Ayat Pokok: Filipi 2:5 ; Yohanes 13:31-32 – Bagian 2
Oleh: Pdt. A.H. Mandey
Sesudah Yudas pergi meninggalkan Yesus dan 11 murid lain pada malam Paskah itu, terbukalah pintu bagi Yesus untuk menapaki jalan Via Dolorosa: jalan sengsara yang berawal dari penangkapanNya di Taman Getsemani sampai mati di Bukit Golgota. Tetapi justru melalui sengsara dan kematianNya, Yesus dipermuliakan!
“
Anak Manusia Dipermuliakan
Penderitaan dan kematian Yesus merupakan kemuliaan bagiNya. Ketika orang-orang Yunani (non-Yahudi = kafir) mulai datang menemuiNya, itulah saatnya “Anak Manusia dimuliakan”. Ia lalu berbicara tentang biji gandum yang harus jatuh ke tanah dan mati, supaya bisa bertumbuh dan menghasilkan banyak buah – Yohanes 12:20-24. Yesus menyamakan DiriNya seperti biji gandum yang harus mati, dikubur, supaya bisa menghasilkan banyak buah. Itulah kemuliaan Yesus: berhasil menjalankan misiNya untuk menyelamatkan umat manusia.
Yesus datang ke dunia bukan hanya untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi, tetapi juga bangsa-bangsa lain. Ia datang untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Puji Tuhan!
Demikianlah, Yesus dimuliakan melalui kematianNya. KematianNya bukanlah kekalahan, melainkan kemenangan dan kemuliaan bagi Yesus. Ia datang ke dunia, mengosongkan Diri, meninggalkan segala kemuliaanNya di surga, menjadi manusia hina, bahkan taat sampai mati disalib. Dan hasil ketaatanNya: Allah Bapa sangat meninggikan Dia.
Allah Dipermuliakan Di Dalam Yesus
Kematian Yesus bukan hanya menjadi kemuliaanNya, tetapi Allah Bapa juga dimuliakan di dalam Yesus! Mengapa? Sebab Yesus menunjukkan cintaNya kepada Bapa dengan cara taat menjalankan perintah Bapa.
Mari perhatikan perjalanan hidup Yesus:
1. Dipilih Sebelum Dunia Dijadikan
Jauh sebelum dunia dan manusia dijadikan, Allah Bapa telah menetapkan dan memilih Yesus untuk menjadi Juruselamat manusia!
1 Petrus 1:20 – “Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.”
2. Diutus Datang Ke Dunia
Allah Bapa mengutus Yesus turun ke dunia untuk membawa keselamatan bagi barangsiapa yang percaya kepadaNya.
Yohanes 3:16 – “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
3. Rela Mati Karena Mengasihi & Taat Pada Perintah Bapa
Yesus mendapat tugas yang amat berat, tetapi Ia berkata, “Bukan kehendakKu, melainkan kehendakMu yang jadi.” Yesus rela mati disalib, sebab Ia mengasihi BapaNya, dan taat pada perintah Bapa!
Yohanes 14:31 – “Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku…”
Yesus menjadikan DiriNya Teladan. Dan jika kita menuruti segala perintahNya, maka kita akan tinggal dalam kasihNya. Itulah upah bagi mereka yang taat melakukan perintahNya. Tinggal dalam kasih Yesus berarti melekat kepadaNya – sehingga tak ada satu kuasa yang dapat merampas kita dari dalam genggaman tanganNya, kecuali kita sendiri yang melepaskan diri – Roma 8:35-39.
Yohanes 15:10 – “Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.”
4. Cinta Dinyatakan Dalam Ketaatan Kepada BapaNya
Karena cinta dan ketaatanNya kepada Bapa, Yesus rela menjadi korban sebagai ganti semua korban bakaran yang ditetapkan dalam Perjanjian Lama.
Ibrani 10:9 – “Dan kemudian kata-Nya: \Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.\” Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.”
Ibrani 10:5-8 – “Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: \”Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki– tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku–. Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan. Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.\” Di atas Ia berkata: \”Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya\” — meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat–.”
5. Hasil Ketaatan Yesus: Banyak Orang Selamat
Akibat ketidaktaatan satu orang (Adam & Hawa), semua manusia menjadi orang berdosa dan dihukum. Tetapi oleh sebab ketaatan Satu orang (Yesus), semua orang menjadi orang benar. Haleluya!
Roma 5:19 – “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”
Tuhan mau mendidik kita menjadi anak-anak yang cinta dan taat pada Firman Tuhan, supaya kita bisa tinggal di dalam kasihNya. Haleluya! Itulah hal terbaik bagi saudara dan saya.
Tuhan Yesus memberkati! (GPdI Ketapang, 26 April 2009)
“
