Sunday May 20th 2012

Bayi Musa

Author : | This author have 35 posts

Musa seorang bayi lelaki kecil. Ibunya mengasihi dia dan memeluk dia. Ayahnya mengasihi dia dsan dia mengusap pipinya yang gemuk. Kakaknya Miryam, mengasihi dia dan menyanyikan lagu-lagu gembira kepadanya. Saudaranya laki-laki mengasihi dia dan menggelitik jari kakinya. Tidak pernah seorang bayi lebih dikasihi daripada bayi Musa.


Teteapi raja di tempat Musa tinggal adalah seorang yang jahat. Ia bertitah kepada para pembantunya, “Buangkanlah semua bayi laki-laki ke dalam sungai.”
“Oh tidak…tidak!” Kata Ibu, serta lebih mendekap Bayi Musa. “Kita tidak akan membiarkan seorangpun membuangkan bayi kita ke dalam sungai”, kata Bapa. “Tidak, sekali-kali jangan!” Kata Miryam. Saudara laki-laki yang masih kecil menggelengkan kepalanya, “Tidak!”


“Kita akan menyembunyikan bayi kita”, kata Ibu. Tetapi Bayi Musa tidak suka disembunyikan sepanjang hari – ia menangis dan menangis. Miryam kuatir jangan-jangan serdadu-serdadu raja mendengarkannya. “Sy! Sy! Adik Musa”, bisiknya, tetapi makin keras saja ia menangis. “Oh, apakah yang dapat saya perbuat?” Tanya Miryam.


Pagi-pagi benar keesokan harinya – begitu pagi sehingga saudara laki-laki yang masih kecil belum bangun – Ibu dan Miryam membawa perahu kecil itu dengan Bayi Musa di dalamnya ke sungai. Mereka mengapungkannya di atas air.


Rumput-rumput yang tinggi menahan sehingga perahu keranjang itu tidak hanyut. Ibu meninggalkan Miryam untuk menjaganya sementara ia pulang ke rumah dan berdoa kepada Allah untuk menyelamatkan bayinya. Matahari bersinar dengan teriknya. Angin sepoi-sepoi berhembus silir semilir$ air mengayunkan perahu kecil itu. Bayi Musa suka diayun-ayunkan. Ia tertidur nyenyak.


Miryam bersembunyi di semak-semak di tepi sungai. Ia memperhatikan perahu keranjang itu yang berayun-ayun kian kemari di atas air. Tetapi dengar! Ada org sedang datang. Oh! Oh! Oh! Itulah puteri raja dengan dayang-dayangnya yang datang mandi di sungai. Apakah ia akan melihat perahu kecil itu? Apakah ia akan melemparkan Bayi Musa ke dalam sungai?


Puteri raja datang lebih dekat dan lebih dekat lagi. Ia berhenti di tepi sungai dan menunjuk kepada perahu kecil itu. “Pergi”, katanya kepada seorang dayang, “Pergi ambil dan bawa keranjang itu kepada saya”. Puteri raja mengangkat penutupnya. “Oh, alangkah manisnya bayi ini!” katanya. “Saya ingin mengambil dia sebagai anakku”.


Miryam datang berlari-lari. Ia menundukkan dirinya kepada puteri raja. “Bolehkah saya pergi pergi mencari seorang pengasuh untuk bayi itu?”
“Ya, kata puteri raja, pergilah cari seorang pengasuh untuk memelihara bayi itu bagiku”. Miryam menundukkan dirinya sekali lagi, dan kemudian berlari ke rumah secepat-cepatnya.


“Ibu…ibu! Mari, mari! Puteri raja menemukan bayi Musa. Ia memerlukan seorang pengasuh baginya. Ia menyukai bayi kita. Ia tidak sampai hati melihat orang melemparkannya ke dalam sungai.


Ibu dan miryam pergi cepat-cepat ke sungai. Di sanalah puteri raja berdiri memeluk bayi Musa. Bayi itu sedang menangis – ia takut akan wanita yang asing baginya. “Bawalah bayi itu dan peliharalah dia bagiku, aku akan membayar upah kepadamu”, kata puteri raja. Ibu mengulurkan. Tangannya utk menerima bayi itu. Bayi Musa tersenyum dan mengangkat tangannya. Puteri raja berkata kepada ibu, “Peliharalah bayi itu bagiku sampai ia sudah besar”.


Ibu mengambil Bayi Musa, dan mulai mendaki pulang. Ia bergembira membawa bayinya ke rumah. Sekarang ia tidak usah memnyembunyikannya lagi. Miryam amat bergembira sehingga ia melompat-lompat dan menyanyi-nyanyi. Bayi Musa tertawa dan mendehem. Ia bergembira juga. Ayah dan saudara Musa sedang menantikan mereka. Saudaranya laki-laki yang masih kecil itu melompat-lompat dan melambai-lambai.


Ketika semuanya sudah kembali ke rumah dengan selamat, mereka berlutut dan berdoa di sekeliling buaian bayi Musa — Ayah, ibu, Miryam dan saudaranya yg masih kecil. Ayah berdoa, “Syukur kepadaMu ya Allah, karna telah menyelamatkan bayi kami”.

Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives