, mempunyai kekuatan “sayap Burung Nasar” = ROH KUDUS ; saya percaya Tuhan akan mempunyai gereja yang punya kekuatan yang luarbiasa , Halleluyah !! Tidak akan ada satu yang lemah, tidak ada satu yang sakit !
GEREJA SEMPURNA. Karena itu saya percaya bahwa Tuhan akan mempunyai gereja yang sempurna dan tidak ada cacat cela, tidak ada noda. 1 Kor. 5:27 Itulah saatnya, gereja akan menjadi mempelai Kristus, menjadi istri Kristus – dengan catatan tidak ada cacat cela. S u c i !! Kalaupun saudara pernah dioperasi, maka bekas jahitan operasi itupun tidak akan nampak. Tidak akan ada cacatnya ! Barangkali ada diantara saudara yang pernah operasi usus buntu sekalipun, atau yang lainnya maka pada saat itu organ tubuh saudara pun akan dipulihkan, S e m p u r n a !. Yang sudah tua pun tidak nampak keriput, tetap mulus. Saudara bisa bayangkan betapa mulianya kita, sempurna tanpa cacat sedikitpun. Halleluyah……. !!
Saya yakin dan percaya, sebelum menghadapi perkawinan Kristus dengan gereja, gereja sudah akan menjadi sempurna dalam roh, jiwa dan tubuhnya. Sehingga tidak ada cacat, tidak ada kesakitan, tidak ada penyakit, lemah pun tidak ada ; apalagi sakit, sedangkan lemah, tidak ada. Seringkali dalam gereja, kita melihat ada jemaat yang kena stroke, kaki/tangan diamputasi dan berbagai macam cacat tubuh ! Percayalah saudara, bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, TUHAN SANGGUP menyempurnakan semua cacat tubuh yang ada dalam gereja Tuhan. Kalau sakit kanker yang sudah stadium 4 – 5, tapi sembuh – itu namanya : Kesembuhan sekalipun disebut juga Mujizat. Berbeda dengan orang yang tadinya kaki / tangannya tidak ada, tiba-tiba TUHAN berikan kaki / tangan yang baru : itu baru Mujizat.
Tuhan kerjakan mujizat-mujizat ini melalui 9 ( sembilan ) karunia Roh ( 1 Kor. 12 ) yang salah satunya adalah Karunia Mujizat. Supaya dengan mujizat itu kita berdiri dihadapan Tuhan nanti dengan tidak cacat / cela. ( Ep. 5 ). Amin !! Pekerjaan-pekerjaan yang hebat dan luar biasa itu sekarangpun Tuhan mau dan sanggup lakukan, asal kita mau percaya dengan sungguh. Tuhan Yesus tidak pernah berubah untuk selama-lamanya ! Yang terjadi sekarang ini adalah ke tidak yakinan kita atas kuasa Allah bagi perkara-perkara besar yang kita hadapi. Barangkali kalau cuman masalah kecil, yach…….dengan mudahnya kita yakin Tuhan pasti tolong. Tuhan kiranya tolong kepada kita ; jadikan kita orang-orang yang kuat, kuat dalam iman, kuat dalam pendirian kepada Tuhan – sehingga kita dapat berkata segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku dengan tekun dan sabar = Pil. 4:13.
Tuhan membuat kita jadi kuat dan kekuatan itu adalah keberanian; berani untuk percaya, berani untuk menanggung segala sesuatu. – Kol. 1:11: dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaanNya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar. Kalau sekarang kita masih mengalami kesulitan & kesusahan sehingga kita menjadi lemah ; tapi justru disini Tuhan memberikan kekuatan kepada kita. Untuk itu saudara-saudara, sabar dan bertekunlah; Barangsiapa yang bertekun sampai akhir mereka itulah yang menang dan selamat. – Mat 24:12.
Ep 6: 10 : “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan ( be strong in the Lord ), di dalam kekuatan kuasaNya”. Ada hal yang indah dalam ayat ini :
1. be strong = kekuatan yang menetap di dalam kita. Mulai dengan kekuatan dan terus bertambah dengan kekuatan , tidak akan keluar kekuatan itu. Mulai kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita mempunyai kekuatan, dan Tuhan mau supaya kekuatan itu terus tinggal dalam kita. Kekuatan dari Tuhan adalah kehadiran daripada Roh Kudus dalam kita untuk bertindak ( exercise ). Iman dalam kita bisa menjadi non aktif, bisa ! Ada saatnya kita percaya tapi tidak berani bertindak.
2. the power of HIS might = kekuatan dan mempunyai kesehatan. Bukan hanya kekuatan di dalam, tapi juga sampai kelihatan dari luar. Tubuhnyapun sehat. Kalau Tuhan mau pakai kita, saya percaya Tuhan juga mau memberikan kesehatan kepada kita semua. Tuhan mau, gereja di akhir zaman nanti merupakan gereja yang Kuat dan Sehat wal’afiat tidak ada cacat, bahkan yang lemah pun tidak ada – Maz 105 : 37 -. Sehat !! Sehat secara Jasmani itu juga yang Tuhan kehendaki. Dalam 3 Yoh 2..aku berdoa, semoga engkau baik-baik ( prosperous = hidup dengan kelimpahan ) dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja. Jiwa itu soal dalam, sehat itu soal badan; ke dua hal ini oleh rasul Paulus di doakan bagi kita. Saya percaya saudara pun juga berdoa untuk hal ini. Tidak ada salahnya. Bahkan doa orang benar itu besar kuasanya ! Demikian juga pagi hari ini, merupakan kehendak Tuhan untuk memberkati kita dengan jiwa yang sehat dan tubuh yang sehat pula; apalagi menjelang Hari Penyempurnaan gereja Tuhan, Hari Pendamaian, Hari Grafirat yang besar – maka pada saat itulah tubuh ini akan menjadi sempurna adanya.
Begitulah, mereka “berangkat” menuju ke Sukot dengan mencabut patok-patok mereka dan kemah dibongkar sehingga tidak mungkin untuk kembali lagi ke Mesir. Demikian juga kita, biarlah kita meninggalkan semua dosa kita, semua kehidupan yang lama, dan kita berjalan bersama Tuhan menuju ke tempat yang telah disediakan oleh Tuhan. Halleluyah.
Sekalipun saudara harus menghadapi kesukaran, kesulitan, masalah dan percobaan silih berganti dalam perjalanan ini – INGATLAH akan janji Tuhan yang heran yaitu Tuhan akan memberikan tubuh, jiwa yang sehat dan sempurna bagi kita yang percaya kepadaNya. Tuhan memberkati saudara.Amin.(swd-Ketapang-032303).
“
