Sunday May 20th 2012

Alkitab Kita

Author : | This author have 22 posts

Buku-buku Perjanjian Baru dikumpulkan dan didistribusikan melalui Mediterranean pada kisaran jaman Konstantin, kaisar Roma yang melegalkan kekristenan pada AD 313. Pada AD 400 standard 27 buku-buku Perjanjian Baru telah diterima di Timur dan Barat sebagaimana dikonfirmasikan oleh Athanasius, Jerome, Augustine, dan 3 Dewan Gereja. 27 Buku-buku Perjanjian Baru secara resmi ditegaskan sebagai canon oleh Sinode Carthage pada AD 397, masa 3 abad pemakaian oleh para pengikut Kristus.

Alkitab adalah tulisan yang diinspirasikan oleh Allah (2 Tim.3:16-17, 2 Pet.1:20-21). Terdiri dari 66 buku yang ditulis selama lebih kurang 1600 tahun (1500 BC – AD 100) oleh lebih dari 40 orang penulis dari berbagai profesi (Raja, Nabi, Pemimpin, dan pengikut Yesus).

Ada 39 buku Perjanjian Lama yang ditulis sekitar tahun 1500 BC – 400 BC pada Batu, Tanah Liat dan Kulit Binatang. Gulungan kitab dari kulit ini kemudian dikembangkan menjadi gulungan papyrus. 27 buku Perjanjian Baru yang ditulis sekitar tahun 45-100 AD, ditulis pada lembaran papyrus.

Penggalan Perjanjian Baru tertua yang kita miliki sekarang (Yohanes 18) dicopy kedalam bahasa Yunani pada papyrus codex sekitar tahun 110-130 AD. Papyrus codex adalah lembaran papyrus yang dilipat, dijahit menjadi sejilid yang terkadang ditambahkan dengan cover. Model ini lebih banyak digunakan dari pada bentuk gulungan (scroll) pada tahun AD 1- 100.

Kulit binatang berkualitas seperti kulit lembu atau antelope (Vellum), dan domba atau kambing (parchment) telah digunakan lebih dari 1000 tahun (AD 300-1400) untuk membuat copy dari Alkitab. Dua Alkitab tertua dari vellum copy (AD 325-350) yang masih eksis sekarang adalah the Vatican Codex dan the Sinaitic Codex.

Wycliffe Bible ditulis tangan pada Vellum di tahun 1300-1400. Untuk menghasilkan beberapa copy saja dari alkitab ini memerlukan 10 bulan sampai dengan 2 tahun kerja dengan biaya 1 tahun gaji pada waktu itu. Sebelum adanya mesin cetak, Alkitab diperbanyak dengan ditulis tangan. Alkitab diperbanyak dengan sangat akurat, kebanyakan dilakukan oleh orang Yahudi khusus ahli menulis surat yang mengembangkan seluk beluk cara menghitung kata dan huruf untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan yang terjadi.

Saat ini Alkitab dicetak pada kertas dalam berbagai type. Ia juga direkam dalam bentuk audio, dan juga tersimpan pada beragam komputer. Alkitab adalah buku pertama yang pernah dicetak pada mesin cetak yang bisa dipindah-pindah (Gutenberg Press, 1455, Latin Bible).

Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani dan sebagian bahasa Aram. Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Alkitab bahasa Ibrani memiliki teks yang sama dengan Alkitab Perjanjian Lama bahasa Inggris tetapi ada perbedaan dalam pembagian dan pengaturannya. Buku-buku dalam Alkitab dikumpulkan dan disusun serta diakui sebagai inspirasi Allah oleh para Rabbi dan pemimpin gereja berdasarkan pada pedoman yang sangat teliti.

Ada banyak bukti bahwa Alkitab yang kita miliki sekarang sungguh benar seperti catatan aslinya. Dari ribuan copy yang ditulis tangan sebelum tahun AD 1500, lebih dari 5300 naskah Yunani dari Perjanjian Baru saja masih eksis hingga sekarang. Teks dari Alkitab lebih terlindungi daripada tulisan Kaisar, Plato atau Aristoteles. Penemuan terhadap Gulungan kitab-kitab Laut Mati menegaskan tentang daya tahan yang luarbiasa dari salinan Perjanjian Lama. Meskipun ada variasi ejaan tapi tidak ada variasi yang mempengaruhi doktrin dasar Alkitab.

Karena Alkitab telah dibawa keberbagai negara, Alkitab telah diterjemahkan keberbagai bahasa setempat oleh para pelajar yang menghendaki orang lain juga dapat mengenal Firman Tuhan. Pada tahun 1998 masih ada sekitar 2000 group di dunia tanpa Alkitab dalam bahasa mereka sendiri. Pada tahun 200, Alkitab sudah diterjemahkan kedalam 7 bahasa, tahun 500 menjadi 13 bahasa, tahun 900, 17 bahasa, tahun 1400, 28 bahasa, tahun 1800, 57 bahasa, tahun 1900, 537 bahasa, dan tahun 1980 , 1100 bahasa.

Sejarah Alkitab:

Tahun 2000 BC – 500 BC.

Selama ratusan tahun kitab Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani dan sebagian bahasa Aram. Dalam kitab Keluaran Tuhan memerintahkan Musa untuk menulis sebuah kitab Kel. 17:14. Para penulis kitab Perjanjian Lama lainnya termasuk raja-raja, nabi-nabi, pemimpin-pemimpin telah diinspirasikan oleh Allah sendiri untuk menulis. Semua tulisan tersebut dituliskan pada gulungan kulit atau bahan-bahan lainnya, dinamakan juga Hebrew Scripture atau Perjanjian Lama.

Tahun 500 BC – 200 BC.

Ezra, Imam dan Ahli Taurat, sekitar tahun 450 BC mengumpulkan dan menyusun beberapa buku Perjanjian Lama. Septuaginta adalah kitab Perjanjian Lama yang diterjemahkan ke bahasa Yunani sekitar tahun 250-100 BC oleh para sarjana Yahudi di Alexandria, Mesir. Septuaginta berarti 70. Nama ini sehubungan dengan para penterjemah yang terdiri dari 70 atau 72 orang. Septuaginta sering disingkat dengan LXX, yaitu angka Romawi untuk bilangan 70.

Tahun 200 BC – 1 AD.

Buku-buku disusun berdasarkan subyeknya seperti: sejarah, syair, dan nubuatan. Termasuk didalamnya yaitu Apocrypha (tersembunyi), yaitu buku- buku; 1 Esdras, 2 Esdras, Tobit, Yudit, Sisa dari Ester, Hikmat Salomo, Pengkhotbah, Barukh dan surat Yeremia, Nyanyian Tiga Anak Kudus, Sejarah Susana, Bel dan Naga, Doa Manase, 1 Makabe, 2 Makabe) yang sampai pada tahun AD 90 diikutsertakan dalam Perjanjian Lama, kemudian dikeluarkan dari kumpulan kitab Perjanjian Lama oleh tua-tua Yahudi.

Tanaman Papyrus disayat menjadi lembaran dan di press sehingga menjadi bahan untuk menulis yang bisa dibentuk menjadi lembaran (scroll) atau jilid-an (codex). Kemungkinan Alkitab Perjanjian Baru pertama kali ditulis pada Papyrus Scroll yang oleh orang-orang Kristen kemudian mulai dicopy-kan kedalam bentuk lembaran-lembaran Papyrus Codex yang diikat menjadi satu dan ditempatkan di sela-sela dua lembaran papan/kayu sebagai penutup/cover.

AD 1 – AD 99.

Zaman Yesus. (4 BC – AD 33). Yesus sering mengutip Alkitab Perjanjian Lama. Ia katakan bahwa kedatanganNya untuk menggenapi apa yang tertulis dalam kitab ini. Ia katakan pada murid-muridNya “Inilah perkataan-perkataan yang telah Ku katakan kepadamu,…bahwa semuanya harus digenapi, semua yang tercatat pada hukum Musa, pada kitab Nabi-Nabi, dan dalam Mazmur, yang sehubungan dengan Nya”. Dan dibukaNya pengertian mereka sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

AD 100 – AD 199.

Matius, Markus, Lukas, Yohanes, Paulus, Yakobus, Petrus dan Yudas menulis injil, sejarah, surat kepada orang-orang Kristen, dan kitab Wahyu antara tahun AD 45 – AD 100. Mereka juga mengutip dari 8 buku-buku Perjanjian Lama. Tulisan dalam bahasa Yunani ini diperbanyak dan disebarluaskan sehingga pada sekitar tahun AD 150 ada cukup banyak yang menggunakannya dan berbicara tentang Perjanjian Baru. Perjanjian Baru yang Tuhan janjikan bagi manusia tercatat dalam Yeremia 31:31-34 yang juga direferensikan oleh Yesus dalam Lukas 22:20, dan oleh Paulus dalam 1 Korintus 11:25, dan pada suratan Ibrani.

AD 200 – AD 299

Perjanjian Lama Apokrifa. Bukti yang berasal dari penulis abad pertama, Philo dan Yosephus menunjukkan bahwa Canon Ibrani tidak menyertakan Apokrifa. Pada AD 200-AD 300 adalah awal dari penerjemahan Alkitab ke bahasa Latin, Coptic (Mesir), dan Syriac (Siria). Para bapa gereja mengakui tulisan-tulisan Injil dan surat-surat Paulus sebagai canonical (dari bahasa Yunani yang berarti kaidah iman dan kebenaran). Origen menyetujui 21 buku-buku Perjanjian Baru. Eusebius mengakui 22 buku-buku Perjanjian Baru.

AD 300 – AD 499

Buku-buku Perjanjian Baru dikumpulkan dan didistribusikan melalui Mediterranean pada kisaran jaman Konstantin, kaisar Roma yang melegalkan kekristenan pada AD 313. Pada AD 400 standard 27 buku-buku Perjanjian Baru telah diterima di Timur dan Barat sebagaimana dikonfirmasikan oleh Athanasius, Jerome, Augustine, dan 3 Dewan Gereja. 27 Buku-buku Perjanjian Baru secara resmi ditegaskan sebagai canon oleh Sinode Carthage pada AD 397, masa 3 abad pemakaian oleh para pengikut Kristus.

Jerome mulai menterjemahkan Kitab Suci kedalam bahasa Latin pada AD 410 yang diselesaikan selama 25 tahun kemudian. Terjemahan yang dinamakan Latin Vulgate ini tetap sebagai standard Alkitab selama beberapa abad.

AD 500 – 599.

Merosotnya Kekaisaran Roma menyebabkan Migrasi Jerman pada AD 378-600 dan menimbulkan terciptanya bahasa-bahasa baru.

The Masoretes adalah para ahli Yahudi yang di percayakan tugas khusus untuk membuat salinan dari Hebrew Scripture (Alkitab Perjanjian Lama) sekitar tahun AD 500-900. Mereka mengembangkan sistim yang cermat dan sangat teliti sekali dalam menghitung jumlah kata dalam setiap buku pada Alkitab untuk memastikan bahwa mereka telah membuat salinan yang akurat. Jika ditemukan gulungan kitab (scroll) yang mengandung kesalahan mereka kuburkan sesuai dengan hukum Yahudi.

AD 600-1299

Kekristenan menjangkau Inggris sebelum AD 300, tetapi para penyembah berhala Anglo-Saxon menyebabkan kekristenan masuk ke Wales (AD 450-600). Pada AD 596 Augustine dari Canterbury memulai penginjilan kembali.

Caedmon, biarawan butahuruf, menceritakan kembali beberapa bagian dari kitab suci melalui puisi dan lagu dalam bahasa Inggris kuno (Old English/Anglo-Saxon) AD 676.

Aldhelm of Sherborne, AD 709, mengatakan bahwa ia telah menterjemahkan kitab Mazmur.

Bede, seorang biarawan dan juga sarjana, membuat terjemahan Anglo-Saxon (Old English) dari beberapa bagian Kitab Suci. Pada akhir hidupnya di tahun AD 735 ia telah menyelesaikan terjemahan injil Yohanes.

Alfred The Great, Raja dari Wessex, 871-901, menterjemahkan sebagian dari kitab Keluaran, Mazmur, dan Kisah Rasul.

Aldred, Bishop dari Durham, menyelipkan terjemahan Northumbrian dialek kedalam Lindisfarne Gospels (AD 950).

Aelfric, 955-1020, menterjemahkan bagian-bagian dari Perjanjian Lama.

1300-1499

Normans menaklukkan Inggris (1066) dan membuat bahasa Perancis menjadi bahasa resmi disana. Tidak ada terjemahan bahasa Inggris yang dihasilkan sampai dengan tahun 1300. Munculnya bahasa Middle English yang terkenal melalui karya seperti Canterbury Tales dan Richard Rolle’s Psalter (1340).

Alkitab bahasa Inggris pertama diterjemahkan dari bahasa Latin pada tahun 1382 dan dinamakan Wycliffe Bible sebagai penghargaan bagi Imam dan sarjana Oxford, John Wycliffe. Pada zamannya, Wycliffe menginginkan orang-orang biasa bisa memiliki Alkitab. Ia juga mengkritik beberapa praktek dan kebijaksanaan gereja Roma Katholik. Para pengikutnya diejek dengan sebutan Lollards yang berarti mumblers (tukang ejek). Kritiknya diikut sertakan pada halaman pembukaan Wycliffe Bible. Alkitab ini dilarang dan dibakar. 40 tahun setelah kematian John Wycliffe, tulang-tulangnya digali kembali dan dibakar untuk praktek klenik.

Pada tahun 1408 di Inggris menterjemahkan dan membaca Alkitab dalam habasa Inggris sehari-hari tanpa ijin dari Bishop merupakan perbuatan yang ilegal.

Tahun 1455 mesin cetak pertama ditemukan di Jerman oleh Johan Gutenberg. Penemuan ini mungkin merupakan satu peristiwa yang sangat penting bagi penyebaran Alkitab. The Gutenberg Bible adalah buku pertama yang dicetak. Alkitab versi Latin Vulgate ini banyak kali dijelaskan oleh artis yang menulis dengan tangan dan menggambar ornamen pada setiap lembarannya.

1500-1554.

Erasmus, Imam dan sarjana Yunani, mempublikasikan edisi baru Yunani dan Perjanjian Baru bahasa Latin yang lebih akurat pada tahun 1516. Tujuannya adalah supaya setiap orang bisa membaca Alkitab, mulai dari petani di ladang hingga para penenun. Teks Yunani Erasmus membentuk landasan untuk “Textus Receptus” yang kemudian digunakan oleh Martin Luther dan William Tyndale dan para penterjemah King James.

Martin Luther menerjemahkan kitab Perjanjian Baru ke bahasa Jerman di tahun 1522.

William Tyndale, imam dan sarjana Oxford, menerjemahkan Perjanjian Baru dari bahasa Yunani (1525), tapi tidak mendapat persetujuan untuk diterbitkan di Inggris. Ia pindah ke Jerman dan mencetak Alkitab disana, menyelundupkannya ke Inggris melalui karung jagung dan tepung. Di tahun 1535 ia menerbitkan bagian dari Perjanjian Lama yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani. Pada tahun 1536, Tyndale di gantung dan dibakar di tiang gantungan. Kalimat terakhirnya adalah “Tuhan, buka mata raja Ingrris” (“Lord, open the King of England’s eyes”). Tyndale dijuluki “Father of English Bible” karena terjemahannya adalah basis dari versi King James. Banyak dari gaya dan perbendaharaan kata yang kita tahu sebagai “biblical English” jika ditelusuri bermuara pada hasil karya Tyndale.

