Warning: include(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php) [function.include]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 53

Warning: include_once(/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php) [function.include-once]: failed to open stream: No such file or directory in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once() [function.include]: Failed opening '/hermes/bosoraweb178/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php-5.2.17/lib/php') in /hermes/bosnaweb08a/b1745/ipw.gpdiworl/public_html/v7/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70
Bendahara | GPdIWorld
Thursday July 24th 2014

Bendahara

Author : | This author have 25 posts

Dalam I Korintus 4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. 4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. 4:3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi. 4:4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan. 4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah. Didalam ayat ke-1, kata kami itu tidak tepat, yang tepat itu ‘kita.’ 4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kita: sebagai hamba-hamba Kristus, … Kata hamba-hamba juga tidak tepat. Di dalam bahasa Inggris dipakai kata stewards atau bendahara. 4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kita: sebagai bendahara-bendahara Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. 4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai -Dalam bahasa Inggris, setia. Saya sudah berkata kepada saudara, gereja yang terbesar di dunia gereja apa? Gereja yang tidak tahu! Itu gereja organisasi paling besar di dunia, yaitu gereja yang tidak tahu. Umat kristen yang beragama kristen tapi dia tidak tahu Yesus. Dia pakai salib dia tidak tahu artinya. Dia bilang haleluyah, puji Tuhan, El Shaddai, El Gibor, El Elyon tapi tidak tahu, dia tidak tahu penerapannya. Dan itulah sebabnya dikatakan oleh firman Tuhan, hendaknya orang itu menilai kita sebagai bendahara yang mengetahui yang dipercayakan oleh Tuhan untuk memegang rahasia Allah. Untuk mengetahui kita pakai dulu tali Alkitab memegang 1 Korintus 4 apa yang disebut rahasia Allah, kita lompat dengan cepat kepada Kolose 1:25 Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, 1:26 yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. 1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! Apa rahasia ini yang dipercayakan Allah kepada gereja? Yaitu Kristus ada, bukan di tengah dalam bahasa Inggris, … Kristus di dalam kamu pengharapan untuk beroleh kemuliaan. Saudara-saudara, kalau kita kenal Yesus 1% saja, aduh sudah luar biasa. Apalagi kalau kita mengenal sepenuhnya. Seperti Paulus berkata. Paulus sudah lihat Yesus, sudah mendengar, Yesus dipanggil oleh Yesus. Di dalam 1 Korintus 13 dia berkata begini: sekarang kita melihat samar-samar tetapi nanti aku akan melihat mengenal Dia, sama seperti Dia mengenal kita. Rahasia itu yaitu Kristus Roh Kudus, Yesus yang ada, dipercayakan kepada gereja itu harus dijaga oleh kita sebagai bendahara-bendahara Tuhan. Kembali kepada 1 Korintus. Sebagai bendahara-bendahara Kristus, ayat 1, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Apa rahasia Allah, saudara? Kristus di mana? Di dalam kita. Saya baru mengajar Roh Kudus kepada murid kelas 1. 2000 tahun pertama dari Adam sampai Abraham, Allah ada di atas. Orang berdoa: Allah Bapa yang di dalam Sorga. Dibikin mezbah, Allah Bapa yang di dalam sorga. 2000 tahun ke-2 dari Abraham sampai Yesus disebut zaman Anak, Yesus turun menjadi Immanuel … Allah di sisi kita, Allah beserta dengan kita. Tetapi 2000 tahun terakhir dari Yesus disalib sampai nanti kedatangan-Nya yang kedua kali, Allah tidak lagi di atas, Allah tidak lagi di samping kita, tapi Allah di mana? Di dalam kita. Inilah yang harus dijaga oleh kita sebagai bendahara-bendahara. Ayat 2 berkata, diharapkan dari bendahara-bendahara itu bisa dipercaya. Jujur, punya integrasi. Saudara-saudaraku punya kejujuran, jujur dalam segala hal. Yang pertama, kita harus jujur terhadap diri sendiri; yang kedua, kita harus jujur dengan sesama kita; yang ketiga, kita harus jujur kepada Tuhan. Tidak ada yang di sembunyikan. Kita harus mempunyai kejujuran dan kesetiaan, katanya, dapat dipercaya. Ada satu anak, anak muda kurang lebih 20 tahun, dia lihat satu ibu. Ini terjadi di kolam renang, satu ibu lagi baca satu buku. Dia lihat bukunya ada tanda salib jadi dia tahu ini orang kristen. Dia tanya: Maaf ibu, apa ibu orang kristen? Iya, saya orang kristen. Apa ibu pelaku firman atau pendengar firman? Oh, saya pelaku firman. Apa ibu kira-kira bisa dipercaya? Oh, bisa dipercaya. Apa ibu jujur? Jujur. Kalau begitu saya titip dulu barang-barang, saya mau berenang, saya titip sama ibu arloji saya, uang saya, dompet saya. Karena dia bilang dia jujur. Saudara-saudara kalau kita titip omongan sama orang, bertambah omongan itu tapi kalau kita titip uang kepada orang, berkurang itu uang. Satu teman saya pendeta di Surabaya, dia dari Airmadidi mau pulang ke Surabaya. Ada oma saya namanya oma Tidong; dia bilang: eh apa ngana lewat Cianjur? Orang ke Surabaya masa lewat Cianjur. Apa ngana lewat Cianjur? Memang oma sampai meninggal dia tidak tahu Jawa. Ya. Ini oma langganannya Ali Sadikin almarhum. Kalau dia beli itu halua kanari oma Tidong paling the best di Airmadidi. Selalu Ali Sadikin mampir di situ. Jadi dia bikin itu halua kanari, saudaraku, dia bikin satu bungkus besar dan dia kasih sama pendeta ini, tolong titip ini untuk brur Awondatu, dia cucu saya. Ya tolong titip ini. Oh, gampang, nanti kita antar. Di pesawat, saudara-saudara, perut mulai lapar. Lalu si pendeta, dia berkata sendiri, dan dia mengaku sama saya; dia bilang: kalau saya ambil satu ini, pasti brur Awondatu tidak marah, dia akan mengerti. Karena memang enak. Jadi di pesawat dia robek itu plastik, dia ambil satu. Karena enak dia ngomong lagi sendiri, kalau saya ambil lagi dua, rasanya dia tidak marah, anggap saja ini sebagai ongkos kirim. Dia ambil dua. Terus begitu. Rasanya … terus aja rasanya, rasanya nggak apa-apa, rasanya nggak apa-apa. Sampai habis. Dia mendarat di Surabaya habis itu halua. Jadi begitu ketemu sama saya: aduh, kita mau mengaku dosa. Aduh, kita mau mengaku dosa. Dosa apa? Aduh, jangan marah dulu. Janji dulu, jangan marah. Loh apa, dosa apa? Jangan marah. Saya janji ya saya tidak akan marah. Saya tuh bawa kiriman dari oma Tidong buat kamu, itu halua kanari. Mana sekarang? Ya, itu saya mau mengaku dosa … di pesawat sudah habis. Al Capone seorang begal rampok kelas besar di New York, itu murid sekolah minggu waktu kecilnya. Yang baik, seperti tadi kesaksian bilang, belum tentu yang datang dari keluarga busuk ikut busuk, belum tentu dari keluarga yang pecah itu tidak bisa menghasilkan yang baik. Sebaliknya, belum tentu orang yang baik nantinya jadi benar. Dia ikut sekolah minggu dan sangat setia. Tetapi pengakuan dia, dia mulai mencuri uang kakaknya, kakaknya perempuan dia curi 5 sen dolar. Dari 5 sen dolar ini dia mulai ketagihan mencuri sampai dia mencuri membegal, rampok, dan sebagainya. Dan ketika saya ke Las Vegas saya melihat itu mobilnya yang bekas ditembak, itu mungkin lebih dari 200 lubang peluru-peluru, dia mati dengan mobilnya di situ. Di tembak. Seorang begal yang besar mulai dari hal yang kecil. Kesetiaan yang besar mulai dari kesetiaan yang kecil, kejahatan yang besar dimulai dari kejahatan yang kecil. Prestasi besar dimulai dengan prestasi yang kecil, pekerjaan yang besar dimulai dengan pekerjaan yang kecil. Tembok yang besar dimulai dengan satu bata merah yang kecil. Dari setialah dari hal yang kecil, supaya Tuhan mempercayakan kita perkara yang besar, amin? Sebagai bendahara. Nah, kita akan melihat satu bendahara yang tidak baik dalam Yohanes 12. Kita melihat di sana ada satu bendahara yang tidak baik. Bukan kurang baik lagi, tapi dia tidak baik. Dikatakan dalam Yohanes 12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 12:5 “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?” 12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. itu kas Yesus punya, itu kas sama-sama murid punya. Seorang bendahara yang baik minimal seberapa uang masuk itulah uangnya ada, tidak hilang satu sen pun. Tetapi bendahara yang lebih baik ia bisa melipatgandakan harta yang dipercayakan kepada dia. Tetapi dasarnya sama … terdapat setia. Tadi saya dengar kesaksian ada yang digorok, istrinya digorok. Sama seperti yang saya dengar di CNN, suami kulit hitam dia tembak istrinya, dia tembak 5 anak perempuannya dan dia tembak kepalanya karena dia diberhentikan. Karena ada perhentian orang bekerja besar-besaran di Amerika. Tahukah saudara, saya tidak yakin dia berani gorok kalau dia tidak berani tempeleng lebih dulu? Pembunuhan dimulai dari kebiasaan menyakiti istri, kebiasaan mukul istri. Lagi pacaran, kamu cakep. Malu banyak jerawat. Kalau pipi tidak berjerawat seperti langit tak berbintang. Aduh, lagi pacaran diusap-usap saudara, satu kali ditempeleng. Di sini mah nggak ada, saya tahu sebab orang dunia yang suka tempeleng istri, orang kristen mah tidak boleh dan tidak usah dan tidak akan. Kalau orang sudah lahir baru tidak mungkin tempeleng istri atau cakar suami. Dan istri tidak mungkin berkata: kembalikan aku ke Monas, tidak mungkin. Kalau dia lahir baru saudaraku. Mari kita jadi bendahara dari rahasia Allah, yaitu Kristus Yesus di dalam hati kita, kita jaga baik-baik, kita pelihara baik-baik. Bahkan kalau bisa kita perbesar, ya. Saya menunggu kapan saya datang di sorga nanti Tuhan Yesus berkata: Sabaslah, hai hamba-Ku yang baik. Well done, kamu sudah setia dengan perkara yang kecil, sekarang masuklah, Aku akan mempercayakan tanggung jawab yang lebih besar kepadamu. Jeffry Chandra dulu tahun berapa dia ikut sangkur? 80-an ya, 82-83 kurang lebih. Waktu itu ada sangkur 70 orang dari GKI Samanhudi. Itu sampai sekarang masih terngiang-ngiang. Mereka bawa panggung sendiri. Waktu itu gerejanya masih menghadap ke sana. Dan tidak 5 tingkat masih setingkat saja. Dia dari Cibadak langsung cianjur, ya. Penyanyi itu ada beberapa dokter, ada beberapa orang-orang yang berpendidikan tinggi termasuk Jeffri ini sangkur. Yang saya tidak bisa lupa itu lagu Puaskah Tuhan .. Puaskah Tuhan .. Puaskah dia denganku .. Kira-kira penilaian Tuhan kepada saya bagaimana? Kata-kata ke sananya saya lupa, tapi itu pertamanya saya tidak lupa. Puaskah Tuhan. Waktu itu Jeffri Chandra biasa-biasa saja, tetapi dia sudah setia, dia sudah menjadi bendahara yang baik. Sekarang siapa yang tidak kenal Jeffry Chandra? Siapa yang angkat kalau bukan Tuhan? Siapa yang angkat, yang mempercayakan tanggung jawab yang lebih besar kalau bukan Tuhan? Karena dia setia dengan perkara yang kecil dan dia setia dari hal-hal yang sederhana. Saya bersahabat dengan ibunya. Tapi ketika ibu meninggal saya tidak tahu. Kami ke Israel bersama-sama tahun 85, saat itu kita di Amsterdam ibunya beli satu tas, baru beli satu tas keluar dari toko sudah robek, karena mau dicopet. Dikiranya ada isi padahal dia baru beli baru. Sudah robek itu tas. Mari kita jaga kekayaan rahasia Allah yang orang lain tidak tahu. Dokter saya – saya sudah cerita -, begitu dia kasih resep, dia cerita tentang Israel. Saya kenal ada dokter Israel, kenapa katanya Yesus disebut Anak Allah. Itu yang bikin orang Yahudi kesal sama orang kristen. Eh, bilang sama orang Yahudi itu, tiap tahun 12 juta orang kristen nyumbang sama orang Israel karena mau mencari di mana Yesus disalib, di mana Yesus dikubur. Tidak ada yang tanya di mana Musa meninggal, tidak ada. Di mana Yesus, di mana? Mereka dipelihara oleh karena orang kristen. Ini kurang ajarnya orang Israel. Sampai sekarang saudaraku, dia shalom shalom, dieksport tapi mereka tidak mau terima Yesus sebagai Juru Selamat. Kita yang dipercaya bangsa-bangsa lain, rahasia yang tersembunyi berzaman-zaman diberikan untuk bangsa-bangsa lain, yaitu kristus di dalam kita. Kenapa Kristus tidak diterima malah disalibkan oleh orang Yahudi? Supaya kita menerima, supaya kita yang tertolak … menerima dia. Nah, harta ini kita harus jaga. Jangan seperti Yudas sudah dipercaya pegang bendahara, dia masih mengambil juga. Apa yang Tuhan sudah percayakan kepada kita pelihara, jaga. Pelihara, berikan air, berikan pupuk supaya bertumbuh. Supaya tidak mengenal Yesus cuma sampai haleluyah puji Tuhan. Kenal Yesus bukan hanya sampai kepenuhan Roh Kudus, kenal Yesus tapi terus-terus mengenal sampai kita dikenal oleh Tuhan. Kita mau melihat bendahara yang baik. Dalam Matius 25:14 “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. 25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. 25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. 25:18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. 25:19 Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. 25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. 25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. 25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. 25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! 25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? 25:27 Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. 25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. 25:29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 25:30 Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” Kita bertanya jawab. Yang lima talenta berapa untungnya? Lima … jadi sepuluh. Yang dua talenta berapa untungnya? Dua … jadi empat. Saya tanya saudara, apa ada perbedaan penilaian Tuhan kepada yang lima atau kepada yang dua? Tidak ada. Sama. Baik. Well done. Hei, hambaku yang baik dan setia. Kalau yang dapat satu dia untung cuma satu saja, sambutan dari tuan ini pasti sama. Sampai dia berkata begini: orang yang mempunyai akan diberi, orang yang tidak mempunyai akan diambil dari padanya. Saya mau tanya sama saudara: Mempunyai apa? Keuntungan. Mempunyai hasil. Apa hasil saudara jadi orang kristen selama 20 tahun, hasilnya apa? Saudara sebagai orang kristen 10 tahun, hasilnya apa? Saudara dapat apa yang bisa dikembalikan kepada Tuhan? Kita tidak usah iri kepada yang diberikan 5 talenta, talenta yang banyak, nggak usah iri. Sebab yang dinilai oleh Tuhan bukan besar kecilnya tapi kesetiaannya, kebaikannya. Nggak usah iri saudara. Karena Tuhan membaginya – kalau saudara baca Markus 25 tadi ayat 14 itu, sesuai dengan kemampuannya. Saya bisa nyanyi tapi saya bukan penyanyi. Saudara bisa nyanyi tapi saudara bukan penyanyi. Jeffry Chandra penyanyi. Kita tidak boleh iri dia suaranya bagus enak gitu. Saudara, Tuhan mempercayakan talenta-talenta kepada saudara. Tidak ada orang yang tidak punya talenta. Bohong kalau dia tidak punya talenta. Tuhan memberi talenta tetapi dikerjakan apa tidak itu talenta. 25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. 25:25 Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Disebut apa oleh tuan ini? Engkau ini hamba yang jahat dan malas. Dari situ saya tahu bahwa malas itu satu kejahatan. Malas belajar … kejahatan. Malas berdoa … kejahatan. Malas baca firman Allah … kejahatan. Dia cuma rajin satu hal … kalau makan. Tapi lain dari makan, dia malas. Itu sebabnya saudara, kembali kepada firman Allah, kita harus menjaga profesi kita sebagai bendahara-bendahara dari rahasia Tuhan. Sebagai ayat yang terakhir, kita buka Pengkhotbah 1, ini keadaan dari orang yang tidak punya Tuhan, yang tidak punya harta yang dari Allah. 1:1 Inilah perkataan Pengkhotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. 1:2 Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Jadi kalau saya salin bebas, kesia-siaan di atas segala kesia-siaan. Kalau yang ngomongnya orang yang putus asa, nggak punya pekerjaan, ya kita bisa protes. Ini yang ngomongnya raja terkaya di dunia. Belum ada saingannya. Bayangkan saudara, mau naik ke tangganya itu ada 12 singa dari emas murni. Tuhan berkata, tidak ada orang yang kaya seperti engkau hari ini, sebelumnya, bahkan sampai selama-lamanya. Tidak akan ada. Aku memberkati engkau, engkau paling kaya. Dia bilang, semua sia-sia. 1:3 Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Kata ‘di bawah matahari’ ditulis sampai 29 kali. Apa gunanya bersusah payah. Ini karena tidak ada Tuhan, tidak punya Tuhan, dia cerita ini. 1:4 Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. 1:5 Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. 1:6 Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. 1:7 Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. 1:8 Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar. 1:9. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. 1:10 Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: “Lihatlah, ini baru!”? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. Saudara bisa protes: loh, zaman dulu belum ada sepeda motor Honda? Sekarang ada motor Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki. Yesus berkata dalam Wahyu, Aku adalah Alpha dan Omega. Aku yang awal – sebelum ada dunia Aku sudah ada – dan yang akhir. Waktu dunia dihancurkan Aku tetap ada. Nah, kita hidup di antara ini. Jadi Dia dari yang awal Dia sudah lihat yang akhir itu akan bagaimana; Dia sudah tahu. Kebaktian ini Dia sudah tahu pasti terjadi. Saudara bekerja saudara punya ini, itu semua Tuhan tahu. Tidak ada yang baru. Semua komputer pesawat terbang sudah ada dari zaman dulu, manusia cuma menemukan. Wright Bersaudara penemu pesawat terbang. Dia ngomong di tahun yang sama dia bikin pesawat terbang: 50 tahun ke depan nggak mungkin manusia bisa terbang. Tetapi tahun yang sama dia bikin pesawat dia coba … terbang. Manusia cuma menemukan. Peneropongan bintang. Ada bintang yang baru Red Star. Bukan bintang baru, dia sudah ada dari sononya. Cuma cahayanya sampai ke bumi berapa ribu tahun cahaya, dia baru sampai cahayanya sehingga orang bisa lihat. Baru ditemukan. Nggak ada yang baru. Manusia menemukan, Tuhan yang membuka rahasianya. Perkembangkan kekayaan ini. Saudara yang punya suara baik suara bagus, pakai nyanyi di gereja. Duet, trio, kwartet. Seperti kesaksian tadi, kalau Tuhan mau pakai, siapa mau protes? Betapa hebatnya kalau kita pelihara itu Kristus, Kristus itu akan membawa keuntungan bagi saudara. Lima tambah lima jadi sepuluh. Dua ditambah dua jadi empat. Apapun kalau saudara pupuk, saudara jaga, saudara pelihara, kasih air, kasih pupuk yang baik … dia akan memberi keuntungan besar. Pdt.J.E.Awondatu.020209

Be Sociable, Share!

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Love (111-125 – Selesai)
Love (111-125 – Selesai)

ALLAH ADALAH KASIH. #111 Besarnya ukuran satu kata sederhana BEGITU tidak dapat, ataupun tidak pernah akan terukur, [Read More]

Insider

Archives