Sunday May 20th 2012

Allah yang Kekal

Author : | This author have 9 posts

Wahyu 1 : 12-18

Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: \Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut

Puji Tuhan, Saudara-saudara sekalian ada beberapa hal yang akan kita cermati dari pembacaan ayat-ayat ini.

Ayat 12 Ini adalah merupakan suatu penglihatan yang dilihat oleh Yohanes dari pribadi Yesus, yang kemudian dari ayat ini menjelaskan bahwa ketika Yohanes melihat semuanya itu kemudian ayat 17 berkata bahwa ia tersungkur di depan kakiNya sama seperti orang yang mati…. .”. Nah , Ada satu kebenaran yang dapat kita lihat dari ayat ini bahwa memang betul seperti yang dikatakan dalam surat 2 Timotius 6:16 bahwa Allah kita berdiam di tempat yang maha tinggi dan tak terhampiri, tidak ada seorangpun manusia sebelum sempurna dapat menghampiri Allah dalam keberadaan fisiknya. Alkitab berkata bahwa kita menghampiri Allah dengan Iman. Oleh karena percaya kita datang kepada Tuhan. Pada waktu Yesus menampakan diri kepada Yohanes di pulau Patmos , DIA tidak berhadapan langsung dengan Yohanes tetapi Yohanes hanya melihat belakangnya Yesus dan ketika Yohanes berpaling melihatNya akibatnya dia jatuh tersungkur seperti orang mati karena memang dia tidak layak dan dia tidak mampu melihat keberadaan Yesus dalam ke AllahanNya tetapi pada waktu Yesus dalam kemanusiaannya melayani di bumi orang dapat melihatNya.

Ayat 17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: \Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir

Apa kaitannya ucapan Yesus dengan pengalaman Yohanes waktu itu? Yang jelas Yohanes jatuh tersungkur dalam ketakutan karena dia tidak sanggup melihat kemuliaan Tuhan dan Tuhan datang meletakkan tanganNya lalu berkata “Jangan takut! Akulah yang awal dan yang akhir”

Bahasa yang sama diucapkan dalam ayat 8 “\”Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.

Alfa adalah huruf pertama dan Omega adalah abjad terakhir dalam abjad Yunani. Kata ini memberikan suatu penekanan pengertian bahwa bukan berarti Dia pernah tidak ada lalu kemudian muncul dan kemudian Dia tidak ada karena sudah berakhir tetapi kita tahu bahwa salah satu atribut Allah adalah KEKAL. Pengertian KEKAL adalah Dia tidak berawal dan tidak berakhir, tidak ada ujungnya atau pangkalnya. Didalam pengertian keturunan disebutkan bahwa Dia tidak berbapa dan tidak beribu. Kalau kita mengkritisi kalimat Yang awal dan yang akhir seolah-olah kalimat tersebut ada pangkal dan ujungnya karena ada “awal” dan “akhir” tetapi sebenarnya Ia tidak berawal dan tidak berakhir karena Dia adalah KEKAL.

Dalam Yesaya 9 :5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Julukan yang diberikan kepada Yesus sebagai Juruselamat yang akan dilahirkan bagi kita walaupun waktu itu belum terjadi. Kenapa dalam ayat ini dipakai kata “telah lahir” karena memang DIA sudah ada sebelum dunia dijadikan dan hadirnya Yesus yang lahir di dunia sebagai korban yang akan menghapus dosa umat manusia dan sebagai korban Dia sedang dipersiapkan Allah sebelum dunia dijadikan. Nah makanya Alkitab katakan bahwa Dia telah lahir ,Dia telah diberikan kepada kita tetapi atribut yang dikenakan Allah adalah Bapa yang kekal Salah satu sifat yang ditunjukan oleh Yesus kepada manusia/kita adalah sifat kebapaannya. Yesus berkata Aku dan Bapa adalah satu (Yohanes 10 ; 30). Dalam sifat kebapaanNya itu adalah Kekal

Mazmur 93:1-2 TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang;

ayat2: takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.

Kalau kita belajar kata Kekal ini artinya tidak berpangkal dan tidak berujung. Jadi kalau kita mau mencoba menelusuri/mencari asal usul Allah kita tidak akan mampu dengan logika kita walaupun dengan kekuatan/kemampuan kita sekalipun Jadi kita tidak bisa mencari asal usul darimana Allah itu karena Allah itu KEKAL . Allah yang kita sembah bukan Tuhan yang lahir lalu mati , yang hanya muncul dalam catatan sejarah manusia saja (yang pernah lahir , pernah hidup dalam dunia ini dalam kurun waktu tertentu dan kemudian berakhir).

Yeremia 10;10 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya.

Kalau kita perhatikan ayat ini dimulai dengan kata “tetapi “ artinya ada alasannya. Tetapi Tuhan adalah Allah yang benar. Nah siapakah Tuhan itu? Dalam surat 1 Petrus 3:15 berkata Kuduskanlah Yesus Kristus dalam hatimu sebagai Tuhan (Adonai,Elohim Bara,sang pencipta) bangsa Israel ketika menyebut Yehova, itu menyebut kepada sang pencipta. Saking kudusnya nama Allah kita mereka tidak sembarangan menyebut nama Tuhan dengan Yehova/Yahweh tetapi mereka menggunakan kata Adonai yang artinya Tuan diatas segala tuan/ Dia sang Pencipta.

Dalam Yohanes 1:1-3 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada.

Nah kalimat “Tetapi Tuhan adalah Allah yang benar ..kenapa disebut begitu? Karena kalau kita kembali ke ayat-ayat sebelumnya Nabi Yeremia menegur dengan keras terhadap bangsa Israel. Bangsa yang cenderung beribadah kepada berhala-berhala. Kata “Berhala” bukan hanya benda-benda mati atau jimat tetapi pengertian berhala adalah ketika keyakinan / pengharapan kita tidak seutuhnya tertuju kepada Tuhan tetapi berpaling kepada bukan Allah misalnya kepada manusia (kita berhalakan manusia) atau kita berhalakan benda-benda mati. Bangsa Israel dalam perjalanan hidupnya, mereka jungkir balik dalam kehidupan ibadah kepada Tuhan bukan karena susahnya tetapi karena ulah mereka, ada waktunya mereka menyembah kepada berhala.

Dalam ayat –5 Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat.

Kalau di jaman sekarang khususnya di Pedesaan bukan kebun mentimun tetapi padi disawah atau di ladang. Pada waktu tanaman padi di sawah atau tanaman di ladang mendekati panen biasanya dibuatkan orang-orangan dari kain atau bahan lainnya dengan ditarik oleh tali untuk mengusir burung-burung yang mencoba makan tanaman padi/tanaman lain diladang. Nah di jaman Bangsa Israel juga seperti itu tetapi di kebun mentimun, orang-orangan tersebut dibuat bukan untuk mengusir burung tetapi untuk mengusir tupai atau binatang kecil /rubah (Kidung agung 2:15).

Jadi berhala itu tidak dapat bicara, orang harus mengangkatnya sebab memang tidak dapat melangkah. Dengan ayat ini jelas sekali bahwa tidak ada gunanya kita andalkan/beribadah kepada berhala yang tidak dapat menolong kita.

Ayat 8 Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka.

Ayat 9 Perak kepingan dibawa dari Tarsis, dan emas dari Ufas; berhala itu buatan tukang dan buatan tangan pandai emas. Pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, semuanya buatan orang-orang ahli.

Jadi berhala itu hanya seperti itu tetapi “TUHAN…jadi ada perbandingannya. Berhala itu hanya seperti orang-orangan yang terbuat dari kayu, tembaga, emas, perak, patung yang dibuat tukang ahli tidak bisa bergerak, tidak bisa menjawab tetapi Tuhan adalah Tuhan yang benar, Allah yang hidup raja yang kekal.

Sangat disayangkan sekali kalau awalnya orang menyembah Tuhan tetapi akhirnya menyembah benda mati. Karena sebenarnya bahwa berhala itu Bodoh dan dungu.

