Domba Paskah Sempurna Yang Dijanjikan Sejak Semula (3×14).
Di Mat.1:1-17 dan Luk.3:23-38 terdapat perbedaan catatan tentang silsilah Tuhan Yesus. Yang menarik dalam catatan Matius adalah karena ia mencantumkan keterangan ada 3 kali 14 keturunan hingga sampai pada kelahiran Yesus. Adakah sesuatu yang tersembunyi pada keterangan tersebut ?
Lukas bukan orang Yahudi. Ia mencatat silsilah mulai dari Adam, anak Allah, sampai pada kelahiran Yesus. Dari Adam sampai ke Abraham (= 2000 tahun, zaman Allah Bapa memilih suatu bangsa, Israel), ada 21 keturunan (3×7), ini tidak dicatat oleh Matius, karena Matius mulai mencatat silsilah mulai dari Abraham sampai pada kelahiran Yesus (= 2000 tahun, zaman Anak Allah membentuk umat pilihan/gerejaNya).
Catatan silsilah Lukas kalau kita samakan dengan yang dicatat Matius, yaitu mulai dari Abraham sampai Daud, sama.
Di Alkitab bahasa Indonesia ada 2 nama yang berbeda yaitu Arni dan Admi, kalau di bahasa Inggrisnya dua nama itu tercatat sebagai satu nama yaitu Ram. Jadi jumlah di alkitab bahasa Inggris ada 14 keturunan, di alkitab Indonesia ada 15 nama, walaupun pada penjelasannya dikatakan pada terjemahan Alkitab Indonesia ada 14 keturunan dari Daud sampai pada pembuangan ke Babel.
Matius adalah orang Yahudi. Ia mencatat silsilahNya mulai dari Abraham (Bapa leluhur) sampai Raja Daud, ada 14 keturunan (2×7). Daud sampai ke pembuangan ke Babel, ada 14 Keturunan (2×7), dan dari pembuangan ke Babel sampai Yesus ada 14 keturunan (2×7). Total ada 6×7 atau 3×14 = 42. Kita perlu 1×7 lagi untuk masuk ke 1000 tahun damai (50, tahun Yobel, Istirahat, Kebebasan, Kemerdekaan). Jika jumlah ini ditambahkan 3×7 (=21), catatan dari silsilah Lukas mulai Adam sampai Abraham maka jumlahnya menjadi 9×7 = 63. Kita juga masih menunggu 1×7 lagi untuk mencapai angka 70 (pemerintahan sempurna di Millenium Kingdom). Kalau kita baca Ex.13:6 selama 7 hari sejak paskah ini bangsa Israel harus makan Roti Tak Beragi..! tidak boleh ada roti beragi diantara mereka, atau jenis ragi apapun nampak diantara mereka. Ragi adalah gambaran dari Dosa..!
Mulai dari Daud terus sampai ke Tuhan Yesus ada perbedaan catatan yang sangat menarik. Matius mencatat silsilah ini dari garis keturunan berdasarkan kelahiran, yaitu Yusuf anak Yakub dan seterusnya. Sedangkan Lukas mencatat Yusuf adalah anak Eli berdasarkan perkawinan. Num. 36:1-13 menjelaskan tentang adopsi oleh suku yang tidak memiliki anak laki-laki sehubungan dengan hak waris. Jika ada suku yang hanya memiliki anak perempuan dan tidak memiliki anak laki-laki maka jika anak wanita nya menikah, menantu prianya akan menjadi ahli waris dari harta waris keluarga. Jadi secara kelahiran Yusuf adalah anak Yakub, tapi Yusuf juga merupakan anak Eli oleh karena ikatan perkawinan dengan anak Eli (Maria).
Dalam tulisan ini kita memperhatikan catatan Matius tentang 3×14 keturunan sampai pada Yesus.
Ia mencatat mulai dari bagian kedua peta zaman yaitu dari Abraham sampai Yesus = 2000 tahun (Zaman Pelayanan Anak Allah di minggu penebusan yang melahirkan gereja sebagai mempelai wanita). Dia tidak menyertakan 21 keturunan dari Adam sampai Abraham yang merupakan bagian pertama dari peta zaman yang juga meliputi masa 2000 tahun (Zaman Allah Bapa di minggu penebusan yang melahirkan suatu bangsa, Israel).
Nabi-nabi Perjanjian Lama telah memperkirakan akan datangnya seseorang yang diurapi yang akan masuk ke sejarah umat manusia untuk membawa pengampunan dan membebaskan mereka dari dosa dan kebinasaan. Para Nabi mengetahui hal ini dan mereka sangat merindukannya.
Matius disepanjang tulisannya menggambarkan Yesus sebagai Raja orang Yahudi, Messias yang akan datang, yang dinanti-nantikan, yang telah tertulis dalam nubuatan Perjanjian Lama tersebut. Ayat pertama dalam bukunya adalah mengenai silsilah Yesus anak Daud, anak Abraham. Tulisannya menjembatani catatan sejarah dan nubuatan dalam Perjanjian Lama dengan penggenapan hal tersebut di Perjanjian Baru. Ia mencatat tentang pengakuan Yesus sebagai Messias yang dinantikan, pelayananNya yang memiliki mandat dan kuasa sebagai Messias, khotbah kebenaranNya yang hanya bisa dikerjakan oleh seorang Messias, dan kematianNya sebagi matinya seorang Messias yang telah ditentukan.
Sasaran tulisan Matius adalah kalangan religius Yahudi. Mereka sedang menanti-nantikan Raja yang dijanjikan itu, Messias bagi Israel. Mereka tahu betul siapa Bapa Abraham dan Raja Daud. Kisah sejarah yang tidak terlupakan turun menurun. Abraham bapa semua orang percaya, dan tongkat kerajaan tidak akan berpindah dari tahta Daud sampai selama-lamanya. Mereka juga tahu bahwa sejak Raja Saul Israel telah mengabaikan perintahan Tuhan sehubungan dengan sabbat tanah. Oleh sebab itu mereka masuk ke pembuangan ke Babel selama 70 tahun untuk membayar 490 tahun sabbat tanah yang telah diabaikan.
Matius menulis pekerjaan Yesus secara jelas sehingga pembaca dapat memutuskan sendiri secara cermat tentang siapa Dia. Silsilahnya dicatat mulai dari Perjanjian Lama. Matius memastikan klaim Yesus bahwa Ia adalah Messias yang telah dinubuatkan. Segala sesuatu tentang Raja ini sangat unik. Keajaiban kelahiranNya, nubuat tentang tempat kelahiran, penyingkiranNya ke Mesir, pengakuan Yohanes Pembaptis tentang Dia, pergumulanNya dengan Setan di Padang Belantara, semua itu mendukung fakta bahwa Ia adalah Mesias yang diberitakan nabi-nabi ribuan tahu lalu, Yesus adalah kegenapannya. Ia ingin pembaca yakin bahwa Yesuslah Raja orang Yahudi itu, Messias, Penebus yang telah dijanjikan sejak semula. Mat.1:23; 2:2,6; 3:17; 4:15-17; 21:5,9; 22:44-45, 26:64; 27:11,27:37.
Kalimat “Raja dari Surga” muncul 32 kali di tulisan Matius, tidak ada di kitab lain dalam Perjanjian Baru yang mencatat sedemikian banyak. Untuk menyatakan bahwa Ia menggenapi persyaratan sebagai Messias yang dijanjikan, Matius mengutip hampir 130 kutipan dari Perjanjian Lama, juga tidak ada buku lain yang mengutip sedemikian banyak catatan perjanjian lama, semua itu ia lakukan untuk menyatakan bahwa Yesus adalah klimaks dari nubuatan nabi-nabi (Mat.12:39-40; 13:13-15; 17:5-13).
Orang Israel juga tahu sekali tentang Paskah. Sejak keluar sebagai bangsa yang merdeka dari perbudakan Mesir, mereka pertama kali merayakan Paskah. Ex.12:1-6 merupakan aturan paskah bagi bangsa Israel.
Pada bulan pertama di tanggal 10 bulan itu anak domba harus dipilih dan ditentukan untuk dikorbankan bagi setiap keluarga.
Anak domba ini harus jantan, tidak bercela dan berumur setahun. Ia harus disimpan selama 4 hari sampai pada senja di hari ke 14 domba ini disembelih. Inilah ketentuan tentang Paskah Lev.23:4-5.
Dari ketentuan ini kita bisa menarik pelajaran tentang rencana penebusan/paskah sejak dari Taman Eden. Ahli Alkitab meyakini bahwa setelah 7 hari penciptaan (minggu penciptaan), Adam dan Hawa hidup selama 3 hari tanpa dosa, kemudian mereka berdosa (di hari ke 10). Di hari yang ke 10 inilah Domba Paskah (Yesus) sudah disiapkan/dipilih untuk disembelih/dikorbankan pada hari 14. 2 Pet.3:8 1 hari = 1000 tahun. 4000 tahun kemudian Yesus disalib di Golgotha, petang hari di perayaan Paskah Israel.
Saya percaya pengorbanan Yesus memang sudah direncanakan/diketahui sejak semula oleh Allah (Premeditated). Bukan karena kebetulan manusia gagal, maka Yesus harus dikorbankan. Yesus tahu bahwa Ia harus berkorban demi mempelaiNya. Seperti halnya Hawa diambil dari rusuk Adam yang dibuat tidur dahulu, Mempelai Wanita yaitu Gereja juga tercipta dari cucuran darah lambung Yesus yang mati di Golgotha.
Ia yang Mahatahu mengetahui akhir sejak dari awalnya. itu sebabnya Ia belum datang sampai hari ini karena Ia tahu sejak Adam tercipta, Ia sudah melihat saudara dan saya yang akan lahir di abad ke 20, ada pinggang Adam, di benihnya…Ia masih menunggu sampai pada keturunan Adam yang terakhir lahir yang sudah dilihatNya sejak di Taman Eden. Kita tidak tahu kapan keturunan Adam terakhir itu akan lahir, tapi Tuhan tahu..! Ia tidak mau kehilangan satu orang pun keturunan Adam yang akan menerimaNya sebagai penebus, yang sudah dilihatNya di Eden, akan terhilang. Sampai jumlahnya tetap, Ia pasti datang..!
Matius mencatat ada 14 keturunan dari Abraham sampai pada Raja Daud. Diawal bukunya Ia mempresentasikan Raja yang dijanjikan Mat.1:1-4:11.
Di bagian silsilah ini ada satu kisah tentang Anak Tunggal…..Anak Pernjanjian Abraham yang Allah minta untuk dikorbankan. Iman Abraham teruji, Ia percaya ada kehidupan setelah kematian Gen.22:5. Ishak tidak jadi dikorbankan dan digantikan dengan seekor domba jantan yang disediakan Allah, tertambat dibelakang Abraham. NKJV dan beberapa terjemahan lain menterjemahkan bahwa Abraham melihat keatas….. ada domba yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Saat itulah Abraham memandang keatas menjangkau masa yang akan datang …ke bukit Golgotha dimana Anak Domba Allah disalib bagi dosa manusia.
Melihat iman Abraham Allah bersumpah demi diriNya sendiri dan mengulangi janjiNya bahwa oleh keturunan Abrahamlah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat Gen.22:18; 12:3. Abraham menamai tempat itu Jehovah Jireh, Allah menyediakan. Saat itu Abraham tahu suatu hari kelak Tuhan akan sediakan Penebus, Anak Yang Tunggal, Anak Domba Allah yang akan dikorbankan bagi dosa umat manusia.
Daud adalah Raja Isarel yang luarbiasa. Ia juga lahir di Bethlehem, tapi dia bukanlah Raja yang dijanjikan itu. Allah menjanjikan Daud bahwa dari keturunannya akan ada Raja yang kekal yang memerintah sampai selama. Yesuslah Raja Kekal yang lahir di Bethlehem yang akan memerintah selama-lamanya. Di jamanNya Yesus dipanggil juga sebagai Anak Daud, Anak Abraham.
Dari Raja Daud sampai pada pembuangan ke Babel ada 14 keturunan.., angka 14 (paskah) kedua. Israel dibuang ke Babel karena pemberontakannya.
