12:31
Bagaimanakah kita harus beribadah kepada Tuhan? banyak orang membuat peraturan tentang beribadah. Untuk itu kita mau belajar bagaimana kita harus beribadah kepada Tuhan.
Sesudah Firaun bangun pada tengah malam karena mendengar teriakan, jeritan dari orang-orang yang berduka cita akibat tulah ke sepuluh yang menghukum bangsa Mesir. Dan karena Firaun telah mengeraskan hati pada saat Tuhan minta agar Firaun melepaskan bangsa Israel yang telah hidup sekian lamanya di Mesir, mereka telah diperbudak, dianiaya dan hidup sengsara di Mesir. Tetapi Firaun tetap mengeraskan hatinya sehingga sepuluh murka Allah (tulah) datang atas negeri Mesir. Hal itu tidak menggoyahkan hati Firaun untuk membiarkan bangsa Israel keluar dari Mesir bahkan Firaun masih tetap saja mengeraskan hatinya sampai pada saat kematian dari semua anak sulung datang dalam setiap rumah tangga.
Beribadah Kepada Tuhan. Lalu pada malam itu dipanggilnyalah Musa dan Harun, katanya: \Bangunlah keluarlah dari tengah-tengah bangsaku, baik kamu maupun orang Israel; pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, seperti katamu itu\”.
Ada beberapa hal yang indah, ada mutiara-mutiara indah dari Firman Allah yang terdapat dalam satu ayat ini. “Lalu pada malam itu dipanggilnyalah Musa dan Harun,….” Akhir zaman akan banyak orang yang berIbadah kepada Tuhan. Pada tengah malam, pada akhir zaman, datanglah hal yang demikian. Kalau kita membaca ayat-ayat sebelumnya, pernah Firaun mengancam dan tidak mengijinkan bangsa Israel untuk keluar dari Mesir, sampai-sampai terucap perkataan bahwa Firaun tidak mau lihat lagi. “Pergilah dari padaku; awaslah engkau, jangan lihat mukaku lagi, sebab pada waktu engkau melihat mukaku, engkau akan mati” – Kel 10:28-29. Demikianlah, Musa mendengar pernyataan dari Firaun itu sambil berkata, lihat akan datang waktunya, semua pegawaimu akan datang kepadaku dan sujud kepadaku, Kel. 11:8 Dan benar apa yang diucapkan oleh Musa terjadi dalam Kel. 12:31 tsb.
Pada tengah malam terjadi kematian yang besar (tulah ke sepuluh), dan pada saat itulah Firaun memanggil Musa dan Harun untuk pergi dan beribadah kepada TUHAN. Akhirnya, Firaun mengakui bahwa orang perlu beribadah kepada TUHAN (Tuhan Yang Maha Kuasa) dan Firaun harus mengakui adanya Tuhan Yang Maha Kuasa kepada siapa orang harus beribadah.
Kel 10:24-26 Terjadi tawar menawar antara Musa dan Firaun, hati Firaun mulai lembut . Semua di-ijinkan untuk beribadah, hanya kambing-domba, dilarang ! Apa maksudnya ini? Saudara tahu bahwa kehidupan bangsa Israel itu bergantung banyak dari peternakan mereka. Apakah Firaun bermaksud bahwa dengan perginya mereka keluar dari Mesir, maka mereka akan mati karena tidak ada makanan. Tapi menurut saya, Firaun mempunyai maksud jauh lebih dalam dari sekedar itu saja. Sebab kambing domba itu oleh Musa dijadikan korban kepada TUHAN. Jadi, Firaun hanya mengijinkan bangsa Israel untuk beribadah; tapi tanpa membawa korban kepada Tuhan.
Yesus Sebagai Korban Yang Sempurna. Bagi Musa tidak ada tawar menawar dalam hal ini. Kalau kami keluar, maka seisi rumah (termasuk harta benda dan kambing domba) harus keluar! Kita tahu, korban-korban yang kita baca dalam Alkitab Perjanjian Lama itu berbicara tentang satu korban yang sempurna, yaitu korban dari Tuhan kita YESUS KRISTUS. Dalam kitab Imamat ketika torat sudah diberikan oleh Tuhan kepada Musa (Kel 19-20) – ada peraturan dari hal kerjanya Imam dan tentang ibadah bangsa Israel. (itu sebabnya dikatakan kitab Imamat).
