Sunday May 20th 2012

Awan dan Kekudusan

Author : | This author have 132 posts

(Keluaran 19:9-10)

Setelah seluruh bangsa Israel sepakat, bersama-sama, sehati (in one accord) berjanji akan melaksanakan semua Firman Tuhan, maka Tuhan berkata melalui Musa bahwa Ia akan datang dalam awan yang tebal. Tujuannya, agar seluruh bangsa bisa mendengar saat Tuhan berbicara kepada Musa, dan supaya mereka selalu percaya kepadaNya.

Awan  

1. Fenomena Alam

a. 1 Raja-raja 18:44-45 – Awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut tanda akan turun hujan yang lebat.

b. Yesaya 25:4-5 – Awan merupakan naungan terhadap panas terik. Panas terik ditiadakan oleh naungan awan.

c. Lukas 12:54-56 – Awan  yang naik dari barat (Laut Tengah) menandakan akan turun hujan, sedangkan angin selatan (dari padang gurun) menandakan hari akan panas terik. Orang dengan mudah menilai bumi dan laut, tetapi tidak pandai menilai zaman!

2. Arti Rohani

a. Berkat (Yesaya 45:8).

Awan mencurahkan dari langit keadilan yang dicari dan dinantikan dunia.

b. Murka/penghukuman Allah (Yesaya 30:27-30).

Tuhan akan datang dari surga dalam awan gelap yang bergumpal-gumpal – penuh dengan murka Allah. Kelak Tuhan akan membalaskan dengan adil orang-orang yang telah menindas kita; baik mereka yang tidak mau mengenal Allah, maupun mereka yang (mengenal Allah, tetapi) tidak mentaati Injil Yesus (2 Tesalonika 1:6-8).

c. Kemuliaan Tuhan (Ulangan 33:26).

Allah melintasi langit dalam kejayaanNya melintasi awan-awan. Allah bergerak dalam awan.

d. Hadirat Tuhan (Keluaran 13:21-22).

Sejak keluar dari Mesir, bangsa Israel berjalan di bawah pimpinan tiang awan pada siang hari dan tiang api pada malam hari. Tiang awan dan tiang api bicara tentang hadirat Allah yang selalu menyertai bangsa Israel.

e. Perlindungan Tuhan (Keluaran 14:19-20).

Tiang awan yang mulanya berjalan didepan bangsa Israel, pindah ke belakang sehingga tentara Mesir yang mengejar dari belakang tidak dapat menghampiri mereka. Tiang awan itu disebut sebagai Malaikat Allah (= Tuhan Yesus dalam keadaanNya sebelum inkarnasi).

3. Perjanjian Baru

Dalam Perjanjian Baru, awan juga berbicara tentang kemuliaan/hadirat Allah. Kemuliaan Allah belum dapat dilihat sepenuhnya oleh manusia. Itu sebabnya orang hanya melihat kemuliaan Allah dalam bentuk awan.

a. Matius 17:5 – Murid-murid melihat awan, dan dari dalam awan terdengar suara Allah Bapa berkata, “Inilah anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

b. Kisah Para Rasul 1:9 – Saat naik ke surga, tiba-tiba ada awan yang menutup Yesus sehingga Ia tidak kelihatan lagi. Awan itu adalah kemuliaan Allah.

c. Kisah Para Rasul 1:10-11; Lukas 21:27 – Sebagaimana saat naik ke surga, kelak Yesus akan datang kembali dalam awan – dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya.

d. 1 Tesalonika 4:17 – Kelak kita yang masih hidup akan diubahkan dalam sekejap lalu bersama-sama diangkat di dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Kemuliaan Allah yang hilang dari manusia ketika manusia jatuh dalam dosa akan dikembalikan, dan kita akan diangkat dalam awan kemuliaan Alah.

Kekudusan.  
Untuk melihat kemuliaan Tuhan; untuk melihat Tuhan datang dalam awan yang tebal (= kemuliaan yang luarbiasa), bangsa Israel harus menguduskan diri serta mencuci pakaian mereka (Keluaran 19:10). Luar dan dalam harus bersih/kudus. Kelak kita akan melihat Yesus dalam keadaanNya yang sebenarnya – bukan lagi dalam awan (1 Yohanes 3:2).

Tetapi untuk itu, Tuhan mau agar kita terus memelihara/menjaga kekudusan yang Tuhan telah berikan, dan tetap berusaha untuk hidup kudus. Tuhan mau agar dunia bisa melihat kesucian yang ada dalam kita melalui perbuatan dan perkataan kita.

Roti dan anggur dalam Perjamuan Kudus adalah lambang dari tubuh dan darah Yesus. Alkitab berkata, barangsiapa makan dan minum Perjamuan Kudus dengan cara tidak berlayak, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan, dan akan mendatangkan hukuman ke atas dirinya (1 Korintus 11:27-29).

Tuhan telah membawa bangsa Israel keluar dari Mesir pada hari Paskah. Lalu sekarang Ia mulai memberi petunjuk-petunjuk hidup agar mereka bisa sampai ke tanah perjanjian, antara lain tetap menjaga kesucian! Kalau tidak, mereka tidak akan melihat kemuliaan Allah.

Maukah saudara merasakan dan mengalami berkat Tuhan saat saudar mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus? Mintalah supaya Tuhan memberi kita kekuatan untuk bisa menjaga kekudusan dalam hidup pribadi dan jemaat. Tuhan memberkati kita semua (Pdt. A.H. Mandey, GPdI Ketapang – 16 September 2007).

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Akhir Zaman – Eskatologi* (1)
Akhir Zaman – Eskatologi* (1)

I.Pentingnya Pelajaran Kedatangan Yesus Kedua Kali. Para malaikat berkata kepada murid-murid Tuhan ketika menyaksikan [Read More]

Kolose (21-30)
Kolose (21-30)

COLOSSIANS  21 There can be no statement of more importance to the church than that which the Apostle made concerning [Read More]

Kolose 11-20
Kolose 11-20

COLOSSIANS  11 Redemption is necessary when a person or item of some sort is held captive by an evil force or group. A [Read More]

Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)
Doktrin Tentang Malaikat – Angelogy (1)

BAB I: KEBERADAAN MALAIKAT. Memang harus diakui bahwa ayat-ayat referensi tentang malaikat dalam Alkitab hanya sedikit. [Read More]

Kolose (1-10)
Kolose (1-10)

Greetings in the lovely name of our Lord Jesus Christ. It is a joy to once again be able to send you a daily study. My [Read More]

Insider

Archives