28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.
29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.
31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”
Orang Kristen sebagai anak-anak Allah digambarkan dalam perumpamaan Tuhan Yesus tentang anak sulung & anak bungsu. Anak sulung kelihatannya taat tapi ternyata tidak. Anak bungsu kelihatannya tidak taat, tapi akhirnya menyesal & mau taat.
1. KRISTEN YANG PURA-PURA TAAT (Anak Sulung) Ada Kristen yang kelihatan sangat senang ibadah, rajin ikut berbagai acara gereja ,tiap hari baca Alkitab & doa pribadi, selalu senang dengar kotbah, kelihatannya saleh . . . . TETAPI . . . pada hakekatnya di hadapan Tuhan ia jarang melakukan Firman yang didengar & dibacanya, bahkan tidak jarang di akhir hidupnya ia murtad. Ketidaktaatan pada umumnya berakhir dengan kemurtadan. Anak Sulung hanya omong besar padahal dalam hatinya ia menolak perintah ayahnya. Berapa banyak dari kita seperti itu ? Kita khotbah tentang kasih, tapi dalam hati berkata, “aku sekali-kali tidak akan berdamai dengan mertuaku”. Kita memberi nasihat kepada anak-anak kita bahwa kita harus hidup jujur, tapi saat hati nurani ini mengejek kita, maka kita berdalih, “Jika tidak korupsi mana mungkin diberkati?” Saat Roh Kudus mengingatkan hutang yang belum kita bayar, kita berkata, “Lha saya belum mampu kok” (padahal uang yang seharusnya untuk bayar utang dibelikan mobil oleh dia). Raja Salomo membangun Bait Allah berlapis emas, ia mempersembahkan 20.000 sapi & 120.000 kambing domba di saat peresmian Bait Allah. Ia juga menulis Kitab Amsal, Pengkotbah, Kidung Agung, 2 pasal Mazmur, ia diberkati Allah dengan hikmat, kekayaan, kemashyuran luar biasa. Tapi karena terpikat oleh 700 istri & 300 selir, maka ia menjauh dari Tuhan. Akhirnya ia menyembah berhala Asyitoret, Milkom, Kamos, Molokh. Kristen yang tidak melakukan Firman adalah Kristen kulit luar saja, isinya bukan Kristen. Orang seperti ini sekalipun rajin pelayananan bahkan bisa bernubuat & usir setan, ia tetap ditolak Tuhan (Matius 7:21-23). Orang ini dipakai Tuhan, tapi sesudah itu dibuang. Orang yang dipakai Tuhan belum tentu selamat, tapi orang yang taat pasti selamat.
2.KRISTEN YANG BERTOBAT DAN MAU TAAT (Anak Bungsu) Jika ada di antara kita yang hidup tidak taat pada Firman, mari kita menyesal seperti anak bungsu, bertobat & mulai hidup melakukan Firman dalam cara kita hidup, berkeluarga, bekerja, bertingkah & berkata. Saulus seorang Farisi yang amat benci Kristen pada akhirnya bertobat & ganti nama jadi Paulus. Padahal dulunya ia giat membasmi & membunuh orang Kristen. Seburuk apapun hidup, tingkah & pikiran kita, jika kita mau menyesal & tobat, maka kita bisa mulai lembar hidup baru. Jika selagi hidup kita mau tobat, mau menjalani hidup yang sesuai Firman, maka kita akan selamat. Koruptor & pelacur bisa masuk Surga asal tobat, sedangkan pemuka agama (misalnya Pendeta) jika tidak bertobat, tidak akan masuk Surga. Arti tobat adalah menyesal & mau melakukan Firman, bukan sekedar menangis, jadi Kristen & minta dibaptis. Banyak sekali orang yang jadi Kristen, tapi hanya kulit luarnya saja. Bagi Allah, tidak ada dosa yang terlalu besar yang tak bisa diampuni. Baik narapidana, penjahat, pelacur, dll. Mereka pasti bisa masuk Surga asalkan menyesal dan bertobat, selagi ada waktu. * Kristen type anak sulung tidak baik sebab pura-pura taat padahal tidak. * Kristen type anak bungsu lebih baik, sebab pada akhirnya menyesal & melakukan kehendak Tuhan. * Kristen type terbaik adalah sejak awal sudah taat dengan sukarela & sukacita.