Ada 5 macam korban yang selalu dibawa bangsa Israel apabila menghadap kepada Tuhan; amat terlebih bila ada dosa, kesalahan dsb. Tapi korban-korban itu (yang ada dalam Perjanjian Lama), sekarang sudah tidak berlaku lagi karena adanya korban yang sempurna dari Tuhan kita Yesus Kristus. Firaun mengijinkan bangsa Israel beribadah tanpa membawa korban; kalau bagi kita sekarang (Perj. Baru), Ibadah tanpa percaya/mengakui korban, maka Tuhan menolak ibadah yang demikian itu.
Dasar Ibadah kita kepada TUHAN.
1.Pengakuan tentang YESUS.
Mat.16:13: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Anak Manusia = YESUS! Yesus ingin tahu, pendapat umum/orang-orang tentang Yesus. Maka ada beberapa persepsi yang didengar oleh murid-muridNya tentang siapakah Yesus itu? Kesimpulannya, mereka menganggap bahwa Anak Manusia (Yesus) adalah seorang yang hebat, minimal seorang Nabi. Tapi ada juga yang mengatakan, bahwa Anak Manusia adalah:
- Yohanes Pembaptis, seorang Yohanes Pembaptis, apabila berkotbah, sekali berkotbah, orang bertobat.
- Nabi Elia, seorang nabi yang hebat; seorang nabi yang punya kuasa, sehingga api turun dari Sorga; minta hujan , hujan turun.
- Nabi Yeremia, seorang nabi yang bisa bernubuat.
Namun, Yesus tidak puas dengan persepsi orang, Yesus ingin mendengar/ mengetahui secara langsung, apa kata murid-muridNya, mengenai siapakah Anak Manusia? Pertanyaan yang sama ditujukan kepada kita semua sebagai murid-muridNya, apa katamu, siapakah Yesus itu? Disinilah datang Simon Petrus, yang mengatakan bahwa (Mat 16:16): “Engkau adalah Mesias (Bhs. Ibrani) = Kristus (bhs Yunani) mempunyai arti : Yang Diurapi, Anak Allah yang hidup !” Kata Yesus kepadanya : “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di Sorga”. Simon telah mendapat sesuatu yang bukan daripadamu, bukan dari akal mu karena engkau telah belajar banyak daripadaku, bukan ?! Melainkan engkau telah mendapat ilham Roh Kudus dari Allah sehingga engkau bisa mengatakan secara spontan :”Engkau adalah Mesias”, Engkaulah Kristus, Anak Allah yang hidup ! – Mat 16:17.
2. Pengakuan Petrus, Jemaat didirikan.
Oleh karena itulah Yesus berkata bahwa Simon adalah Petrus dan diatas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu. Batu karang disini bukanlah Petrus, tetapi ucapan daripada Petrus yaitu, “Engkaulah Anak Allah yang hidup !” – sebuah pengakuan yang dilandasi oleh Roh Kudus inilah yang membuat Yesus untuk mendirikan jemaatNya yang alam maut (gate of hell) tidak akan menguasainya.
Yesus sebagai Anak Allah yang hidup, Dialah yang akan menjadi dasar daripada Jemaat, Gereja (bukan berbicara dari denominasinya, melainkan orang-orang nya, ekklesia). Diatas batu karang ini, diatas dasar Yesus, jemaat didirikan! Bukan diatas dasar Petrus !
Perhatikan dengan Mat 16:21-23. Petrus tidak menghendaki Yesus mati, sebab Petrus menikmati keuntungan/berkat selama mengikut Yesus; melihat mujizat-mujizat yang Tuhan lakukan. Tetapi pada saat Yesus berbicara tentang kematianNya & kebangkitanNya, Petrus berkata : “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu !” Dengan lain kata, Petrus tidak percaya dan tidak mau bahwa Yesus akan mati dan bangkit lagi. Sehingga Petrus dengan ucapannya itu, disebut Yesus sebagai Iblis. Karena Iblis tidak mau Yesus mati, Iblis tahu bahwa kermatian Yesus membawa kekalahan bagi Iblis. Bahkan kebangkitan Yesus, membuktikan bahwa iblis terlah dikalahkan. INILAH YANG MENJADI DASAR IBADAH KITA.KEPADA TUHAN.
