Sunday May 20th 2012

Belajar Memberi (Bag. 2)

Author : | This author have 39 posts

Carilah Sukacita Dalam Memberi Bukan Dalam Menerima

Tuhan ingin agar kita hidup berkelimpahan – tujuanNya bukan hanya untuk meningkatkan standar hidup kita – tapi untuk meningkatkan standar pemberian kita – artinya dia mau kita hidup lebih bahagia lagi, sebab kalau kita hidup lebih berkelimpahan, kemampuan kita untuk memberi bertambah dan kalau kita lebih sering memberi, hidup kita akan jauh lebih bahagia.

1. Orang Yang Memberi Akan Diberi

Ini hukum/prinsipnya: Bahwa orang yang memberi pasti akan diberi!

Lukas 6:38 – “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

Berilah maka kamu akan diberi – dan FA berkata bahwa kalu kita memberi maka kita akan menerima kembali dengan lipat ganda. Dia Allah yang tidak pernah berbohong, dan Ia mengatakannya kepada kita.

Tuhan selalu bicara tentang: “tumpah keluar, berkelimpahan, tidak pas-pasan” KENAPA? Itu supaya kita bisa memberi untuk orang lain.

Lukas 6 berkata bahwa apa yang kita ukurkan pada orang lain, itu yang akan diukurkan kepada kita. Kalau kita waktu memberi – kita memberi barang bekas, maka yang diukurkan kepadamu juga barang bekas. Kalau kita memberi yang murahan, maka ukurannya juga murahan. Kalau kita memberi yang kecil, maka yang diukurkan kepada kita juga pasti hal2 yang kecil. So, as simple as that!

Kita ngga bisa marah ato iri sama tetangga ato temen kita, misalnya kenapa dia bisa punya ini dan itu? Katanya Tuhan tidak punya anak favorite, tapi kenapa terjadi begitu seolah-olah Tuhan tidak adil? Kalian jangan cepet2 iri ato marah dulu, sebab mungkin tetanggamu ato temanmu mengukur dengan cara yang berbeda dengan ukuran yang kamu lakukan. Temanmu memberi yang terbaik, yang berharga, sehingga apa yang diukurkan kepadanya adalah yang the best, makanya apa yang dihasilkannya berbeda karena ukurannya berbeda.
Tuhan tuh selalu ngikut bagaimana kamu – kalau kamu beraninya segini, yach itu yang diukurkan kepadamu, kalau selama ini kamu kadang-kadang memberi, maka itu juga yang jadi ukurannya bagimu – kadang2.

Luk 6 dalam Alkitab terjemahan sehari-hari tertulis: “…Sebab takaran yang kalian pakai untuk orang lain akan dipakai Allah untukmu.”
Jadi apa yang kita ukurkan kepada orang lain – akan diukurkan kembali kepadamu.
Kalau memberi barang bekas kepada gereja, memberi hal yang kecil2 – maka itu juga yang diukurkan kepadamu.
Ini seperti cermin – memantul kembali – kalau kita ingin yang the best – kita juga harus memberi yang the best – beri yang besar- maka akan terima yang besar – tidak bisa kita memberi yang kecil tapi mengharapkan hasil yang besar.

Jadi ada hukum sebab akibat – semua tergantung benihnya. – kalau nanem biji jeruk dapatnya buah jeruk, ngga mungkin dapat buah mangga. Kita bisa saja mengelak dan beragumen tapi hasilnya tidak bisa dibohongi, apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai.

Bagaimana Tuhan akan membalas pemberian kita??
Alkitab versi King James Version menulis Luk 6:38 seperti ini – “Give and it shall be given unto you; good measure, pressed down, and shaken together, and running over, shall men give into your bosom.”

Perhatikan kata “Men”. Tuhan akan pakai men (orang lain) untuk mengembalikan kepadamu. Pernahkah kalian mengalami hal ini ?? Saat kita memberi kepada orang lain, kepada teman kita, kepada gereja, maka Tuhan akan mengembalikannya kepada kita dengan berlipat ganda, Tuhan memakai seseorang/orang lain untuk jadi tangan-Nya Tuhan.
Mengapa?? Sebab Tuhan tidak suka dan tidak mungkin berhutang.
Kalau kita senang memberi, maka seolah-olah kita menghutangi Tuhan dan Tuhan tidak suka berhutang, maka Ia akan mengembalikannya kepada kita.

Amsal 11:24 – Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Ingat ini baik-baik:
Kalau kita ingin hidup berkelimpahan – belajarlah untuk memberi.

Ada 3 tingkatan dalam memberi:
1. Memberi Karena Harus/Wajib untuk Memberi
Namanya: PERPULUHAN
Kalau yang wajib saja tidak dilakukan, maka ngga heran kalau kita ngga diberkati dan jauh dari berkecukupan.

Maleakhi 3:10 – “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”

2. Memberi Karena Ingin Memberi – Tidak Ada Paksaan
Namanya: PERSEMBAHAN

3. Memberi Karena Gaya Hidup (Life Stlye)
Ini yang disebut sebagai: MENABUR
Kalau cuma setahun sekali menabur, itu bukan penabur. Yang namanya penabur artinya dia sering atau suka menabur.

2 Kor 9:10-11 – “Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.”

Tuhan selalu menyediakan benih bagi penabur – Dia menitipkan benih agar kita dapat menabur di tanah yang subur dan menghasilkan buah2, dan ayat 11 berkata ada ucapan syukur yang dinaikkan.
Kalau orang yang diberi hatinya sampai meluap dengan ucapan syukur, artinya apakah pemberian itu berarti atau tidak?? Pasti berarti, besar, sehingga ada ucapan syukur yang keluar.

Untuk dapat memiliki hal yang demikian (memberi sebagai life style) kita harus belajar dulu dari hal2 yang wajib yang perlu kita beri. Apa yang kita tahu bahwa itu wajib dilakukan, lakukanlah hal itu, jangan menunda-nunda, sebab mulai dari sanalah berkat-berkat akan dicurahkan dan terus melimpah seperti janji Firman Allah.

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives