Mazmur 51:12 – “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!”
Suatu doa yang sangat terkenal yang juga dinaikkan oleh seorang yang sangat terkenal, yaitu Daud setelah ia ditegur dengan keras oleh nabi Natan atas dosanya mengambil Batsyeba dan membunuh suaminya. Daud adalah seorang yang sangat mengerti pentingnya sebuah pengampunan dosa. Dia juga sadar bahwa pengampunan itu hanya bisa diperoleh dari Tuhan. Pengampunan bukan saja hanya membuat hati dan hidupnya bersih dan terbebas dari tuduhan hati nurani yang sangat menyiksanya, tetapi pengampunan dari Tuhan itu juga akan memperbaharui kehidupannya. Dan memang, Tuhan mengampuni dosa Daud!
Setidaknya ada dua hal yang dapat kita belajar dari Daud sehubungan dengan pengampunan dosanya oleh Tuhan. Pertama, Daud adalah seorang yang tahu mengampuni kesalahan orang.
Kita tentunya ingat bagaimana sikapnya terhadap Saul yang memburunya, juga terhadap Nabal, Abner dan seluruh keturunan Saul. Jangan lupakan juga bagaimana ia tetap mengasihi Absalom, anaknya sendiri yang mengudeta dan berniat membunuhnya. Tuhan Yesus berkata bahwa: “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Mat. 6:14-15).
Kedua, bukannya memarahi dan menghukum nabi Natan yang berani menegurnya, Daud malah merendahkan diri dan mengakui dosanya di hadapan Tuhan. Firman Tuhan berkata bahwa: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yoh. 1:9).
Sebesar apapun dosa yang pernah kita lakukan, darah Yesus sanggup untuk menghapusnya sehingga engkau bebas dari tuduhan hati nurani dan mendapatkan hidup yang diperbaharui. Tetapi jika saudara inginkan hal itu, terlebih dahulu ampunilah kesalahan orang lain yang diperbuatnya terhadap saudara, dan mengakulah kepada Tuhan Yesus semua dosamu maka pengampunannya pasti diberikan.