3. BERIBADAH adalah satu keharusan.
1 Tim 4:7-8 Beribadah itu harus dilatih, ibarat seorang olahragawan yang akan bertanding. Kita harus memaksakan diri untuk beribadah apapun alasannya, berlatihlah untuk beribadah. Ibadah didalamnya ada janji, Tuhanlah yang berjanji! Itu sebabnya, kalau Tuhan berkata, berlatihlah untuk beribadah, maka kalau kita benar-benar beribadah dengan baik; Tuhan berikan perjanjian, bahwa dalam beribadah itu ada kegunaannya untuk hidup yang sekarang ini, (didalam dunia ini) dan hidup y.a.d. Itu yang Tuhan janjikan! Jadi sangat berguna sekali kalau kita beribadah. Tetapi beribadah yang bagaimanakah yang sangat perlu? Pada satu waktu dunia akan mengakui betapa pentingnya beribadah itu!
4. Ada Kuasa dalam beribadah.
Mat 16:19: Menunjukkan bahwa ada kuasa yang Tuhan berikan kepada orang yang percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup. Kuasa itu diberikan! Dalam ibadah ini Tuhan janjikan Kuasa kepada kita. Tetapi kala dia menolak kematian Yesus, sama halnya dengan Petrus; maka Tuhan katakan bahwa Petrus adalah Iblis. Hal ini berlaku bagi siapapun juga yang beribadah dan percaya dengan kematian & kebangkitan Nya.
Roma 1:25 Ada orang-orang yang memuja dan menyembah mahluk, manusiakah, pohon-pohon dan lain sebagainya.., Tapi Alkitab berkata: mereka melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama lamanya. Yang kita harus sembah adalah Pencipta langit dan bumi. Ada orang yang menyembah pohon Beringin, pohon Kelapa, pohon Cengkeh dsb. karena dianggapnya pohon inilah yang bisa mendatangkan keuntungan/berkat bagi pemiliknya. Jangan lupa sembah sang Pencipta !. Ingat kisah tentang pohon yang dikutuk oleh Tuhan, karena tak berbuah. Kita mau sembah semua yang diciptakan oleh Allah, tapi kalau Allah putuskan mati, mati lah semuanya. Pohon pun mati, manusia pun mati. Semua bisa mati. Tetapi Allah PENCIPTA yang tidak bisa mati, Allah PENCIPTA yang hidup selama-lamanya.
Mungkin ada orang bertanya, kenapa Yesus mati – benar ! Dan Yesus mati hanya tiga hari tiga malam. Kematian itupun ada tujuannya. Karena hanya dengan kematian Yesus bisa menebus kematian. Kalau saudara hutang uang, maka saudara harus membayar dengan uang pula; dan kalau saudara telah berdosa, dan dosa telah menyatu dengan darah saudara; maka hanya satu yang dapat membersihkan dari dosa dalam darah saudara itu, yaitu darah sendiri. Korban daripada Yesus adalah satu-satunya yang dapat mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa. Sebab itu beribadah adalah satu keharusan. Menyembah kepada Sang Pencipta adalah satu keharusan. Maz 148:7-13.
Tidak ada yang lebih tinggi daripada TUHAN dan Dia sajalah yang kita sembah; kepada Dia sajalah kita beribadah. Tetapi bagaimana kita beribadah ? Tanpa kambing domba? tanpa korban?, tanpa percaya kepada Yesus yang menjadi korban?. Beribadah dan menyembah kepada apa saja tanpa percaya kepada kematian dan kebangkitanNya itu sia-sia belaka. Ibr 10:11-18.
5. Ada pengampunan dalam beribadah.
Dulu, Imam tiap hari bawa korban, YESUS, Imam Besar kita, sekali saja Dia membawa korban, selesai. Tidak ada korban-korban lain lagi. Ia sekarang duduk disebelah kanan Allah. SATU KORBAN saja, YESUS. Maka kita telah di sempurnakan untuk selama-lamanya. Puji Tuhan !!
Jadi sekarang jelas bagi kita, untuk apa beribadah ? Agar dosa-dosa kita diampuni. Untuk apa kita menyembah Tuhan, sebagai manusia, kita masih banyak dosa, tetapi dengan beribadah yang sungguh, ada kegunaannya sekarang ini, Tuhan ampuni dosa kita sekarang ini juga – tidak perlu tunggu esok, sekarangpun Tuhan ampuni. Pada saat kita mengaku dosa, pada saat itu pula dosa kita diampuni! Puji Tuhan.
Ibr 9:26 Beribadah akan sangat membawa berkat bagi kita baik sekarang maupun y.a.d. Beribadah memberikan damai dan sukacita bagi kita karena Yesus yang telah berkorban bagi kita. Tuhan memberkati. (020903).
“