Seperti contoh di India, orang sangat mendewakan binatang Sapi. Kalau pejabat Negara sedang berjalan beriringan dengan dikawal tetapi kalau ada Sapi yang lewat mereka akan langsung berhenti dan tidak hanya itu saja sampai (maaf bicara) kotorannya pun digunakan untuk melapisi dinding seperti semen karena dipercaya dapat menolong. Itu sapi yang diberhalakan. Lebih celaka lagi orang memberhalakan patung yang tidak bisa bergerak, tetapi kita menyembah Allah yang benar, Tuhan sang pencipta dan kalau Dia murka bumi ini bergoncang. Jadi benarlah Tuhan kita , Dia adalah Tuhan yang benar, Tuhan yang hidup bukan tuhan-tuhanan.

Ayat 10 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya.

.Jadi Tuhan yang kita sembah adalah Allah yang benar sedangkan yang lain hanyalah orang-orangan seperti orang-orangan dikebun mentimun, seperti patung buatan tangan manusia dari kayu, emas ataupun perak yang hanya digerakan ketika orang mengangkatnya tapi Allah kita adalah ;

   1. Allah yang Kekal
   2. Pribadi yang dapat menjawab, mendengar dan dapat berbicara serta dapat merasakan apa yang kita rasakan.

Di jaman Raja Nebukadnezar yang tercatat dalam kitab Daniel, Raja Nebukadnezar merupakan lambang/simbol kejayaan kerajaaan manusia dan dia tahu itu karena dari mimpi yang diungkapkan oleh Daniel. Dan dia bangga sekali waktu dia tahu arti mimpi tersebut dan saking bangganya dia menganggap bahwa tidak ada yang lebih dari dia. Karena Nebukadnezar dilambangkan Raja yang maha besar. Kerajaan dunia dilambangkan seperti patung dan Nebukadnezar adalah bagian kepala yang terbuat dari emas dan langsung ia menjadi gede rasa. Nah, ini jadi awasan bagi kita bahwa kalau kita berhasil kita katakan itu karena Tuhan.

Ketika Nebukadnezar bangga sekali arti mimpi itu sampai dia lupa diri dan akhirnya Tuhan rendahkan Nebukadnezar menjadi binatang selama 7 tahun tetapi setelah Allah kembalikan akal budinya lalu dia memberikan pengakuan “sekarang aku tahu bahwa di Sorga ada Allah ta allah. Kata ini berasal dari bahasa arab yang artinya Allah diatas segala allah. Padahal sebelumnya Nebukadnesar menempatkan diri sebagai manusia yang paling top diatas segala manusia . Boleh-boleh saja dia berkata seperti itu tetapi tidak berarti merampas kedudukan Allah.

Sekali lagi saya katakan bahwa kita mempunyai Tuhan yang benar, artinya yang lain itu TIDAK BENAR dan Tuhan kita itu adalah Yesus Kristus. Tuhan memberkati. Amin! (Ringkasan Kotbah PA 30 Januari 2008.Pdt. DR.Johnny W Weol, M.Div – Jakarta).

Previous Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Pantekosta
Pantekosta

Ayat Pokok: Kisah Para Rasul 2:1-4 Setelah 10 malam mengadakan kebaktian doa, hari ini kita tiba pada puncak perayaan: [Read More]

Berkat Umum dan Berkas Khusus
Berkat Umum dan Berkas Khusus

Hari ini adalah hari gereja pantekosta. Mungkin lain tahun kita akan adakan acara khusus setiap hari pantekosta. Kita [Read More]

Natal, Orang Majus dan Kita
Natal, Orang Majus dan Kita

Matius 2:1-12 Apakah makna natal? Salah satunya dapat kita rujuk pada peristiwa orang Majus yang datang ke Betlehem dan [Read More]

Natal
Natal

Ayat Pokok : Kidung Agung Hari-hari ini kita tengah memperingati Hari Kelahiran Tuhan Yesus.  Allah Yang Maha Kuasa [Read More]

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,
Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat,

Kita Bukan Lagi Dibawah Hukum Taurat, Tapi Dibawah Kasih Karunia. Firman Tuhan, Kolose 2:6-14, Dalam Dia kamu telah [Read More]

Insider

Archives