Matius juga menulis tentang penolakan oleh bangsaNya sendiri terhadap Raja yang dijanjikan itu. Mat.20:29-27:66. Dari pembuangan dan penolakan ini ada 14 keturunan lagi sampai pada kelahiran Yesus. Yesuslah domba paskah yang telah disediakan itu. Domba yang darahnya telah menyelamatkan anak-anak Israel. Domba yang menggantikan kematian seluruh umat manusia, yang oleh kematianNya kita beroleh kehidupan kekal. Oleh kematianNya kita tidak lagi ditolak karena dosa, tapi telah diterima oleh Allah karena kebenaran Yesus. Dialah Messias, Imam dan Raja yang dijanjikan.
Memasuki umur 30 tahun Yesus memulai pelayananNya sebagaimana ketentuan masa tugas di Kemah Pertemuan pada waktu itu (Num.4:3). Sekitar 3 1/2 tahun pelayananNya bagi Israel, Ia merayakan 2 kali Paskah (2 tahun). Di Paskah tahun yang ke 3, Ia mempersembahkan diriNya sendiri tepat petang hari pada perayaan Paskah. Ia menggenapi korban sempurna yang memuaskan hati Allah. Ia sebagai Imam Besar membawa darahNya sendiri yang tak bercela sebagai korban persembahan yang berkenan kepada Bapa.
Selain mengandung komponen angka 2 (Angka Kesaksian), 3 (Angka kesempurnaan Illahi/Trinitas, Kesaksian Sempurna), 14 (Angka Paskah), bahasan kita juga memiliki angka 7 (Kesempurnaan, Lengkap, Angka Kitab Wahyu).
Matius mencatat 3×14 dari Abraham sampai Yesus = 6×7 = 42. Dari Abraham sampai pada Yesus = 2000 tahun.
Akan ada 1×7 lagi, dari Yesus sampai pada kedatanganNya yang kedua yang terbagi menjadi 2 x 3 1/2. 3 1/2 pertama sudah digenapi oleh Yesus di Golgotha, dan 3 1/2 tahun lagi nanti adalah masa kesusahan besar, jamannya antikris. Kita masih menunggu semua ini digenapi. Setelah semua digenapi maka angka menjadi 7×7=49. Kemudian kita mulai masuk pada 1 angka lagi yaitu Tahun Yobel (50). Itulah 1000 tahun damai..Milenium Kingdom (2 Pet.3:8). Di hari ke delapan…angka kebangkitan..!
Di hari kesepuluh sejak Adam berdosa, kita memasuki Minggu Penebusan yang sekarang sudah ada dihari yang ke 6.
2000 tahun dari Adam sampai Abraham. Dari Abraham sampai Yesus = 2000 tahun., Dari Yesus sampai sekarang = 2010 tahun. Total = 6000 tahun. 1 hari = 1000 tahun. Kita sudah masuk di akhir dari hari ke 6. Dan sedang mengarah ke 3 1/2 tahun masa kesusahan besar jaman antikris. Kita sudah berada di akhir dari 1×7 yang dinubuatkan itu.
Dengan kalimat yang jelas Matius menyaksikan tentang Yesus Raja dan Messias yang dijanjikan. Dari angka-angka yang muncul, Roh Kudus berbicara secara khusus bagi kita yang percaya. 3×14 keturunan sampai pada Yesus yang adalah Paskah Yang Sempurna…! Anak Domba yang dipilih dan disimpan 4 hari untuk disembelih pada tanggal 14. Anak Allah yang menjelma menjadi manusia, Dia terpilih dan telah ditentukan sejak semua…waktunya pun tepat..!
Selama 2000 tahun, tepat dibagian kedua dari peta zaman yang merupakan zaman Allah Anak di Minggu Penebusan, dihitungan 14 (paskah) yang ketiga Ia lahir. Dihitungan paskah yang ketiga sejak pelayananNya di bumi (3 1/2 tahun), Ia dikorbankan sebagai domba paskah yang tak bercacat cela dan berkenan bagi Allah, sempurna. Memperhatikan semua hal ini, Dialah anak manusia itu….Juruselamat kita, The Israel’s Promised Messianic King, tidak ada yang lain..! (nyc-030110).