The Coverdale Bible diterjemahkan oleh Miles Coverdale (1535) yang didedikasikan kepada Anne Boleyn, salah satu permaisuri Raja Henry VIII. Ini merupakan Alkitab lengkap pertama yang pernah dicetak di Inggris.

The Matthew Bible diterjemahkan oleh John Rogers yang memakai nama pena “Thomas Matthew”. Alkitab in merupakan Alkitab yang pertama diterbitkan dengan seijin Raja (1537). Alkitab ini dicetak setahun setelah kematian Tyndale. Terjemahan Perjanjian Baru Alkitab ini berorientasi sepenuhnya pada versi Alkitab Tyndale, bahkan ada penghargaan khusus pada lembaran terakhir Perjanjian Lama untuk Tyndale. Initial nama Tyndale sebesar 2,5 inchi tercetak dengan huruf kapital. Dikemudian hari Thomas Cromwell, penasehat Raja Henry VIII, mempercayakan Coverdale untuk merevisi Matthew Bible menjadi Great Bible.

Atas perintah Thomas Cranmer, Uskup Besar dibawah Raja Henry VIII, Great Bible ditaruh disetiap gereja-gereja. Alkitab dibacakan dengan keras, kecuali selama ibadah atau khotbah berlangsung. Untuk menghindari pencurian Alkitab tersebut diikat rantai pada pilar gereja.

1555 – 1559

Ratu Inggris (Queen Mary) melarang terjemahan protestant untuk Alkitab Inggris. John Rogers dan Thomas Cranmer dibakar ditiang gantungan. Dikemudian hari sekitar 300 orang pria,wanita dan anak-anak juga dibakar.

The Geneva Bible. Dari pembuangan dan pengasingannya di Inggris Alkitab ini sampai ke Geneva, Switzerland. Dan pada tahun 1560 dicetak Geneva Bible, revisi lengkap dari Great Bible yang Perjanjian Lamanya diterjemahkan dari bahasa Ibrani. Pada Alkitab ini terdapat catatan beberapa sarjana protestan seperti John Calvin, Beza, Knox dan Whittingham. Alkitab ini adalah Alkitab yang pertama kalinya ditulis dengan menggunakan “Roman Type” bukan “Blackletter”. Inilah Alkitabnya Shakespeare dan juga yang dibawa oleh Pilgrim ke Amerika ditahun 1620. Edisi tahun 1640 adalah Alkitab bahasa Inggris pertama yang tidak menyertakan apocrypha.

Bishop Bible adalah terjemahan baru dibawah Ratu Elizabeth di tahun 1568. Alkitab ini diterjemahkan oleh beberapa orang Bishop gereja Inggris untuk menanggapi Geneva Bible.

Rheims-Douai Bible diterjemahkan ke bahasa Inggris dari Latin Vulgate oleh sarjana katholik Gregory Martin ketika dalam pembuangannya di Perancis (1582/1609). Alkitab ini menjadi standard terjemahan bagi gereja katholik.

1600-1799.

Versi King James atau Authorized Version. King James I dari Inggris menugaskan 54 orang sarjana untuk mengerjakan terjemahan Alkitab baru. Lebih dari 6 tahun kemudian, 6 team sarjana memakai Bishop Bible dan Tyndale Bible serta manuscript Yunani dan Ibrani yang ada untuk melengkapi versi baru di tahun 1611. Versi King James yang juga disebut Authorized Version ini, direvisi beberapa kali. Edisi yang digunakan sekarang ini telah direvisi pada tahun 1769. Versi ini adalah yang terpopuler selama lebih dari 300 tahun.

Metode terjemahan KJV adalah word-for-word, tingkat kemampuan baca adalah untuk pembaca minimal lulus SMA (level 12). Ada 54 penterjemah yang terlibat dalam Alkitab ini. Organisasi yang mensponsori terjemahan adalah 6 panel translator yang ditunjuk oleh King James I, dari Inggris. Teks basis yang digunakan adalah Bishops Bible (1568) dan Tyndale’s Bible (1535). Perjanjian Lama: Masoretic Text: Complutensian Polyglot dan Antwerp Polygot. Perjanjian Baru: Textus Receptus.

Tujuan penerjemahan adalah untuk memenuhi tanggapan kaum Protestan sehubungan dengan ketidak akuratan pada versi Inggris terdahulu (Tyndale, Geneva, Bishops).

Versi ini adalah versi yang terbanyak dicetak dan disebarluaskan. Digunakan sebagai renungan dan pelajaran Alkitab oleh orang-orang yang lebih menyukai bahasa Inggris yang terdapat pada versi terdahulu.

1800-1899.

Antara tahun 1629-1947 beberapa manuscript kuno yang merupakan copy dari Alkitab mula-mula ditemukan.

Codex Alexandrinus, copy dari Perjanjian Baru dari tahun AD 400, yang kemungkinan copy terbaik dari Kitab Wahyu, tersedia bagi sarjana Barat pada tahun 1629.

Codex Sinaiticus, copy lengkap dari Perjanjian Baru mula-mula (AD 350) ditemukan di biara St.Catherine dekat Gunung Sinai.

The Revised Version. Pada tahun 1870, beberapa sarjana Inggris memutuskan untuk merevisi King James Version sebagai refleksi dari penemuan manuscript 2 abad sebelumnya. Tujuan mereka adalah untuk menggunakan teks Ibrani dan Yunani yang lebih baik dan untuk menterjemahkan kembali kata-kata berdasarkan informasi baru ilmu bahasa mengenai keadaan Ibrani kuno.

AD 1885. The English Revised Version, Versi revisi dari (British) Inggris King James.

Codex Vaticanus, yang awal dan mungkin yang terbaik dari Perjanjian Baru (AD 325) direlease bagi para sarjana pada tahun 1889 oleh perpustakaan Vatican.

The Dead Sea Scrolls yang berisi salinan tertua dari sebagian kitab Perjanjian Lama ditemukan di Gua Qumran pada tahun 1947 oleh seorang gembala. Salinan tersebut dibuat sekitar tahun 100 BC dan AD 100.

1900-2004

A Scroll of Isiah. Gulungan ini merupakan bagian dari Dead Sea Scroll yang ditemukan di Gua Qumran. Merupakan manuscript tua terlengkap daripada buku-buku Alkitab yang lain (dicopy sekitar tahun 100 BC). Copy ini terbukti sungguh sangat dekat dengan standard Alkitab Ibrani. Agak bervariasi pada ejaan beberapa nama. Copy ini memberi konfirmasi yang luarbiasa terhadap Masoretic copy yang terpercaya.

Dalam tahun 1900 an lebih dari 100 manuscript Perjanjian Baru ditemukan di Mesir.

A Ugaritic Grammar diterbitkan di tahun 1960an. Ugaritic adalah bahasa kuno serupa dengan bahasa Ibrani dan menolong para sarjana untuk mengerti perbendaharaan kata dan puisi Ibrani.

Terjemahan Modern. Pengetahuan dari penemuan manuscript terbaru memimpin pada ratusan terjemahan baru.

1901. American Standard Version (ASV). Revisi dari versi King James dalam bahasa Inggris Amerika. Metode terjemahannya adalah word-for-word, tingkatan baca tidak dijelaskan. Ada 30 sarjana Amerika yang merupakan bagian dari proyek English Revised Version di tahun 1885. Terjemahan ini disponsori oleh para sarjana Inggris dari berbagai denominasi.

Basis teks yang digunakan berasal dari English Revised Version (ERV) dan KJV. Perjanjian Lama: Teks Masoretic Ibrani dan Septuaginta (PL dalam bahasa Yunani). Perjanjian Baru: Westcott-Hort Greek New Testament. Tujuan versi ini adalah untuk menanggapi sekitar 300an usul dari penterjemah Amerika untuk merevisi ERV dengan menggunakan bahasa Inggris yang digunakan di Amerika. ASV mendapat reputasi sebagai terjemahan yang sangat mendekati teks Yunani dan Ibrani. Terjemahannya sangat formal dan cocok digunakan untuk pelajaran Alkitab yang serius.

1926. Moffatt Bible. Versi bahasa modern yang sangat populer.

1931. Smith-Goodspeed, An American Translation. Versi modern Inggris Amerika.

1952. The Revised Standard Version (RSV). Revisi dari American Standard Version. Metode yang digunakan adalah word-for-word. Tingkatan bacanya adalah untuk level 10 (lulus SMP). Perjanjian Baru direvisi pada tahun 1971. Terjemahan ini melibatkan 32 orang penterjemah. Disponsori oleh International Council of Religious Education.

Teks basisnya dari ASV. Perjanjian Lama: Masoretic Text, Dead Sea Scrolls, Septuaginta. Perjanjian Baru: Nestle-Aland text. Tujuan terjemahan ini adalah untuk memelihara Alkitab versi bahasa Inggris terbaik yang telah ada sebelumnya. Karena terjemahan ini mengganti kata “virgin” menjadi “young woman”, versi ini telah mendapat kritikan dari kaum konservatif.

1958. J.B.Phillips’ New Testament in Modern English. Alkitab paraphrase yang dibuat untuk muda-mudi.

1965. The Amplified Bible (AMP). Alkitab ini menggunakan terjemahan kata per kata dari ASV yang ditambahkan kata-kata untuk mengkomunikasikan pengertian dari teks aslinya. Tingkatan bacanya adalah level 11 ( 2 SMA). Diterjemahkan oleh Frances E.Siewert dan 12 orang lainnya. Disponsori oleh The Lockman Foundation/Zondervan.

Teks basis terjemahannya dari Alkitab ASV. Perjanjian Lama: Rudolf Kittel’s Biblia Hebraica, Dead Sea Scrolls, Septuaginta. Perjanjian Baru: Westcott-Hort Greek New Testament, Nestle- Aland Novum Testamentum Graece (26 edition).

Tujuan penterjemahan ini adalah untuk memberi kesempatan pembaca mendapatkan pengertian yang lebih baik terhadap kata-kata sebagimana ia digunakan pada teks aslinya. Alkitab ini menggunakan sistim tanda baca yang unik, beragam model tulisan, dan persamaan kata untuk lebih memperjelas arti. Sering digunakan untuk renungan Pelajaran Alkitab.

1966. Jerusalem Bible/New Jerusalem Bible (NJB). Metode terjemahannya adalah word-for-word. Tingkatan bacanya adalah level 9 (3 SMP). Diterjemahan oleh 36 sarjana Katholik di Yerusalem, dan disponsori oleh gereja Katholik. The New Jerusalem Bible terbit kemudian di tahun 1985.

Teks yang digunakan berasal dari French Translation La Bible de Jerusalem (1961). Perjanjian Lama: Masoretic Text dan Septuaginta. Perjanjian Baru: Eclectic Greek Texts.

Versi ini merupakan respon terhadap permintaan Pope Pius XII untuk terjemahan yang lebih jelas, lebih trampil oleh orang-orang Dominican dan lainnya yang ada di Ecole Biblique di Yerusalem.

Bible ini mengikut sertakan Apokripha. J.R.R Tolkien, pengarang dari Lord of the Rings, yang filmnya cukup terkenal, merupakan salah satu dari penterjemah. Alkitab ini banyak digunakan oleh orang Katholik Roma dewasa untuk Pelajaran Alkitab yang serius.

1970. New English Bible. Modern Inggris yang kemudian direvisi tahun 1989.

1970. New American Bible (NAB). Metodenya adalah word-for-word. Tingkatan bacanya untuk level 6.6 (1 SMP). Diterjemahkan oleh 55 orang penterjemah yang disponsori oleh Catholic Biblical Association of America. Versi ini adalah versi resmi bagi gereja Katholik. Mengikut sertakan Apokripha. Perjanjian Barunya di revisi pada tahun 1986. Versi ini direvisi lagi pada tahun 2000.

Teks basisnya untuk Perjanjian Lama: Masoretic Text, Septuaginta, Vulgate, Dead Sea Scrolls, Hebrew Text behind the Liber Psalmorum. Perjanjian Baru: Nestle-Aland Nomum Testamentum Graece (26th edition) dan United Bible Societies’ Greek New Testament (3rd Edition).

Terjemahan ini merupakan respon terhadap Pope Pius XII untuk terjemahan yang lebih jelas, lebih trampil oleh Catholic Biblical Association of America. Banyak digunakan oleh orang Katholik Roma semua umur untuk bacaan renungan harian dan pelajaran Alkitab.

1971. New American Standard Bible (NASB). Terjemahan kata per kata yang direvisi pada tahun 1995. Tingkatan bacanya untuk level 11 (2 SMA). Diterjemahkan oleh 54 penterjemah yang disponsori oleh The Lockman Fondation.

Teks basisnya untuk Perjanjian Lama: Rudolf Kittel’s Biblia Hebraica (3rd Edition), Dead Sea Scrolls. Perjanjian Baru: Nestle-Aland Novum Testamentum Graece (26th Edition). Terjemahan ini dibuat untuk menghilangkan ungkapan atau kata-kata kuno dan menambahkan tanda-tanda baca modern.

1971. The Living Bible. Alkitab paraphrase yang populer.

1976. The Good News Translation (GNT/Today’s English Version/TEV). Metode terjemahannya adalah tought-for-thought dengan tingkatan baca level 6 (6 SD). Diterjemahkan oleh R.Bratcher untuk Perjanjian Baru, dan 6 orang penterjemah lainnya untuk Perjanjian Lama. Disponsori oleh American Bible Society.

Teks basisnya adalah dari Biblia Hebraica untuk yang Perjanjian Lama, dan United Bible Societies’ Greek New Testament untuk yang Perjanjian Baru. Tujuan penterjemahan adalah untuk menyediakan Alkitab bahasa Inggris untuk pembaca yang bahasa aslinya bukan bahasa Inggris (non native English speakers). Aliktab ini didukung oleh banyak evangelist dan juga berbagai denominasi gereja. Dipakai oleh anak-anak dan orang percaya yang bahasa Inggris bukan merupakan bahasa pertama mereka.

1978. New International Version (NIV). Metode terjemahannya menggunakan keseimbangan antara word-for-word dan thought-for-thought. Tingkatan bacanya untuk level 7 (1 SMP). Diterjemahkan oleh 115 penterjemah yang disponsori oleh New York Bible Society yang sekarang dikenal sebagai International Bible Society. Teks basisnya untuk Perjanjian Lama adalah Biblia Hebraica, Dead Sea Scrolls, Septuaginta, Aquila, Symmachus dan Theodotian, Vulgate, dan manuscript kuno lainnya. Untuk Perjanjian Lama adalah Eclectic text. Tujuan penterjemahan ini adalah untuk menyediakan terjemahan modern yang bisa diterima oleh banyak denominasi. Saat ini merupakan versi Alkitab yang terbanyak dibeli. Dipakai oleh remaja dan dewasa untuk renungan pribadi penyembahan, dan pelajaran Alkitab.

1982. New King James Version. Modernisasi dari versi King James dengan menggunakan manuscript yang sama. Metode penterjemahan yang digunakan adalah word-for-word. Tingkatan bacanya untuk level 9 (kelas 3 SMP). Diterjemahkan oleh 119 penterjemah yang diprakarsai oleh Arthur Farstad dan dikoordinir oleh penerbit Thomas Nelson. Sumber teksnya berasal dari KJV. Untuk Perjanjian Lamanya dari Masoretic Teks, Perjanjian Baru dari Textus Receptus. Dan untuk catatan kaki dari Nestle-Aland Text. Tujuan penterjemahan ini adalah untuk menghasilkan terjemahan Inggris modern yang akan mempertahankan struktur dan keindahan dari KJV. Banyak digunakan untuk pembacaan renungan dan pelajaran Alkitab oleh orang yang lebih menyukai versi bahasa Ingris lama.

1987. New Century Version (NCV). Konsep Alkitab yang diterapkan pada istilah alamiah. Metodenya adalah thought-for-thought dengan level baca 5,6 (kelas 6 SD). Diterjemahkan oleh lebih dari 50 orang penterjemah yang disponsori oleh World Bible Translation Center. Teks basis untuk Perjanjian Lama adalah Biblia Hebraica dan Septuaginta. Untuk Perjanjian Baru dari United Bible Societies’ Greek New Testament (3rd Edition). Tujuan penterjemahan ini adalah untuk menghasilkan versi yang mudah dibaca yang menggunakan istilah modern seperti halnya ukuran dan nama-nama geographic. Alkitab ini menggunakan catatan kaki untuk memperjelas kondisi di zaman alkitab dan keadaan lainnya yang membutuhkan penjelasan khusus. Banyak digunakan oleh anak-anak dan remaja untuk pembacaan renungan harian.

1989. Jewish New Testament. Terjemahan Inggris yang menggunakan ekspresi tradisional Yahudi.

1989. New Revised Standard Version. Revisi terhadap RSV. Metode penterjemahannya adalah word-for-word, tingkatan bacalnya untuk level 8.9 (2 SMP). Diterjemahkan oleh 30 orang penterjemah yang disponsori oleh Division of Christian Education and National Council of Churches. Teks basisnya adalah teks dari RSV dan menggunakan teks terakhir yang diketemukan. Untuk Perjanjian Lama: Biblia Hebraica Stuttgartensia (ist Edition), Dead Sea Scrolls, Septuagint, Vulgate, Syriac Peshitta, Aramaic Targums. Perjanjian Baru: United Bible Societies’Greek New Testament (3rd Edition). Tujuan penterjemahan adalah untuk merevisi RSV dengan menggunakan informasi tambahan hasil temuan manuscript Ibrani dan Yunani.

1991. Contemporery Standard Version. Terjemahan bahasa Inggris sederhana.

1995 Contemporary English Version (CEV). Metode penterjemahan adalah Thought-for-thought dengan level baca 5.4 (5 SD). Diterjemahkan oleh 100 orang termasuk peninjau. Disponsori oleh American Bible Society. Teks basis untuk perjanjian lama adalah Biblia Hebraica Stutgarttensia (edisi ke 4), Septuaginta. Sedangkan Perjanjian Baru: United Bible Societies’ Greek New Testament (edisi ke 3). Tujuan penterjemahan adalah untuk menyediakan Alkitab yang menggunakan pola percakapan komunikasi modern. Direkomendasikan untuk anak-anak dan orang yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa ibunya.

1995. God’s Word (GW). Terjemahan bahasa Inggris Kontemporer. Metode terjemahannya adalah keseimbangan antara word-for-word dengan tought-for-thought. Level bacanya untuk 4.5 (5 SD). Untuk Perjanjian Baru diterjemahkan oleh William F.Beck, Perjanjian Lama oleh sekelompok kecil sarjana Lutheran. Terjemahan ini disponsori oleh God’s Word to the Nations Bible Society. Teks basisnya adalah revisi dari Beck’s The New Testament in the Language of Today (1963). Perjanjian Baru: Biblia Hebraica Stuttgartensia. Perjanjian Baru: Nestle-Aland Novum Testamentum Graece. Tujuan terjemahan adalah untuk mempertahankan keaslian manuscript dengan menggunakan bahasa Inggris modern. Versi ini cocok digunakan untuk anak-anak dan orang yang baru percaya.

1996. New Living Translation (NLT). Revisi dari The Living Bible yang menjadikannya sebagai suatu terjemahan. Metodenya adalah thought-for-thought dengan tingkatan baca level 6.3 (1 SMP). Direvisi kembali tahun 2004. Diterjemahkan oleh 90 orang penterjemah yang disponsori oleh Tyndale House Publisher. Teks basisnya dari The Living Bble (1971). Perjanjian Lama: Biblia Hebraica Stuttgartensia (edisi 1977), Dead Sea Scrolls, Septuaginta, Vulgate, Syriac Peshitta, Samaritan Pentateuch. Perjanjian Baru: United Bible Societies’ Greek New Testament (edisi 1977), Nestle-Aland (edisi 27). Tujuan penterjemahan adalah untuk menyediakan alkitab versi modern yang mudah dibaca.

1996. New International Reader’s Version (NIrV). Versi sederhana dari NIV untuk level baca kelas 3-4 SD. Direvisi kembali pada tahun 1998. Metode terjemahannya adalah thought-for-thought. Diterjemahkan oleh 40 orang sarjana termasuk beberapa orang penterjemah NIV. Disponsori oleh Zondervan Publishing House. Teks basisnya diambil dari NIV. Tujuan penterjemahan adalah untuk mengadakan terjemahan dengan menggunakan kata-kata sederhana dan kalimat pendek untuk tingkat baca yang lebih rendah.

2001. English Standard Version (ESV). Pembaharuan terhadap RSV. Metodenya dalah word-for-word dengan level baca 8 (2 SMP). Diterjemahkan oleh 100 orang penterjemah yang disponsori oleh Good News / Crossway Board of Directors. Teks basisnya menggunakan RSV. Perjanjian Lama: Biblia Hebraica Stuttgartensia (edisi 2), Dead Sea Scrolls, Septuaginta, Samaritan Pentateuch, Syriac Peshitta, Vulgate. Perjanjian Baru: United Bible Societies’ Greek New Testament (edisi 4) dan Nestle-Aland Novum Testamentum Graece (edisi 27). Tujuannya adalah untuk menyediakan terjemahan yang modern, mudah dibaca, akurat dalam tradisi alkitab versi Tyndale (1535) dan versi King James (1611).

2001. Today’s New International Version (TNIV). Perjanjian Baru ini adalah modernisasi dari NIV. Metode terjemahannya adalah keseimbangan anatra word-for-word dan thought-for-thought dan tidak menetapkan level baca. Diterjemahkan oleh 115 penterjemah yang disponsori oleh Committee on Bible Translation. Teks basisnya dari NIV. Perjanjian Lama: Biblia Hebraica, Dead Sea Scrolls, Septuaginta, Aquila, Symmachus and Theodotian, Vulgate, dan manuscript kuno lainnya. Perjanjian Baru: Nestle-Aland (edisi 27) dan United Bible Societies’ Greek New Testament (edisi 4).

2002. The Message (MSG). Metode terjemahannya adalah Paraphrase dengan level baca 6 (6 SD). Diterjemahkan oleh Eugene Peterson yang disponsori oleh NavPress. Teks basis Perjanjian Lama: Biblia Hebraica. Perjanjian Baru: Greek New Testament. Tujuan penterjemahan adalah untuk menciptakan kembali dari bahasa sehari-hari yang dipakai dizaman Alkitab kedalam bahasa sehari-hari yang berlaku sekarang ini.

2004. Holman Christian Standard Bible (HCSB). Metodenya adalah keseimbangan antara thought-for-thought dengan word-for-word. Level bacanya adalah 7.5 (2 SMP). Diterjemahkan oleh 100 orang penterjemah yang diprakarsai oleh Arthur Farstad dan LifeWay Christian Resources of the Southern Baptist Convention dalam pengawasan Holman Bible Publishers. Teks basis Perjanjian Lama: Biblia Hebraica Stuttgartensia (edisi 5). Perjanjian Baru: Nestle-Aland Novum Testamentum Graece (edisi 27), United Bible Societies’s Greek New Testament (edisi 4). Tujuannya adalah untuk membuat terjemahan alkitab yang paling memungkinkan untuk dibaca seluas mungkin sambil tetap memelihara integritas dari terjemahan.

Baca tentang sejarah penterjemahan Alkitab Indonesia, klik disini: http://www.sabda.org/sejarah/sejarah/ , http://www.sabda.org/sejarah/bagan/

Baca doktrin GPdI tentang Alkitab: http://www.gpdi.us/article.cfm?articleID=17125

Sumber Pustaka: How We Got The Bible, Bible Translations Comparison by Rose Publishing.

NYC February 2008.

Bersambung…

Previous Topic:
Next Topic:

Leave a Comment

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

More from category

Dibawah Pohon Ara
Dibawah Pohon Ara

Di bawah Pohon Ara   Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon [Read More]

E-SWORD DI MALANG
E-SWORD DI MALANG

Klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q Klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Puji Tuhan !! Pelatihan [Read More]

E-SWORD DI JAKARTA
E-SWORD DI JAKARTA

klik http://www.youtube.com/watch?v=FtDyI9itw3Q klik http://www.youtube.com/watch?v=R_Ura39pwUI Panitia sudah mulai [Read More]

KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT
KEMAJUAN TEKNOLOGI = KIAMAT SEMAKIN DEKAT

Alkitab tidak menuliskan secara pasti tanggal hari kiamat. Namun demikian, Alkitab menuliskan beberapa tanda atau [Read More]

Setia Sampai Akhir
Setia Sampai Akhir

Akhir Juli 2009 Tak ada yang berubah dengan rumah yang sering disebut ibu Loji Pastoral itu. Masih tetap tertata rapi, [Read More]

Insider

Archives